Anya pulang ke rumah dan mendapati Anton masih terjaga sambil menonton televisi. Padahal malam sudah larut dan biasanya pria itu tidur awal. Anya menghempaskan tubuh di sofa, disamping Anton lalu merebut remote tv dari tangan Anton.
"Kenapa belum tidur? Ini sudah malam..." Tanya Anya sambil memindah-mindahkan chanel televisi sesuka hatinya.
Anton tersenyum menatap wajah Anya.
"Kau terlihat lelah..."
Anton lalu beranjak menuju dapur, lalu dengan perlahan menyeduh kopi di cangkir, kemudian membawanya di pangkuan untuk diberikan pada Anya.
"Kamu mau kopi?", tanya Anton sambil menunjukkan secangkir kopi yang masih dipegang di pangkuannya.
"Kau membuatnya?", tanya Anya dengan terkejut.
"Iya, terapist ku bilang aku harus sering berlatih untuk melakukan pekerjaan rumah yang ringan dan tadi selama kamu pergi aku mencoba membuat minuman sendiri di dapur..."
"Wah, bagus sekali, lain kali mungkin kamu juga bisa memasak untukku!", seru Anya dengan bercanda.
"Tentu saja, aku akan sering berlatih agar bisa memasak untukmu!", Anton menanggapinya dengan antusias.
Anya menyesap kopinya perlahan-lahan sambil menonton film laga ditelevisi.
Anya bisa merasakan kehangatan mengalir di hatinya. Begini rasanya punya seseorang untuk berbagi dan menunggumu pulang? Perasaan hangat yang sudah lama tidak Anya rasakan sejak dirinya hidup sebatang kara.
"Boleh aku tanya sesuatu?", tanya Anton kemudian.
Sebenarnya banyak hal yang ingin Anton ketahui dari diri Anya. Tapi Anton takut kalau dirinya terlalu lancang atau menyinggung Anya.
"Tanya saja!", jawab Anya dengan santai.
"Apa kau hanya hidup sendirian disini? di mana keluargamu?", tanya Anton dengan hati-hati.
Sesaat Anya hanya diam.
"Tidak usah dijawab kalau kau tidak ingin menjawabnya, maaf jika aku kurang sopan..."
Anya lalu menarik nafas dalam-dalam, sebelum mulai bercerita. Mungkin ini saatnya dia bisa berbagi sedikit kisahnya. Lagipula Anton sedang amnesia dan tak mengenal siapapun. Dan entah mengapa Anya merasa percaya saja pada pria asing itu.
"Aku sudah hampir empat tahun tinggal seorang diri disini. Aku melakukan sebuah kesalahan besar saat aku duduk di bangku SMA. Kekasihku saat itu meninggalkanku, lalu keluargaku mengusirku dari rumah. Aku pergi seorang diri hanya dengan membawa badan, beberapa lembar pakaian, dan uang yang tidak banyak. Kemalangan bertubi-tubi menimpaku sampai seseorang kemudian menolongku dan memberiku pekerjaan hingga aku bisa bertahan hidup sampai saat ini...."
"Maaf, aku tak bermaksud mengingatkanmu pada kisah sedih..."
"Tidak...tidak apa-apa...aku selalu menyembunyikan kisah hidupku dari semua orang, setelah bicara padamu aku merasa bebanku sedikit berkurang...dan entah mengapa aku bisa percaya begitu saja padamu.."
"Aku...sangat menyedihkan bukan?", tanya Anya dengan pandangan sayunya.
"Tidak...tidak Anya, kau sama sekali tidak menyedihkan. Dirimu orang yang hebat karena bisa bertahan dan bangkit setelah badai menerpa hidupmu. Dan kamu seorang wanita yang sangat baik hati..."
"Hahaha..."
Anya tertawa satir mendengar pujian itu. Andai Anton tahu tentang pekerjaan kotornya, apakah dia masih akan bicara demikian? Seperti selama ini orang-orang selalu memandangnya rendah saat menilai pekerjaannya.
"Lihatlah Anya, sekarang keadaanku tidak berbeda jauh dari kisah hidupmu dulu, sekarang aku sebatang kara, tak punya keluarga, tak mengenal siapa-siapa, tak memiliki apa-apa. Keadaanku jauh lebih menyedihkan bukan? Tapi kau mau berbaik hati untuk menolongku. Bagiku, kamu seperti malaikat tak bersayap...jadi jangan pernah menganggap dirimu tak berarti..."
"Jangan memujiku terlalu tinggi, nanti saat kau tahu bagaimana aku sebenarnya pasti kau akan kecewa..."
Anya lalu pergi ke kamar mandi dan segera masuk ke kamarnya untuk beristirahat. Anya tidak ingin memperpanjang obrolannya dengan Anton yang mungkin hanya akan sia-sia.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 171 Episodes
Comments
Lesly Manurung
beda Anton sama naya
2022-11-27
0