Mahluk bayangan memiliki apa yang dinamakan hirarki dan didalam hirarki itu terdapat mahluk bayangan biasa yang tidak memiliki pikiran dan hanya bergerak sesua inting mereka, lalu diatasnya ada mahluk bayangan jendral yang dapat memerintahkan ratusan mahluk bayangan kelas biasa. Dan ada suatu kejadian yang mana membuat mahluk bayangan jendral memakan sesema kelas jendral untuk berevolusi, dia yang mendapatkan kekuatan dengan cara seperti itu kehilangan kemampuan untuk mengotrol mahluk bayangan biasa namun memiliki kemampuan kuat serta pemikirang pintar sama seperti manusia bahkan bisa bicara, inilah mahluk bayangan kelas bos tersembunyi yang mana telah dikalahkan oleh kelompok Rio dan mendapatkan alat-alat sihir.
Dan mereka mahluk bayangan kelas jendral yang hidup biasa selama ratusan tahun akan mendapatkan kemunculan bangkit yang mana hanya 1 dari 10 mahluk bayangan kelas jendral yang bisa bangkit, inilah yang dinamakan kelas big bos dia memiliki kemampuan mengontrol ribuan mahluk bayangan dan bahkan memperkuat mereka. Dan lagi mahluk bayangan ini memiliki wujud yang biasanya sangat besar seperti seorang raksasa berukuran 8 sampai 12 meter, dan yang paling menakutkan dari mahluk bayangan big bos ini tidak hanya dia memiliki kepintaran diatas manusia dia juga dapat meningkatkan kekuatannya dengan cara menggabungkan dirinya dengan para jendralnya.
Dan sekarang ini Rio dan teman-temannya telah berhadapan dengan seorang mahluk bayangan raksasa setinggi 10 meter dengan dua senjata besar dikedua tangannya.
“Aaaahh sialan…., lari kebelakang” teriak Rio yang menyuruh Luna dan Lita untuk mundur.
“GRRRAAAAHHH…..” mahluk bayangan itu lalu menyerang kelompok Rio dengan gada ditangan kirinya.
“Tidak akan kubiarkan…” kata Lita.
“BOOMMSSSHH….” Dengan cepat pada saat gada raksasa tersebut mendekati mereka Lita dengan sigap menembakkan meriam sihir, “Wuuussshh…” kedua serangan yang beradu tersebut membuat mahluk bayangan big bos terdorong mundur dan juga Luna dan Lita terhempas.
“Sialan……” kata Rio yang dapat bertahan dari ledakan tersebut.
Rio lalu dengan cepat bergerak dan menyelamatkan Lita yang terhempas, sementara itu Luna dengan kelincahannya berhasli mendarat dengan selamat.
“Boomss… Boomss… Boomss… Boomss… Boomss…” namun mahluk bayangan big bos tersebut mengejar mereka.
Saat mahluk bayangab big bos bergerak Rio menyadari kalau seluruh mahluk bayangan yang lainnya tidak bergerak bahkan hampir kehilangan wujud mereka.
“Aneh… tapi sekarang bukan waktunya memikirkan itu, BANASPATI…” Rio lalu memanggil Banaspati yang sedang bersenang-senang membakar para mahluk banyangan.
“Hmmm… ok aku segera datang membantu” kata Banaspati yang melihat ada mangsa baru.
“BOOMMSSHH…. Buurrn….” Banaspati lalu bergerak dengan sangat cepat dan menabrakkan dirinya kearah kepala mahluk bayangan big bos tersebut, ledakan dari tabrakan yang dia buat membuat mahluk bayangan big boss itu terjatuh “Buuummsshh…” karena tubuhnya yang besar ketika mahluk bayangan tersebut terjatuh dirinya membuat getaran kecil, dan hal itu disadari oleh partisipan lainnya yang sibuk memanek poin dengan membunuh mahluk-mahluk bayangan yang tidak bergerak.
“Woi lihat itu…. Ada yang besar… point pasti sangat banyak… serang… serang” kata seleruh partisipan yang melihat mahluk bayangan big bos tersebut tergeletak dilantai.
Sementara itu Rio dan kelompoknya memutuskan untuk menjauhi mahluk bayangan tersebut karena mereka tahu kalau mahluk ini belum mati, sementara itu Banaspati menghilang setelah serangan barusan dikarenakan waktu pemanggilannya yang terbatas.
“Kita harus apa sekarang….??” Tanya Luna.
“Pinjami aku belatimu itu, akan kusesaikan semua ini” kata Rio yang keseimbangan tidak stabil karena kehabisan tenaga, efek samping memanggil Banaspati.
“Batara Kala…. Berapa banyak waktu yang didapat Banaspati untukku…” kata Rio lewat pikirannya memanggil Batara Kala.
“Hahaha…. Rupanya mengetahuinya juga yaah… Emmhh karena kau tidak langsung membunuhnya akan ada pengurangan sedikit dan itu semua dijadikan 10.000 tahun” kata Batara Kala.
“Sialan kau… aku yakin Banaspati telah membunuh lebih dari itu, tapi kau memotongnya terlalu banyak” kata Rio lewat pikirannya.
“Hahaha…. Memang kenapa itu sudah lebih baik dari pada tidak ada sama sekali” kata Batara Kala.
“Cihh… tukarkan 100 tahun untuk pengulangan waktu” kata Rio.
“Dimengerti 100 tahu ditukarkan untuk pengulangan waktu selama 1 menit” kata Batara Kala.
Rio lalu memakai penggulangan waktu tersebut dan memulihkan dirinya sendiri, dalam sekejab mata dirinya kembali pulih seakan tidak terjadi apa-apa.
“Kau… bagaimana caranya..???” tanya Luna yang heran melihat kemapuan Rio.
“Kau akan tahu nanti… sekarang pinjami aku belatimu dulu” kata Rio.
Luna yang masih bertanya-tanya langsung menyerahkan belatinya kepada Rio, dengan cepat Rio lalu berlari kearah gerombolan mahluk bayangan yang tidak bergerak tersebut. “Srraass… srraass… srraass… srraass… crraaasstt….” Rio lalu membantai mahluk-mahluk bayangan itu dengan cepat, walaupun gerakan belatinya tidak bagus tetapi kekuatan fisiknya sangat kuat yang dapat menebas mati mahluk bayangan dalam sekali serangan.
Namun pada saat Rio sedang membantai mahluk-mahluk bayangan tersebut dia tidak tahu kalau Angga sudah melihat kemampuan dewa miliknya.
“Oooohh… luar biasa sekali, apa tadi itu dalam sesaat bukan cuman luka tapi stamina bahkan pakaiannya juga kembali seperti semula” kata Angga yang melihat kekuatan Batara Kala.
“Itu tidak terlihat seperti kemampuan pemulihan… hampir mirip seperti pengulangan waktu…” kata dewa yang membuat kontrak dengan Angga.
“Hahahaha… dewa yang mengatur waktu ya… bagus-bagus itu akan menyenangkan kalau aku bisa melawannya” Kata Angga yang mulai bersemangat, angin mulai menyelimuti dirinya bagaikan sedang menari sesuai dengan perasaan Angga.
“Apa kau yakin..?, dari apa yang kulihat dia belum membuat kontrak penuh dengan dewanya” kata dewa yang membuat kontrak dengan Angga.
“Haah… cih setelah kau katakan barusan, dilihat-lihat memang dia hanya memiliki sedikit pecahan dewa didalam tubuhnya” kata Angga yang matanya tiba-tiba berubah menjadi warna emas.
Sementara itu Rio yang instingnya memang sudah tajam dari lahir merasakan seperti kalau dirinya sedang dilihat telanjang oleh seseorang.
“SIAPA…” teriak Rio.
Namun pada saat dia berbalik dan melihat sekelilingnya tidak ada siapa-siapa disana, Angga sudah pergi mengarah kearah mahluk bayangan big bos.
“Apa-apaan tadi itu…” pikir Rio yang masih merinding karena tatapan mata Angga.
“Hmmm…. Kelihatannya dia menyadari kemampuan melihatmu…” kata dewa yang membuat kontrak dengan Angga.
“Eeeh…. Instingnya cukup bagus juga….” Kata Angga yang terbang dengan angin.
“Apa kau yakin akan melepaskannya, dia membuat kontrak dengan dewa yang dapat menggunakan waktu itu artinya dia bisa menjadi musuh yang menyebalkan” kata dewa yang membuat kontrak dengan Angga.
“Biarkan saja lagi pula buah yang masih mentah tidak akan enak rasanya bila dimakan terlalu cepat, dan juga mungkin dia dapat berguna untuku nanti” kata Angga.
“Terserahkau sajalah….” Kata dewa yang membuat kontrak dengan Angga.
“Tidak seperti dirimu saja kau khawatir seperti ini Rudra” kata Angga yang menyebut nama dewanya.
Sementara itu disisi lain pada para partisipan sedang menggunakan berbagai macam cara untuk menyerang mahluk bayangan big bos, namun serangan mereka semua tidak ada yang dapat menembus kulir keras dari mahluk bayangan tersebut. Dan pada saat beberapa diantara mereka memanggil mahluk panggilan mereka mahluk bayangan big boss lalu membuka matanya dan memancarkan aura membunuh yang sangat kuat dia lalu berdiri, tubuhnya bergerak seakan seluruh ototnya sedang berusaha untuk memperkuat dirinya dan luka bakar dari serangan Banaspati mulai tertutup.
“Grrr…. RAAAAAAHHHH…..” dia lalu berteriak dengan keras teriakannya seperti ratusan singa sedang berteriak secara bersamaan.
Penjelasan : Rudra digambarkan memiliki empat kepala dan empat buah tangan ciri khas dari klan Asura, Rudra disebut sebagai dewa angi dan badai yang disebut-sebut sebagai unsur dari segala kehidupan dan disebut sebagai Rudra prana.
Bersambung…..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 403 Episodes
Comments