"Kau tidak apa-apa?" tanya Jesa seraya mengulurkan satu tangannya pada Ethel. Karena lelaki itu terduduk di lantai, dia ingin membantunya berdiri. "Aku harus mendorongmu supaya lampu hias itu tidak mengenai kepalamu!"
Bukannya menerima uluran tangan itu, Ethel berdiri sendiri dan meninggalkan Jesa begitu saja. Dia menganggap bahwa Jesa lah penyebab kesialannya di butik itu.
"Ish, aku menyesal sudah menolongnya," desis Jesa yang merasa diabaikan oleh Ethel. Dia tidak percaya lelaki seperti itu yang menghabiskan malam dengannya.
Mencoba membuang pikiran itu, Jesa kembali melakukan pekerjaannya. Dia harus kembali ke kantor dan membawa baju-baju dari butik yang telah dia ambil.
Sementara Ethel sendiri menggerutu sebal karena menganggap hidupnya dipenuhi oleh kesialan. Dia pikir akan berhenti sampai di situ tapi saat dia mendatangi acara jamuan makan malam, Ethel kembali bertemu dengan Jesa.
Ternyata Jesa menjadi asisten pribadi kolega bisnisnya.
"Kau pergi dari sini dan tunggu aku sampai jamuan makan malam selesai!" perintah bos Jesa, April namanya. Perempuan itu tampak seumuran dengan Jesa tapi terlihat angkuh sekali, secara personal Ethel tidak terlalu suka dengan perempuan itu.
Jesa hanya mengangguk walaupun dia melihat Ethel di sana, dia pura-pura tidak mengenal lelaki itu padahal dalam hati Jesa bertanya-tanya siapa Ethel sebenarnya.
"Silahkan semuanya." April mempersilahkan untuk makan karena dia yang mengundang jamuan malam ini.
Semua mengangkat gelas mereka dan meminumnya bersamaan.
"Sepertinya semua urusan perusahaan telah diambil sepenuhnya oleh Anda, tuan Hoult muda,"
"Kalau begini Anda bisa menjadi presdir muda,"
Satu persatu menegur Ethel di sela-sela makan mereka.
Tapi, Ethel membalas dengan menaikkan kedua bahunya. Dia tahu mereka tengah menyindir dan meragukan kemampuannya.
"Aku hanya bisa memberikan yang terbaik dan jangan terpaku dengan umur untuk menilai seseorang," ucap Ethel begitu menohok.
Sepertinya Ethel menjilat ludahnya sendiri karena dia juga melakukan itu pada Jesa. Tambah lagi daftar rasa bersalahnya, mata Ethel sesekali mencari sosok perempuan dewasa itu.
Ternyata Jesa tengah menunggu April di meja lainnya dan tidak memakan apapun kecuali minum air putih.
"Apa dia benar-benar diet?" gumam Ethel dalam hati.
Selesai jamuan makan malam itu, Ethel sengaja berlama-lama duduk di mobilnya sambil terus mengamati Jesa.
Tampak perempuan itu mengantar April sampai masuk ke mobilnya dan Jesa kemudian pulang dengan memesan taksi.
Ethel menginjak pedal gas mobilnya dan mobil melaju perlahan mendekati di mana Jesa berdiri menunggu taksi di pinggir jalan.
"Masuklah!" seru Ethel seraya menurunkan kaca mobilnya.
Jesa acuh, dia tidak menanggapi lelaki itu sampai Ethel akhirnya turun dari mobil dan memaksa Jesa masuk ke dalam mobilnya.
"Aku tidak mau!" tolak Jesa.
"Kau memang aneh," ketus Ethel. Bisa-bisanya dia ditolak begitu. "Jangan percaya diri terlalu tinggi, aku hanya ingin berbicara sesuatu padamu!"
"Bicara di sini saja!" Jesa tetap menolak bantuan Ethel. Dia tidak mau berurusan dengan lelaki itu lagi.
Ethel menggeram dengan rahang mengatup, dia kemudian berteriak supaya Jesa masuk ke dalam mobilnya dengan suka rela.
"Lihatlah wanita ini, setelah mengambil keperjakaanku, dia tidak mau bertanggung jawab!" teriaknya.
"Apa-apaan, dasar laki-laki gila!" Jesa akhirnya membuka pintu mobil dan masuk karena mereka menjadi pusat perhatian.
Ethel tersenyum kemenangan. "Rupanya wanita ini berubah pikiran, tenang saja aku bisa menjaga diri. Kali ini dia tidak akan bisa memperkosaku dengan mudah!"
"Diamlah! Selain gila kau juga manipulatif!" teriak Jesa dari dalam mobil.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Ta..h
hadeeeuuh etheel perjaka nya ilang nyalahin perawan gmna sih 🙈🙈🙈🤦🤦😃😃😃
2023-01-30
2
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
Ralat ya... sama2 memperkosa wkwkwk 🤭🤭🤭🤭
2023-01-23
0
violet
🤣🤣🤣🤣
2023-01-14
0