#Apartement

Hasna turun dari mobil hitam itu, kemudian seorang pria setengah baya ikut turun. Dia mendorong sedikit kaca matanya ke atas hidungnya untuk membenarkan kaca matanya, pria yang memiliki sedikit uban itu menunduk seakan memberikan hormat.

"Anda sudah sampai Nyonya," ucapnya tersenyum. Pria yang bernama Pak Aren itu yang kini menjadi ketua pelayan di rumah Serkan dan sudah berpuluh-puluh tahun itu kenal betul dengan sifat Serkan. Didikan keras yang Serkan rasakan membuatnya berhati keras. "Saya harap Nyonya bersabar," imbuhnya lagi.

"Terima kasih," ucap Hasna. Tidak banyak barang yang ia bawa, melainkan hanya beberapa pakaian saja.

"Saya harap anda bersabar." Pak Aren kembali menunduk dan lalu masuk mobil. Serkan sengaja menyuruhnya untuk mengantar Hasna karena tidak sudi mengantarnya.

***

Hasna memandang langit malam, kerlap kerlip bintang yang begitu indah, terasa hangat untuk sang bulan. Dia duduk di teras depan sambil menekuk kedua lututnya. Kilasan saat dirinya bersama Azzam kembali melintas, rasa manis yang pernah ia rasakan kini di ganti dengan rasa pahit. Sebuah rasa yang tak mungkin ada penawarnya.

Hati yang rapuh itu semakin rapuh, kedua bahunya bergetar, menangisi seseorang yang amat ia cintai setelah kedua orang tuanya meninggal. Azzam, pria itu selalu menghiburnya dan tidak pernah mengeluh, apapun yang ia inginkan, yang ia minta selalu di penuhi.

"Aku sangat merindukan mu,"

"Apa aku bisa menjalaninya? apa kau akan marah karena yang menjadi suami ku adalah ayah mu?"

Hasna menghapus air matanya, ia tidak tahan lagi dengan kerinduan di hatinya. Dia pun bergegas masuk ke dalam rumahnya, mengambil tas selempangnya, lalu mengunci kedua pintu. Ia tidak tahan lagi dengan kerinduan di hatinya.

Dia berlari melewati beberapa gundukan tanah, hingga sampailah dirinya di depan makam tunangannya, sekalipun banyak orang yang tidak mengetahui pertunangannya dengan Azzam, tapi ia bersyukur memiliki Azzam.

Duk

Hasna menjatuhkan tubuhnya tepat di samping Azam, sebuah batu nisan yang terukir nama Azzam.

"Aku merindukan mu,"

Tangannya gemetar mengusap batu nisan itu, sebuah foto kecil yang terletak di depan batu nisan itu.

"Kau pernah mengatakan kau ingin memiliki anak dengan ku, kau pernah mengatakan kita akan menua bersama, kau mengatakan akan membahagiakan ku sampai akhir, kau mengingkarinya."

Hasna mengambil foto itu, dia memeluk foto itu dengan erat dan dada yang begetar, yang begitu sesak seakan di himpit oleh batu tajam.

"Kau mengingkari semuanya Azzam,"

Dia menjatuhkan kepalanya di gundukan itu, meremas tanah yang masih basah itu. Hatinya sekarang tak berbentuk lagi, ia kehilangan semuanya, tentangnya. "Azzam .."

***

Sedangkan seorang pria berjas hitam, dia merapikan jas hitamnya dengan sebelah tangannya, sedangkan sebelahnya memegang sebuah dokumen.

Dia pun berjalan melewati beberapa Art yang sedang memotong rumput di halaman depan dan mengepel lantai di teras depan.

"Dimana Tuan?' tanya Andres, Asisten Serkan sekaligus yang menjadi kaki tangannya.

"Tuan berada di ruang kerjanya," ucap Pak Aren. Kebetulan sekali dia berpapasan dengan Andreas saat sedang mengecek para Art yang membersihkan ruang tamu. Setiap pagi sebagai seorang ketua pelayan, dia harus mengecek para pekerja ruang utama, lantai yang harus kinclong dan tidak boleh berdebu sedikit pun.

Andres berlalu, dia pun mengetuk pintu ruang kerja Serkan.

"Masuk!" teriak Serkan.

Andres membuka pintu kaca itu, lalu berbelok kanan dan ada sebuah dinding yang menjadi pembatas pintu kaca dan dinding kaca. Serkan mendesain sendiri ruang kerjanya, separuhnya ruang untuk keluarga.

"Tuan saya membawa laporan baru," pria berhidung mancung itu melaporkan sesuatu sesuai penyelidikannya.

"Tuan muda Azzam telah membeli sebuah Apartement untuk nona Hasna dan Hasna pun sudah tahu memegang paswordnya, tapi sampai sekarang nona Hasna belum menginjakkan kakinya ke Apartement itu."

"Apartement? apa Azzam sudah gila? entah apa yang di pakai wanita miskin itu sampai Azzam segila itu padanya?"

"Awasi Hasna, laporkan setiap saat aktivitasnya pada ku."

"Baik Tuan,"

Terpopuler

Comments

Ratna Dadank

Ratna Dadank

nanti bucinnn serkann

2022-10-21

1

Masyitah Ellysa

Masyitah Ellysa

next yaa author 😘ceritanya best 👍

2022-09-24

0

Sekar Rasi Karimah

Sekar Rasi Karimah

Lanjut thor

2022-09-23

0

lihat semua
Episodes
1 #Hati Yang Terlanjur Perih
2 #Di Usir
3 #Apartement
4 #Lahirkan Anak Untuk Ku
5 #Kekacauan Serkan
6 Ketakutan Alena
7 Ke rumah Hasna
8 Ingin Tidur
9 Di Layani
10 istri tak dirindukan
11 Pesona Hasna?
12 Cantik
13 Curhat Serkan
14 Tidak Bisa
15 Perhatian Hasna
16 Menyuapi
17 #Kedatangan Alena.
18 Bayangan Hasna
19 Mengusir
20 Pikiran Sia lan
21 Aku tau
22 Azzam
23 #Hati Pahit, Lidah Pun Pahit
24 Pelakor Ini
25 Kebingungan Perasaan
26 #Masa lalu Serkan
27 #masa lalu serkan 2
28 Kemarahan Alena
29 Kemarahan Alena 2
30 #Menemani Hasna
31 #Kehamilan Alena
32 #Salah Mendiagnosa
33 #Part 33
34 #Bujukan
35 Di Kala Om Se Mennggoda
36 #Ukuran Yang Sama
37 #Kecemburuan Alena
38 #part 38
39 #Pindah
40 #Part 40
41 #part 41
42 #Penolakan Serkan
43 #Pedih
44 # Rencana Alena.
45 #Rencana Alena dan Leon
46 #Bab 46
47 #Diabaikan
48 #Pembantu
49 #49 : Menegur
50 Mencurigai Alena.
51 #Merasa Di Bohongi
52 #Mengawasi
53 #bab 53
54 #bab 54
55 #bab 55
56 #bab 56
57 #bab 57
58 #bab 58
59 #bab 59
60 #bab 60
61 #bab 61
62 #bab 62
63 #63
64 #Anu Tidak Bisa Anu
65 #bab 65
66 #bab 66
67 #cinta sejuta
68 #bab 68
69 #paham!!
70 #Memungut Makanan
71 #Sebulan Kemudian
72 #Kepanikan Serkan
73 Amera Putri Abhizar Acnaf
74 #episode 1
75 #episode 2
Episodes

Updated 75 Episodes

1
#Hati Yang Terlanjur Perih
2
#Di Usir
3
#Apartement
4
#Lahirkan Anak Untuk Ku
5
#Kekacauan Serkan
6
Ketakutan Alena
7
Ke rumah Hasna
8
Ingin Tidur
9
Di Layani
10
istri tak dirindukan
11
Pesona Hasna?
12
Cantik
13
Curhat Serkan
14
Tidak Bisa
15
Perhatian Hasna
16
Menyuapi
17
#Kedatangan Alena.
18
Bayangan Hasna
19
Mengusir
20
Pikiran Sia lan
21
Aku tau
22
Azzam
23
#Hati Pahit, Lidah Pun Pahit
24
Pelakor Ini
25
Kebingungan Perasaan
26
#Masa lalu Serkan
27
#masa lalu serkan 2
28
Kemarahan Alena
29
Kemarahan Alena 2
30
#Menemani Hasna
31
#Kehamilan Alena
32
#Salah Mendiagnosa
33
#Part 33
34
#Bujukan
35
Di Kala Om Se Mennggoda
36
#Ukuran Yang Sama
37
#Kecemburuan Alena
38
#part 38
39
#Pindah
40
#Part 40
41
#part 41
42
#Penolakan Serkan
43
#Pedih
44
# Rencana Alena.
45
#Rencana Alena dan Leon
46
#Bab 46
47
#Diabaikan
48
#Pembantu
49
#49 : Menegur
50
Mencurigai Alena.
51
#Merasa Di Bohongi
52
#Mengawasi
53
#bab 53
54
#bab 54
55
#bab 55
56
#bab 56
57
#bab 57
58
#bab 58
59
#bab 59
60
#bab 60
61
#bab 61
62
#bab 62
63
#63
64
#Anu Tidak Bisa Anu
65
#bab 65
66
#bab 66
67
#cinta sejuta
68
#bab 68
69
#paham!!
70
#Memungut Makanan
71
#Sebulan Kemudian
72
#Kepanikan Serkan
73
Amera Putri Abhizar Acnaf
74
#episode 1
75
#episode 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!