Dion dan para anggotanya lalu memanggil mahluk yang mereka kontrak mahluk-mahluk itu terdiri dari jin dan hantu yang besar dan kelihatannya seperti mahluk buas. Namun remaja itu kelihatan biasa saja dia melihat mereka seperti memandang rendah mereka dengan wajah datar.
“Woi bocah tengik sebelum aku membunuhmu sebaiknya kau katakana namamu terlebih dahulu” kata Dion.
“Eeeh memang kenapa??” kata remaja itu.
“Tentu saja agar aku bisa menuliskannya dikuburanmu” kata Dion.
Lalu dari bayangan remaja itu keluarlah sebuah mahluk yang dia kontrak dari bayangan itu terlihat kalau mahluk itu berbentuk manusia dengan tubuh besar dan juga ada terlihat bayangan anjing disebelahnya.
“Mahluk apa itu” kata Dion yang melihat bayangan tersebut.
“Hahaha bang kau benar-benar orang yang sangat menarik baiklah jika kau tahu, namaku adalah Angga salam kenal dan selamat tinggal” kata Angga yang baru mengenalkan dirinya.
Setelah mengenalkan namanya mahluk panggilan Angga lalu menyerang pada bawahan Dion mahluk itu ditemani oleh seekor anjing hitam yang sangat kuat. Dengan hal itu mahluk tersebut dapat melawan para jin dan setan para bawahan Dion sementara itu anjing itu membunuh pemanggilnya satu persatu dengan mengigit leher mereka sampai putus.
Dion yang melihat para bawahannya mati satu persatu mulai marah dan pada akhirnya dia mengeluarkan sebuah koin emas dari kantungnya. “Klinnggss….” Dia melemparkan koin itu begitu koin tersebut dilemparkan Angga langsung merasakan sebuah perasaan bahaya begitu juga mahluk panggilannya langsung mundur dan menjaga Angga.
“Datanglah Naga Besuki” koin emas itu lalu berbah menjadi wujud naga yang memiliki sisik emas diseluruh tubuhnya dan mata yang terbuat dari berlian.
Bentuk naga itu cukup kecil walaupun panjangnya mencapai satu meter tetapi ukurannya seukuran ular air kecil.
“Apa keinginanmu Dion” tanya Naga Besuki.
“Berikan aku kekuatan untuk menghajar dia sampai mati” kata Dio yang mengangkat tangankanannya keatas.
Naga Besuki lalu melilitkan dirinya ditangan kanan Dion dan mulai bergabung kedalam tangan itu. Bersamaan dengan menghilangnya Naga Besuki kedalam tangan Dion, sisik emas mulai muncul ditangan kanan Dion tangannya mulai mengeluarkan cakar seakan mirip dengan tangan seekor naga berwana emas.
“Menarik mahluk panggilannya berbah menjadi armor tangan” pikir Angga.
Dion lalu langsung berlari kearah mahluk panggilan Angga dan saat dia akan hendak menyerang mahluk itu anjing hitam yang menjadi patnernya menyerangnya dari samping. Anjing itu melompat kearah Dion “Trraaannggss…” tetapi Dion dengan cepat memukul anjing tersebut dengan tangan kanannya sehingga membuat anjing itu terlempar jauh dan pingsan.
“Sraaanggss….” Mahluk panggilan Angga lalu menyerang Dion dengan golok ditangan kanannya tetapi dapat ditangkis Dion menggunakan sisik emas yang dia punya. “Sraanggss… Sraaanggss… Sraaanggss…” seperti marah karena hewannya dipukul mahluk itu menyerang Dion dengan liarnya namun Dion dengan mudah menagkis setiap serangan tersebut.
“Sekarang giliranku” kata Dion yang kemudian meninju dengan kuat kearah dada mahluk itu “Drraaakksssh…” dengan pukulan yang sangat kuat tinju Dion dapat menembus tubuh mahluk itu. Mahluk itu lalu mati dan berubah menjadi abu hitam bersamaan dengan kematian mahluk tersebut anjing yang menjadi kawannya juga ikut menghilang.
“Dia sudah mati, sekarang adalah giliranmu” kata Dion yang telah marah karena anak buahnya dibunuh oleh Angga.
“Pastor pala buntung sudah kalah, dasar hantu rendahan” kata Angga yang kelihatan tidak takut dengan Dion.
“Banyak bicara kau, MATILAH” teriak Dion yang akan menyerang Angga.
Namun ketika tinju Dion akan menyerang Angga tiba-tiba “Srraaassh…” tangan dari Dion lepas bersama dengan angin kencang yang muncul. Para bawahan Dion yang melihat hal itu langsung maju bersama mereka berencana untuk membantu ketua mereka.
“TIDAK, KALIAN SEMUA CEPAT MUNDUR” teriak Dion pada seluruh anak buahnya.
Namun hal itu sudah terlambat dengan satu gerakan dari tangan Angga seluruh bawahan Dion mati “Srraassh… Srraassh… Srraassh… Srraassh…” bersama dengan angin kencang yang datang nyawa mereka semua satu persatu menghilang. Yang tersisa dari mereka hanyalah mayat dingin yang membawa aroma darah disekitarnya.
“Kau benar-benar hebat bang, anak buahmu sangat menghargaimu sampai mereka rela mati menggantikanmu” kata Angga pada Dion yang masih syok melihat seluruh temannya mati begitu saja.
“SIALAN…” kata Dion yang lalu mencoba memukul Angga dengan tangan kirinya.
Tetapi Angga dengan mudah menghindari serangan itu Dion yang sudah kehilangan tangan kanannya telah kehilangan banyak darah sehingga kesadarannya hampir hilang. Tetapi amarah dan semangat yang ada didalam tubuh Dion membuatnya tetap bertarung walaupun sudah akan mati.
“Kau tahu marikita akhiri ini sekarang, tidak menarik melawanmu yang lemah sekarang” kata Angga.
“Apa maksudmu bocah” kata Dion.
“Maksudku adalah jika kau bisa maju dengan keadaan seperti ini ke ujian selanjutnya maka aku dengan senang hati akan melawanmu lagi, tetapi kalau sekarang aku sudah bosan jadi aku pergi dulu” kata Angga yang pergi dari tempat itu menuju arah bukit.
“Sialan kau jangan beraninya kau kabur dariku” kata Dion yang berusaha mengerjar Angga.
Dengan usaha Dion berusaha mengejar Angga namun karena kondisinya dan Angga yang terbang dengan cepat membuat Dion kehilangan jejaknya. Dia lalu memutuskan untuk istirahat sebentar disebuah pohon dan mengobati luka ditangannya, dengan menggunakan aplikasi DS Game dia kemudian mengambil obat penyembuh dari penyimpanan yang dia punya.
“Aahkknng…, bocah sialan itu jika bertemu lagi akan kubunuh dia” kata Dion yang telah bertekat untuk balas dendam.
Sementara itu Angga yang sedang terbang menggunakan angin melesat dengan cepat kearah gunung tempat dimana akan dijadikan ujian babak kedua.
“Kriiiing… Kriiiing…” panggilan mulai muncul dalam smart phone milik Angga.
“Ya halo, ada apa” tanya Angga.
“Bocah aku penasaran kenapa kau tidak membunuh orang itu, biasanya kau bertindak lebih kejam dari ini” kata mahluk yang menelphone Angga.
“Hahaha… aku tahu kau akan penasaran, yah sebenarnya tidak ada maksud khusus hanya saja akan sangat menyenangkan jika dia jadih lebih kuat lagi saat melawanku nanti di babak kedua” kata Angga.
“Kau memang manusia yang sangat aneh, ooh iya aku ingin memberitahumu sesuatu kalau aku merasakan kekuatan dewa yang lainnya ada disekitarmu” kata mahluk itu.
“Oooh jadi kau bilang ada seseorang lain yang dapat membuat kontrak dengan dewa di ujian kali ini” kata Angga yang tiba-tiba bersemangat.
“Ya aku merasakannya kira-kira jarak kekuatan itu ada 1 Km jauh darimu, mungki kau dapat bertemu dengannya dibabak kedua nanti” kata mahluk itu.
“Hahahahahaha…. Aku benar-benar tidak sabar, jika dia kuat maka akan sangat menyenangkan ketika bertarung melawannya” kata Angga yang mulai memancarkan aura haus darah.
Sementara itu Rio dan kedua rekan setimnya setelah menyelesaikan babak bonus mereka keluar dari gua tersebut dan mulai berjalan kearah pegunungan disaat yang sama Rio lalu merasakan sebuah firasat buruk.
“Hiiii….” Rio kemudian tiba-tiba mengigil.
“Kenapa bang, masuk angin yaa???” kata Lita dengan wajah polos.
“Hmmm… tidak aku cuman merasakan firasat buruk saja” kata Rio.
Penjelasan : Naga besuki adalah sebuah mahluk halus yang dikenal dapat mengabulkan keinginan orang-orang yang menginginkan kekayaan dengan instan namun untuk memanggilnya maka orang tersebut harus memberikannya sebuah tumbal untuk dia makan dan tukar dengan harta.
Bersambung…..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 403 Episodes
Comments
change
nambah seru juga ni novel
2023-02-10
3