Ingin Tidur

Serkan memandang aneh makanan di depannya, meskipun air liurnya seakan ingin menetas, tapi ia seumur hidupnya tidak pernah makan hidangan aneh di depannya, katanya 'nasi goreng' tidak sehat.

Apa tuan akan memakannya? batin Andreas meringis. Dia pun juga tidak pernah memakan hidangan aneh itu, walaupun dia mengikuti jejak sang tuan ke Indonesia yang telah menjadi salah satu menu favorite di Indonesia.

"Tuan biar saya ..."

Serkan memberi kode lewat tangannya dan Andreas langsung bungkam. Namun hatinya tetap meringis, akankah sang bos memakannya?

"Oh maaf, orang kaya seperti kalian tidak akan memakan masakan aneh seperti ini, di sini tidak ada roti, jadi aku membuat sarapan seadaanya saja." Ucap Hasna. Dia mengerti kalau kedua pria itu sangat menjaga pola makan.

Tanpa mendengarkan Hasna lagi, berkutat dengan pikiran dan batinnya, Serkan mengambil sendok di piring itu, menyendok nasi piring itu, lalu menyuapi ke dalam mulutnya.

Kedua mata seakan mengikuti kunyahan mulutnya, dia mengangguk, baru pertama kalinya dia memakan masakan aneh, tapi menurutnya luar biasanya sangat enak. Dia pun kembali menyendok makanan itu, lalu masuk ke dalam mulutnya.

Apa masakan itu seenak itu? aku jadi ingin batin Andreas yang melihat sang bos makan begitu lahapnya.

"Andreas, kau juga ingin?" tanya Hasna. Dia lupa tidak menawarkannya pada Andreas.

Sebelum Andreas menjawab perkataan Hasna, Serkan mendahuluinya.

"Dia sudah sarapan?"

Hasna saling menatap kedua pria itu. Namun baginya, entah Andreas sudah makan atau tidak, tetap saja harus di tawari makan.

"Kalau kau mau makan, masih banyak." Ucap Hasna kembali.

"Aku sudah bilang, dia sudah sarapan." Dengus Serkan, hatinya susah berbagi untuk Andreas. Entahlah, dia tidak ingin berbagi.

"Tidak boleh seperti itu Om, kita harus menawarinya. Siapa tahu Andreas ingin dan kita tidak boleh mengabaikan keinginannya."

"Duduklah, aku akan mengambilkan sepiring lagi untuk mu."

Semenjak kapan tuan Bos berdebat masalah makanan? Ayam jantan masih berkokok kan?

"Tidak perlu, saya sudah sarapan." Andreas tidak ingin menjadi amukan masa Serkan, dia tahu betul pria itu akan membalasnya seperti apa.

"Aku mau lagi," ucap Serkan sambil menyodorkan piring yang telah habis. Hasna tersenyum, wajah suaminya membuatnya gemas. Seperti seorang anak yang harus di turuti, kalau tidak, akan mengamuk.

Hasna mengambil piring itu, lalu mengambilnya lagi dan menyerahkan pada Serkan.

Pria itu pun kembali memakannya dengan lahap dan membuat Andreas lagi-lagi tidak percaya apa yang ia lihat.

Ini bukan Jin kan? tapi bos ku kan?

Serkan merasa puas, perutnya kenyang dan kali ini ia ingin tidur. Rasanya sangat enak kalau sudah kenyang pas tidur.

"Aku ingin tidur," gumam Serkan.

Seketika kedua mata Andreas membulat, dia kembali tidak di buat percaya dengan orang di depannya.

Hasna bimbang, kalau dia menyuruh suaminya tidur dan menginap di rumahnya, lalu bagaimana dia bisa berjualan?

"Apa Om ingin tidur di sini?" tawar Hasna dengan hati-hati.

"Aku sudah mengantuk," ucap Serkan. Dia menguap, tapi memang benar kalau matanya terasa berat.

"Ya sudah, tunggu dulu."

Hasna bergegas membersihkan ranjang kecil dengan sapu lidi, membenarkan posisi bantalnya.

"Tuan, biar saya antar ke hotel terdekat." Tawar Andreas. Dia tidak yakin kalau Serkan akan tidur di rumah sempit ini.

"Om sudah selesai, ayo." Ajak Hasna.

Serkan menurut saja, hatinya menginginkannya. Dia pun masuk ke salah satu kamar itu dan menatap sekelilingnya. Kamar yang hanya muat satu ranjang kecil dan satu lemari plastik.

"Maaf tidak seperti di rumah Om, tapi kalau Om tidak mau tidur di sini tidak apa-apa," ucap Hasna. Karena ia tidak merasa yakin kalau tuan kaya di depannya mau tidur di kasur keras.

"Hem,"

Serkan mendaratkan bokongnya ke atas ranjang. Tidak buruk, walaupun sempit dan tidak panjang, tapi hatinya menikmati.

Dia pun membaringkan tubuhnya dengan berselonjor, tapi sayangnya kakinya melewati ranjang pendek di depannya.

Dia menekuk kedua kakinya, lalu menghadap ke samping membelakangi Hasna. Walaupun kasur itu keras di tubuhnya, tapi hati kecilnya menikmatinya.

"Om," sapa Hasna.

Serkan beranjak dan menatap Hasna.

"Apa nyaman? boleh Hasna membuka dasi di leher Om supaya nyaman untuk tidur, sekaligus sepatunya?"

"Ya sudah,"

Hasna mendekat, dengan dada yang berdebar-debar tak karuan dan gugup, dia membuka dasi yang mengerat di kerah leher suaminya.

Serkan memandang wajah Hasna di ikuti debaran jantungnya, ia mengamati setiap inci wajahnya. Alis hitam dan tidak terlalu tebal, bulu mata yang lebat dan melengkung ke atas dan mata yang bulat, hidung mancung dan jangan lupakan bibirnya yang sangat ****.

Glek

Seketika Serkan ambyar, dia bahkan menginginkan bibir itu. Ia pun menggeleng dengan cepat.

"Ada apa Om? apa Om merasa pusing?" tanya Hasna lagi. Serkan langsung menjauh, kebetulan ikatan dasinya sudah terlepas, tinggal hasna membuka dasi di kerahnya saja.

"Tidak!" gugup Serkan. Seumur hidupnya ia tidak pernah segugup ini.

"Ya sudah,"

Hasna membuka satu per satu sepatu di kaki suaminya, lalu kaos hitam yang menutupi kedua kakinya.

"Sudah, Om sekarang boleh tidur, tapi maaf, Hasna harus keluar manjajakan gorengan Hasna."

"Biar Andreas saja yang menemani Om,"

"Siapa juga yang mau di temani oleh mu?" Serkan membaringkan tubuhnya, dua menekuk kedua kakinya dan kembali ke posisi miring menghadap ke tembok, membelakangi Hasna.

Hasna yang masih berdiri pun memegangi dadanya yang berdebar, dia menarik nafasnya lalu menghembuskannya.

Terpopuler

Comments

Endang Sulistia

Endang Sulistia

sinom malu malu meong

2025-03-21

0

Rosidah Ros

Rosidah Ros

om nanti bucinnn

2023-02-02

2

Awwalun

Awwalun

semoga andreas ga beranggapan tu nasi goreng dikasih obat tidur 🤣🤣

2022-12-11

1

lihat semua
Episodes
1 #Hati Yang Terlanjur Perih
2 #Di Usir
3 #Apartement
4 #Lahirkan Anak Untuk Ku
5 #Kekacauan Serkan
6 Ketakutan Alena
7 Ke rumah Hasna
8 Ingin Tidur
9 Di Layani
10 istri tak dirindukan
11 Pesona Hasna?
12 Cantik
13 Curhat Serkan
14 Tidak Bisa
15 Perhatian Hasna
16 Menyuapi
17 #Kedatangan Alena.
18 Bayangan Hasna
19 Mengusir
20 Pikiran Sia lan
21 Aku tau
22 Azzam
23 #Hati Pahit, Lidah Pun Pahit
24 Pelakor Ini
25 Kebingungan Perasaan
26 #Masa lalu Serkan
27 #masa lalu serkan 2
28 Kemarahan Alena
29 Kemarahan Alena 2
30 #Menemani Hasna
31 #Kehamilan Alena
32 #Salah Mendiagnosa
33 #Part 33
34 #Bujukan
35 Di Kala Om Se Mennggoda
36 #Ukuran Yang Sama
37 #Kecemburuan Alena
38 #part 38
39 #Pindah
40 #Part 40
41 #part 41
42 #Penolakan Serkan
43 #Pedih
44 # Rencana Alena.
45 #Rencana Alena dan Leon
46 #Bab 46
47 #Diabaikan
48 #Pembantu
49 #49 : Menegur
50 Mencurigai Alena.
51 #Merasa Di Bohongi
52 #Mengawasi
53 #bab 53
54 #bab 54
55 #bab 55
56 #bab 56
57 #bab 57
58 #bab 58
59 #bab 59
60 #bab 60
61 #bab 61
62 #bab 62
63 #63
64 #Anu Tidak Bisa Anu
65 #bab 65
66 #bab 66
67 #cinta sejuta
68 #bab 68
69 #paham!!
70 #Memungut Makanan
71 #Sebulan Kemudian
72 #Kepanikan Serkan
73 Amera Putri Abhizar Acnaf
74 #episode 1
75 #episode 2
Episodes

Updated 75 Episodes

1
#Hati Yang Terlanjur Perih
2
#Di Usir
3
#Apartement
4
#Lahirkan Anak Untuk Ku
5
#Kekacauan Serkan
6
Ketakutan Alena
7
Ke rumah Hasna
8
Ingin Tidur
9
Di Layani
10
istri tak dirindukan
11
Pesona Hasna?
12
Cantik
13
Curhat Serkan
14
Tidak Bisa
15
Perhatian Hasna
16
Menyuapi
17
#Kedatangan Alena.
18
Bayangan Hasna
19
Mengusir
20
Pikiran Sia lan
21
Aku tau
22
Azzam
23
#Hati Pahit, Lidah Pun Pahit
24
Pelakor Ini
25
Kebingungan Perasaan
26
#Masa lalu Serkan
27
#masa lalu serkan 2
28
Kemarahan Alena
29
Kemarahan Alena 2
30
#Menemani Hasna
31
#Kehamilan Alena
32
#Salah Mendiagnosa
33
#Part 33
34
#Bujukan
35
Di Kala Om Se Mennggoda
36
#Ukuran Yang Sama
37
#Kecemburuan Alena
38
#part 38
39
#Pindah
40
#Part 40
41
#part 41
42
#Penolakan Serkan
43
#Pedih
44
# Rencana Alena.
45
#Rencana Alena dan Leon
46
#Bab 46
47
#Diabaikan
48
#Pembantu
49
#49 : Menegur
50
Mencurigai Alena.
51
#Merasa Di Bohongi
52
#Mengawasi
53
#bab 53
54
#bab 54
55
#bab 55
56
#bab 56
57
#bab 57
58
#bab 58
59
#bab 59
60
#bab 60
61
#bab 61
62
#bab 62
63
#63
64
#Anu Tidak Bisa Anu
65
#bab 65
66
#bab 66
67
#cinta sejuta
68
#bab 68
69
#paham!!
70
#Memungut Makanan
71
#Sebulan Kemudian
72
#Kepanikan Serkan
73
Amera Putri Abhizar Acnaf
74
#episode 1
75
#episode 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!