Cantik

Krek

"Jadi kau di sini, aku mencari mu kemana-mana," ujar seorang wanita yang terus melangkah. Dia ingin memeluk suaminya karena sangat merindukannya.

"Berhenti,"

Suara tegas Serkan menghentikan kaki kanannya yang maju, lalu memundurkannya. "Kenapa sayang?"

"Siapa yang menyuruh mu masuk?"

Alena kebingungan, tentu saja tidak akan ada yang melarangnya untuk masuk, karena ia adalah nyonya di rumah ini.

"Kau lupa apa yang di katakan Azzam? kau tidak boleh memasuki kamar ini," seru Serkan. Dia berbalik menatap tajam Alena.

"Kenapa? aku juga berhak Bhi,"

"Kau berhak, tapi kau melanggar privasi anak ku."

"Dia sudah meninggal," ucap Alena. Buat apa masih perduli pada orang yang sudah meninggal?

"Hentikan Alena!"

Meskipun Azzam meninggal, tapi bukan berarti hatinya juga meninggal, dia bahkan tidak berani menyentuh foto Azzam dan Hasna.

"Aku berhak karena aku ibunya." Alena tidak terima, suaminya itu tetap memanjakan Azzam, meskipun Azzam sudah melakukan kesalahan.

"Tapi Azzam menerima mu."

Alena mengepalkan kedua tangannya. Serkan mengungkit rasa sakit di hatinya, rasa benci pada Azzam.

"Kalau Azzam tidak menyukai ku dan sekarang masih sama, kau melarang ku padahal dia putra ku juga, putra mu juga putra ku Bhi, apa aku tidak pantas. Kalau aku tidak pantas kenapa kau tidak menceraikan aku saja."

Alena menangis, dia sakit hati dengan perkataan suaminya. Serkan yang tersadar pun merasa bersalah, sekalipun Azzam tidak menerima Alena, tapi wanita itu tetap lembut dan menyayangi Azzam.

"Aku tidak pantas untuk mu, kenapa kau tidak pulangkan saja aku, Bhi?"

Alena langsung pergi, dia membuka pintu kamar Azzam, lalu membantingnya. Dia menuju ke kamarnya, mengambil stop kontak dan keluar dengan deraian air mata.

Serkan memejamkan kedua matanya. Ia sadar apa yang di lakukannya pasti menyakiti Alena.

"****! aku melakukan apa? seharusnya aku tidak mengatakan itu dan membiarkannya saja," ucap Serkan.

Dia pun berlari menuju kamarnya, memanggil nama Alena, tapi sayang mobil milik Alena telah keluar dari pekarangannya.

"Alena!" Serkan khawatir pada istrinya yang keluar dalam keadaan marah. Dia pun menyusul istrinya, namun sayangnya, dia kehilangan jejak.

"Sial!! kemana Alena?" Serkan terus mencari mobil Alena. Namun percuma saja, jejak Alena tidak ia temukan.

"Huft, Argh!!! kenapa aku tidak bisa mengontrol emosi ku? perkataan ku pasti melukai hati Alena." Serkan merogoh ponselnya di sakunya. Dia kembali menggeram, ponselnya ketinggalan di dalam rumah.

"Sekarang aku harus kemana? aku tidak bisa menghubungi Alena."

Akhirnya Serkan hanya berputar-putar di jalan, dari jalan satu tembus ke jalan lainnya. Dia sama sekali tidak menemukan Alena, hingga terbesit di pikirannya ke rumah Hasna.

Dia menghentikan mobilnya tepat di depan pagar besi yang tampak usang itu. Menurunkan kaca mobilnya, memperhatikan bangunan di depannya. Sudah gelap, hanya ada lampu depan pintu dan sekeliling rumah itu yang masih menyala. Dia melihat sekeliling jalan, namun tidak ada orang.

Di lihat sudah aman, dia pun turun dari mobilnya Membuka pintu gerbang Hasna yang tidak di kunci, mungkin Hasna lupa menguncinya. Ia terus melangkah hingga tepat berada di depan pintu Hasna.

Serkan ingin mengetuk pintu itu, namun tangannya berhenti. Ia tidak pernah berpikir untuk kembali ke rumah Hasna lagi.

"Hah! sudahlah." Setidaknya, ia bisa menenangkan diri di rumah Hasna.

Tok

Tok

Tok

Serkan tidak mendengar apa pun, bahkan suara langkah kaki dari dalam pun tidak ada.

Tok

Tok

Tok

"Hasna!" panggil Serkan. Dia terus memanggil Hasna beberapa kali sambil mengetuknya.

"Itu," Hasna menyadarkan dirinya dari alam bawahnya. Ia terus mendengar suara yang sangat familiar.

"Om Se,"

Hasna langsung bergegas, dia buru-buru membuka pintunya, lalu membukanya.

Sedangkan pria di depannya tertegun, bahkan semilir angin itu mampu menguasainya. Jantungnya berdetak lebih cepat, seakan ingin melompat dari tubuhnya. Kedua matanya seakan terhipnotis melihat wanita di hadapannya.

Angin yang menyapa itu membuat untain rambut hitam itu terbawa, seakan angin malam itu pun terpesona. Bahkan sang bulan pun tampak tersenyum melihat wajahnya.

"Om Se," sapa Hasna. Dia belum menyadari kalau dirinya tidak menggunakan hijab hanya menggunakan baju tidur dengan karakter doraemon dan berwarna kuning.

"Cantik," gumam Serkan.

Terpopuler

Comments

Rhenii RA

Rhenii RA

Nah lho ngapain ke kamar ngambil stop kontak?🤣🤣

2024-11-24

1

・゚・ Mitchi ・゚・

・゚・ Mitchi ・゚・

" Tapi apa Azzam menerima mu? "

2024-03-10

2

Jacklin Clarisa morgana

Jacklin Clarisa morgana

jgn2 alena tu yg bunuh si azam kewat or suruhan krn azam khan tdk mnyukai alena

2023-02-17

2

lihat semua
Episodes
1 #Hati Yang Terlanjur Perih
2 #Di Usir
3 #Apartement
4 #Lahirkan Anak Untuk Ku
5 #Kekacauan Serkan
6 Ketakutan Alena
7 Ke rumah Hasna
8 Ingin Tidur
9 Di Layani
10 istri tak dirindukan
11 Pesona Hasna?
12 Cantik
13 Curhat Serkan
14 Tidak Bisa
15 Perhatian Hasna
16 Menyuapi
17 #Kedatangan Alena.
18 Bayangan Hasna
19 Mengusir
20 Pikiran Sia lan
21 Aku tau
22 Azzam
23 #Hati Pahit, Lidah Pun Pahit
24 Pelakor Ini
25 Kebingungan Perasaan
26 #Masa lalu Serkan
27 #masa lalu serkan 2
28 Kemarahan Alena
29 Kemarahan Alena 2
30 #Menemani Hasna
31 #Kehamilan Alena
32 #Salah Mendiagnosa
33 #Part 33
34 #Bujukan
35 Di Kala Om Se Mennggoda
36 #Ukuran Yang Sama
37 #Kecemburuan Alena
38 #part 38
39 #Pindah
40 #Part 40
41 #part 41
42 #Penolakan Serkan
43 #Pedih
44 # Rencana Alena.
45 #Rencana Alena dan Leon
46 #Bab 46
47 #Diabaikan
48 #Pembantu
49 #49 : Menegur
50 Mencurigai Alena.
51 #Merasa Di Bohongi
52 #Mengawasi
53 #bab 53
54 #bab 54
55 #bab 55
56 #bab 56
57 #bab 57
58 #bab 58
59 #bab 59
60 #bab 60
61 #bab 61
62 #bab 62
63 #63
64 #Anu Tidak Bisa Anu
65 #bab 65
66 #bab 66
67 #cinta sejuta
68 #bab 68
69 #paham!!
70 #Memungut Makanan
71 #Sebulan Kemudian
72 #Kepanikan Serkan
73 Amera Putri Abhizar Acnaf
74 #episode 1
75 #episode 2
Episodes

Updated 75 Episodes

1
#Hati Yang Terlanjur Perih
2
#Di Usir
3
#Apartement
4
#Lahirkan Anak Untuk Ku
5
#Kekacauan Serkan
6
Ketakutan Alena
7
Ke rumah Hasna
8
Ingin Tidur
9
Di Layani
10
istri tak dirindukan
11
Pesona Hasna?
12
Cantik
13
Curhat Serkan
14
Tidak Bisa
15
Perhatian Hasna
16
Menyuapi
17
#Kedatangan Alena.
18
Bayangan Hasna
19
Mengusir
20
Pikiran Sia lan
21
Aku tau
22
Azzam
23
#Hati Pahit, Lidah Pun Pahit
24
Pelakor Ini
25
Kebingungan Perasaan
26
#Masa lalu Serkan
27
#masa lalu serkan 2
28
Kemarahan Alena
29
Kemarahan Alena 2
30
#Menemani Hasna
31
#Kehamilan Alena
32
#Salah Mendiagnosa
33
#Part 33
34
#Bujukan
35
Di Kala Om Se Mennggoda
36
#Ukuran Yang Sama
37
#Kecemburuan Alena
38
#part 38
39
#Pindah
40
#Part 40
41
#part 41
42
#Penolakan Serkan
43
#Pedih
44
# Rencana Alena.
45
#Rencana Alena dan Leon
46
#Bab 46
47
#Diabaikan
48
#Pembantu
49
#49 : Menegur
50
Mencurigai Alena.
51
#Merasa Di Bohongi
52
#Mengawasi
53
#bab 53
54
#bab 54
55
#bab 55
56
#bab 56
57
#bab 57
58
#bab 58
59
#bab 59
60
#bab 60
61
#bab 61
62
#bab 62
63
#63
64
#Anu Tidak Bisa Anu
65
#bab 65
66
#bab 66
67
#cinta sejuta
68
#bab 68
69
#paham!!
70
#Memungut Makanan
71
#Sebulan Kemudian
72
#Kepanikan Serkan
73
Amera Putri Abhizar Acnaf
74
#episode 1
75
#episode 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!