Keesokan paginya
Gretel menggeliatkan tubuhnya karena terbangun, dia masih memejamkan matanya sambil meraba-raba untuk mencari guling kesayangannya.
"Yong Yong..." Gretel menamai gulingnya seperti itu. Bukannya mendapat guling, Gretel justru mendapati tubuh seseorang.
Masih terpejam, Gretel terus meraba tubuh itu. "Yong Yong, kau berubah menjadi keras!"
"Tapi rasanya tidak asing..."
Gretel pun membuka mata dan mendapati jika yang dia raba adalah Hansel.
"Suamiku..." Gretel langsung mendudukkan dirinya. Dan dia baru sadar kalau bajunya sudah berganti dengan baju tidur.
Pasti Hansel yang telah menggantinya, dia dalam mode marah sekarang jadi enggan berterima kasih.
"Akhirnya kau bangun juga, Gree!" Hansel yang sebenarnya tidak tidur memang menunggu istrinya bangun. "Aku banyak pikiran jadi tolong jangan menambah masalah!"
"Kau pasti tadi malam berpikir kalau aku bersama Abel, 'kan?"
"Memang begitu, bukan?" ketus Gretel seraya memalingkan wajahnya.
"Kau salah, aku sedang lembur bersama Boy. Jangankan bersama Abel, melihat ponsel pun tidak sempat," jelas Hansel.
Gretel tahu jika Hansel pasti mengatakan yang sebenarnya. "Aku hanya..."
"Maafkan aku," ucap Hansel memotong perkataan istrinya. Dia sadar Gretel pasti melakukan hal itu untuk menarik perhatiannya. "Aku memang bukan suami yang baik!"
"Kau membuatku bingung, Suamiku," ungkap Gretel seraya menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Tidak ada pilihan lain dari pada Gretel membuat tindakan bodoh lagi, mulai sekarang Hansel harus berhenti menghindar.
"Bukankah kau kepala divisi keuangan? Bagaimana kalau kau membantuku memeriksa laporan keuangan di perusahaanku, Gree..."
"Dan aku akan berhenti menemui Abel sementara waktu!"
Hansel memberikan tawaran itu supaya Gretel tidak terus curiga padanya. Setidaknya mereka bisa bersama sepanjang hari.
Tidak usah menunggu satu dua lagi, Gretel langsung menjawab. "Aku mau..."
...***...
"Aku kesiangan!" gerutu Ethel buru-buru keluar dari unit apartemennya. Dia segera memencet tombol lift untuk turun ke lantai bawah.
Saat pintu lift akan tertutup lagi, ada tangan lentik yang menahannya.
"Tunggu!" pekik Jesa seraya menahan pintu lift yang membuat pintu itu otomatis terbuka lagi. "Hampir saja!"
Jesa kemudian memencet tombol lantai bawah dan dia tidak memperdulikan keberadaan Ethel walaupun dia tahu jika mereka dalam satu lift sekarang.
Perempuan itu justru sibuk membenahi rambut panjangnya lalu memperbaiki riasannya dan menyemprotkan parfum.
Parfum yang sangat tidak asing bagi Ethel sampai membuat lelaki itu mendekati Jesa tanpa sadar. Dia seolah terbuai sampai mencium rambut belakang Jesa.
"Kau menciumku, ya?" protes Jesa.
"Mana mungkin," elak Ethel.
Tidak mau berdebat, Jesa lebih memilih tidak memperpanjang masalah atau Ethel akan memanipulatif keadaan lagi.
Rasanya lift berjalan begitu lambat karena suasana di dalam lift itu tiba-tiba jadi panas.
"Kau pasti mau menggodaku, 'kan?" tanya Ethel tiba-tiba
Tenanglah! Jangan terpancing!
Jesa membatin dan tidak mau menggubris Ethel.
Namun, laki-laki itu semakin menjadi-jadi karena dengan tidak tahu malu Ethel meraih tangan Jesa dan meletakkannya pada bagian celananya yang sesak.
"Kau sengaja menghentikan lift saat melihat aku ada di dalam setelah itu kau memakai parfum untuk menggodaku, lihatlah lightsaber ku berdiri!" protes Ethel.
"Aaaa... Jauhkan tanganku dari benda itu!" Jesa berusaha menjauhkan tangannya dari celana Ethel yang menyembul itu. "Aku tidak menggodamu!"
"Kau bohong! Kau sengaja mau melecehkan aku lagi," ucap Ethel yang selalu merasa menjadi korban.
Bersamaan dengan itu, lift terbuka dan Jesa langsung menghempaskan tangan Ethel.
"Dasar gila!" teriak Jesa kesal.
"Hei, mana tanggung jawabmu! Ini terus berdiri!" Ethel menunjuk-nunjuk celananya yang masih menonjol.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Liaali
urat malu ethel udh putus ke nya
2023-04-10
4
Lala Pricilla
ethel kok gitu bgt lho..fitnah terus
2023-03-16
0
Mebang Huyang M
astaga astaga thor hahahaha yang benar aja si Ethel...
2023-02-01
1