Bab 3

Salah satu perawat jaga mengikuti Anya ke kamar perawatan, lalu melakukan beberapa pemeriksaan di tubuh pasien.

"Tunggu sebentar, biar saya panggilkan dokter dulu ya...", kata perawat itu dengan ramah.

"Baik Sus, terimakasih..."

Sepeninggal perawat itu, Anya lalu mengamati pria asing yang kemarin ditabraknya. Pria itu memejamkan matanya. Tapi terlihat hidungnya bergerak-gerak.

Sepertinya dia sudah sadar, tapi mengapa masih memejamkan mata? Apa dia hanya pura-pura?

Gumam Anya dalam hati.

Anya lanjut mengamati wajah pria asing itu. Kulitnya bersih, hidungnya mancung, garis wajahnya terlihat tegas. Terlihat seperti keturunan arab. Sedangkan badannya cukup tinggi, berisi, dan berotot di bagian tertentu. Cukup tampan, batin Anya menilai. Kalau melihat penampilannya yang bersih dan terawat, kemungkinan pria ini adalah anak orang berada.

"Permisi Nona..."

Sapaan dokter yang datang membuyarkan lamunan Anya.

"Silahkan dokter..."

"Apa anda wali pasien?"

"Ya...eh bukan...", Anya sedikit bingung untuk menjawab pertanyaan dokter.

"Maaf, maksud saya...saya bukan keluarganya, tapi saya adalah orang yang menabraknya dan saya yang akan bertanggung jawab terhadap proses pengobatannya.."

"Baiklah, saya mengerti Nona, saya akan memeriksa kondisinya dulu..."

"Permisi tuan, apa anda sudah sadar?", Dokter bertanya sambil menepuk pundak pria itu.

Perlahan pria itu mulai membuka matanya, lalu menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Dokter? apa yang terjadi? Dimana ini? kenapa kepala saya terasa pusing?"

"Tenanglah dulu, anda baru saja siuman setelah operasi besar, wajar jika anda masih merasa tidak nyaman..."

"Tuan? Apakah anda benar-benar sudah sadar? Siapa nama anda dan dimana anda tinggal? Aku akan menghubungi keluargamu segera, mereka pasti sangat khawatir..."

Tapi pria itu hanya diam sambil memegang kepalanya.

"Dokter, kenapa kepalaku terasa pusing...dan...bagaimana aku bisa berada disini, apa yang terjadi? Kenapa...kenapa aku tidak bisa mengingat apapun..."

"Tuan, tolong tenanglah dulu...sepertinya anda mengalami amnesia disosiatif, sebaiknya sekarang anda istirahat dulu, saya akan memberikan obat untuk meringankan sakit kepala anda, jangan berpikir terlalu berat dan jangan memaksakan diri untuk mengingat...nanti kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan..."

"Apa? dia amnesia? Apa nanti dia bisa mengingat lagi dok?", Anya bertanya dengan panik.

"Nona, tolong tenanglah dan jangan menekan pasien agar mengingat, saya tahu anda pasti ingin segera mengetahui identitas pasien, tapi untuk saat ini mari kita fokus pada pemulihannya terlebih dahulu..."

"Baiklah dok, terimakasih banyak.."

Setelah selesai dengan pemeriksaan yang dilakukan, dokter segera keluar dari ruang perawatan.

Sepeninggal dokter, pria itu kembali memejamkan mata sambil memegang kepalanya.

"Tuan, apakah sakit? tuan maafkan aku..."

Pria itu membuka matanya dan menatap Anya.

"Siapa kamu? Dan tolong jangan panggil aku tuan, itu terdengar tidak nyaman ditelingaku!"

"Baiklah tu..baiklah, lalu aku harus memanggilmu apa? Namaku Anya, aku adalah orang yang menabrakmu dan membuatmu seperti ini, maafkan aku..."

"Sudahlah, panggilah sesukamu asal jangan tuan, aku bukan majikanmu! Dan jangan terus meminta maaf. Itu memang kesalahanmu sudah menabrakku, tapi ini juga sudah takdirku, kau juga tidak sengaja menabrakku kan?"

"Baiklah..."

Setelah itu mereka hanya saling diam, hingga akhirnya Anya jatuh tertidur karena kelelahan. Dan pria itupun tertidur karena obat yang diberikan dokter. Anya sedikit merasa lega karena pria itu sudah sadar, tapi juga masih khawatir karena belum bisa menghubungi keluarganya.

Saat Anya terbangun, ternyata pria itu sudah bangun terlebih dahulu dan sedang berusaha meraih gelas di atas nakas.

Anya langsung berdiri dan berinisiatif mengambilkan gelas yang dimaksud lalu menyerahkannya pada pria itu.

"Terimakasih, tapi sebenarnya aku bisa melakukannya sendiri, hanya harus sedikit berusaha karena selang infus membatasi gerakanku. Lain kali tolong biarkan aku melakukannya sendiri, aku hanya hilang ingatan tapi tidak lumpuh..."

"Baik Tuan..."

"Dan jangan panggil tuan!"

"Baiklah, karena aku tidak tahu namamu dan kamu juga tidak tahu namamu sendiri, bolehkah aku memberimu nama?"

"Nama?"

"Yah, hanya nama sementara sampai ingatanmu kembali, kemarin temanku meminjam identitas seseorang untuk mengurus administrasimu, dan namanya adalah Anton. Jadi bolehkah mulai sekarang aku memanggilmu Anton?"

"Yah, terserah kau saja..."

Kemudian pria itu kembali tidur dan mengabaikan Anya.

Anya lalu memutuskan turun ke kantin untuk makan siang. Anya memesan semangkuk bakso, satu sanwich, juga dua gelas minuman dingin. Anya baru saja menyadari kalau perutnya lapar sekali. Dari pagi Anya belum sempat makan atau lebih tepatnya tidak berselera untuk makan karena masih memikirkan nasib pria asing yang belum sadarkan diri. Tapi setidaknya sekarang Anya tahu pria itu akan baik-baik saja meski hilang ingatan.

Anya menyantap baksonya dengam lahap juga menggigit sanwichnya dengan rakus, rasanya lumayan lezat, mungkin karena perutnya memang lapar.

"Anya!"

Seseorang memanggilnya dan tiba-tiba duduk disampingnya.

"Bagaimana bisa kau mengabaikanku begitu saja setelah aku menyelamatkan hidupmu hah? Dan sekarang aku menemukanmu sedang makan seperti orang kelaparan..."

"Maaf, ponselku mati setelah panggilan terakhirmu waktu itu..."

"Kau tidak melupakan hutangmu bukan? Jangan coba-coba untuk kabur, sebab aku takkan melepaskanmu begitu saja, sebelum kau melunasinya!"

"Untuk apa aku kabur? Semalam aku masih mengkhawatirkan pria itu, tapi sekarang dia sudah sadar, nanti malam mari kita bertemu, bagaimana? Nanti aku akan menghubungimu, jadi sekarang kau bisa pergi. Kamu tidak ingin ketahuan oleh rekan kerjamu bukan?"

"Baiklah, aku pegang kata-katamu, nanti malam mari bertemu ditempat biasa, dan ingat jangan mabuk saat menungguku! Aku tak akan membantumu kalau kau membuat masalah lagi, mengerti?"

"Mengerti, aku hanya meminta bantuanmu sekali ini dan lagi pula nanti aku akan membayarnya dengan tubuhku. Jadi kurasa, kau tak perlu besar kepala Pak Dokter yang terhormat!"

"Terserah kau mau bilang apa, aku pergi! Sampai jumpa nanti malam!"

Setelah Heru berlaku, Anya kembali melanjutkan acara makannya dengan damai. Setelah itu Anya membeli beberapa makanan ringan juga air mineral dan membawanya ke ruang perawatan.

Beberapa saat setelah Anya datang, pria itu terbangun.

"Kau masih disini?", tanyanya sambil menatap Anya.

"Ya, seperti yang kau lihat, aku masih disini, apa kau keberatan? Aku yang membiayai biaya perawatanmu dan aku yang mengurus semua keperluanmu..."

"Terimakasih banyak Anya, bukan begitu maksudku. Apa kau tidak punya pekerjaan atau urusan lain? Aku sudah sadar dan ada perawat yang berjaga, pergilah jika kamu ada urusan. Jangan terbebani karena keberadaanku. Kau sudah mau bertanggung jawab dan mengurusku saja aku sudah beruntung. Aku tahu banyak kejadian kecelakaan dimana pelaku kabur begitu saja, tapi kamu tidak!"

"Yah, itu sudah semestinya kulakukan, aku bukan pengecut yang akan lari begitu saja. Oh ya, nanti malam aku akan pergi, jaga dirimu baik-baik, makanlah dan minum obatmu, juga ikuti kata dokter. Semoga kau cepat pulih dan keluargamu segera menemukanmu..."

"Baiklah, kau juga...hati-hati di jalan dan jaga dirimu baik-baik Anya..."

Terpopuler

Comments

Lesly Manurung

Lesly Manurung

kasian Anya,kerjaan nya merangkap

2022-11-24

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
156 Bab 156
157 Bab 157
158 Bab 158
159 Bab 159
160 Bab 160
161 Bab 161
162 Bab 162
163 Bab 163
164 Bab 164
165 Bab 165
166 Bab 166
167 Bab 167
168 Bab 168
169 Bab 169
170 Promo Novel Baru
171 Promo Sang Pelacur
Episodes

Updated 171 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155
156
Bab 156
157
Bab 157
158
Bab 158
159
Bab 159
160
Bab 160
161
Bab 161
162
Bab 162
163
Bab 163
164
Bab 164
165
Bab 165
166
Bab 166
167
Bab 167
168
Bab 168
169
Bab 169
170
Promo Novel Baru
171
Promo Sang Pelacur

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!