Hansel membuka matanya karena ada yang meniup-niup wajahnya. Ternyata Gretel tidak tahan karena ingin buang air kecil jadi mau tidak mau dia harus membangunkan suaminya.
"Aku tidak tahan harus ke kamar mandi," ucap Gretel yang wajahnya sudah tidak karuan menahan buang air dari tadi..
Menyadari itu, Hansel langsung melepas istrinya, dia baru sadar kalau posisi Gretel yang tidak bisa bergerak karena dia peluk.
Setelah lepas, Gretel merasakan udara bebas karena tidak terbungkus selimut lagi. Dia bergegas ke kamar mandi dan menunaikan apa yang dia tahan sebelumnya.
"Ck! Padahal dia bisa mendorongku!" decak Hansel yang melihat tingkah istrinya. Entah apa yang ada di kepala Gretel.
Beberapa menit berlalu akhirnya Gretel keluar dari kamar mandi, gadis itu sekalian mandi dan segera memakai baju kantornya. Dia harus menyempatkan diri membuatkan sarapan untuk Hansel.
"Susu dan roti saja," ucap Hansel sebelum bergantian masuk ke kamar mandi. Dia tidak mau Gretel kerepotan.
"Baiklah, Suamiku." Gretel buru-buru membuat susu hangat dan mengoles roti dengan selai cokelat kesukaan suaminya. Beberapa kali Gretel melihat Hansel memakan roti selai cokelat. "Ini adalah kemajuan!"
Biasanya Gretel selalu bangun kesiangan dan saat dia bangun, Hansel sudah berangkat ke kantor.
"Aku harus menjadi istri yang baik kalau aku terus mendapatkan poin kebajikan pasti Hansel akan jatuh cinta padaku. Dia pasti akan mau membuat anak denganku," gumam Gretel sambil membayangkan masa depan bersama suaminya. Tiba-tiba dia jadi teringat kekasih Hansel, dia jadi berpikir kalau harus memberi perhitungan pada Abel. "Aku harus menunjukkan kekuatan istri sah!"
...***...
Sesampai di kantor, Gretel langsung mencari Ethel karena ingin memberitahu perkembangan hubungannya dengan Hansel.
"Ethel..." Gretel membawa dua gelas kopi yang dibelinya saat perjalanan ke kantor. "Aku ada kabar baik!"
Saat ini, gadis itu mendatangi saudara kembarnya di ruangan wakil CEO.
"Apa!?" ketus Ethel.
"Kenapa kau marah-marah?" protes Gretel karena Ethel justru memberi respon seperti itu.
"Bukankah sudah aku bilang kalau plafon apartemenku bocor dan dalam masa perbaikan, aku harus menginap ke hotel karena itu," jelas Ethel.
"Kenapa tidak menginap di mansion daddy?" tanya Gretel. Kalau Ethel menginap di mansion Keenan bukankah lelaki itu tidak perlu mengeluarkan biaya.
"Aku bukan anak manja yang berlindung di bawah ketiak daddy," jawab Ethel tegas.
Mendengar itu, Gretel jadi merasa bersalah karena dia lah yang mengatakan hal itu pada saudaranya.
"Maafkan aku, terimalah ini sebagai permintaan maaf," ucap Gretel seraya memberikan salah satu kopi yang dia bawa.
"Cih! Hanya kopi!" decih Ethel tapi dia tetap mengambil kopi itu.
Gretel duduk di ujung meja Ethel dan ingin berbagi rasa senangnya. "Kau tahu hubunganku dan Hansel sedikit membaik karena aku mengikuti saran dari Madame Elouis itu!"
"Yah, walaupun kami belum membuat anak tapi setidaknya kami sudah makan malam bersama, tidur di ranjang yang sama dan tadi kami sarapan bersama!"
"Kau juga harus mengikuti sarannya!"
Ethel mengerutkan keningnya karena tidak mengerti.
"Mana ponselmu?" Gretel meminta ponsel saudaranya.
"Untuk apa?" tanya Ethel penuh selidik.
"Pokoknya mana!" Gretel terus memaksa sampai dia mendapat ponsel Ethel. Kemudian dia mendownload sebuah aplikasi tinder untuk Ethel supaya lelaki itu bisa mengenal banyak wanita di aplikasi dating itu. "Kau harus percaya diri, Brother!"
"Tunjukkan kalau kau itu keren, ingat mantra yang daddy ajarkan!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Avaya 0627
mantra turun temurun
2023-03-07
3
Kar Genjreng
manta Daddy...Aku Keren..hua hua hua 🤣🤣
2022-12-21
1
Nur Denis
ngakak sendiri klo inget mantranya daddy keenan🤣🤣🤣
2022-11-24
1