Pesona Hasna?

"Jadi sekarang mau mu apa Hasna?" tanya Eli. Ia sungguh kasihan pada sahabatnya. Ia tidak yakin kalau Hasna akan bahagia, mengingat cerita Hasna, Papa mertuanya yang menentang keras hubungan mereka.

Tapi melihat kesungguhan Azzam, ia pikir Hasna akan bahagia. Tetapi takdir berkata lain, yang dulunya ayah mertua kini harus menjadi suaminya.

"Aku tidak tahu El, aku hanya mencoba menjalaninya saja. Aku tidak memikirkan ini berat atau ringan, yang jelas aku menjalankan saja."

Eli menghembuskan nafasnya dengan kasar. "Bagaimana dengan mama mertua mu? apa dia?"

"Entahlah, aku bingung El."

"Kalau melihat sudut pandang ku, tuan Serkan tidak ingin kamu bahagia. Coba kamu pikirkan," ujar Hasna. Hari ini dalam hatinya paling dalam, ia mengutuk Serkan, ayah mertua dari sahabatnya.

Hasna menghapus kedua air matanya, ia mencoba tersenyum meskipun hatinya tercabik-cabik. "Sama seperti sebelumnya."

Eli menambahkan sebuah nama yang ia kutuk dalam hatinya. Ia tidak habis pikir dengan jalan orang kaya, selalu menganggap orang miskin dengan mata memicing.

"Aku ingin kuliah, aku ingin menabung," ujarnya. Meskipun terlambat, tapi dalam menuntut ilmu, tidak ada keterlambatan.

"Aku bantu kamu menabung Has, maaf ya. Kamu tau sendiri kan diriku, aku harus menafkahi ibu dan adik ku."

"Aku paham Eli, kamu pasti fokus pada mereka," ucap Hasna. Bahkan Eli sama seperti dirinya, yang rela bekerja, tapi bedanya ia bekerja untuk dirinya sendiri.

"Ya, begitulah. Terus rencana mu apa kali ini?"

"Aku tadi jualan kue dan berniat membuka warung kecil,"

"Aku setuju Hasna. Aku selalu mendukung mu."

***

Semilir angin menggelitiki leher seorang pria yang bertubuh kekar itu. Kedua tangannya menggenggam pembatas balkon sambil menikmati dinginnya angin malam. Dia tersenyum tipis, bahkan sangat tipis sampai orang tidak akan menyadarinya kalau dia tersenyum.

Dia jadi teringat tadi pagi, niat awal ingin ke kantor. Tetapi menyuruh Andreas membelokkan mobilnya dan berakhir di rumah istri keduanya. Dia jadi teringat pada putra semata wayangnya itu.

Flasback

"Azzam, apa yang kau bawa?" tanya Serkan, dia menaruh ponsel di sakunya.

"Oh ini, bekal dari Hasna Dad." Jawabnya tersenyum lebar.

Serkan tertawa sinis. "Kau yakin itu makanan bukan racun? Az, kau ini keluarga terpandang, apa koki di rumah ini tidak melayani mu dengan baik. Ayolah, jangan makan masakan murahan seperti itu," ucap Serkan meringis. Ia bergidik ngeri membayangkan makanan yang tak sehat itu.

Azzam, pria itu dengan sabar mengatakan kalau setiap makanan itu sehat sesudah di cuci dengan bersih.

"Dad, masakan Hasna itu sangat enak, aku yakin kalau Daddy mencicipi pasti Daddy ketagihan."

"Aku tidak sudi, masakan orang miskin pasti tidak enak dan tidak baik untuk tubuh." Serkan langsung bergegas pergi. Dia lelah mendidik Azzam yang tidak patuh padanya, di jodohkan dengan orang kaya, cantik, baik, lembut, tetapi memilih Hasna, wanita miskin dan kotor.

Flasback Off.

Serka mengambil sebatang rokok di sampingnya, di atas meja itu. Dia mengapit sebatang rokok itu ke dalam mulutnya, hingga terllihat sebuah asap keluar dari mulutnya.

Sekali lagi dia menghisap rokok itu dan kembalilah asap keluar dari mulutnya. Dia menatap ke arah langit, bayangan wajah Hasna langsung keluar dan tersenyum.

Dia pun menaruh batang rokok yang terhisap separuh itu, menaruhnya ke asbak kecil, dan bergegas menuju kamar Azzam.

Serkan membuka pintu kamar Azzam. Aroma parfum putranya langsung menyeruak memasuki indra penciumannya. Dia terus melangkah dan sampai di depan ranjang berukuran king size itu. Bayangannya ketika membangunkan Azzam dan putranya memeluk bantal guling.

Azzam bangun, ini sudah jam berapa kau tidak mau kuliah omelnya.

Bahkan setelah kenal Hasna, putranya tak lagi bangun kesiangan. Dia bersungguh-sungguh dalam mendalami ilmunya, cita-citanya sebagai Dokter.

"Dad, aku akan meneruskan kuliah ke Luar Negeri bersama Hasna?"

"What? kenapa kau mau membawa wanita itu? kau mau membuat malu Daddy? huh," dengusnya tak percaya.

Dia menatap marah pada putranya yang sedang makan itu.

"Aku akan menikah dengan Hasna dalam waktu dekat, ini keputusan ku, Daddy atau pun Tante gak bisa melarang." Tegas Azzam langsung bergegas pergi. Bahkan makanannya pun masih tinggal separuh*.

Serkan menghapus ari matanya yang hampir tumpah itu, ia sangat menyayangi Azzam melebihi dirinya sendiri. Dia kembali menyapu ruangan itu. Tidak ada sudut yang kosong, semua dinding di penuhi foto Hasna dan Azam putranya, ada juga foto Hasna yang sendirian sambil tersenyum.

'*Azzam, apa yang kau lakukan? kenapa banyak foto wanita murahan itu?'

'Dad, Hasna wanita baik, bukan wanita yang seperti Daddy pikirkan'

Serkan tidak terima, dia langsung membuang foto Hasna ke lantai dan membuat Azzam naik pitam.

"Apa maunya Daddy? hah! aku sudah tidak ikut campur urusan Daddy, bahkan Daddy menikah dengan tante Alena pun aku tidak ikut campur, Daddy bahkan tau aku tidak menyukai tante Alena, tapi aku pasrah karena memikirkan kebahagian Daddy, lalu sekarang Daddy menghalangi kebahagian ku."

Azzam mengambil foto Hasna di antara pecahan kaca itu. "Kalau Daddy menyayangi ku, seharusnya Daddy senang melihat ku bahagia."

"Hasna cinta pada harta mu, bukan pada mu."

"Terserah Daddy*!"

Serkan mengambil foto yang pernah ia banting ke lantai, foto Azzam dan Hasna. Keduanya tampak serasi, senyum bahagia menghiasi wajah keduanya.

Sebelah tangannya meraba wajah Hasna. Gadis itu memang cantik, menggunakan jilbab ungu dan gamis hitam dengan motif bunga-bunga.

"Kau berhasil menjerat putra ku, sebenarnya apa pesona mu sampai berhasil membuat putra ku tergila-gila pada mu."

Sejujurnya Serkan ingin menghapus jejak foto Hasna dan Azzam, tetapi dia teringat kembali pada Azzam.

Kalau Daddy membuang semua foto ku dan Hasna, berarti Daddy berhasil melukai ku.

Terpopuler

Comments

xixi

xixi

ahh jangan sedih²lah tor mewek nihh

2022-10-03

0

Masyitah Ellysa

Masyitah Ellysa

next yaa author 😘💓

2022-10-02

0

Nani kusmiati

Nani kusmiati

terima kasih sudah double up date hari ini 👍🏻👍🏻👍🏻

2022-10-02

0

lihat semua
Episodes
1 #Hati Yang Terlanjur Perih
2 #Di Usir
3 #Apartement
4 #Lahirkan Anak Untuk Ku
5 #Kekacauan Serkan
6 Ketakutan Alena
7 Ke rumah Hasna
8 Ingin Tidur
9 Di Layani
10 istri tak dirindukan
11 Pesona Hasna?
12 Cantik
13 Curhat Serkan
14 Tidak Bisa
15 Perhatian Hasna
16 Menyuapi
17 #Kedatangan Alena.
18 Bayangan Hasna
19 Mengusir
20 Pikiran Sia lan
21 Aku tau
22 Azzam
23 #Hati Pahit, Lidah Pun Pahit
24 Pelakor Ini
25 Kebingungan Perasaan
26 #Masa lalu Serkan
27 #masa lalu serkan 2
28 Kemarahan Alena
29 Kemarahan Alena 2
30 #Menemani Hasna
31 #Kehamilan Alena
32 #Salah Mendiagnosa
33 #Part 33
34 #Bujukan
35 Di Kala Om Se Mennggoda
36 #Ukuran Yang Sama
37 #Kecemburuan Alena
38 #part 38
39 #Pindah
40 #Part 40
41 #part 41
42 #Penolakan Serkan
43 #Pedih
44 # Rencana Alena.
45 #Rencana Alena dan Leon
46 #Bab 46
47 #Diabaikan
48 #Pembantu
49 #49 : Menegur
50 Mencurigai Alena.
51 #Merasa Di Bohongi
52 #Mengawasi
53 #bab 53
54 #bab 54
55 #bab 55
56 #bab 56
57 #bab 57
58 #bab 58
59 #bab 59
60 #bab 60
61 #bab 61
62 #bab 62
63 #63
64 #Anu Tidak Bisa Anu
65 #bab 65
66 #bab 66
67 #cinta sejuta
68 #bab 68
69 #paham!!
70 #Memungut Makanan
71 #Sebulan Kemudian
72 #Kepanikan Serkan
73 Amera Putri Abhizar Acnaf
74 #episode 1
75 #episode 2
Episodes

Updated 75 Episodes

1
#Hati Yang Terlanjur Perih
2
#Di Usir
3
#Apartement
4
#Lahirkan Anak Untuk Ku
5
#Kekacauan Serkan
6
Ketakutan Alena
7
Ke rumah Hasna
8
Ingin Tidur
9
Di Layani
10
istri tak dirindukan
11
Pesona Hasna?
12
Cantik
13
Curhat Serkan
14
Tidak Bisa
15
Perhatian Hasna
16
Menyuapi
17
#Kedatangan Alena.
18
Bayangan Hasna
19
Mengusir
20
Pikiran Sia lan
21
Aku tau
22
Azzam
23
#Hati Pahit, Lidah Pun Pahit
24
Pelakor Ini
25
Kebingungan Perasaan
26
#Masa lalu Serkan
27
#masa lalu serkan 2
28
Kemarahan Alena
29
Kemarahan Alena 2
30
#Menemani Hasna
31
#Kehamilan Alena
32
#Salah Mendiagnosa
33
#Part 33
34
#Bujukan
35
Di Kala Om Se Mennggoda
36
#Ukuran Yang Sama
37
#Kecemburuan Alena
38
#part 38
39
#Pindah
40
#Part 40
41
#part 41
42
#Penolakan Serkan
43
#Pedih
44
# Rencana Alena.
45
#Rencana Alena dan Leon
46
#Bab 46
47
#Diabaikan
48
#Pembantu
49
#49 : Menegur
50
Mencurigai Alena.
51
#Merasa Di Bohongi
52
#Mengawasi
53
#bab 53
54
#bab 54
55
#bab 55
56
#bab 56
57
#bab 57
58
#bab 58
59
#bab 59
60
#bab 60
61
#bab 61
62
#bab 62
63
#63
64
#Anu Tidak Bisa Anu
65
#bab 65
66
#bab 66
67
#cinta sejuta
68
#bab 68
69
#paham!!
70
#Memungut Makanan
71
#Sebulan Kemudian
72
#Kepanikan Serkan
73
Amera Putri Abhizar Acnaf
74
#episode 1
75
#episode 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!