Bayangan Hasna

"Kenapa Tante harus mengancam saya?" tanya Hasna dengan bahasa formal. Kenapa dirinya yang harus di salahkan? kenapa bukan orang yang membuatnya menderita. "Seharusnya Tante menjaga suami Tante dengan baik."

Kedua wanita itu melotot, wanita yang di kira diam saja, kali ini angkat bicara dengan suara tegas.

"Tante harus bisa menjaga suami Tante sendiri, bukan salah ku yang menikahi Serkan. Tapi dia sendiri yang ingin balas dendam." Imbuhnya lagi, hatinya sudah lelah di salahkan terus menerus.

Alena langsung mengambil jus jeruk yang berada di depannya, lalu menyiramkannya ke atas kepala Hasna.

Hasna tersenyum miris. Tetapi ia tetap tidak melawan. Dia menghapus sisa air jeruk di wajahnya, separuh pakaian bagian atasnya basah.

"Kamu pikir siapa Hasna? salahkan dirimu yang pembawa sial, makanya Azzam meninggal."

"Perempuan seperti mu seharusnya sadar diri, seorang babu tidak akan menjadi seorang cinderella." Ucap Anita. Emosinya juga tersulut, siapa yang mau dengan wanita di depannya yang terlihat kuno.

"Tapi Cinderella yang menjadi seorang pelayan di angkat menjadi Cinderella. Jangan pernah merendahkan seorang wanita yang tidak setara dengan wanita kaya, yang kaya bisa saja prianya berpaling."

Alena berdiri sambil mengebrak meja, sontak semua pengunjung langsung melihat ke arah mereka.

"Kita pergi saja Al, percuma berbicara dengan wanita dungu seperti dia." Ucap Anita.

"Ingat, kalau sampai aku melihat mu menggoda Serkan, kau akan tahu apa akibatnya." Ancam Alena. Dia pun pergi bersama Anita.

Di titik lain, di sebuah ruangan. Di depannya terdapat beberapa dokumen yang harus dia tanda tangani. Seorang pria tengah mengelus bekas cipratan minyak di lengan kanannya. Dia tersenyum mengingat drama dapur yang sempat ia lalui dengan seorang wanita yang kini menjadi istrinya.

Dia tampak berpikir, mengingat wajan yang sudah hitam, ia ingin membelikan beberapa perabotan dapur untuk Hasna agar lebih meringankannya.

"Andreas, kamu ke ruangan ku sekarang," ucap Serkan.

Dalam hitungan detik, tampak seorang pria berjas hitam menghampiri Serkan.

"Iya Tuan,"

"Aku ingin kau membeli perabotan rumah tangga dengan kualitas yang baik lalu kirim ke rumah Hasna," ucap Serkan.

Andreas tidak langsung mengiyakan atau mengangguk, justru dia lagi di buat terkejut oleh seorang Serkan yang tidak pernah memperhatikan peralatan dapur. Kini harus turun tangan sendiri.

"Tuan yakin?"

"Aku tidak suka mengulang perkataan ku dua kali kan?"

Andreas menunduk dengan hormat. "Saya akan melakukan sesuai perintah Tuan," ucapnya.

"Apa Tuan ingin pulang dulu atau saya yang harus menjemput pakaian tuan?" tanya Andreas. Besok pagi ia harus berangkat ke turki bersama Serkan karena ada masalah dengan perusahaan di sana.

Serkan tampak berpikir, dari kemarin dia tidak menghubungi Alena. Mungkin istrinya sudah pulang.

"Baiklah, aku akan pulang," ucap Serkan.

***

Serkan sampai di rumahnya tepat jam 07.00 malam. Dia keluar dari mobilnya dengan harapan Alena sudah berada di rumahnya.

"Abhi,"

Alena berhambur memeluk Serkan, dia tidak mau kehilangan pria perkasanya itu. Semenjak pertengkaran itu dia selalu memikirkan Serkan dan perkataan Hasna yang selalu terngiang di benaknya.

"Maafkan aku." lirih Alena. Dia melepaskan pelukannya, berjinjit sedikit dan mengecup singkat bibir Serkan.

"Kau mencintai mu,"

Serkan pun menarik dagu Alena, membalas ciuman singkat istrinya dan mengecup keningnya. "Maafkan aku juga,"

Kamu harus baik-baik pada Serkan. Jangan sampai kau memberi waktu Serkan bersama Hasna.

"Ini bukan salah mu, aku saja yang terlalu sensitif. Ayo masuk," Alena membisikkan sesuatu. Dia ingin memanjakan Serkan malam ini, tentu saja Serkan mau. Siapa laki-laki yang tidak mau dengan godaan istrinya.

Akhirnya malam panjang itu di penuhi dengan ungkapan cinta keduanya, di penuhi keringat di tubuh keduanya dan saling mengeluarkan suara merdu. Alena ambruk di samping Serkan, sedangkan pria itu belum memejamkan kedua matanya, selama berhubungan dengan Alena. Justru wajah Hasnalah yang keluar, dia justru memimpikan Hasna berada di bawah tubuhnya.

Dia bangkit, mengambil boxernya di lantai, lalu mengambil piyamanya. Dia keluar dari kamarnya menuju sebuah ruangan, kama tidur Azzam. Di kamar inilah dia bisa melihat Hasna dan Azzam, entah mengapa sekarang ia merasa ingin selalu di dekat Hasna.

"Sedang apa dia?"

"Apa aku hubungin saja? tapi aku mau menanyakan apa?"

"Oh iya, tanyakan saja perabotan dapur itu." Serkan merasa senang, namun senyumannya langsung pudar karena tidak memiliki nomor ponsel Hasna.

"Ya sudahlah, dini hari nanti aku mau kerumahnya." Ucap Serkan, dia berniat jam 02.00 akan ke rumah Hasna dan berangkat ke Turki dari rumahnya.

"Apa dia akan mengucapkan terimakasih pada ku?" Serkan membayangkan wajah Hasna yang tersenyum manis padanya.

Terpopuler

Comments

Sugi Yanto

Sugi Yanto

Serkam serkam jual mahal...

2025-03-24

0

Cinta Suci

Cinta Suci

gk apa2 pnya 2istri adal adil

2023-04-05

0

kak pii

kak pii

sebagai seorang wanita kenapa aq baca ini ngak adil deh enak enak di om se 🤨🤨coblos sini carper sini yg tersiksa ujung ujungnya yg lemah dan tak berdaya...semoga hasna dapat jodoh yg lebih baik...

2022-10-09

4

lihat semua
Episodes
1 #Hati Yang Terlanjur Perih
2 #Di Usir
3 #Apartement
4 #Lahirkan Anak Untuk Ku
5 #Kekacauan Serkan
6 Ketakutan Alena
7 Ke rumah Hasna
8 Ingin Tidur
9 Di Layani
10 istri tak dirindukan
11 Pesona Hasna?
12 Cantik
13 Curhat Serkan
14 Tidak Bisa
15 Perhatian Hasna
16 Menyuapi
17 #Kedatangan Alena.
18 Bayangan Hasna
19 Mengusir
20 Pikiran Sia lan
21 Aku tau
22 Azzam
23 #Hati Pahit, Lidah Pun Pahit
24 Pelakor Ini
25 Kebingungan Perasaan
26 #Masa lalu Serkan
27 #masa lalu serkan 2
28 Kemarahan Alena
29 Kemarahan Alena 2
30 #Menemani Hasna
31 #Kehamilan Alena
32 #Salah Mendiagnosa
33 #Part 33
34 #Bujukan
35 Di Kala Om Se Mennggoda
36 #Ukuran Yang Sama
37 #Kecemburuan Alena
38 #part 38
39 #Pindah
40 #Part 40
41 #part 41
42 #Penolakan Serkan
43 #Pedih
44 # Rencana Alena.
45 #Rencana Alena dan Leon
46 #Bab 46
47 #Diabaikan
48 #Pembantu
49 #49 : Menegur
50 Mencurigai Alena.
51 #Merasa Di Bohongi
52 #Mengawasi
53 #bab 53
54 #bab 54
55 #bab 55
56 #bab 56
57 #bab 57
58 #bab 58
59 #bab 59
60 #bab 60
61 #bab 61
62 #bab 62
63 #63
64 #Anu Tidak Bisa Anu
65 #bab 65
66 #bab 66
67 #cinta sejuta
68 #bab 68
69 #paham!!
70 #Memungut Makanan
71 #Sebulan Kemudian
72 #Kepanikan Serkan
73 Amera Putri Abhizar Acnaf
74 #episode 1
75 #episode 2
Episodes

Updated 75 Episodes

1
#Hati Yang Terlanjur Perih
2
#Di Usir
3
#Apartement
4
#Lahirkan Anak Untuk Ku
5
#Kekacauan Serkan
6
Ketakutan Alena
7
Ke rumah Hasna
8
Ingin Tidur
9
Di Layani
10
istri tak dirindukan
11
Pesona Hasna?
12
Cantik
13
Curhat Serkan
14
Tidak Bisa
15
Perhatian Hasna
16
Menyuapi
17
#Kedatangan Alena.
18
Bayangan Hasna
19
Mengusir
20
Pikiran Sia lan
21
Aku tau
22
Azzam
23
#Hati Pahit, Lidah Pun Pahit
24
Pelakor Ini
25
Kebingungan Perasaan
26
#Masa lalu Serkan
27
#masa lalu serkan 2
28
Kemarahan Alena
29
Kemarahan Alena 2
30
#Menemani Hasna
31
#Kehamilan Alena
32
#Salah Mendiagnosa
33
#Part 33
34
#Bujukan
35
Di Kala Om Se Mennggoda
36
#Ukuran Yang Sama
37
#Kecemburuan Alena
38
#part 38
39
#Pindah
40
#Part 40
41
#part 41
42
#Penolakan Serkan
43
#Pedih
44
# Rencana Alena.
45
#Rencana Alena dan Leon
46
#Bab 46
47
#Diabaikan
48
#Pembantu
49
#49 : Menegur
50
Mencurigai Alena.
51
#Merasa Di Bohongi
52
#Mengawasi
53
#bab 53
54
#bab 54
55
#bab 55
56
#bab 56
57
#bab 57
58
#bab 58
59
#bab 59
60
#bab 60
61
#bab 61
62
#bab 62
63
#63
64
#Anu Tidak Bisa Anu
65
#bab 65
66
#bab 66
67
#cinta sejuta
68
#bab 68
69
#paham!!
70
#Memungut Makanan
71
#Sebulan Kemudian
72
#Kepanikan Serkan
73
Amera Putri Abhizar Acnaf
74
#episode 1
75
#episode 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!