Siapa sebenarnya diriku?
Apa yang terjadi padaku?
Bagaimana mungkin aku tak bisa mengingat apapun?
Lelaki itu telah membiasakan diri dengan nama pemberian orang disekitarnya. Anton. Itulah namanya saat ini. Nama yang diperolehnya dari kartu identitas abal-abal yang digunakan untuk mengurus administrasi dirumah sakit.
Semula Anton tidak memikirkan apapun, hanya fokus untuk memulihkan kondisi dan menahan rasa sakit kepala yang sering tiba-tiba menyerangnya. Tapi kemudian, seiring dengan keadaannya yang terus membaik, Anton mulai memikirkan bagaimana nasibnya di waktu yang akan datang.
Anton benar-benar merasa menjadi manusia yang sangat lemah dan tidak berdaya. Hidupnya kini hanya bergantung pada kebaikan orang-orang yang menolongnya. Anton tidak menyalahkan takdir yang menimpanya, tapi terkadang dirinya juga merasa frustasi dan putus asa dengan keadaan.
Berkali-kali Anton berusaha menggali ingatannya yang tenggelam. Tapi yang ada Anton justru merasa tersesat dalam labirin yang tak bertepi. Semua jalan seolah buntu dan tak satupun petunjuk dia dapatkan untuk mengingat. Bahkan saat dia berusaha untuk mengingat lebih keras, bukan ingatan yang didapatnya melainkan rasa sakit kepala hebat yang menghantam hingga tanpa sadar dirinya berteriak kesakitan.
"Tuan, ada apa?", tanya perawat yang menghampirinya saat dirinya berteriak.
"Kepalaku pusing sekali...", keluh Anton sambil terus memijat kepalanya.
Perawat itu lalu memeriksa keadaannya. Mengecek tensi, suhu tubuh, juga infus yang terpasang dipergelangan tangannya. Lalu perawat itu pergi dan tidak berselang lama dokter masuk untuk menemuinya.
Dokter memberinya obat yang langsung diminumnya, lalu mulai berbicara.
"Tuan, keadaan anda sudah semakin baik, tapi jangan terlalu memaksakan diri untuk mengingat, jika tidak sakit kepala hebat akan menyerang....ingatan anda akan datang perlahan, meski biasanya memerlukan waktu yang lumayan lama. Jika anda bersinggungan dengan hal-hal yang menyimpan memori yang berkesan, otak anda mungkin akan mudah terangsang, tapi ingat untuk melakukannya perlahan-lahan...."
Penjelasan dokter yang panjang lebar justru membuat harapannya semakin pudar. Bagaimana caranya dirinya bisa mengingat, jika yang ada di sekitarnya sekarang adalah orang asing yang tidak mengenalnya dan tidak tahu apapun tentang dirinya. Menyadari hal itu Anton semakin merasa frustasi. Tapi disisi lain Anton juga berusaha untuk menenangkan diri. Berkali-kali Anton mencoba meyakinkan dirinya sendiri, bahwa semuanya akan baik-baik saja dan dia pasti bisa melewatinya. Meski begitu yang bisa dilakukannya saat ini hanyalah bersikap tenang dan berfikir positif untuk mengembalikan semangat hidupnya yang sempat terjun bebas. Selain itu tentu, Anton selalu meminum obatnya dan makan dengan teratur. Karena hanya itulah satu-satunya usaha yang bisa dilakukannya agar kondisinya cepat membaik.
Tapi tentu, masalahnya tidak akan selesai begitu saja.
Masalah selanjutnya adalah, bagaimana dia harus melanjutkan hidupnya dalam keadaan seperti ini? Dia seorang diri, tak ada keluarga, dan tak memiliki ingatan tentang apapun. Bahkan letak rumah tempat tinggalnya pun dia tak tahu. Jadi kemana nanti dia harus pulang?
Disisi lain dia bahkan tidak memegang sepeser uangpun untuk bekal bertahan hidup. Dan saat ini dia hanya bersandar pada belas kasihan orang asing. Menyedihkan. Begitulah gambaran hidupnya saat ini.
Dan kemudian, saat semua masalahnya terasa buntu, Anya, gadis manis malaikat penyelamatnya itu menawarkan sebuah solusi absurd.
"Anton, bagaimana kalau setelah sembuh kamu tinggal ditempatku dulu?"
Sebuah solusi yang tepat. Tapi entah mengapa berat sekali bagi Anton untuk menerimanya. Harga dirinya sebagai laki-laki terluka. Bagaimana mungkin dia harus menggantungkan hidupnya yang menyedihkan pada seorang gadis baik hati yang baru saja dikenalnya.
Tapi kemudian, Anton kembali berfikir. Bagaimanapun dia tak punya pilihan selain menerima tawaran itu.
"Baiklah, maaf jika aku selalu merepotkanmu. Semoga nanti setelah aku mengingat semuanya, aku bisa membalas semua kebaikanmu..."
Hanya itu akhirnya yang bisa dia katakan sebagai jawaban.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 171 Episodes
Comments
Lesly Manurung
yg sabar anton
2022-11-26
0