Dari berbagai kubu para partisipan mulai menyerang mundur para mahluk bayangan itu, dengan tim Rio yang menjadi ujung tombaknya mereka berusaha menghadapi kesepuluh mahluk bayangan kelas jendral. Walaupun ada yang berusaha membantu mereka tetapi tidak bisa karena mahluk bayangan yang lainnya beramai-ramai menghalangi para kontestan lainnya yang berusah mendekati para jendral mahluk bayangan.
“Sialan… kita tidak bisa mendekat…. Mereka menghalangi jalan kita…” kata seorang partisipan yang berusaha menolong Luna dan Rio.
Walaupun para partisipan sudah berhasil melawan balik namun jumlah dari para mahluk bayangan sama sekali tidak menurun jumlahnya bahkan mereka bertambah semakin banyak, ditempat lain dimana adalah tempat terdepan dari para penonton para dewa dan raja iblis sedang bersenang-senang melihat pertarungan dari partisipan. Mereka melihat beberapa partisipan yang potensial untuk mereka jadikan kontraktor mereka, didalam situasi hidup dan mati inilah dimana manusia akan menunjukka sifat asli mereka dari sinilah para dewa dan iblis mulai menilai para partisipan.
Sementara itu Rio yang sudah membuat kontrak dengan Batara Kala mulai mendapat banyak perhatian karena kemampuan bertarungnya yang luar biasa, dan juga ada beberapa dewa yang merasakan energy dewa ditubuhnya mulai tertarik padanya.
“Kelihatannya mereka sedang dalam situasi gawat” kata Angga.
“Kenapa kau tidak membantu mereka, mungkin ini bisa menjadi kesempatanmu untuk menemukan siapa yang memiliki energy dewa itu” jawab seorang dewa misterius dari smart phone Angga.
Dan lalu Angga kemudia memunculkan angin besar ditangan kanannya, angin tersebut seperti tornado kecil yang cukup kuat untuk menghancurkan sebuah bukit.
“Tornado…..” Angga lalu melempar tornado tersebut dengan santai namun ketika dia melemparkannya disekitar mahluk bayangan, “Boommsshh…” banyak mahluk bayangan berterbangan dan terlempar keatas langit diatas langit para mahluk bayangan tersebut tercabik-cabik akibat tekanan udara yang diciptakan.
“Hahahahaha….. mati kalian semua serangga-serangga lemah” kata Angga.
Tornado itu bukan cuman menyerang mahluk bayangan tetapi beberapa partisipan juga ikut terkena serangan, walaupun tidak terbunuh mereka terkena luka parah dari tebasan angin disekitar tornado tersebut “Srraattss… srraattss… srraattss… srraattss…”.
“Gawat….” Kata Lita yang melihat kalau tornado itu mendekati dirinya.
Lita lalu belari dengan kakinya yang kecil membuat dia terkejar oleh tornado itu, Lita lalu memanggil hantu Pagebluk kemabali. Dengan hantu Pagebluk itu lalu mengangkat Lita dan terbang keatas, mereka membawa Lita dengan cepat kearah Rio dan Luna.
Sementara itu pada ditempat lain Rio dan Luna sedang bertarung dengan sengit melawan para jendral mahluk bayangan, para mahluk bayangan yang marah dengan serangan Rio barusan menyerang dirinya dengan liar dua mahluk bayangan yang menggunakan pedang lalu maju untuk menyerangnya “Boommssh… boommssh…” namun Rio dengan cepat menjatuhkan mereka dengan serangan bola apinya.
“Ini cukup sulit, mereka memiliki kemampuan bela diri seperti manusia namun kekuatan dan kecepatan mereka mirip dengan seekor mahluk buas, aku seperti nya harus memanggil Banaspati untuk membantu” pikir Rio.
Disaat Rio sedang berpikir untuk meminta bantuan dari Banaspati seorang jendral mahluk bayangan yang menggunakan senjata tombak dengan cepat mengarahkan serangan tusukan pada dirinya, namun Rio dengan kemampuan Batara Kala menghentikan waktu untuk 3 detik. Dalam waktu 3 detik tersebut Rio dapat menghindari serangan jendral mahluk bayangan tersebut “Buuukkss…” dan kemudian dia menggunakan tehnik bela diri untuk membanting jendral mahluk bayangan tersebut.
“Kesempatan….” Kata Luna yang langsung dengan cepat menebas kepala jendral mahluk bayangan tersebut, “Srraaasstthh…” dengan cepat kepala jendral mahluk bayangan tersebut melayang dibuatnya.
“Belati itu benar-benar sangat tajam…” pikir Rio yang melihat ketajaman alat sihir Luna.
“Sebelum mereka bangkit kembali kita harus habisi mereka, memanggil kuntil anak” dengan cepat Luna memanggil mahluk panggilannya.
“Hihihihi…. Waktunya makan… hihihihihi….” Kata hantu kuntil anak yang langsung memakan energy kehidupan dari kedua jendral mahluk bayangan yang tadi dijatuhkan Rio memakai bola apinya.
“GRRRAAAAHH…..” teriak kedua jendral mahluk bayangan tersebut yang energy kehidupannya ditarik keluar secara paksa.
“Bagus…, Rio lindungi aku” kata Luna yang langsung dengan cepat ingin menyarang kedua jendral mahluk bayangan yang sedang lemah itu.
Sementar itu mengetahui kalau rekannya akan dibunuh para mahluk bayangan yang lainnya mencoba menghalangi Luna, “Boomssh… boomssh… boomssh… boomssh…” namun Rio dengan cepat melemparkan tiga bola api untuk menghadang setiap serangan dari jendral mahluk bayangan tersebut.
“Srraaasshh… srraaasshh…” dengan cepat begitu ada kesempatan Luna langsung memenggal dua lagi jendral mahluk bayangan.
“GRRRAAAAAHHH…..” melihat rekan-rekannya mati satu persatu, ketujuh sisa jendral mahluk bayangan mulai mengamuk dan menyerang Rio dan Luna secara bersamaan.
“Sialan mereka semua menyerang secara bersamaan” kata Rio yang berusaha menghadang serangan ketujuh jendral mahluk bayangan tersebut.
“Trraannggss… Srraanggss… trraannggss…” Rio dan Luna lalu mencoba bertahan dari serangan jendral mahluk bayangan, dan disaat Rio dan Luna sedang kesulitan dari langit Lita terlihat muncul.
“ABANGGG…. TANGKAP….” Teriak Lita yang menyuruh Rio untuk menangkap dirinya.
“Dasar anak gila…” kata Rio yang kemudia melompat menangkap Lita yang jatuh dari langit.
“Abang penggang yang kuat, Gelang bintang malam bidik…., TEMBAKK…” Lita lalu mengaptifkan senjata sihirnya dan menembak mati lima jendral mahluk bayangan tersebut.
“Bagus…, tersisa dua lagi bisa kita aku habisi dengan cepat…” kata Luna yang langsung menyerang bersama Kuntil anak kedua mahluk bayangan tersebut.
Namun kedua jendral mahluk bayangan itu pintar mereka langsung mundur menjauh dan memanjat patung raksasa besar yang ada dibelakang mereka, keduanya lalu meleburkan tubuh mereka dan kemudian menyatu dengan patung besar tersebut.
“Apa yang mereka coba lakukan….??” Kata Luna yang melihat kedua jendral itu meleburkan dirinya masuk kedalam tubuh patung raksasa tersebut.
“LUNAAA… kita mundur sekarang juga, aku punya firasat buruk” kata Rio.
Seperti kata Rio ketika kedua jendral mahluk bayangan tersebut mulai meleburkan dirinya kedalam patung besar tersebut, semua mahluk bayangan lainnya mulai berhenti bergerak seperti robot yang kehilangan kendali dan berhenti berfungsi.
“GGRRRRR…. DDRRRR…. TRRAAAAK….” Kemudian tanah mulai berguncang dan patung raksasa tersebut seakan memiliki kehidupan mulai bergerak.
Luna, Rio, dan Lita langsung berlari secepatnya kegerbang mereka muncul, sementara itu para partisipan yang lainnya mulai merasakan guncangan akibat kebangkitan dari patung hitam raksasa tersebut.
“Hihihi... jijiji… selamat-selamat untuk para partisipan karena menemukan boss dari para mahluk bayangan, hadiah dari mengalahkan bos mahluk banyangan adalah 1 juta point dan akan dibagikan secara merata untuk setiap orang yang paling berjasa dalam mengalahkan boss mahluk bayangan” kata Jin yang muncul dari celah ruang.
“Ping… ping… ping… pesan mulai muncul keseluruh smart phone para partisipan, pesan tersebut berisikan : Babak ujian spesial kalahkan boss dari mahluk bayangan dan dapatkan seluruh kekayaan dan harta benda yang ada, dan jadilah nomer satu” pesan tersebut mulai muncul dari aplikasi DS Game para partisipan.
Bersambung……
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 403 Episodes
Comments
Ꮩווⲛⲛ࿐
mantap
2023-02-12
2
change
psti Rio pemenang ny
2023-02-10
3