Menyuapi

Di tempat lain.

Seorang wanita tengah menangis di pelukan sahabatnya, dia menangis tersedu-sedu karena suaminya tidak menghubunginya, malah membiarkan dia pergi dan tidak mencarinya.

"Sudahlah Len, Serkan pasti mencari mu."

"Tapi buktinya apa? dia tidak mencari ku. Selama ini aku selalu diam saat Azzam berkata dingin, ketus dan tidak menganggap ku. "

Wanita yang di sapa Anita itu pun terus mengelus punggung sahabatnya. "Aku tidak terima, apa Serkan ke rumah Hasna?"

Seketika dia teringat Hasna, ya wanita yang dulunya menjadi kekasih Azzam. Dia mengepalkan kedua tangannya. "Kalau sampai itu terjadi, aku tidak akan melepaskannya."

Anita melepaskan pelukannya. Dia tau siapa Hasna, tapi ada kemungkinan kalau pria bersama seorang wanita di waktu yang cukup lama, bisa muncul benih-benih cinta.

"Sebaiknya kamu harus meminta maaf pada Serkan. Buat Serkan nyaman pada mu, jangan sampai Hasna merebut Serkan dari mu." Ucap Anita.

Alena menggigit bibir bawahnya, hati cemas dan takut. Perkataan Anita tidak boleh terjadi, ia tidak akan melepaskan Hasna begitu saja.

"Aku mau kau menemani ku untuk menemui Hasna, tapi kita harus pulang dulu untuk mencari alamatnya, kalau aku meminta pada Andreas, sudah pasti Serkan akan tahu."

***

Akhirnya, sarapan pagi itu tersaji dan tertata rapi. Meskipun ala kadarnya saja, tumisan kacang panjang, telor ceplok, ayam goreng, Ayam crispi, sambal terasi dan lalapan daun singkong.

Hasna dengan cekatan mengambil telor ceplok, paha ayam goreng dan tumisan kacang panjang. "Om Se mau ini?" Hasna menunjuk pada sambal di depannya.

Serkan menggeleng dengan cepat. "Aku tidak, itu padas."

Hasna menaruh piring Serkan di depannya, lalu beralih pada Andreas.

"Aku mau ayam goreng dan sambal terasi," ucap Adreas sambil menjulurkan piring ke Hasna.

Kedua mata Serkan melotot, bisa-bisanya seorang istri Serkan menjadi suruhan Asistennya.

"Ini," ujar Hasna.

Serkan kembali tidak di buat percaya karena Hasna melayani Andreas begitu saja dan sudah selesai.

Sedangkan Hasna, dia memilih lalapan dan sambal terasi. Dia memetik daun singkong yang muda itu dari pekarangan rumah belakang.

Serkan menatap Hasna yang memakan dengan tangannya, sedangkan ia dan Andreas menggunakan sendok. Rasanya sangat nikmat melihat Hasna yang memakan menggunakan tangan, sedangkan dia, sejarah makan menggunakan tangan pun tidak ada, biasanya di pagi hari sarapan roti segelas susu, tapi tidak di rumah Hasna. Pagi-pagi sekali dia memakan nasi.

Om Se, makan roti saja tidak kenyang. Jadi di rumah Hasna sarapan nasi loh Om Se.

"Kenapa?" tanya Hasna. Dia merasa di perhatikan pun mengangkat wajahnya. "Om Se mau,"

"Tidak, itu pasti pedas," ungkap Serkan. Padahal dia ingin sekali makan seperti yang di makan Hasna.

Hasna tersenyum, dia langsung menjulurkan tangannya dengan sepuncuk nasi dari tangannya itu. "Makanlah Om Se, ini enak."

Serkan membuka mulutnya, untuk pertama kalinya dia di suapi oleh tangan seseorang dan dari istri keduanya.

Sedangkan Andreas, meneguk makanan di mulutnya tanpa halus. Tentu saja lagi-lagi membuatnya sangat syok. Seorang Serkan menerima suapan dari orang lain? apa hatinya sudah berbalik?

"Enak?" tanya Hasna.

Serkan mengiyakan, suapan dari Hasna meskipun pedas dan ada rasa pahit sedikit. Namun Serkan menyukainya.

"Mau lagi?" tanya Hasna.

Serkan mengangguk, ia begitu senang di perhatikan oleh Hasna. Bahkan ribuan kupu-kupu terasa berterbangan di dalam perutnya.

Hasna menyuapi Serkan, hingga makanan di piringnya tandas tanpa sisa.

"Aku mau nambah," ucap Serkan.

Andreas, ingin sekali dia muntah. Ini sudah kedua kalinya dia melihat sang bos menambah makanannya. Dia tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. Namun fakta berkata seperti di hadapannya. Seolah dirinya hilang di telan bumi.

Hasna kembali mengambil nasi putih yang berada di depannya, mengambil sambal, ayam goreng dan lalapan daun singkong.

Dia kembali menyuapi Serkan dengan lembut dan membuat pria itu betah berada di rumah Hasna, bahkan hatinya tidak ingin bekerja. Ia ingin menghabiskan banyak waktu bersama Hasna. Sedangkan Hasna, dia tidak sadar melakukannya. Dia hanya menuruti apa keinginan hatinya tanpa rasa canggung.

Serkan meneguk makanan yang ia kunyah. "Andreas, kamu saja yang ke kantor. Aku ingin libur," ujar Serkan.

"Apa?" Andreas tidak percaya, seseorang yang menghormati waktu kini malah mintak libur.

"Tapi Bos, pekerjaan mu menumpuk. Di tambah lagi banyak berkas yang harus di tanda tangani."

Hasna merasa kasihan. "Kenapa Om Se tidak mau masuk? bukannya Om Se gila kerja." Ucap Hasna dengan jujur, bahkan dia pernah mengatakan pada Azzam kalau papa mertuanya itu Monster kerja.

"Hem ..." Serkan berderhem, dia tidak mungkin mengatakan kalau ingin bersama Hasna.

Kalau Om Se ada di sini, bagaimana aku bisa berjualan batin Hasna.

"Bagaimana kalau aku buatkan bekal untuk Om Se?" tawar Hasna.

Terpopuler

Comments

канف

канف

meneguk air
menelan makanan

2022-12-26

2

خويرون

خويرون

makan nya enak pke tangan Om se rasanya nikmat 🤭

2022-10-11

0

Gina Savitri

Gina Savitri

Om se nggak pernah di layani sama istri sblm hasna makanya cuma terbiasa dan menyayangi aja, sama hasna mulai nyaman dan mulai jatuh cinta 😁

2022-10-07

0

lihat semua
Episodes
1 #Hati Yang Terlanjur Perih
2 #Di Usir
3 #Apartement
4 #Lahirkan Anak Untuk Ku
5 #Kekacauan Serkan
6 Ketakutan Alena
7 Ke rumah Hasna
8 Ingin Tidur
9 Di Layani
10 istri tak dirindukan
11 Pesona Hasna?
12 Cantik
13 Curhat Serkan
14 Tidak Bisa
15 Perhatian Hasna
16 Menyuapi
17 #Kedatangan Alena.
18 Bayangan Hasna
19 Mengusir
20 Pikiran Sia lan
21 Aku tau
22 Azzam
23 #Hati Pahit, Lidah Pun Pahit
24 Pelakor Ini
25 Kebingungan Perasaan
26 #Masa lalu Serkan
27 #masa lalu serkan 2
28 Kemarahan Alena
29 Kemarahan Alena 2
30 #Menemani Hasna
31 #Kehamilan Alena
32 #Salah Mendiagnosa
33 #Part 33
34 #Bujukan
35 Di Kala Om Se Mennggoda
36 #Ukuran Yang Sama
37 #Kecemburuan Alena
38 #part 38
39 #Pindah
40 #Part 40
41 #part 41
42 #Penolakan Serkan
43 #Pedih
44 # Rencana Alena.
45 #Rencana Alena dan Leon
46 #Bab 46
47 #Diabaikan
48 #Pembantu
49 #49 : Menegur
50 Mencurigai Alena.
51 #Merasa Di Bohongi
52 #Mengawasi
53 #bab 53
54 #bab 54
55 #bab 55
56 #bab 56
57 #bab 57
58 #bab 58
59 #bab 59
60 #bab 60
61 #bab 61
62 #bab 62
63 #63
64 #Anu Tidak Bisa Anu
65 #bab 65
66 #bab 66
67 #cinta sejuta
68 #bab 68
69 #paham!!
70 #Memungut Makanan
71 #Sebulan Kemudian
72 #Kepanikan Serkan
73 Amera Putri Abhizar Acnaf
74 #episode 1
75 #episode 2
Episodes

Updated 75 Episodes

1
#Hati Yang Terlanjur Perih
2
#Di Usir
3
#Apartement
4
#Lahirkan Anak Untuk Ku
5
#Kekacauan Serkan
6
Ketakutan Alena
7
Ke rumah Hasna
8
Ingin Tidur
9
Di Layani
10
istri tak dirindukan
11
Pesona Hasna?
12
Cantik
13
Curhat Serkan
14
Tidak Bisa
15
Perhatian Hasna
16
Menyuapi
17
#Kedatangan Alena.
18
Bayangan Hasna
19
Mengusir
20
Pikiran Sia lan
21
Aku tau
22
Azzam
23
#Hati Pahit, Lidah Pun Pahit
24
Pelakor Ini
25
Kebingungan Perasaan
26
#Masa lalu Serkan
27
#masa lalu serkan 2
28
Kemarahan Alena
29
Kemarahan Alena 2
30
#Menemani Hasna
31
#Kehamilan Alena
32
#Salah Mendiagnosa
33
#Part 33
34
#Bujukan
35
Di Kala Om Se Mennggoda
36
#Ukuran Yang Sama
37
#Kecemburuan Alena
38
#part 38
39
#Pindah
40
#Part 40
41
#part 41
42
#Penolakan Serkan
43
#Pedih
44
# Rencana Alena.
45
#Rencana Alena dan Leon
46
#Bab 46
47
#Diabaikan
48
#Pembantu
49
#49 : Menegur
50
Mencurigai Alena.
51
#Merasa Di Bohongi
52
#Mengawasi
53
#bab 53
54
#bab 54
55
#bab 55
56
#bab 56
57
#bab 57
58
#bab 58
59
#bab 59
60
#bab 60
61
#bab 61
62
#bab 62
63
#63
64
#Anu Tidak Bisa Anu
65
#bab 65
66
#bab 66
67
#cinta sejuta
68
#bab 68
69
#paham!!
70
#Memungut Makanan
71
#Sebulan Kemudian
72
#Kepanikan Serkan
73
Amera Putri Abhizar Acnaf
74
#episode 1
75
#episode 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!