Pikiran Sia lan

Serkan berdiri mematung di ambang pintu, niat hati untuk sebentar bersama Hasna, ya meluangkan waktu yang semakin sempit. Jika boleh meminta, ia ingin menghentikan waktu.

Langkah kakinya pun sangat berat dan sangat sulit untuk di gerakkan, dia ingin Hasna, dia ingin bersama Hasna. Pikiran dan hatinya tidak sejalan. Saat kaki kanannya hendak melangkah, namun seketika di urungkan. Iya, pikirannya telah kalah dengan hatinya. Dia menginginkan Hasna dan masih ingin bersama Hasna.

Dia pun berbalik dan duduk di kursi yang tampak usang itu.

"Tuan,"

Andreas menyela, ia pernah menonton film, di mana dua orang wanita merebutkan satu pria, dan satunya istri pertama, satunya lagi selingkuhannya. Seumur hidup ia tidak pernah menonton tv, tetapi karena lelah dan penat. Dia pun menyalakan tvnya dan hasilnya justru melihat adegan itu, satu kali dalam hidupnya menonton Tv. Dia hanya meluangkan waktu untuk bekerja dan bekerja.

"Aku masih ingin di sini," ucap Serkan. Hatinya tidak ingin pergi, jika ia pergi bagaimana dengan Hasna?

"Tapi nyonya Hasna tidak menginginkan tuan," ucap Andreas. Ia membayangkan adegan saat istri pertama menampar selingkuhannya di tv, tapi bedanya Hasna juga istri sah sang bos.

"Bagaimana kalau nanti Nyonya Alena tau dan ..."

"Aku akan berbicara dengan Alena, kau siapkan mata-mata untuk menjaga Hasna selama aku pergi," ujar Serkan. Rasa yang tak ingin pergi itu membuat hatinya mendadak nyilu.

"Baik tuan, emmm apa tuan menyukai Nyonya Hasna?"

Serkan menatap Andreas, bibirnya kelu dan tak ingin menjawab. Namun debaran di dadanya semakin cepat. Ia bingung, ia tidak tahu.

Sedangkan Hasna, dia kembali membaringkan tubuhnya. Dalam hatinya tidak tega mengusir Serkan. Namun apalah daya, ia hanya wanita yang ingin hidup tenang. Walaupun hatinya belum tenang atas kepergian Azzam. Sekalipun pria itu telah pergi, namun posisi hatinya tetap Azzam lah yanga menjadi nomor satu.

****

Tepat Azan subuh, Hasna keluar dari kamarnya. Kedua matanya melihat Serkan yang tidur di kursi, kepalanya bersandar kepala kursi, kedua tangannya bersendekap dan kakinya menyilang sambil berselonjor.

Dadanya naik turun mengikuti alur nafasnya yang teratur. Sedangkan Andreas, ia tidak tau di mana keberadaan pria itu.

"Apa dia menginap di sini?" Hasna mendekat. Dia merasa kasihan, mungkin badannya akan pegal setelah terbangun.

Hasna kembali menyeret kakinya ke kamarnya, dia mengambil selimutnya lalu dengan hati-hati menyelimuti tubuh Serkan.

Hasna pikir Serkan memang kejam dan tidak berperasaan, tapi hanya beberapa hari bersama Serkan. Ia merasa pria di depannya tidak kejam dan buruk. Ia melihat sisi lain seorang Serkan.

Hasna bergegas mengambil wudhu, lalu menjalankan ibadahnya. Setelah itu dia memasak sarapan pagi.

Hidung Serkan naik turun, ia menghirup aroma yang sangat mengguncang perutnya. Seketika dia membuka kedua matanya, lalu beranjak dan mengusap wajahnya. Dia ingat kalau sekarang dia berada di rumah Hasna.

Serkan memegang lehernya yang terasa sakit, akibat bersandar dan seumur hidup dia tidur di ranjang yang empuk, sekarang ia harus tidur di kursi kayu yang sangat menyiksa tubuhnya.

"Selimut?" Serkan baru menyadari kalau di atas tubuhnya ada selimut. Ia tersenyum tipis dan langsung beranjak ke dapur.

Pertama kali yang ia lihat seorang wanita yang tengah sibuk masak dan sekelibat bayangan langsung menghiasi pikirannya.

'Sayang," sapa seorang pria. Dia memeluk Hasna dari belakang dan mencium ceruk lehernya.

'Geli tau," wanita itu terkekeh.

Serkan membalikkan tubuh Hasna ke hadapannya. Di tatap wanita yang telah menjadi istrinya, ia terbuai dengan kecantikan wanita di hadapannya dan bibir yang menggoda itu* ...

"Om Se!" teriak Hasna.

Serkan hampir saja jatuh ke depan kalau tubuhnya tidak cepat tanggap menjaga keseimbangannya.

"Sarapannya sudah siap, kenapa Om Se melamun?" tanya Hasna sambil menggelengkan kepalanya. Dia tertawa kecil melihat Serkan yang hampir terjatuh.

"Sebaiknya Om Se mandi, basuh wajah Om Se sampai kinclong, biar setannya pergi." Ucap Hasna melewati tubuh Serkan. Dia pikir Andreas tidur di mobil, jadi ingin membangunkannya.

Serkan menganga, Hasna berpikir kalau dirinya memiliki banyak tumpukan Setan. "Hey, kau pikir aku siapa? Raja Setan?"

Serkan tersenyum, dia langsung beralih ke maja makan itu. Karena sangat lapar dan tidak sabar menyantap makanan hasil olahan Hasna.

"Pasti aku akan merindukannya." Gumam Serkan.

Terpopuler

Comments

Santi Rahma

Santi Rahma

yg ini bnr2 top makotop deh thor

2022-10-18

0

Bunda

Bunda

Hhhhhh,,, khayalan bisa jdi kenyataan hhhhhh

2022-10-14

0

kak pii

kak pii

tentukan pilihanmu om se😙😙

2022-10-12

0

lihat semua
Episodes
1 #Hati Yang Terlanjur Perih
2 #Di Usir
3 #Apartement
4 #Lahirkan Anak Untuk Ku
5 #Kekacauan Serkan
6 Ketakutan Alena
7 Ke rumah Hasna
8 Ingin Tidur
9 Di Layani
10 istri tak dirindukan
11 Pesona Hasna?
12 Cantik
13 Curhat Serkan
14 Tidak Bisa
15 Perhatian Hasna
16 Menyuapi
17 #Kedatangan Alena.
18 Bayangan Hasna
19 Mengusir
20 Pikiran Sia lan
21 Aku tau
22 Azzam
23 #Hati Pahit, Lidah Pun Pahit
24 Pelakor Ini
25 Kebingungan Perasaan
26 #Masa lalu Serkan
27 #masa lalu serkan 2
28 Kemarahan Alena
29 Kemarahan Alena 2
30 #Menemani Hasna
31 #Kehamilan Alena
32 #Salah Mendiagnosa
33 #Part 33
34 #Bujukan
35 Di Kala Om Se Mennggoda
36 #Ukuran Yang Sama
37 #Kecemburuan Alena
38 #part 38
39 #Pindah
40 #Part 40
41 #part 41
42 #Penolakan Serkan
43 #Pedih
44 # Rencana Alena.
45 #Rencana Alena dan Leon
46 #Bab 46
47 #Diabaikan
48 #Pembantu
49 #49 : Menegur
50 Mencurigai Alena.
51 #Merasa Di Bohongi
52 #Mengawasi
53 #bab 53
54 #bab 54
55 #bab 55
56 #bab 56
57 #bab 57
58 #bab 58
59 #bab 59
60 #bab 60
61 #bab 61
62 #bab 62
63 #63
64 #Anu Tidak Bisa Anu
65 #bab 65
66 #bab 66
67 #cinta sejuta
68 #bab 68
69 #paham!!
70 #Memungut Makanan
71 #Sebulan Kemudian
72 #Kepanikan Serkan
73 Amera Putri Abhizar Acnaf
74 #episode 1
75 #episode 2
Episodes

Updated 75 Episodes

1
#Hati Yang Terlanjur Perih
2
#Di Usir
3
#Apartement
4
#Lahirkan Anak Untuk Ku
5
#Kekacauan Serkan
6
Ketakutan Alena
7
Ke rumah Hasna
8
Ingin Tidur
9
Di Layani
10
istri tak dirindukan
11
Pesona Hasna?
12
Cantik
13
Curhat Serkan
14
Tidak Bisa
15
Perhatian Hasna
16
Menyuapi
17
#Kedatangan Alena.
18
Bayangan Hasna
19
Mengusir
20
Pikiran Sia lan
21
Aku tau
22
Azzam
23
#Hati Pahit, Lidah Pun Pahit
24
Pelakor Ini
25
Kebingungan Perasaan
26
#Masa lalu Serkan
27
#masa lalu serkan 2
28
Kemarahan Alena
29
Kemarahan Alena 2
30
#Menemani Hasna
31
#Kehamilan Alena
32
#Salah Mendiagnosa
33
#Part 33
34
#Bujukan
35
Di Kala Om Se Mennggoda
36
#Ukuran Yang Sama
37
#Kecemburuan Alena
38
#part 38
39
#Pindah
40
#Part 40
41
#part 41
42
#Penolakan Serkan
43
#Pedih
44
# Rencana Alena.
45
#Rencana Alena dan Leon
46
#Bab 46
47
#Diabaikan
48
#Pembantu
49
#49 : Menegur
50
Mencurigai Alena.
51
#Merasa Di Bohongi
52
#Mengawasi
53
#bab 53
54
#bab 54
55
#bab 55
56
#bab 56
57
#bab 57
58
#bab 58
59
#bab 59
60
#bab 60
61
#bab 61
62
#bab 62
63
#63
64
#Anu Tidak Bisa Anu
65
#bab 65
66
#bab 66
67
#cinta sejuta
68
#bab 68
69
#paham!!
70
#Memungut Makanan
71
#Sebulan Kemudian
72
#Kepanikan Serkan
73
Amera Putri Abhizar Acnaf
74
#episode 1
75
#episode 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!