Di Layani

Panasnya terik matahari, tetes demi tetes keringat yang membasahi wajahnya, wanita itu mendongak ke atas langit, kedua matanya menyipit merasa silau matahari yang menerpa kedua netranya, dia mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajahnya, berharap ada semilir angin yang mendinginkan wajahnya itu.

"Panas sekali," ucap Hasna. Dia menghapus keringat di dahinya dan kembali melangkah, menjajakan gorengannya pada setiap orang yang ia temui, kadang ia juga berhenti di perempatan jalan saat lampu merah, menjajakan pada setiap mobil dan sepeda.

"Pak, gorengannya."

"Lima ya ba gorengan bola ubi, terus tahu isinya'," ucapnya seorang pria memakai helm.

Hasna tersenyum, dia segera membungkus gorengan bola ubi itu dan pria itu menerima 20 ribu sesuai harga yang ia ucapkan.

"Makasih Pak,"

Hasna kembali menjajakan gorengannya. Karena rasa haus yang menggoroti tenggorokannya, dia berhenti di pinggir jalan, menghentikan jajanannya.

Hasna gelagapan, baru saja panas, sekarang langsung turun hujan. Dia pun buru-buru mencari tempat teduh, berteduh di depan warung kecil.

"Eh, Neng jangan di sini. Kau hanya mengganggu pembeli saya," ucap pemilik warung.

Hasna tersenyum kecut, dia pun meminta maaf dan berpindah tempat. Di depan toko, dia menaruh jajanannya. Mengusap kedua lengannya.

Dia menunduk, ingat saat pertama kali pertemuannya dengan Azzam. Pria itu menyodorkan payung padanya, kebaikannya baginya tidak pernah bisa di gantikan apa pun.

"Azzam,"

Hasna mendongak, dia cukup terkejut melihat seorang pria di depannya.

"Pulanglah," ucap Pria itu dengan tegas.

Hasna tak menjawab, ia masih tercengang. Hingga pria itu menarik sebelah tangan Hasna menuju mobil hitamnya, sedangkan jajanannya di bawa oleh Andreas.

"Ma-maaf, aku mengotori mobil Om."

Serkan menghela nafas, dia merasa kasihan pada wanita di depannya. Sejak tadi, dari jauh dia memang memperhatikan Hasna. Kadang ia tersenyum melihat kegigihannya. Tidak pernah ia mendengarkan kata kasar yang keluar dari mulutnya, betapa sabarnya dia.

"Aku akan memberikan uang bulanan untuk mu."

Hampir saja kedua mata Andreas keluar dari tempatnya, belum selesai keterkejutannya tadi saat sang tuan ingin melihat keadaan Hasna dengan alibi bahwa Hasna adalah tunangan Almarhum putranya.

"Ti-tidak perlu, aku bisa mencari sendiri Om."

"Dengan panas-panasan dan kehujanan seperti ini? apa Azzam tidak memberikan mu uang."

Hasna tersenyum, apa lagi yang bisa ia lakukan selain dengan senyuman. "Mas Azzam memberikan Hasna kartu, tapi Hasna tidak pernah mengambilnya kecuali saat ini. Niat Hasna ingin buka warung kecil."

"Om tidak perlu khawatir, dengan uang Mas Azzam, sudah cukup bagi Hasna."

Serkan tidak terima, dalam hatinya tidak suka Hasna menolaknya. Selama ini siapa yang bisa menolaknya?

Serkan mengambil sebuah kartu hitam dari dalam dompetnya. Lalu memberikannya pada Hasna.

"Ambillah uang itu, aku takut nanti di kira suami yang tidak bertanggung jawab."

Deg

Hasna mendongak, bukankah artinya Serkan bermaksud bertanggung jawab. Padahal ia senang Serkan tidak mempermasalahkannya, yang ia takutkan adalah dirinya tidak bisa memenuhi kewajiban sebagai seorang istri.

"Tidak perlu Om,"

"Buang saja kalau kau tidak mau,"

"Hah?"

Hasna melirik seorang pria yang duduk di kemudi dan pria itu melirik Hasna dan mengangguk, memberi kode pada Hasna bahwa Hasna harus menerimanya. Kalau tidak, entah apa yang akan Serkan keluarkan.

"Ba-baiklah, Hasna akan mengambilnya saat butuh saja."

"Ambilah setiap hari, karena kau juga harus memenuhi kebutuhan mu, kan?"

Andreas menarik sebelah sudut bibirnya, semenjak kapan Serkan peduli pada orang miskin. Ia menemukan sisi menarik dari majikannya.

***

Mobil hitam itu pun sampai di depan rumah Hasna, mendung masih menghiasi langit. Entah sampai kapan hujan itu akan reda.

"Om, mau mampir."

"Tentu saja, aku harus mampir," ucap Serkan. Hasna tersenyum kecil, padahal ia berharap Serkan tidak mampir ke rumahnya. Ia lebih senang sendiri dari pada harus bersama Serkan.

"Ya sudah, Hasna buatkan air hangat dulu."

Hasna mendidih air hangat, setelah itu menuangkan air hangat itu ke bak besar, mencampurnya dengan air dingin. Setelah di rasa hangat, Hasna meminta Serkan untuk mandi.

"Om, air hangatnya sudah selesai."

Hasna memberikan handuk, Serkan menurut saja dan menerimanya, dia pun mengekori Hasna masuk ke dalam kamar mandi yang berukuran kecil.

"Apa? ini tempat mandi?" tanya Serkan. Sebuah bak besar dan hanya ada tempat sabun dan cebok.

"Iya Om, maaf tidak seperti di rumah Om. Hasna masak dulu, silahkan kalau Om mau mandi," ujar Hasna berlalu pergi.

Hasna melirik sekilas, dia pun berkutat dengan kompornya, menyiapkan makan malam. Ia sampai di rumahnya tepat jam lima sore hari.

Serkan keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melingkar di lehernya, sedangkan dua kancing kemejanya terbuka, memperlihatkan dada bidangnya. Dia pun melangkah ke arah meja makan, terlihat beberapa hidangan aneh.

"Om sudah selesai? maaf ya, hanya makanan sederhana."

Menghirup aroma masakan Hasna membuat perutnya keroncongan, dia pun langsung duduk dan Hasna dengan sigap mengambil nasi ke piring Serkan.

"Om mau yang mana? tumisan kangkung, ayam goreng atau telur dadar?"

"Tumisan kangkung sama telur saja," ucap Serkan. Melihat masakan Hasna membuat air liurnya hampir menetes keluar. Ia tidak sabar mencicipi masakan Hasna.

"Kau mau kemana?" tanya Serkan. Hasna justru tidak ikut duduk dengannya.

"Mau memanggil Andreas Om, dia pasti lapar." Tutur Hasna, dia pun kembali melangkah ke ruang tamu dan memanggil Andreas yang duduk sendiri.

Terlihat Hasna yang tengah membujuk Andreas makan. Namun pria itu merasa tidak enak kalau harus makan dengan sang boos, lagi pula ia hanya memakan di Restaurant saja.

"Andreas!" tegur Serkan. "Makanlah," titahnya yang tidak bisa terbantahkan oleh siapa pun.

Andreas menurut, sekalipun dia tidak mau, harus mau, karena disini, dialah bawahannya. Beginilah nasib seorang bawahan, mau tidak mau harus mau.

"Duduklah," Hasna mempersilahkan Andreas duduk di samping Serkan. Dia melirik Serkan dengan tatapan tidak nyaman, kedua mata pria di sampingnya seakan ingin mengulitinya.

Kenapa dia harus ramah pada orang lain sih?

"Andreas, kau mau makan apa? telur dadar, ayam goreng dan tumisan." Ucap Hasna.

"Dia memiliki tangan, biarkan dia mengambilnya sendiri," seru Serkan yang tidak suka.

"Saya bisa mengambilnya sendiri," ucap Andreas. Dia langsung mengambil piring yang telah berisi nasi itu. Ia tidak enak melihat aura hitam yang terpancar di tubuh sang tuan.

"Baiklah,"

Hasna melihat ke arah dua pria di depannya. Kedua pria itu memakan dengan lahap, seakan mereka tidak perlu menghembuskan nyawa, seperti orang kelaparan satu bulan.

'Apa mereka makannya sangat banyak? batin Hasna.'

'Ini enak sekali, aku tidak pernah memakan masakan seperti ini batin Serkan'

Ada rasa hangat di hatinya ketika ia di layani.

'Untung aku makan, ini mah terlalu enak buat diriku batin Andreas'

Hasna melongo, kedua pria itu tidak menyisakan sedikit pun piring di hadapannya, semuanya ludes tanpa sisa. Ia meringis jika nanti malam ia bangun. Ia harus makan apa?

Terpopuler

Comments

Dini Mariani s

Dini Mariani s

nah loh....hanya dgn makan masakan sja bisa bikin. jatuh cinta loh

2025-03-06

0

Endang Sulistia

Endang Sulistia

lain kali jgn di ajak mmpir na..🤭🤭

2025-03-21

0

Sandisalbiah

Sandisalbiah

horang kaya gak pernah makan tumis kangkung.. sekalinya makan ludes... 🤦‍♀😅😅

2024-04-03

0

lihat semua
Episodes
1 #Hati Yang Terlanjur Perih
2 #Di Usir
3 #Apartement
4 #Lahirkan Anak Untuk Ku
5 #Kekacauan Serkan
6 Ketakutan Alena
7 Ke rumah Hasna
8 Ingin Tidur
9 Di Layani
10 istri tak dirindukan
11 Pesona Hasna?
12 Cantik
13 Curhat Serkan
14 Tidak Bisa
15 Perhatian Hasna
16 Menyuapi
17 #Kedatangan Alena.
18 Bayangan Hasna
19 Mengusir
20 Pikiran Sia lan
21 Aku tau
22 Azzam
23 #Hati Pahit, Lidah Pun Pahit
24 Pelakor Ini
25 Kebingungan Perasaan
26 #Masa lalu Serkan
27 #masa lalu serkan 2
28 Kemarahan Alena
29 Kemarahan Alena 2
30 #Menemani Hasna
31 #Kehamilan Alena
32 #Salah Mendiagnosa
33 #Part 33
34 #Bujukan
35 Di Kala Om Se Mennggoda
36 #Ukuran Yang Sama
37 #Kecemburuan Alena
38 #part 38
39 #Pindah
40 #Part 40
41 #part 41
42 #Penolakan Serkan
43 #Pedih
44 # Rencana Alena.
45 #Rencana Alena dan Leon
46 #Bab 46
47 #Diabaikan
48 #Pembantu
49 #49 : Menegur
50 Mencurigai Alena.
51 #Merasa Di Bohongi
52 #Mengawasi
53 #bab 53
54 #bab 54
55 #bab 55
56 #bab 56
57 #bab 57
58 #bab 58
59 #bab 59
60 #bab 60
61 #bab 61
62 #bab 62
63 #63
64 #Anu Tidak Bisa Anu
65 #bab 65
66 #bab 66
67 #cinta sejuta
68 #bab 68
69 #paham!!
70 #Memungut Makanan
71 #Sebulan Kemudian
72 #Kepanikan Serkan
73 Amera Putri Abhizar Acnaf
74 #episode 1
75 #episode 2
Episodes

Updated 75 Episodes

1
#Hati Yang Terlanjur Perih
2
#Di Usir
3
#Apartement
4
#Lahirkan Anak Untuk Ku
5
#Kekacauan Serkan
6
Ketakutan Alena
7
Ke rumah Hasna
8
Ingin Tidur
9
Di Layani
10
istri tak dirindukan
11
Pesona Hasna?
12
Cantik
13
Curhat Serkan
14
Tidak Bisa
15
Perhatian Hasna
16
Menyuapi
17
#Kedatangan Alena.
18
Bayangan Hasna
19
Mengusir
20
Pikiran Sia lan
21
Aku tau
22
Azzam
23
#Hati Pahit, Lidah Pun Pahit
24
Pelakor Ini
25
Kebingungan Perasaan
26
#Masa lalu Serkan
27
#masa lalu serkan 2
28
Kemarahan Alena
29
Kemarahan Alena 2
30
#Menemani Hasna
31
#Kehamilan Alena
32
#Salah Mendiagnosa
33
#Part 33
34
#Bujukan
35
Di Kala Om Se Mennggoda
36
#Ukuran Yang Sama
37
#Kecemburuan Alena
38
#part 38
39
#Pindah
40
#Part 40
41
#part 41
42
#Penolakan Serkan
43
#Pedih
44
# Rencana Alena.
45
#Rencana Alena dan Leon
46
#Bab 46
47
#Diabaikan
48
#Pembantu
49
#49 : Menegur
50
Mencurigai Alena.
51
#Merasa Di Bohongi
52
#Mengawasi
53
#bab 53
54
#bab 54
55
#bab 55
56
#bab 56
57
#bab 57
58
#bab 58
59
#bab 59
60
#bab 60
61
#bab 61
62
#bab 62
63
#63
64
#Anu Tidak Bisa Anu
65
#bab 65
66
#bab 66
67
#cinta sejuta
68
#bab 68
69
#paham!!
70
#Memungut Makanan
71
#Sebulan Kemudian
72
#Kepanikan Serkan
73
Amera Putri Abhizar Acnaf
74
#episode 1
75
#episode 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!