Rio yang melihat keganasan dari gadis kecil itu membuat dia merinding dan diam-diam berusaha untuk melarikan diri dari sana. Pada saat Rio berusaha untuk pergi dari sana tiba-tiba sebuah sabit besar muncul ditenggorokan Rio mahluk yang tiba-tiba muncul entah dari mana itu berbentuk tengkorak dan memiliki sabit besar seakan-akan pencabutnyawa mendatangi Rio.
“Abang kenapa lari, cobak sini bentar Lita mau nanyak sesuatu” kata gadis itu yang memperkenalkan namanya.
“Hahaha abang ini gak kabur kok cuman tiba-tiba kebelet aja” kata Rio yang gugub saat sabit besar berada ditenggorokannya.
“Eeeeh gitu ya ok deh” kata gadis itu.
Bersamaan dengan gerakan kecil dari tangan gadis itu mahluk halus itu tiba-tiba menghilang menjadi transparan tak terlihat.
“Ngomong-ngomong nama abang Rio kamu Lita ya” kata Rio yang mencoba menenagkan gadis itu.
“Iya namaku Lita umur 11 tahun” kata Lita.
“Oooh hai Lita kok kamu bisa ada disini??” kata Rio yang berusaha bertanya baik-baik.
“Abang baru pertama kali ujian ya??” kata Lita.
“Eeeh iya emangnya Lita udah berapa kali diuji” kata Rio.
“Mmmmhh kalok gak salah ini yang kedua, sebelumnya ujian Lita dikota hancur” kata Lita.
“Berarti gadis kecil ini sudah menggunakan aplikasi ini lebih dari dua bulan ( sebulan sekali jika tidak terjadi apapun dalam aplikas DS Game maka pengguna akan dipanggila kealam lain untuk diuji kemampuannya )” pikir Rio.
“Oooh ya abang tau gak tadi ada cahaya biru yang cantik dan terang disana tepat diarah abang Rio lari, tau gak disana ada apa” kata Lita yang melihat Rio.
Walaupun Lita cuman gadis kecil tetapi dia sudah sanggup untuk memberikan intimidasi kepada Rio yang menunjukkan kalau gadis kecil itu sudah melewati banyak situasi hidup dan mati. Rio juga sudah merasakan aura pembunuh yang pekat ada pada Lita yang menunjukkan kalau sudah banyak yang mati ditangan nya.
“Sialan jika aku menjawab salah maka gawat bisa-bisa kepalaku melayang dibuatnya” kata Rio yang melihat Lita yang sudah bersiap dengan smart phonenya yang dibalut kesing kelinci pink.
“Kenapa bang kok bengong aja ??” kata Lita.
“Haaah kau mau tau ok akan kuberitahu, yang menyala tadi itu adalah api yang kupanggil lewat DS Game ku” kata Rio.
“Haah serius ??” kata Lita.
“Serius..” kata Rio.
“Gak bohong” Kata Lita.
“Gak” kata Rio.
“Bohong dosa loo” kata Lita yang masih belum yakin.
“Kalok gak percaya mending aku pergi aja deh kalo gitu” kata Rio yang mulai kesal.
“Eeeeh tunggu-tunggu, Abang maaf ya Lita sempat gak percaya tadi” kata Lita yang menghampiri Rio.
“Haaah iya gak apa-apa kok” kata Rio sambil berjalan.
“Abang Lita punya permitaan, boleh gak Lita sama Abang buat kelompok bareng” kata Lita dengan mata berbinar-binar.
“Kelompok, emang bisa ya buat ya??” kata Rio yang penasaran.
Lita kemudian mengotakatik aplikasi di smartphonenya dan menunjukkan layar smartphonenya kepada Rio.
“Nih kalau pakek pengaturan tambah teman kayak gini maka kita bisa tau kalok ada teman kita yang mati atau kalau sedang ujian bareng maka bisa bikin kelompok” kata Lita dengan wajah somobong yang imut.
“Oooh aku baru tahu kalau ada pengaturan penambahan teman disini” kata Rio.
“Eeeh abang gaptek amat gitu aja gak tau” kata Lita.
“Nih anak pengen gua jitak kepalanya sikali dah, ngeselin amat” pikir Rio.
“Jadi kekman mau gak abang biki kelompok bareng” kata Lita.
“Hmmm ok, jadi mari tamabahkan teman dulu” kata Rio.
“Hehehe Ok” kata Lita yang senang.
“Oooh iya Lita ngomong-ngomong yang tadi itu kamu yang bunuh ya” kata Rio yang penasaran.
“Hmm oh mereka iya, mereka pedopil ngomong yang jorok-jorok” kata Lita dengan wajah datar.
“Eeeh Lita kata pedopil tahu dari mana dan yang jorok-jorok itu maksudnya apa” kata Rio.
“Oooh itu mama yang ngajarin kalau jumpa om-om yang aneh terus ngomong ****dan nyobak bawak ketempat sepi sambil ngeluarin*** itu pedopil\, terus kata mama orang yang kayak gitu muti dihindari sama dipotong **** nya” kata Lita.
“Oooooh adek Lita kau punya ibu yang luar biasa sekali ya” kata Rio yang sedikit ngilu mendengar ucapannya yang terakhir tadi.
“Hmm.. abang kenapa kok jalannya aneh” kata Lita.
“Eeeh gak kok ini masih kebelet” kata Rio.
“Ooooh tunggu bentar ya” kata Lita.
Lita kemudian mengundang Rio untuk masuk kedalam kelompoknya.
“Kriiing..kriiing..” suara pemberitahuan muncul dari smartphone milik Rio.
Rio yang tadinya takut dengan ucapan Lita sekarang lebih kaget lagi dengan nama grup yang dibuat oleh Lita.
“Apa ini gulali kelinci manis” pikir Rio yang merasakan kalau kejantanannya akan hilang jika dia masuk kedalam kelompok itu.
Dan pada saat Rio ingin mengucapkan kalau dia ingin mengganti nama grupnya.
“Kenapa abang nama grupnya baguskan????????????” kata Lita yang mengeluarkan aura hitam sambil samar-samar terlihat hantu putih yang memegang sabit dibelakangnya.
“Eeeh iya bagus namanya” dengan sangat terpaksa Rio menerima nama kelompok itu.
“Jadi abang tau gak sekarang kita harus kemana sekarang ??” kata Lita yang bertanya kepada Rio.
“Sekarang kita akan menuju arah bukit yang ada disana, kemungkinan juga sudah banyak mengetahui isi dari teka-teki ini jadi kita harus bersiap untuk bertemu dengan musuh” kata Rio.
Disaat Rio dan Lita saling berbincang-bincang tiba-tiba muncul seekor mahluk bayangan besar yang setinggi 3 meter berbentuk beruang raksasa yang memiliki tiga kepala.
“Sialan korbankan 10 tetes darah” Rio dengan cepat melemparkan bola api yang cukup besar kearah mahluk bayangan itu.
Lita yang terkejut dengan kemampuan Rio merasa kagum karena dia bisa menggunakan api tampa harus memanggil mahluk yang telah dikontraknya.
“Keren..” kata Lita.
Ketika api itu membakar mahluk bayangan tersebut mahluk itu dengan cepat berguling ditanah dan menghilangkan api yang dilancarkan Rio.
“Sialan tidak bergunakah, Lita kita harus lari” kata Rio.
“Abang tenang aja dulu, hantu Pagebluk potong kepalanya” kata Lita.
Sesosok tengkorak putih muncul dari belakang mahluk bayangan itu dia mengenakan jubah putih dan menggunakan sabit besar sebagai senjatanya. Ketika mahluk bayangan itu sadar akan kehadiran dari hantu Pagebluk dia telah terlambat karena ketiga kepalanya sudah ditebas oleh hantu Pagebluk. Rio yang melihat itu terkejut serta sedikit takut dengan Lita.
“Kan udah kubilang tenang aja abang” kata Lita.
“Anak ini kuat, dia bisa membantuku agar masuk 5 besar kedalam ujian ini” pikir Rio yang melihat kekuatan mahluk yang dikontrak oleh Lita.
Penjelasan : hantu Pagebluk ialah berasal dari legenda jawa yang memiliki arti wabah yang mengembara, dikatakan kalau hatu Pagebluk merupakan sumber dari kematian yang berubah menjadi wabah yang akan membunuh siapapun.
Bersambung…………
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 403 Episodes
Comments
change
up
2023-02-09
3
change
lanjutkan
2023-02-09
3