#Di Usir

Prang

Sebuah sendok dan garpu di jatuhkan secara paksa oleh kedua tangan kekar pria yang tengah duduk menatap jejeran para Art.

"Dimana dia?" sebuah kalimat yang begitu dingin dan mampu membekukan deretan Art di samping meja makan itu. Lima Art itu menunduk, mereka tidak tahu salah mereka terletak di mana?

"Abhi apa?"

"Wanita miskin itu!" caci Serkan nada dingin.

Wanita yang berada di sampingnya pun membuang nafas kasarnya, sejujurnya ia memang tidak suka dengan calon menantunya itu, tapi sekarang menjadi madunya. Ia sudah menolah ide gila suaminya, tapi inilah suaminya, Serkan yang tidak bisa di ganggu gugat oleh siapa pun termasuk dirinya.

"Aku tidak suka kehadirannya di sini, maka aku menyuruhnya pergi," ucap Alena, yang bisa di panggil dengan Lena.

Serkan menatap begitu dingin, dia tidak suka di bantah oleh siapa pun. Inilah dia, seorang pria yang tidak ingin di taklukkan oleh wanita. Semenjak umurnya 20 tahun, dia harus menikah, genap satu tahun pernikahannya, dia di karuniai seorang anak, lalu tabrakan itu membuat istri pertamanya meninggal dan untunglah, Azzam masih bisa di selamatkan. Di usinya yang ke 40 ini, dia menikah lagi dengan Alena lantaran karena bisnis, lalu Azzam yang baru berumur 20 tahun, meminta untuk menikah.

Dia bahkan sudah mencarikan wanita yang pantas untuk putranya, namun Azzam memilih wanita lain yang bernama Hasna, wanita miskin yang ia benci.

"Suka atau tidak suka, kalau aku menginginkan kehadirannya, kau tidak perlu ikut campur."

Alena meremas gaunnya, selalu seperti ini. Ia harus menjadi anjing penurut.

"Kau juga tidak ada apa-apanya dengan Milie," ucap Serkan. Dia menyukai Milie karena wanita itu penurut walaupun pernikahan mereka dari awal adalah sebatas perjodohan.

"Apa aku tidak sebanding?"

"Ya, kalian memang tidak sebanding."

Nyes

Perih dan sakit yang Alena rasakan saat ini, hatinya begitu perih saat Serkan selalu membandingkan dengan orang yang sudah meninggal dan anaknya pun sudah meninggal. Kalau bukan karena cinta, ia tidak akan mau menikah dengan Serkan. Sekalipun kaya, Serkan tetaplah Serkan yang tidak memiliki perasaan.

Serkan langsung berdiri, dia melangkah tanpa menoleh pada wanita yang telah ia sakiti dengan ucapannya. Dia pun membuka pintu kamar Hasna yang terletak di ruang tamu.

"Sampai kapan kau akan berdiri wanita murahan!"

Serkan menarik lengan Hasna dengan kasar dan mencengkramnya dengan kuat. Hingga Hasna menatap tangannya dan tersenyum getir.

"Kalau kau berada di sini, kau harus melayani semua kebutuhan ku."

"Sampai kapan Om? sampai kapan Hasna akan di perlakukan seperti ini?"

"Karena kau memang layak, karena kau wanita miskin dan membuat putra ku tiada. Kau tahu, aku sangat mencintai mendiang istri ku, tapi gara-gara wanita miskin seperti mu." Serkan mendorong kepala Hasna ke samping dengan jari telunjuknya. Hingga jilbab itu sedikit miring. "Aku kehilangan permata ku."

Hasna semakin menangis, ia memang patut di salahkan. Seandainya dia tidak meminta Azzam untuk membelinya buah nanas, tentu saja ia tidak akan kehilangan Azzam.

Wanita bertubuh mungil mendongak, dia menatap nanar ke arah suaminya, suami yang tak pernah ia inginkan. Perlahan dia menjatuhkan tubuhnya ke lantai dan memegang kedua kaki suaminya. Sedangkan sebelah tangannya masih di cekal oleh Serkan.

"Maafkan aku, Om. Kau benar, seharusnya aku tidak hadir dalam kehidupan Azzam, tapi percayalah. Seandainya bisa, aku ingin menukar nyawa ku dengan Azzam. Aku sangat mencintainya."

Dada Serkan membuncah, dia menarik wanita di dekatnya hingga wanita itu berdiri kembali. "Cinta? kalau kau cinta? seharusnya kau tidak mendekatinya, aku sudah memperingati mu sejak awal agar jangan mendekatinya."

Serkan mendorong tubuh Hasna ke belakang hingga jatuh ke lantai.

"Mulai saat ini kau tidak akan tinggal di rumah ku lagi dan jangan pernah mengatakan pada siapa pun tentang pernikahan ini."

"Kemasi barang mu, cepat!" teriak Serkan. Suaranya menggema di ruangan itu dan membuat wanita lemah itu bangkit menuju ke arah lemari. Hanya ada beberapa pakaian yang ia bawa, sedangkan pakaian sebelumnya berada di rumahnya.

#Semoga saja umurnya gak salah haih

Terpopuler

Comments

Rhenii RA

Rhenii RA

Membelikannya

2024-11-24

0

Santi Rahma

Santi Rahma

d antra kry2 mu bru kli ini ada yg berhijab.semngat selalu best setiap krya2 mu

2022-10-18

0

Gina Savitri

Gina Savitri

Bnr kok klo ayah nya nikah umur 20th dan skrng udah 40th ya azzam sekitar 20th umurnya 😊

2022-10-07

0

lihat semua
Episodes
1 #Hati Yang Terlanjur Perih
2 #Di Usir
3 #Apartement
4 #Lahirkan Anak Untuk Ku
5 #Kekacauan Serkan
6 Ketakutan Alena
7 Ke rumah Hasna
8 Ingin Tidur
9 Di Layani
10 istri tak dirindukan
11 Pesona Hasna?
12 Cantik
13 Curhat Serkan
14 Tidak Bisa
15 Perhatian Hasna
16 Menyuapi
17 #Kedatangan Alena.
18 Bayangan Hasna
19 Mengusir
20 Pikiran Sia lan
21 Aku tau
22 Azzam
23 #Hati Pahit, Lidah Pun Pahit
24 Pelakor Ini
25 Kebingungan Perasaan
26 #Masa lalu Serkan
27 #masa lalu serkan 2
28 Kemarahan Alena
29 Kemarahan Alena 2
30 #Menemani Hasna
31 #Kehamilan Alena
32 #Salah Mendiagnosa
33 #Part 33
34 #Bujukan
35 Di Kala Om Se Mennggoda
36 #Ukuran Yang Sama
37 #Kecemburuan Alena
38 #part 38
39 #Pindah
40 #Part 40
41 #part 41
42 #Penolakan Serkan
43 #Pedih
44 # Rencana Alena.
45 #Rencana Alena dan Leon
46 #Bab 46
47 #Diabaikan
48 #Pembantu
49 #49 : Menegur
50 Mencurigai Alena.
51 #Merasa Di Bohongi
52 #Mengawasi
53 #bab 53
54 #bab 54
55 #bab 55
56 #bab 56
57 #bab 57
58 #bab 58
59 #bab 59
60 #bab 60
61 #bab 61
62 #bab 62
63 #63
64 #Anu Tidak Bisa Anu
65 #bab 65
66 #bab 66
67 #cinta sejuta
68 #bab 68
69 #paham!!
70 #Memungut Makanan
71 #Sebulan Kemudian
72 #Kepanikan Serkan
73 Amera Putri Abhizar Acnaf
74 #episode 1
75 #episode 2
Episodes

Updated 75 Episodes

1
#Hati Yang Terlanjur Perih
2
#Di Usir
3
#Apartement
4
#Lahirkan Anak Untuk Ku
5
#Kekacauan Serkan
6
Ketakutan Alena
7
Ke rumah Hasna
8
Ingin Tidur
9
Di Layani
10
istri tak dirindukan
11
Pesona Hasna?
12
Cantik
13
Curhat Serkan
14
Tidak Bisa
15
Perhatian Hasna
16
Menyuapi
17
#Kedatangan Alena.
18
Bayangan Hasna
19
Mengusir
20
Pikiran Sia lan
21
Aku tau
22
Azzam
23
#Hati Pahit, Lidah Pun Pahit
24
Pelakor Ini
25
Kebingungan Perasaan
26
#Masa lalu Serkan
27
#masa lalu serkan 2
28
Kemarahan Alena
29
Kemarahan Alena 2
30
#Menemani Hasna
31
#Kehamilan Alena
32
#Salah Mendiagnosa
33
#Part 33
34
#Bujukan
35
Di Kala Om Se Mennggoda
36
#Ukuran Yang Sama
37
#Kecemburuan Alena
38
#part 38
39
#Pindah
40
#Part 40
41
#part 41
42
#Penolakan Serkan
43
#Pedih
44
# Rencana Alena.
45
#Rencana Alena dan Leon
46
#Bab 46
47
#Diabaikan
48
#Pembantu
49
#49 : Menegur
50
Mencurigai Alena.
51
#Merasa Di Bohongi
52
#Mengawasi
53
#bab 53
54
#bab 54
55
#bab 55
56
#bab 56
57
#bab 57
58
#bab 58
59
#bab 59
60
#bab 60
61
#bab 61
62
#bab 62
63
#63
64
#Anu Tidak Bisa Anu
65
#bab 65
66
#bab 66
67
#cinta sejuta
68
#bab 68
69
#paham!!
70
#Memungut Makanan
71
#Sebulan Kemudian
72
#Kepanikan Serkan
73
Amera Putri Abhizar Acnaf
74
#episode 1
75
#episode 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!