Tidak Bisa

Akhirnya malam panjang itu di lalui oleh dua sepasang suami istri yang tidur di kamar terpisah dan ranjang terpisah. Kedua mencerna pikiran masing-masing.

Serkan yang teringat pada perkataan Alena dan Hasna.

Kalau Om mencintai tante Alena, lepaskan aku Om. Aku tidak mau membuat tante Alena merasa tersakiti.

Alena menyetujuinya, aku yakin Alena setuju karena jalan utama ku adalah balas dendam agar kau tidak pernah mendapatkan cinta orang lain.

Sama sekali aku tidak membutuhkannya, Om. Om tahu sendiri aku mencintai Mas Azzam, sekalipun Om, aku tidak akan mencintai Om.

Serkan memegangi dadanya yang berdenyut nyeri. Ucapan Hasna bagaikan belati yang langsung menusuknya hingga tembus. Sejujurnya selama ini ia tidak pernah mengharapkan cinta dari Hasna, tapi kenapa rasanya sakit kalau Hasna tidak akan mencintainya.

Apa dia butuh cinta Hasna? seketika Serkan beranjak dari tempat tidurnya. "Tidak, cinta Alena cukup bagi ku. Lagi pula kenapa aku harus memikirkannya. Hasna bukan keinginan ku, ya aku hanya balas dendam."

Sedangkan di ranjang lain.

Hasna memeluk foto Azzam dengan erat di atas dadanya yang terasa sesak dan sakit. Bahkan bernafas pun sangat sakit, menghembuskan nafas pun seakan menarik semua urat di tubuhnya.

"Mas, Papa mu jahat sekali. Padahal aku tidak berharap di cintai lagi, di cintai oleh mu sudah cukup bagi ku."

"Aku takut Mas," lirihnya.

"Aku mohon temani setiap langkah ku, Mas. Aku ingin pergi, tapi aku tidak tau harus kemana? sedangkan pikiran ku tidak ingin menjadi pengecut. Aku ingin pergi, tapi aku tidak ingin jadi pengecut."

"Kau selalu mengajarkan ku arti keberanian, 'Jangan pergi, tapi Hadapilah' aku butuh kamu, Azzam."

Hasna memejamkan kedua matanya. Karena lelah menangis dia pun tertidur pulas tanpa selimut yang membungkus tubuhnya.

Krek

Serkan membuka pintu kamar Hasna dengan pelan dan melangkah dengan hati-hati. Hatinya yang gelisah pun tak bisa tidur dan akhirnya memutuskan untuk menemui Hasna dengan harapan Hasna belum tidur dan mau menemaninya.

"Dia sudah tidur," ucap Serkan dengan pelan. Kedua ekor matanya menatap selimut yang menutupi kedua kaki Hasna. Tangan kekar pun menarik selimut tipis itu sampai ke atas perut Hasna. Kedua matanya tertuju pada sebuah figura yang terbalik.

Dengan hati-hati Serkan melepaskan figur itu dari tangan Hasna. Dia menatap figura itu yang terdapat foto Azzam dengan memakai hoodie dan memakai topi. Sedangkan kedua tangannya di selipkan ke saku hoodie berwarna biru itu.

"Azzam,"

"Rupanya dia merindukan mu," Serkan memperhatikan wajah Hasna dengan lekat dan melihat kedua sudut matanya basah karena sisa air mata yang membasahinya.

"Aku tidak bisa mencintai, Om."

Dia teringat perkataan Hasna yang tampak memilukan di hatinya. Seakan ia tidak suka pada Hasna ketika membatasi dirinya. Hatinya bergerak ingin marah.

"Apa aku memang tidak bisa memasuki hati mu?"

Serkan duduk di tepi ranjang, kedua matanya terus tertuju pada Hasna. Seakan enggan untuk melihat ke arah lain.

"Tidak, kau memang harus mencintai Azzam." Perkataan yang berat seakan menghimpit hatinya. "Aku tidak boleh merebut hati mu dari Azzam."

Serkan langsung memalingkan wajahnya, ada ketidakrelaan di hatinya, ayah macam apa yang ingin merebut hati wanita dari putranya?

"Aku harus membatasi diriku dengan Hasna. Ya, aku tidak boleh melakukannya."

Serkan langsung beranjak dari ranjang itu. Dia pun kembali ke kamarnya dan mencoba memejamkan kedua matanya. Namun sayang, kedua matanya tidak bisa di pejamkan sampai terdengar Azan subuh. Hingga terdengar suara pintu sebelah.

Hasna berhenti di depan pintu kamar yang hanya tertutup gorden itu. Dia melangkah, ingin sekali membangunkan suaminya.

"Om,"

"Om,"

"Om,"

Suara tepukan tangannya ke tangan Serkan tidak bisa membuat kedua mata laki-laki itu terbuka. Hasna menyerah, dia menatap tubuh Serkan yang tampak gagah walaupun tidur pulas.

Dia pun menyelimuti tubuh Serkan yang ia ambil dari atas nakas, Serkan tidak menggunakannya dan hanya menaruhnya di atas nakas.

Setelah menyelimuti tubuh Suaminya, Hasna langsung ke kamar mandi mengambil wudhu' menjalankan sholat subuh dan membaca Al-Qur'an.

Suara merdu Hasna membuat Serkan ingin beranjak, hatinya seakan tenang dan nyaman. Sudah lama dia tidak merasakan ketenangan hati seperti ini.

Bagaikan terhipnotis, Serkan turun dari ranjangnya. Dia mendekati kamar Hasna, tepat berada di ambang pintu, sambil bersendekap dan menyandarkan tubuh ke sisi pintu.

"Dia cantik sekali."

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

semua yg terjadi dlm hidup bukan hanya sekedar kebetulan tp itu adalah takdir dr Allah... dan masalah hati.. sekuat apapun kita ingin mengingkari kata hati tp jika takdir berkehendak maka kita tetap tdk bisa mangkir.. jd Serkhan bersiaplah utk jatuh cinta dan buruknya.. malah jd bucin ke Hasna...

2024-04-03

2

Gina Savitri

Gina Savitri

Kayanya tuan serkan blm pernah jatuh cinta bahkan sama mama azzam atau alena
Sama hasna tuan serkan mulai merasakan yg namanya cinta 😁

2022-10-07

3

🌺aNNa baiTi khaRomaH🌺

🌺aNNa baiTi khaRomaH🌺

mencintai hasna pun juga gpp om..justru azzam tidak akan terima kalau om menyakiti hasna..

2022-10-06

0

lihat semua
Episodes
1 #Hati Yang Terlanjur Perih
2 #Di Usir
3 #Apartement
4 #Lahirkan Anak Untuk Ku
5 #Kekacauan Serkan
6 Ketakutan Alena
7 Ke rumah Hasna
8 Ingin Tidur
9 Di Layani
10 istri tak dirindukan
11 Pesona Hasna?
12 Cantik
13 Curhat Serkan
14 Tidak Bisa
15 Perhatian Hasna
16 Menyuapi
17 #Kedatangan Alena.
18 Bayangan Hasna
19 Mengusir
20 Pikiran Sia lan
21 Aku tau
22 Azzam
23 #Hati Pahit, Lidah Pun Pahit
24 Pelakor Ini
25 Kebingungan Perasaan
26 #Masa lalu Serkan
27 #masa lalu serkan 2
28 Kemarahan Alena
29 Kemarahan Alena 2
30 #Menemani Hasna
31 #Kehamilan Alena
32 #Salah Mendiagnosa
33 #Part 33
34 #Bujukan
35 Di Kala Om Se Mennggoda
36 #Ukuran Yang Sama
37 #Kecemburuan Alena
38 #part 38
39 #Pindah
40 #Part 40
41 #part 41
42 #Penolakan Serkan
43 #Pedih
44 # Rencana Alena.
45 #Rencana Alena dan Leon
46 #Bab 46
47 #Diabaikan
48 #Pembantu
49 #49 : Menegur
50 Mencurigai Alena.
51 #Merasa Di Bohongi
52 #Mengawasi
53 #bab 53
54 #bab 54
55 #bab 55
56 #bab 56
57 #bab 57
58 #bab 58
59 #bab 59
60 #bab 60
61 #bab 61
62 #bab 62
63 #63
64 #Anu Tidak Bisa Anu
65 #bab 65
66 #bab 66
67 #cinta sejuta
68 #bab 68
69 #paham!!
70 #Memungut Makanan
71 #Sebulan Kemudian
72 #Kepanikan Serkan
73 Amera Putri Abhizar Acnaf
74 #episode 1
75 #episode 2
Episodes

Updated 75 Episodes

1
#Hati Yang Terlanjur Perih
2
#Di Usir
3
#Apartement
4
#Lahirkan Anak Untuk Ku
5
#Kekacauan Serkan
6
Ketakutan Alena
7
Ke rumah Hasna
8
Ingin Tidur
9
Di Layani
10
istri tak dirindukan
11
Pesona Hasna?
12
Cantik
13
Curhat Serkan
14
Tidak Bisa
15
Perhatian Hasna
16
Menyuapi
17
#Kedatangan Alena.
18
Bayangan Hasna
19
Mengusir
20
Pikiran Sia lan
21
Aku tau
22
Azzam
23
#Hati Pahit, Lidah Pun Pahit
24
Pelakor Ini
25
Kebingungan Perasaan
26
#Masa lalu Serkan
27
#masa lalu serkan 2
28
Kemarahan Alena
29
Kemarahan Alena 2
30
#Menemani Hasna
31
#Kehamilan Alena
32
#Salah Mendiagnosa
33
#Part 33
34
#Bujukan
35
Di Kala Om Se Mennggoda
36
#Ukuran Yang Sama
37
#Kecemburuan Alena
38
#part 38
39
#Pindah
40
#Part 40
41
#part 41
42
#Penolakan Serkan
43
#Pedih
44
# Rencana Alena.
45
#Rencana Alena dan Leon
46
#Bab 46
47
#Diabaikan
48
#Pembantu
49
#49 : Menegur
50
Mencurigai Alena.
51
#Merasa Di Bohongi
52
#Mengawasi
53
#bab 53
54
#bab 54
55
#bab 55
56
#bab 56
57
#bab 57
58
#bab 58
59
#bab 59
60
#bab 60
61
#bab 61
62
#bab 62
63
#63
64
#Anu Tidak Bisa Anu
65
#bab 65
66
#bab 66
67
#cinta sejuta
68
#bab 68
69
#paham!!
70
#Memungut Makanan
71
#Sebulan Kemudian
72
#Kepanikan Serkan
73
Amera Putri Abhizar Acnaf
74
#episode 1
75
#episode 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!