Mendengar jika Gretel mengatainya tidak normal membuat Hansel meradang. Lelaki itu langsung mengangkat tubuh Gretel dan menaikkan istrinya ke atas ranjang.
"Akhirnya..." batin Gretel kesenangan. "Sudah aku duga, suamiku tidak akan tahan juga!"
"Sekarang aku harus bagaimana?"
"Aku hanya perlu pasrah, 'kan?"
Gretel terus bermonolog pada dirinya sendiri dalam hati. Dia sudah menunggu-nunggu momen ini terjadi.
Namun, tidak sesuai harapan Gretel karena Hansel ternyata lagi-lagi membungkus tubuhnya dengan selimut.
"Aku harap ini terakhir kali kau bertindak seperti ini, Gree! Aku tidak butuh pengakuanmu, normal atau tidaknya hanya aku yang tahu," ucap Hansel sepedas cabai bubuk.
Dan perkataan Hansel itu terus membuat Gretel kepikiran, gadis itu melamun di meja kerjanya. Ternyata memang semua tidak berjalan dengan semestinya.
Selain tidak mendapatkan haknya sebagai istri, Gretel juga harus kembali bekerja. Dia bisa berhenti kalau benar-benar dinyatakan hamil.
BRAK!
Suara gebrakan meja membuat Gretel langsung tersadar.
"Ethel!" teriak Gretel pada saudara kembarnya.
"Aku memanggilmu dari tadi tapi kau hanya melamun. Apa yang terjadi padamu?" Ethel duduk di ujung meja kerja saudaranya.
Gretel menghembuskan nafasnya kasar. "Begitu syulit membuat Hansel mencintaiku!"
"Kau memang budak cinta sejati," komentar Ethel seraya menggelengkan kepalanya.
Ethel kemudian berdehem karena sebenarnya dia ingin mengatakan sesuatu. "Gree, aku mimpi buruk tadi malam dan pagi ini tiba-tiba plafon apartemenku rusak karena pipa air yang bocor!"
"Hah? Kau tidak apa-apa, kan? Maksudnya plafon itu tidak jatuh mengenaimu." Gretel tempak cemas. Walaupun Ethel menyebalkan tapi laki-laki itu tetap saudara seperjuangan di dalam perut.
"Tidak mengenaiku tapi hampir saja," jelas Ethel dengan menggebu-gebu. "Ini pasti karena kau yang menikah duluan dan melangkahi aku, hidupku jadi tambah sial!"
Gretel melempar pulpen ke arah Ethel sampai mengenai jidat lelaki itu. "Ini pasti mitos lagi!"
"Argh! Gree..." Ethel mengusap jidatnya karena sakit. "Kau harus bertanggung jawab untuk ini, makan siang nanti kau harus menemaniku bertemu dengan Madame Elouis!"
"Madame Elouis? Apa itu seorang cenayang atau peramal? Aku tidak mau!" tolak Gretel mentah-mentah. Terakhir kali dia menemani Ethel buang sial, mereka berdua dikejar anjing.
Tapi, namanya Ethel suka memaksa akhirnya Gretel mau tidak mau menemani saudaranya itu.
Saudara kembar itu pergi ke tempat Madame Elouis yang merupakan peramal misterius. Ethel bahkan mendapat informasi itu dari situs dewasa yang dia tonton pagi ini.
Tiba-tiba muncul iklan lokasi Madame Elouis itu berada. Dan anehnya Ethel langsung mengingat itu.
Tempat Madame Elouis hanyalah tenda yang dibangun di pinggir jalan.
"Apa kau yakin? Ini berbeda dari biasanya," ucap Gretel ragu.
"Kita masuk saja! Aku yakin ini adalah jawaban dari kesialanku selama ini," sahut Ethel seraya menggandeng tangan Gretel untuk masuk ke dalam tenda.
Ethel dan Gretel masuk ke dalam tenda bersama-sama, di dalam tenda ada seorang wanita tua dengan jubah hitam.
"Aku sudah menunggu kedatangan kalian!" ucapnya.
Gretel langsung merinding, dia merapat pada Ethel yang sama merindingnya.
"Ck! Seharusnya aku tidak membuka situs itu pagi ini!" decak Ethel.
"Kalau sampai dikejar anjing lagi, itu semua adalah salahmu! Akan aku pastikan gajimu tidak akan masuk bulan ini!" ancam Gretel.
Wanita tua yang mendengar itu semua jadi tertawa di sana. "Kalian memiliki garis takdir yang buruk, salah satu diantara kalian akan mati!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
surya kartolo
maaf thor lidahku terselimpet,gatel sama itel🤣🤣🤣🤣
2024-05-24
1
Afika Fika Yesy
begitu sulit,,jd teringat reihan😁
2023-12-29
0
Alexandra Juliana
Bonbe level 30 tuh
2023-03-13
0