#Kekacauan Serkan

Bibir Hasna terasa kelu, sadar pria di depannya meminta jawaban. Dia lekas menggeleng, mana bisa dia melakukannya pada mantan mertuanya.

"Kau istri ku, jadi sudah kewajiban mu." Sarkas Serkan, sebelah bibirnya terangkat, membentuk sebuah senyuman menyeringai, seolah mengatakan sesuatu.

"Kau bisa menolak ku, tapi kau tidak akan bisa mencegah ku." Serkan menengadahkan sebelah tangannya, Andreas pun paham. Dia merogoh sakunya dan menaruhnya satu bungkus rokok dan satu korek api.

Hasna tidak tahu kalau ayah mertuanya dulu pecandu rokok. Dia hanya menatap satu tangannya yang menggeser benda kecil dan api pun menyala. Kedua bibir Serkan mengapit sebatang rokok itu, kemudian asap mengepul dali mulutnya. Pria itu pun hembuskan ke wajah Hasna dan membuat wanita itu memejamkan kedua matanya.

Serkan berdecak pinggang, sedangkan satu tangannya menaruh rokoknya kembali masuk ke dalam mulutnya.

"Mimpilah untuk bebas, karena aku sudah tahu, kau tidak akan pernah bebas."

"Aku tidak mau, apa kata nanti kalau Azzam melihat semua ini."

"Hey!"

Bening melotot saat sebatang rokok yang terlihat mengepul itu di sodorkan ke bibirnya, hanya beberapa senti saja. Bibirnya pasti merasa panas.

"Jangan pernah mengeluarkan nama Azzam dari mulut mu,"

Hasna mengepalkan kedua tangannya. Kali ini dia memberanikan dirinya yang entah muncul dari mana keberanian itu."

"Azzam pasti sedih melihat anda seperti ini."

"Dia tidak akan membiarkan orang yang di cintai ... "

Serkan membuang kasar rokok yang masih mengepul dan tinggal separuh itu, satu langkah saja, dia sampai di depan sebuah rak kecil dan menghempaskan sebuah figura kecil.

Hasna semakin tergugu dalam tangisnya, hatinya begitu terluka. Ia tidak tahu seberapa benci mantan mertuanya padanya.

Serkan mengepalkan kedua tangannya, dadanya naik turun. Panasnya semakin menjalar ke semua sel di tubuhnya. "Sekali kau mengatakan nama Azzam, akan aku pastikan Apartement ini terbakar. Aku sudah berbaik hati pada mu wanita murahan, beruntung aku masih bernegoisasi pada mu. Sekarang pun aku tidak membutuhkan jawaban mu. Kau akan menjadi melahirkan penerus ku,"

Hasna menggeser pecahan demi pecahan yang menghalangi fotonya dengan Azzam.. Dia mengelus foto itu dan mendongak, lelah sekali hatinya. Ia tidak yakin beberapa hari ke depan, ia tidak bisa memulai hidupnya dengan tenang.

***

"Bawa dia, aku tidak ingin melihatnya."

Andreas mengangguk, dia menyeret Hasna yang sambil membawa foto dirinya dan Azzam. Wanita itu tak lagi meronta, karena ia tahu. Sebanyak apa pun mengeluarkan tenaga, dia akan tetap kalah.

Tak ada pembicaraan, Hasna menatap foto dirinya dan Azzam. Sedangkan Andreas melirik Hasna dari kaca dalam mobil.

Inilah yang ia tidak sukai, menikah akan membuatnya rumit dan ia tidak mau hidupnya bertambah rumit.

Andreas melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, beberapa kali dia melirik Hasna dan mengerutkan keningnya, wanita yang ia antar ternyata malah tidur sambil memegangi sebuah foto berada di atas dadanya.

***

"Azzam, sebesar ini kau mencintainya?"

Terbesit di pikirannya ingin memeriksa lantai kamar dua. Dia pun melangkahkan kedua kakinya ke lantai dua dengan menaiki anak tangga.

Krek

Serkan mengedarkan pandangannya, cukup luas dan nyaman. Ternyata putranya memberikan Apartement yang terbilang cukup mewah. Walk in Closet, satu meja rias, rak khusus buku, dinding dan di atas nakas yang terdapat foto Azzam dan Hasna. Sekaligus sebuah foto besar.

Serkan mengepalkan kedua tangannya, entah karena marah atau karena Hasna bersama dengan anaknya. Dia pun meraih foto yang berukuran besar itu dan membantingnya. "Aku muak melihat semua ini!"

"Tuan," sapa seseorang. Andreas menghubungi beberapa anak buahnya untuk menemani Serkan di Apartement Azzam.

"Kalian temani aku ke klub."

Serkan menghabiskan beberapa botol, namun tidak membuat pria itu ambruk. Bahkan kedua matanya masih terjaga mengingat wajah Hasna yang menyedihkan baginya.

"Kenapa rasanya ...." Serkan memegangi dadanya yang terasa nyilu. "Cih, hanya gadis murahan demi pria kaya."

"Tuan Nyonya Alena menghubungi saya,"

"Angkat saja, dan bilang kalau aku akan pulang larut malam."

"Baik Tuan,"

Terpopuler

Comments

Rhenii RA

Rhenii RA

“Kau akan menjadi melahirkan penerusku” kata2 yang dipakai banyak yang rancu

2024-11-24

0

Riana

Riana

mulai mulai.... 😘

2022-09-30

1

🍃yanni🍃

🍃yanni🍃

SERKAN !!! siap2 aja karna sebentar
lagi negara api akan menyerangmu, serkan! dgn jurus terakhir VIRUS KEBUCINAN😂👌mf nih ye peace ✌

#komen gabut 😥

2022-09-28

2

lihat semua
Episodes
1 #Hati Yang Terlanjur Perih
2 #Di Usir
3 #Apartement
4 #Lahirkan Anak Untuk Ku
5 #Kekacauan Serkan
6 Ketakutan Alena
7 Ke rumah Hasna
8 Ingin Tidur
9 Di Layani
10 istri tak dirindukan
11 Pesona Hasna?
12 Cantik
13 Curhat Serkan
14 Tidak Bisa
15 Perhatian Hasna
16 Menyuapi
17 #Kedatangan Alena.
18 Bayangan Hasna
19 Mengusir
20 Pikiran Sia lan
21 Aku tau
22 Azzam
23 #Hati Pahit, Lidah Pun Pahit
24 Pelakor Ini
25 Kebingungan Perasaan
26 #Masa lalu Serkan
27 #masa lalu serkan 2
28 Kemarahan Alena
29 Kemarahan Alena 2
30 #Menemani Hasna
31 #Kehamilan Alena
32 #Salah Mendiagnosa
33 #Part 33
34 #Bujukan
35 Di Kala Om Se Mennggoda
36 #Ukuran Yang Sama
37 #Kecemburuan Alena
38 #part 38
39 #Pindah
40 #Part 40
41 #part 41
42 #Penolakan Serkan
43 #Pedih
44 # Rencana Alena.
45 #Rencana Alena dan Leon
46 #Bab 46
47 #Diabaikan
48 #Pembantu
49 #49 : Menegur
50 Mencurigai Alena.
51 #Merasa Di Bohongi
52 #Mengawasi
53 #bab 53
54 #bab 54
55 #bab 55
56 #bab 56
57 #bab 57
58 #bab 58
59 #bab 59
60 #bab 60
61 #bab 61
62 #bab 62
63 #63
64 #Anu Tidak Bisa Anu
65 #bab 65
66 #bab 66
67 #cinta sejuta
68 #bab 68
69 #paham!!
70 #Memungut Makanan
71 #Sebulan Kemudian
72 #Kepanikan Serkan
73 Amera Putri Abhizar Acnaf
74 #episode 1
75 #episode 2
Episodes

Updated 75 Episodes

1
#Hati Yang Terlanjur Perih
2
#Di Usir
3
#Apartement
4
#Lahirkan Anak Untuk Ku
5
#Kekacauan Serkan
6
Ketakutan Alena
7
Ke rumah Hasna
8
Ingin Tidur
9
Di Layani
10
istri tak dirindukan
11
Pesona Hasna?
12
Cantik
13
Curhat Serkan
14
Tidak Bisa
15
Perhatian Hasna
16
Menyuapi
17
#Kedatangan Alena.
18
Bayangan Hasna
19
Mengusir
20
Pikiran Sia lan
21
Aku tau
22
Azzam
23
#Hati Pahit, Lidah Pun Pahit
24
Pelakor Ini
25
Kebingungan Perasaan
26
#Masa lalu Serkan
27
#masa lalu serkan 2
28
Kemarahan Alena
29
Kemarahan Alena 2
30
#Menemani Hasna
31
#Kehamilan Alena
32
#Salah Mendiagnosa
33
#Part 33
34
#Bujukan
35
Di Kala Om Se Mennggoda
36
#Ukuran Yang Sama
37
#Kecemburuan Alena
38
#part 38
39
#Pindah
40
#Part 40
41
#part 41
42
#Penolakan Serkan
43
#Pedih
44
# Rencana Alena.
45
#Rencana Alena dan Leon
46
#Bab 46
47
#Diabaikan
48
#Pembantu
49
#49 : Menegur
50
Mencurigai Alena.
51
#Merasa Di Bohongi
52
#Mengawasi
53
#bab 53
54
#bab 54
55
#bab 55
56
#bab 56
57
#bab 57
58
#bab 58
59
#bab 59
60
#bab 60
61
#bab 61
62
#bab 62
63
#63
64
#Anu Tidak Bisa Anu
65
#bab 65
66
#bab 66
67
#cinta sejuta
68
#bab 68
69
#paham!!
70
#Memungut Makanan
71
#Sebulan Kemudian
72
#Kepanikan Serkan
73
Amera Putri Abhizar Acnaf
74
#episode 1
75
#episode 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!