Curhat Serkan

"Om Se,"

Hasna melambaikan tangan di depan wajah Serkan, dan membuat pria itu sadar dari keterkejutannya.

"Kenapa kau berpakaian seperti ini?"

Serkan menarik tangan Hasna, dia langsung menutup dua pintu itu, lalu menguncinya dari dalam. Dia menatap Hasna dari atas ke bawah, dan mendesah pelan. Wanita di depannya memang cantik, tidak di pungkiri di lihat dekat tampak memukau dan menyilaukan mata. "Kenapa berpakaian seperti ini?" ulang Serkan. Kalau sampai ada orang lain yang melihatnya, lalu bagaimana?

"Memangnya apa yang salah Om,"

"Kau tidak memakai hijab dan malah keluar seperti ini, kau mau menggoda siapa?" tanya Serkan seperti bapak-bapak yang memarahi anaknya.

Hasna seketika memegang rambutnya. Dia pun buru-buru masuk ke dalam kamarnya dan memakai hijabnya.

Sedangkan Serkan menggeleng pelan dan terkekeh tipis.

"Uh, kenapa aku bisa lupa?" gumam Hasna meringis. Dia malu bertemu dengan Serkan, tapi kalau tidak ia temui, yang ada dia tidak menghormati tamu. Terpaksa dengan memasang muka tebal dia keluar seakan tidak terjadi apa-apa, padahal jantungnya jedar jedur.

"Maaf Om, emmm ..." Hasna tampak berpikir. "Aku buatkan teh dulu, Om." Hasna langsung bergegas pergi.

Serkan diam, ia tahu Hasna lagi malu karena masalah tadi terlihat dari wajahnya. "Dia imut sekali," gumamnya. Dia pun duduk di salah satu kursi dekat jendela.

"Walaupun keadaannya seperti ini, tapi di sini enak, adem."

Serkan kembali menatap sekeliling rumah itu, tapi sayangnya ia tidak melihat foto Azzam.

"Hasna, kemana foto Azzam?" tanya Serkan sambil melihat Hasna. Wanita itu menaruh kopi panas di depannya, di atas meja.

Hasna duduk, sambil memegang nampan tadi. "Aku akan teringat dia Om." Hasna tersenyum. "Aku tidak bisa menjalani hari-hari ku dengan baik, karena aku sangat mencintainya dan merasa kehilangan."

Deg

Nyut

Serkan memegang dadanya yang berdenyut. Namun ia tetap fokus pada Hasna. Menatap dalam wajah sedihnya itu dari samping.

Hasna menatap Serkan dan tersenyum. "Terima kasih, terima kasih karena Om telah melahirkan Serkan, merawatnya dan menjaganya dengan baik. Dia, dia laki-laki yang baik."

Serkan berbelok, hatinya merasa kesal saat Hasna menyanjung putranya.

"Benar, cinta akan merasa kehilangan di saat kekasih kita pergi. Cinta akan merindu di saat kita tidak bertemu dan Cinta akan menangis di saat kekasih kita tak bersama lagi."

"Rupanya kau sangat mencintai putra ku, entah aku harus bersyukur atau tidak."

"O iya, Om ngapain di sini? apa Om tidak di marahi tante Alena."

Serkan jadi teringat pertengkaran tadi. "Aku bertengkar dengan Alena," ucapnya dengan wajah frustasi. Sekarang pun dia tidak tahu istrinya berada di mana.

"Kenapa?"

Serkan menceritakan semuanya dan membuat Hasna paham. "Sekarang Om tidak tau di mana dia?"

"Tidak, ponsel ku tertinggal di rumah dan aku terburu-buru mencarinya."

"Om sangat mencintai Alena,"

Hasna terdiam, entah dia harus tersenyum atau sedih. Sejatinya seorang istri walaupun tidak di cintai, tapi ingin di hargai, namun tidak berlaku untuk dirinya.

"Tante Alena beruntung di sukai oleh Om," ucap Hasna menerawang jauh.

"Dan kau beruntung di cintai oleh putra ku," ujar Serkan dengan cepat.

"Tapi aku tidak seberuntung tante Alena karena takdir memisahkan kita."

Seketika Serkan diam, ia tahu rasanya bagaiman kehilangan seseorang, sangat menyakitkan.

"Benar, saat ini pun aku takut kehilangan Alena. Sudah cukup aku kehilangan istri pertama ku. Aku tidak ingin mengulanginya lagi."

Dada Hasna seperti di remas, entah ia cemburu atau tidak, tapi ia cemburu karena selama ini hanya ada kesedihan berada di samping Serkan, sedih bukan berarti ia mencintai.

"Kalau Om takut kehilangan tante, kenapa Om menyakitinya dengan menikahi ku?" tanya Hasna. Bukankah perlakuan Serkan sangat menyakiti hati Alena. "Dengan menikahi ku Om menyakiti tante Alena, bahkan Om juga ..." Hasna terdiam, ia memejamkan kedua matanya sejenak. Hatinya seperti di peras tanpa menyisakan kebahagian, seolah tidak ada lagi kebahagiaan yang akan datang padanya.

Serkan tampak berpikir, tapi ia menikahi Hasna dengan tujuan wanita itu tidak mendapatkan kebahagian.

"Bagi ku, mencintai orang lain sangat sulit Om. Sekali pun Om tidak menikahi ku. Bahkan untuk aku mencintai Om pun sangat sulit, dan Azzam pasti akan sedih."

Serkan langsung memalingkan wajahnya, ia mengepalkan kedua tangannya. Aneh, rasanya kembali sakit.

"Om, mau tidur di sini. Aku akan membereskan kamar sebelah." Ucap Hasna berlalu pergi.

Hasna menutup gorden sebagai penutup kamar itu. Dia memegang dadanya sambil terisak. Begitu sakit, setiap melihat Serkan ia teringat Azzam, setiap ada Serkan hatinya sebagai seorang perempuan seolah tidak di hargai.

Terpopuler

Comments

Lina Katarina

Lina Katarina

🤭🤭🤭masih tanda tanya ❓

2024-10-21

0

Mohammad Basuki

Mohammad Basuki

cerita aneh
g jelas

2022-10-04

3

🍃yanni🍃

🍃yanni🍃

next aja thor ttp semangat ae lah , baca ini lgi hujan, rebahan dikamar, ga kebayang suasana lgi berkabut mendung, hujan, serta kilat yg menyambar2 jgn sampe ngalamin nasib kea hasna amit2 jabang bayi jgn saturut2na. hiigghh😨

2022-10-04

1

lihat semua
Episodes
1 #Hati Yang Terlanjur Perih
2 #Di Usir
3 #Apartement
4 #Lahirkan Anak Untuk Ku
5 #Kekacauan Serkan
6 Ketakutan Alena
7 Ke rumah Hasna
8 Ingin Tidur
9 Di Layani
10 istri tak dirindukan
11 Pesona Hasna?
12 Cantik
13 Curhat Serkan
14 Tidak Bisa
15 Perhatian Hasna
16 Menyuapi
17 #Kedatangan Alena.
18 Bayangan Hasna
19 Mengusir
20 Pikiran Sia lan
21 Aku tau
22 Azzam
23 #Hati Pahit, Lidah Pun Pahit
24 Pelakor Ini
25 Kebingungan Perasaan
26 #Masa lalu Serkan
27 #masa lalu serkan 2
28 Kemarahan Alena
29 Kemarahan Alena 2
30 #Menemani Hasna
31 #Kehamilan Alena
32 #Salah Mendiagnosa
33 #Part 33
34 #Bujukan
35 Di Kala Om Se Mennggoda
36 #Ukuran Yang Sama
37 #Kecemburuan Alena
38 #part 38
39 #Pindah
40 #Part 40
41 #part 41
42 #Penolakan Serkan
43 #Pedih
44 # Rencana Alena.
45 #Rencana Alena dan Leon
46 #Bab 46
47 #Diabaikan
48 #Pembantu
49 #49 : Menegur
50 Mencurigai Alena.
51 #Merasa Di Bohongi
52 #Mengawasi
53 #bab 53
54 #bab 54
55 #bab 55
56 #bab 56
57 #bab 57
58 #bab 58
59 #bab 59
60 #bab 60
61 #bab 61
62 #bab 62
63 #63
64 #Anu Tidak Bisa Anu
65 #bab 65
66 #bab 66
67 #cinta sejuta
68 #bab 68
69 #paham!!
70 #Memungut Makanan
71 #Sebulan Kemudian
72 #Kepanikan Serkan
73 Amera Putri Abhizar Acnaf
74 #episode 1
75 #episode 2
Episodes

Updated 75 Episodes

1
#Hati Yang Terlanjur Perih
2
#Di Usir
3
#Apartement
4
#Lahirkan Anak Untuk Ku
5
#Kekacauan Serkan
6
Ketakutan Alena
7
Ke rumah Hasna
8
Ingin Tidur
9
Di Layani
10
istri tak dirindukan
11
Pesona Hasna?
12
Cantik
13
Curhat Serkan
14
Tidak Bisa
15
Perhatian Hasna
16
Menyuapi
17
#Kedatangan Alena.
18
Bayangan Hasna
19
Mengusir
20
Pikiran Sia lan
21
Aku tau
22
Azzam
23
#Hati Pahit, Lidah Pun Pahit
24
Pelakor Ini
25
Kebingungan Perasaan
26
#Masa lalu Serkan
27
#masa lalu serkan 2
28
Kemarahan Alena
29
Kemarahan Alena 2
30
#Menemani Hasna
31
#Kehamilan Alena
32
#Salah Mendiagnosa
33
#Part 33
34
#Bujukan
35
Di Kala Om Se Mennggoda
36
#Ukuran Yang Sama
37
#Kecemburuan Alena
38
#part 38
39
#Pindah
40
#Part 40
41
#part 41
42
#Penolakan Serkan
43
#Pedih
44
# Rencana Alena.
45
#Rencana Alena dan Leon
46
#Bab 46
47
#Diabaikan
48
#Pembantu
49
#49 : Menegur
50
Mencurigai Alena.
51
#Merasa Di Bohongi
52
#Mengawasi
53
#bab 53
54
#bab 54
55
#bab 55
56
#bab 56
57
#bab 57
58
#bab 58
59
#bab 59
60
#bab 60
61
#bab 61
62
#bab 62
63
#63
64
#Anu Tidak Bisa Anu
65
#bab 65
66
#bab 66
67
#cinta sejuta
68
#bab 68
69
#paham!!
70
#Memungut Makanan
71
#Sebulan Kemudian
72
#Kepanikan Serkan
73
Amera Putri Abhizar Acnaf
74
#episode 1
75
#episode 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!