Para mahluk bayanga memiliki hirarki mereka sendiri yang mana mahluk bayangan biasa tidak memiliki kepintaran dan bergerak sesuai insting mereka, lalu ada para jendral mahluk bayangan yang mana dengan kemampuannya dapat mengendalikan puluhan mahluk bayangan biasa. Para mahluk bayangan jendral memiliki kecerdasan seperti binatang pintar yang mirip seperti serigala atau anjing mereka menggunakan strategi untuk memburu mangsa mereka dan menjadikan mahluk bayangan biasa sebagai pion.
Dan sekarang ini Luna telah berhasil membunuh salah satu dari jendral tersebut, dan membuat beberapa mahluk banyangan berhenti bergerak mereka seperti boneka yang kehilangan tuannya dan tidak tahu harus berbuat apa.
“Bagus sudah mati satu” kata Luna.
“Krrraaak… trrrraakkk…” suara retakan mulai muncul dari patung batu yang lainnya dan para patung batu itu mulai retak “Boomm…. Trraaakk….” Dan pecah, Luna yang merasakan bahaya langsung bergerak mundur sedikit dari tempat itu.
“Sepertinya mereka sudah tidak bisa berpura-pura lagi” kata Rio.
Kesepuluh patung bayangan yang tadinya tidak bergerak langsung menunjukkan wujud asli mereka, serangan dari senjata sihir Luna membuat mereka merasa terancam.
“Uuugghhhkkk…, itu cukup menjijikkan” kata Luna yang melihat wujud dari patung-patung hitam tersebut.
Mereka berbentuk kerangkan yang memiliki armor hitam dan juga memiliki tinggi 3 meter, kesepuluh mereka memegang senjata 5 pengguna pedang satu busur panah dan 4 pengguna tombak, dari tulang kerangka mereka mengalir cairan hitam yang mana mengandung asam yang cukup kuat untuk melelehkan sebuah batu besar.
“Luna tidak bisa menghadapi mereka sendirian, aku harus membantunya” pikir Rio yang langsung berlari kearah Luna.
Namun didepannya ada beberapa mahluk bayangan yang berusaha menghalangi jalannya, lalu Rio dengan cepat masuk kedalam bayangan dan langsung keluar dibelakang seluruh mahluk banyangan yang tadi menghalangi dirinya. Seakan tidak ingin membiarkan Rio lewat para mahluk bayangan itu langsung mengejarnya namun “Srraass… Crrraass…” dibelakang mereka dua hantu Pagebluk menebas mereka menggunakan sabit mereka.
“Hmmm… beraninya kalian menyerang abangku, kumutilasi kalian” kata Lita.
Mendengar seorang gadis kecil yang baru berusia 12-13 tahun mengatakan kata-kata yang liar membuat para partisipan lainnya langsung ngeri melihatnya.
“Uwaaaah…. Serem cuyy…. Kek mana pulak orang tuanya ngajarin ni anak” pikir partisipan yang lainnya mendengar pada saat mendengar kata-kata Lita.
Banyak yang merasa Lita mengerikan tetapi ada beberapa juga yang menganggap kalau kelakuan Lita adalah hal yang biasa dengan situasi sekarang ini, terutama Angga dia awalnya masih ingin melihat namun melihat kelompok Rio bergerak dirinya langsung merasa tertantang.
“Kelompok yang sangat menarik mari kita bantu sedikit, memanggil Pator pala puntung” dengan menggunakan smart phonenya dia memanggil seorang pria yang kepalanya puntung dan memakai pakaian seorang pastor.
Hantu kepala puntung tersebut dengan satu gerakan tangannya memanggil 10 anjing berwarna hitam yang mana memiliki besar mirip seperti singa, para anjing-anjing hitam tersebut menyerang para mahluk bayangan dengan ganasnya “Woof… woof… Grrrrr… Rrrraaaaaaahh…. Crrrraass…” mereka menyerang dengan taring dan cakar mereka. Walaupun jumlah mereka sedikit namun para anjing hitam tersebut bergerak secara berkelompok dan saling membantu satu sama lain dan hal itu membuat mereka dengan mudah menghabisi para mahluk bayangan yang tidak memiliki pikiran tersebut, sedangkan Angga dijaga oleh sang pastor pala puntung yang akan menebas siapa saja yang membahayakan keselamatan Angga dengan parang ditangan kanannya.
“Woow… dia hebat…” kata Lita yang melihat mahluk panggilan Angga menghabisi mahluk bayangan itu satu persatu.
“Cih… bocah sialan itu…. Kalau bukan dalam keadaan terkepung seperti sekarang…, aku pasti akan langsung menerjang dan menebas kepalanya itu” kata Dion.
Dion juga tidak kalah dengan Angga “Srraaasshh… Crrraass….” Dengan kecepatan dan tehniknya Dion dapat mengalahkan banyak mahluk bayangan dengan bersenjatakan golok emas ditangan kanannya, “Crraaasstt…. Trrraasstt…” namun yang paling hebat lagi adalah kemampuannya memimpin banyak orang. Setelah kelelahan dalam penyerangan menit awal para kontestan yang sudah kehabisan tenaga langsung cepat-cepat mundur namun karena dampak dari menggunakan kekuatan terlalu berlebihan membuat diri mereka sulit untuk berlari, dan disaat itulah Dion datang “Srraasstt… srrraaasstt… Crraaasst…” dengan karismanya dia membagikan senjata emas yang dibuat oleh Naga besuki pada banyak orang.
Dalam sekejap banyak kontestan sudah berada dalam kepemimpinannya dan bersama Dion mereka melawan banyak mahluk banyangan dengan senjata emas seperti tombak, pedang, busur panah dan perisai.
“Boss Dion jangan maju sendiri biarkan kami ikut bertarung juga, kau sudah terlalu lama bertarung kau bisa-bisa kelelahan nanti” kata salah seorang pria yang berusaha meyakinkan Dion untuk beristirahat.
“Istirahat…??, aku adalah seorang pemimpin disini, bagaimana mungkin aku melihat para bawahanku bertarung sementara aku duduk santai dibelakang, itu bukan gayaku sama sekali” kata Dion.
Kata-kata Dion membuat para pengikutnya semakin tabjuk dengan dirinya “Uwwoooohhh…. Ayo maju semuanya ikuti Boss…” dan mereka semua menjadi semakin semangat dan maju menyerbu para mahluk bayangan bersama Dion.
Sementara itu Rio yang sedang berlari untuk membantu Luna sudah hampir sampai disana, dan dia melihat kalau Luna sedang bertarung sendirian dengan sepuluh mahluk bayangan kelas jendral. Dengan lincah Luna dapat menghindari seluruh serangan mereka, sebuah tusukan dilancarkan padanya namun dia dapat menghindarinya dengan sedikit menghindar kearah samping kanan dan “Buuukk…” dia melancarkan serangan balasan dengan menendang jatuh salah satu mahluk bayangan kelas jendral itu.
“Luar biasa aku tidak boleh kalah, korbankan 10 tetes darah” Rio yang bersemangat melihat Luna bertarung, langsung melompat dan menyarang dengan bola api dari tangannya.
Sepuluh tetes darah yang dia korbankan membuat 3 dari 10 mahluk bayangan kelas jendral itu terkena luka bakar yang cukup serius, dan hebatnya lagi Luna yang ada didekat sana sama sekali tidak terkena dampak serangan apapun dari api yang digunakan Rio.
“Hebat…, dia dapat mengendalikan kekuatan apinya sehingga tidak mengenai temannya namun sangat mematikan bagi setiap musuhnya, Haaah… aku beruntung tidak menjadikan laki-laki ini sebagai musuhku dia adalah orang yang sangat berbahaya dan juga punya wajah yang cukup manis” pikir Luna yang tabjuk dengan kemampuan Rio.
“Yoo… nona maaf mengganggu pestamu, tapi kalau boleh bisakah aku ikut juga dalam pesta ini” tanya Rio pada Luna sambil sedikit bercanda.
“Hahaha… boleh saja, tetapi aku tidak suka dengan pria lemah jadi jangan menjadi bebanku” kata Luna yang mengacungkan belatinya kearah Rio.
“Ok-ok-ok… jangan khawatir aku adalah pria yang bertanggung jawab terhadap perkataanku” kata Rio yang sudah memasang kuda-kudanya berserta lima buah bola api muncul dibelakangnya yang dia ciptakan dari kelima jari tangannya.
“Grrrrr…. Raaaaahh…..” para mahluk bayangan kelas jendral yang marah dengan serangan api dari Rio langsung dengan buar menyerang kearah Rio.
Penjelasan : Pastor kepala puntung, dikisahkan oleh seorang penjaga makam di TPU jeruk purut Jakarta melihat sesosok Pastur yang menenteng kepalanya sendiri tengah mencari tempat peristirahatan dirinya sendiri, sesosok hantu ini digambarkan mengenakan jubah hitam yang selalu ditemani oleh anjing yang setia padanya. Menurut para saksi kedatangan hantu ini dapat ditandai dengan sebuah lolongan anjing, dan katanya Pastor ini merupakan korban salah bacok di zaman penjajahan Belanda seorang pria menganggap dirinya adalah seorang penjajah dan menebas kepalanya walaupun sebenarnya dirinya adalah seorang warga asli indonesia.
Bersambung…….
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 403 Episodes
Comments
change
lanjutkan lanjutkan membaca dan jangan lupa untuk selalu memberikan like and comen
2023-02-10
3
change
hntu jeruk purut wkkw
2023-02-10
3