Ditengah keramaian kota dan kepadatan jalan yan biasa terjadi dikota besar di Indonesia Rio berkendara dengan motornya ditengah kemacetan bukannya tidak disengaja hal ini Rio lakukan untuk berusaha menghidari bahaya dari pengguna Apps tersebut dikarenakan ketidak pastian hal itu dia memutuskan untuk mengabil orderan yang beradara ditempat dimana ramai orang untuk keamanannya.
“Aku masih belum tau aplikasi ini benar atau tidak tetapi satu hal yang kutahu kalau aplikasi ini benar maka kekuata dari pemanggil atau semacamnya itu nyata dan artinya peraturan ke 3 untuk membunuh pemain satu sama lain adalah bahaya besar untukku” pikir Rio yang sedang berkendara mengatar penumpang.
“Eh mas-mas undah kelewatan ini” kata ibu penumpang.
“Eh oh iya mohon maaf buk” kata Rio sambil memundurkan keretanya.
“Mas kalo bawa motor lain kali jangan ngelamun, untuk ini saya kasi bintang tiga aja” kata ibu penumpang.
“Oh iya buk saekali lagi mohon maaf” kata Rio dengan rasa bersalah.
Rio yang masih memikirkan tetang aplikas itu memutuskan untuk pergi mencari minuman untuk menenangkan diri. Ketika dia sampai disebuah kedai dia melihat sebuah berita tentang beberapa anak hilang yang ada dikoran berita itu mengatakan kalau banyak anak yang hilang disekitar wilayah dia biasa mangkal.
“Anak hilang disini dikatakan sudah sampai 30 anak yang hilang cukup banyak kalok dikatan penculikan biasa” pikir Rio.
Tiba-tiba saat dia akan pergi dari kedai itu dia teringat tentang informasi yang ia dapatkan dari peraturan nomor 2 tetang persembahan yang dibutuhkan untuk memanggil mahluk dari alam lain agar bisa menjalin kontrak dengan pemanggil.
“Sialan kalau benar ini ada hubungannya dengan aplikasi ini berarti tempat ini sudah tidak aman lagi” pikir Rio sambil memegang tas pingganngnya yang menyimpan sesuatu yang diambil didalam kosannya.
Rio pun melanjutkan kembali pekerjaannya dengan berhati-hati dan penuh rasa cemas diwajahnya walaupun kawatir dia tetap melanjutkan pekerjaannya sampai malam, ketika malam tiba dan dia memutuskan kembali lewat jalan biasa dia merasakan hal aneh dengan jalan disekitarnya.
“Kok aneh ya biasanya nih tempat masih ramai dijam segini” kata Rio yang melihat sekeliling.
Disaat dia melihat sekelilingnya dia melihat sebuah cahaya merah yang redup didekat bangunan tua yang sudah di tinggalkan merasa penasaran Rio pun mendekati tempat itu dia kemudian melihat seseorang mengenakan jaket hitam yang sedang menikam anak kecil dengan sebuah pisau pria itu sangat kejam dengan pisau tampa rasa bersalah dia dengan tenangnya membantai anak-anak itu seperti membunuh hewan ternak.
“Hahaha bagus sedikit lagi hanya sedikit lagi aku bisa mengumpulkan 100 esensi darah murni” kata pria itu sambil melihat smart phonenya.
Rio yang melihat pembantaian itu merasa mual dan hampir muntah ditempat itu karena Rio yang mencoba menahan mualnya itu tidak sengaja menginjak ranting dan hal itu di dengar pria itu, merasa bahwa ada yang salah pria itu langsung memeriksa tempat suara terdegar ranting tersebut.
“SIAPA DISANA” kata pria itu dengan suara keras.
Pri itu kemudian semakin mendekati tempat Rio bersembunyi semakin dekat dan ketika dia melihat ternyata hanya kucing yang dialihat. Merasa sudah salah sangka pri itu kemudian memutuskan untuk melanjutkan ritualnya tetapi sesaat dia berbalik Rio dengan cepat menusuk perut pria dengan pisau.
“Aaaakk.. apaapan ini siapa kau, Aaaakk” teriak pria itu yang kesakitan.
Pisau yang dimiliki oleh Rio bukan pisau biasa itu adalah pisau yang sudah digabungkan dengan perangkat elektronik yang dapat memberikat kejutan listrik yang sama kuatnya dengan stungun. Pria yang tertusuk pisau itu tidak dapat berbuat apa-apa karena rasa sakit yang dihasilkan dari sengatan listrik membuatnya kehilangan banyak darah.
“Penjahat bajingan diam saja jangan banyak omong kosong dan bayar semua dosamu di neraka” kata Rio yang memperdalam tusukannya.
“Sialan aktifkan pemanggilang memanggil begu ganjang” kata pria itu sambil mengeluarkan smart phonenya.
Bayangan raksasa setinggi tiga meter kemudian muncul dibelakang pri itu, Rio yang merasakan ada yang tidak beres langsung dengan sekuat tenaga mencabut pisaunya dan melompat mundur. Rio beruntung ketika dia melompat mundur muncul sebuah tangan raksasa yang menepuk tempat dimana Rio berdiri tadi.
“Apa itu !!?” kata Rio sambil melihat penampakan sesosok mahluk halus yang terlihat jelas dimatanya.
Hantu itu memiliki rambut yang panjang, kuku panjang yang tajam, badan kurus denga perut yang buncit. Dan wajah yang meneyeramkan merasa kalau Rio tidak akan menang melawan mahluk tersebut dia memutuskan untuk berlari kabur untuk bersembunyi.
“KAU PIKIR BISA KABUR HAAH, BEGU GANJANG BUNUH ANAK ITU” kata pria itu yang terduduk sekarat.
Begu ganjang kemudian mengejar Rio dengan panjang dari tangannya dia mencoba menangkap Rio tetapi dengan gesit Rio berhasil menghindar dengan cara melompat, kesal karena tidak berhasil menangkap Rio begu ganjang mengepalkan tangannya dan dengan kedua tangannya dia menyerang Rio. Walaupun serangannya meleset tetapi akibat dampak serangan yang luar biasa kuat membuat Rio terhempas jatuh disaat Rio tidak bisa bergerak karena jatuh tadi begu gannjan kemudian mengangkat kakinya dan mencoba menginjak Rio. Mendekati kematian Rio tiba-tiba raksasa yang akan mengijak Rio berhenti bergerak dan bukannya cuman raksasa itu tetapi semua berhenti bagaikan sebuah film yang pause oleh seseorang.
“Kring..kring..kring” muncul suara telfon dari smart phone milik Rio.
Rio yang bingung kemudian mengangkat telfon dari nomer yang dia tidak kenali tersebut.
“Halo..” kata Rio.
“Yooo.. anak manusia perkenalkan aku Batara kala sang dewa pengendali waktu” kata suara yang muncul di smart phone milik Rio.
Batara kala mahluk mitologi bali yang dikenal sebagai penguasa waktu orang-orang pernah berkata kalau ada orang yang berusaha menghindari waktu kematiannya maka Kala akan datang dan melahabnya.
“Seorang dewa yang memiliki kekuatan untuk mengendalikan waktu, tapi kenapa kau mau menghubungiku” kata Rio.
“Hahaha anak yang pintar dan penuh curiga bagus aku suka itu, untuk pertanyaanmu itu aku menggunakan lingkaran pemanggilan milikmu untuk membukakan jalan bagi kita agar bisa berhubungan” kata Batara Kala.
“Untuk membuat seorang dewa sampai susah payah seperti ini pasti akan ada harga yang harus aku bayar bukan” kata Rio.
“Hahahaha.. benar-benar anak yang cerdas, seperti katamu aku kemari untuk membuat kontrak denganmu” kata Batara Kala.
“Kontrak…, ok berapa yang harus aku bayar” kata Rio.
“Haaah ya memang benar, kau hanya akan menggunakan kekuatan dengan bayaran tertentu karena kau hanya memiliki kontrak level 1, jadi aku akan membuat penawaran untuk satu tahun jangka hidup maka kau akan kuberikan kekuatan mengendalikan waktu selama satu menit” kata Batara Kala.
“Satu tahun kau bilang kau akan mengabil waktuku selama satu tahun itu bayaran yang cukup besar” kata Rio.
“Hahaha ingat baik-baik yang kukatan umur satu tahun itu bukan berarti harus umurmu sendri” kata Batara Kala.
Penjelasan : Batara Kala putra dari dewa siwa yang merupakan penguasa dari waktu ( kala berasal dari bahasa sanskerta yang artinya waktu ). Dewa kala disibolkan sebagai rakshasa yang berwajah menyeramkan hampir tidak menyerupai dewa, Kala merupakan symbol bahwa siapapun tidak dapat melawan hokum karma. Apabila sudah waktunya seseorang meninggalkan dunia fana, maka pada saat itu pula Kala akan datang menjemputnya. Jika ada yang bersikeras ingin hidup lama dengan kemauan sendiri, maka ia akan dibinasakan oleh Kala.
Bersambung…..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 403 Episodes
Comments
Dr. Rin
typo kah?
2023-05-17
1
change
upp
2023-02-09
3
change
lanjutkan
2023-02-09
3