Gretel langsung menyikut Ethel karena telah membawanya dalam situasi aneh ini.
"Aku sudah menduganya, dia hanya wanita tua gila!" kesal Gretel.
Gadis itu maju dan mendekati wanita tua yang disebut Madame Elouis. Gretel mengacak pinggangnya di sana.
"Semua manusia juga akan mati, jangan memakai hal seperti itu untuk menakut-nakuti orang lain termasuk saudaraku yang bodoh itu!" tambahnya.
Ethel tentu saja tidak terima mendengar perkataan Gretel. "Jangan menyebutku bodoh, Gree!"
"Kau selalu percaya dengan mitos, kalau aku tidak ikut pasti kau akan ditipu!" balas Gretel.
"Aku masih jauh lebih baik dari pada kau yang mengejar-ngejar Hansel padahal sudah tahu laki-laki itu tidak menyukaimu, itu bagian dari bodoh!" Ethel tetap tidak mau kalah.
Kedua saudara itu justru sekarang jadi bertengkar di sana.
"Setidaknya aku mempunyai rasa percaya diri dengan hidupku dari pada kau yang selalu bersembunyi di bawah ketiak daddy!" sindir Gretel begitu menohok.
"Gree... kau..." Ethel mengepalkan kedua tangannya.
Keadaan semakin panas yang membuat Madame Elouis tertawa melihat pertengkaran dua bersaudara itu.
"Kalian berdua sama-sama egois, kalau kalian selalu seperti itu maka semua yang akan kalian lakukan pasti berantakan!"
"Gretel... kau selalu egois karena memaksa Hansel untuk menyukaimu. Kenapa kau tidak mencoba membuatnya nyaman jika berada di sisimu?"
"Ethel... kau selalu takut melakukan sesuatu karena takut gagal duluan. Kau tidak seperti daddy mu yang selalu percaya diri. Jadi, hilangkan rasa takut itu dan hadapi semuanya..."
Karena masih dalam keadaan panas, entah kenapa perkataan Madame Elouis itu sangat mengganggu mereka berdua.
"DIAMLAH!!" teriak Ethel dan Gretel bersamaan.
Keduanya pun keluar dari tenda dan masih dalam keadaan emosi satu sama lain.
Namun, beberapa menit kemudian mereka langsung tersadar.
"Gree, apa kita tadi sudah menyebutkan nama?" tanya Ethel.
"Aku rasa belum tapi kenapa..." Gretel menelan ludahnya.
Mereka akhirnya menoleh ke belakang dan tenda pun sudah tidak ada. Ethel dan Gretel kemudian saling pandang dan....
"Kabur...."
***
Kejadian hari ini sangat tidak terduga, Gretel masih bertanya-tanya siapa Madame Elouis itu sebenarnya.
"Apa dia penyihir?" batin Gretel merinding lagi.
Saat ini Gretel tengah berada di lift menuju penthousenya yang berada di lantai paling atas gedung apartemen.
Gretel... kau selalu egois karena memaksa Hansel untuk menyukaimu. Kenapa kau tidak mencoba membuatnya nyaman jika berada di sisimu?
"Apa iya?" gumam Gretel saat mengingat pesan dari Madam Elouis.
Malam itu, Gretel mencoba menyambut kepulangan suaminya dengan cara lain. Gretel mencoba menyiapkan makan malam dengan memanaskan lasagna.
"Satu!"
"Dua!"
"Tiga!"
"Empat!"
"Lima!"
Gretel menghitung dalam hati dengan mata melihat ke arah pintu dan tepat di angka lima pintu langsung terbuka.
Perhitungan Gretel selalu tepat, Hansel pulang selalu tepat waktu. Entah di jam berapa Hansel bertemu dengan kekasihnya tapi lelaki itu selalu pulang di jam yang sama.
"Suamiku, apa kau sudah makan?" tanya Gretel.
Hansel mengerutkan keningnya karena Gretel tidak bertelanjang seperti biasanya.
"Baguslah kalau dia sadar," batin Hansel. Lelaki itu tidak menanggapi Gretel karena ingin membersihkan diri terlebih dahulu.
Namun, tanpa dia duga. Gretel mendahuluinya dan menyiapkan keperluan mandinya.
"Suamiku, kau ingin sabun aroma apa? Kau ingin mandi di bathub atau shower langsung?" tanya Gretel.
"Aku bisa sendiri, Gree!" Hansel mencoba menolak bantuan Gretel seperti biasa.
Gretel mendekati suaminya dan mencoba membuka baju Hansel. "Setidaknya biarkan aku membantu membuka bajumu!"
"Kau tampak berbeda hari ini?" tegur Hansel yang bisa menangkap wajah murung istrinya. Dia sangat tahu betapa gigihnya Gretel.
"Hari ini aku menerima kesialan Ethel," sahut Gretel seraya menatap wajah suaminya. "Ada yang mengatakan salah satu diantara kami akan mati!"
"Kau percaya hal seperti itu?" tanya Hansel sambil terkekeh.
"Aku tidak percaya dan aku tidak takut untuk mati hanya saja aku takut tidak bisa melihatmu lagi," ucap Gretel lirih.
Entah kenapa Gretel jadi emosional, mata gadis itu berkaca-kaca. "Aku benar-benar menyukaimu, Suamiku. Ini bukan hanya obsesi semata, semua mengatakan kalau aku bodoh tapi aku tidak bisa menghilangkan perasaan ini dari dulu!"
"Apa memang benar aku tidak mempunyai kesempatan? Beri aku kesempatan sekali saja, aku tidak akan memaksamu membuat anak lagi!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Lyn
kok jdi sedihhh
2025-02-02
0
Ta..h
sedih deh liat gretel
2023-01-30
4
Kar Genjreng
mudah mudahan dengan cara berbeda Hansel akan iba terhadap Mu Gree ya...jangan ngumbar walaupun itu sudah jadi suami istri...ga sopan....jadi biar keliatan jadi wanita anggun.. cantik luar dalam 👍👍👍🙏🙏🙏🤩🤩🤩
2022-12-20
0