Rio bersama Lita dan Luna berada didalam sebauh gua gelap gulita yang menjadi tempat dimana bos monster dari babak bonus disana bos monsternya memiliki kepintaran dan dapat berbicara yang membuat pertarungan mereka menjadi berat karena ini adalah pertama kalinya mereka bertiga bertarung bersama sebagai seorang tim.
“Ini adalah pertamakalinya kami bertarung sebagai tim dan lagi lawan kami adalah monster yang memiliki kepintaran, satu kesalahan maka akan fatal akibatnya” pikir Rio.
“Memanggil Kuntil Anak” Luna langsung memanggil mahluk panggilannya.
Disaat yang bersamaan Rio langsung berlari memutari bos monster tersebut dia melemparkan api dengan mengorbankan 2 tetes darahnya. Api itu langsung terlempar kearah kepala bos monster tersebut tetapi dapat dengan mudah dia hindari.
Marah dengan serangan dari Rio bos monster tersebut lalu mulai mengincar Rio dia langsung berlari kearah Rio dengan niat membunuh yang kuat. Disaat bos monster itu teralihkan oleh Rio mahluk panggilan Luna hantu Kuntil anak lalu menyerang bos monster itu dari belakang karena monster itu adalah mahluk hidup Kuntil anak bisa mengambil energy kehidupan bos monster tersebut.
“Aaaaggghhhkk…” bos monster itu kemudian merasakan rasa sakit ketika energy kehidupannya direbut dari dirinya.
“Hihihihihihi……, nikmat sekali energy kehidupanmu, aku jadi sedikit ketagihan” kata hantu Kuntil anak.
“Bagus kalau begitu Kuntil anak jangan malu-malu serap dia sampai habis” kata Luna yang memerintahkan Kuntil anak untuk maju menyerang bos monster tersebut.
“Manusia jangan sombong kau, GRRRAAAAAHHH….” Bos monster itu lalu berteriak sangat keras teriakannya lalu membuat hantu Kuntil anak tidak bisa mendekati bos monster tersebut.
“Booooommsshh…” bos monster tersebut lalu melancarkan serangan terhadap hantu Kuntil anak dia memukulnya sampai tercampak kearah tembok dinding gua.
“Sialan..” pikir Luna yang melihat kalau Kuntil anak terluka agak parah.
“Hahahahaha…. rasakan itulah yang terjadi kalau kau berani melawanku” kata bos monster tersebut dengan sombongnya.
“Booomsssh…” dan disaat bos monster itu sedang berbicara sombong Rio dengan sengaja memancing emosinya dengan menembakan bola api yang mengorbankan satu tetes darahnya.
“Manusia kurang ajar berani sekali kau mengangguku disaat aku sedang berbicara” kata bos monster tersebut yang marah pada Rio.
“LITA SEKARANG SERANG MATANYA…” teriak Rio yang memberika isarat menyerang pada Lita.
“Haaah apa??..” kata bos monster itu yang bingung dia bingung memikirkan cara seorang anak kecil bisa menyerangnya.
“Hmmmm…” Lita lalu tersenyum manis dihadapan bos monster itu.
“Kau kenapa senyum-senyum sendiri, aku akan mengasianimu jika kau lari dari sini aku tidak akan membunuhmu” kata bos monster itu.
“Hmmm…” Lita lalu tetap tersenyum yang sedikit agak menyeramka jika dilihat.
“OK cukup hentikan kau membuatku merasa aneh, mati saja kau disini” kata bos monster itu yang ingin mencoba memegang Lita dengan tangannya.
Dan disaat bos monster itu akan menyentuh Lita “Srraaaaastthh…” hantu Pagebluk lalu muncul dari belakang tubuh Lita lalu dengan cepat menebas mata dari bos monster tersebut.
“AAAAAGGGGGHHHKKK…. BOCAH SIALAN” teriak bos monster itu yang kesakitan memegang matanya yang tertebas oleh hantu Pagebluk.
“Hahahahaha… sekarang gak bisa lihat malam abang ahhahahaha….” Lita lalu tertawa malihat penderitaan dari bos monster tersebut.
“Sialan anak kecil ini psikopat…” pikir Rio yang merasa seram melihat perilaku dari Lita.
“Bagus Lita sekarang kita akhiri, Kuntil anak kau masih bisa bangunkan??” kata Luna yang melihat hantu Kuntil anak.
“Hiiiiii… aku masih bisa bangkit neng, jangan khawatir biar aku serap kering dirinya” kata hantu Kuntil anak yang marah pada bos monster karena sudah berani menyerangnya.
Hantu Kuntil anak lalu dengan cepat bergerak mencakar bos monster tersebut berkali-kali “Sraas… Sraas… Sraas…” dia mencakar seluruh tubuh dari bos monster tersebut bersamaan dengan itu Kuntil anak juga menyerap cukup banyak energy kehidupannya. Lalu perut dari hantu Kuntil anak kemudian membesar “Kraaaassht… Kraaaassht…” dia melahirkan dua setan kecil yang juga ikut membantu menyerang bos monster.
“Hoho… bagus kali ini kembar ya” kata Luna ketika dia melihat Kuntil anak melahirkan dua anak setan kecil.
Sementara terus diserang berkali-kali bos monster tersebut menjadi liar dan menyerang kesegala arah namun serangannya tidak berhasil mengenai Kuntil anak ataupun dua setan kecil tersebut mereka yang bisa melayang dapat dengan mudah menghindari serangan dari bos monster tersebut.
“Hmm.. ada apa bang kok dari tadi diam aja??” tanya Lita yang melihat sedari tadi Rio diam tidak melakukan apapun.
“Yah ini sedikit aneh” kata Rio.
“Aneh kenapa??” tanya Lita.
“Dia terlalu lemah” kata Rio yang merasa kalau bos monster tersebut terlalu lemah.
Lalu pada saat yang bersamaan ketika bos monster tersebut sudah sekarat hal klasik kemudian muncul bos monster tersebut mengeluarkan energy besar dan tiba-tiba semua luka-lukanya sembuh dalam seketika. Tubuhnya juga ikut bertranformasi bos monter yang tadinya memiliki kepala singa dan tubuh manusia berubah menjadi seekor singa hitam raksasa dengan ekor kuat yang seperti cambuk.
“GRRRRAAAAAAHHH….” bos monster itu tiba-tiba berubah menjadi semakin cepat saking cepatnya bos monster tersebut dengan mudah menghabisi kedua bayi setan yang dilahirkan Kuntil anak hanya dengan menggunakan sekali ayunan dari cakar kanannya.
“BOOOOOMMSSSHH…” Rio yang merasakan bahaya langsung mengorbankan 10 tetes darah untuk membuat sebuah bola api besar dia melemparkan bola api itu tepat kearah bos monster tersebut.
Namun bos monster yang telah mendapatkan penglihatannya kembali dengan mudahnya mengelak dari serangan api milik Rio. Bos monster tersebut lalu dengan cepar mengincar Rio dan ketika dia akan diterkam oleh bos monster tersebut Rio mengorbankan satu tahun waktu yang dia dapatkan pada Batara Kala untuk menghentikan waktu selama satu menit.
“Haaah untung masih ada kekuatan dari Batara Kala, kalau tidak aku bisa mati” kata Rio yang melihat kalau bos monster tersebut sudah sangat dekat dengannya.
Rio lalu berjalan santai menghindari arah serangan bos monster tersebut sambil menghindar dia melemparkan 5 bola api kearah perut bos monster tersebut masing-masing bola api tersebut mengorbankan 10 tetes darah Rio yang membuatnya sedikit pusing karena kehilangan cukup banyak darah. Dan keteki waktu sudah berjalan kembali normal “BOOOMMSSSHH… BOOOMMSSSHH… BOOOMMSSSHH… BOOOMMSSSHH… BOOOMMSSSHH…” kelima bola api itu meledak tepat diperut bos monster tersebut yang membuatnya terluka parah.
“Matilah terbakar oleh apiku” kata Rio yang melihat bos monster tersebut mati terbakar setelah terkena ledakan lima bola apinya.
Penjelasan : bos monster mahluk bayangan adalah seekor mahluk bayangan yang sudah hidup cukup lama dan telah memakan banyak nyawa manusia sehingga dia bisa mendapatkan sebagian kecil dari kepintaran mereka dan dengan akumulasi yang panjang mahluk bayangan tersebut akan mendapatkan kepintaran yang setara dengan manusia dan juga sebuah wujud kedua.
Bersambung………..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 403 Episodes
Comments
change
trnyata setan juga ada yg pintar wkwkw
2023-02-10
4
REY ASMODEUS
keren
2023-01-22
3