Bab 7

Setelah mendengar vonis dokter, Anya memilih pamit pada Anton untuk kembali ke kontrakannya. Anya butuh waktu untuk sendiri sambil memikirkan langkah selanjutnya yang harus ditempuh. Tidak, saat ini Anya sudah tidak merasa sedih atau galau sebab beban yang harus ditanggungnya. Kali ini Anya lebih berfikir dengan realistis tetang bagaimana cara menyelesaikan masalah yang menimpanya.

Anton terkena amnesia dan juga kesulitan berjalan. Tidak sepenuhnya lumpuh, sebab Anton masih bisa menggerakkan semua tubuhnya, hanya saja untuk berjalan Anton harus bersusah payah dan tidak bisa menjaga keseimbangan. Dengan keluhan tersebut, apalagi tanpa adanya keluarga, bisa dipastikan Anton belum bisa hidup mandiri. Dan Anyalah orang yang merasa paling bertanggung jawab atas keadaan Anton, jadi mana mungkin dia akan tega untuk meninggalkannya sendiri dalam keadaan seperti ini. Dan untuk bertanggung jawab atas hidup seseorang tentu saja akan membutuhkan waktu, tenaga, dan juga uang yang tidak sedikit. Karena itu Anya merasa membutuhkan bantuan seseorang.

Anya akhirnya menghubungi Heru, pelanggannya yang paling setia dan paling mudah dirayu, sebab Anya tahu Heru sedikit banyak sudah bermain hati dengannya.

Bisa kita bertemu nanti malam? Ada hal yang ingin aku bicarakan...

Tidak berselang lama pesan itu langsung mendapat jawaban.

Tentu saja. Apa itu berarti kau juga akan membayar hutangmu dan menghabiskan malam bersamaku?

Baiklah kalau itu yang kau inginkan. Kita bertemu ditempat biasa nanti malam.

Ok.

Bukan tanpa alasan Anya menyetujui untuk membayar 'hutang', meski sebenarnya suasana hatinya belum membaik. Anya tahu titik kelemahan laki-laki, dimana para lelaki akan lebih mudah dirayu ketika hasratnya sudah dipuaskan lebih dulu.

Anya menghabiskan sisa hari itu untuk beristirahat, lalu pergi ke salon langganannya untuk melakukan spa dan beberapa perawatan rutin agar tubuhnya terasa lebih rileks dan penampilannya tetap terjaga. Maklum saja pekerjaan Anya memang mengharuskannya untuk merawat diri, sebab di luar sana pendatang baru akan selalu ada dengan wajah cantik dan usia yang jauh lebih muda darinya. Terkadang Anya merasa hidupnya sangat melelahkan. Dia harus mengejar sesuatu yang mustahil untuk diraih. Sebab kecantikan fisik pastilah fana dan usia tak bisa berhenti pada satu angka yang dikehendaki biar bagaimanapun usaha telah ditempuh. Anya menyadari sepenuhnya hal itu, bahwa pekerjaannya sama sekali tidak menjanjikan masa depan. Meski begitu, saat ini Anya belum punya pilihan.

Tak terasa malam hari telah tiba. Anya bersiap berangkat untuk menepati janjinya, juga untuk melancarkan sebuah misi.

Di depan cermin Anya mematut-matut wajahnya, memastikan penampilannya telah sempurna. Lalu menyemprotkan parfume dengan aroma lembut favoritenya. Setelah memastikan semuanya tepat, Anya segera berangkat ke medan pertempuran dengan mengendarai motor matic andalannya.

Seperti hari-hari sebelumnya, Anya melakukan ritual yang itu-itu saja. Check in di hotel, mengobrol ringan, saling menggoda, melakukan foreplay hingga ke inti permainan, lalu menyudahi semua itu dengan perasaan hampa. Kenikmatan yang dirasakan Anya benar-benar hanya sesaat, sebab setelah itu yang tertinggal hanya perasaan kotor dan hina. Perasaan yang sudah begitu akrab hingga seolah telah melekat pada citra dirinya. Perasaan hina yang telah melekat bahkan sejak pertama dosa terlarang ini dilakukannya. Dan Anya tiba-tiba merasa muak dengan hidupnya.

"Jadi, apa yang ingin kamu bicarakan?", Tanya Heru saat mereka sudah sama-sama selesai mandi.

"Aku butuh bantuanmu..."

"Bantuan apa lagi?"

"Anton, laki-laki yang kutabrak malam itu, mengalami kelumpuhan dan amnesia, tolong tampunglah dia dirumahmu untuk sementara waktu.. ", jawab Anya langsung mengutarakan tujuannya.

"Apa? Menampungnya? Tidak mungkin Anya! Tidak bisa, aku tidak suka ada orang asing dirumahku..."

"Tapi aku juga tidak mungkin menampungnya di kontrakanku. Apa nanti kata tetangga?"

"Hah, lucu sekali, bukankah kamu wanita malam, bukankah hal itu sudah biasa bagimu?"

Tidak, Anya tidak pernah mengajak satupun pria ke kontrakannya. Anya selalu melakukannya di luar karena Anya ingin tempat tinggalnya 'bersih'. Bahkan para tetangga tidak tahu tentang pekerjaan yang dilakoninya. Cukup menduga-duga dan bertanya-tanya tentang pekerjaan apa yang dilakoni Anya di malam hari tanpa tahu kebenarannya. Lagi pula baik Anya maupun Anton adalah perempuan dan laki-laki yang masih sendiri, pasti tidak nyaman jika harus tinggal bersama.

"Terserah kau mau mengataiku apa! Tapi kamu juga seharusnya ikut bertanggung jawab karena malam itu aku mabuk karena menunggumu!", bentak Anya tak mau kalah.

"Ah jelas tidak bisa, peristiwa itu murni kesalahanmu dan tidak ada hubungannya denganku. Aku rasa sudah cukup bantuan yang kuberikan kemarin, jadi jangan libatkan aku dengan orang itu lagi...."

Anya merasa kecewa atas penolakan itu. Bahkan setelah puas mencumbu dan menikmati tubuhnya pria itu tidak peduli pada masalahnya. Tapi Anya tentu tidak akan menyerah begitu saja. Karena Anya tidak menerima penolakan.

"Tidak bisakah kau menolongku sekali lagi? Kali ini aku benar-benar membutuhkanmu...", kali ini Anya memasang wajah merayu dengan senyuman manisnya.

"Baiklah kalau begitu..."

Anya senang rayuannya berhasil menakhlukkan pria paruh baya itu.

"Terimakasih banyak, aku tahu kau adalah seorang dokter yang baik hati..."

"Tapi ini tidak gratis, kau harus mem!bayarnya dengan dirimu..."

Wajah Anya yang sempat ceria kembali cemberut.

"Dasar laki-laki licik! Berapa malam lagi yang ingin kau habiskan denganku untuk membayar hutangku?"

"Seumur hidupmu!"

"Apa?", tanya Anya dengan raut terkejut.

"Jadilah wanita simpananku, bukankah ini akan menguntungkan bagi kita berdua?"

"Tidak mau!", jawab Anya dengan yakin.

"Kenapa kau begitu keras kepala anak manis? Bukankah kau sangat membutuhkan bantuan dariku, maka turunkanlah sedikit harga dirimu itu dan jadilah milikku selamanya...."

"Jangan bermimpi, sampai kapanpun aku tak sudi jadi simpananmu!"

"Kenapa kau begitu sombong dan keras kepala? Padahal setiap hari kau harus menjual tubuhmu kepada para pria hanya untuk mendapatkan beberapa lembar rupiah, jadilah milikku! Setidaknya hidupmu akan terjamin dan kau tak perlu lagi khawatir terkena penyakit kotor!"

"Sudahlah, jangan banyak bicara dan cepat pergilah, aku tak butuh bantuanmu! Biar aku usahakan sendiri keperluanku!"

"Baiklah kalau itu maumu, aku akan pergi. Tapi andai kau berubah pikiran, jangan segan-segan menghubungiku, tawaranku masih tetap berlaku..."

Anya hanya terkekeh mendengar itu. Apa hanya karena memiliki banyak uang, manusia jadi bisa bertingkah seenak hatinya? Gerutu Anya dengan kesal.

Bagi Anya menjual diri lebih baik daripada menjadi simpanan pria beristri. Sebut dia munafik! Namun itulah sedikit prinsip yang masih mampu dipegangnya. Anya tidak akan mengganggu dan menggoda apa yang telah menjadi milik wanita lain. Anya hanya akan bekerja secara profesional sebagai pekerja s**s. Kalau ada pria yang datang padanya, itu adalah karena kemauan pria itu sendiri, bukan dirinya yang merebut dari wanita manapun. Lagi pula Anya tidak ingin dimiliki dan terikat dengan siapapun. Sebab siapapun itu pasti hanya menginginkan tubuhnya bukan dirinya seutuhnya. Mana ada pria yang akan mencintai wanita murahan seperti dirinya? Anya cukup tahu diri dan tak mau bermimpi terlalu tinggi. Hidupnya sudah cukup dan dia hanya akan bersenang-senang dengan dirinya sendiri.

Terpopuler

Comments

Lesly Manurung

Lesly Manurung

.mau aja Anya tawaran heru

2022-11-26

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
156 Bab 156
157 Bab 157
158 Bab 158
159 Bab 159
160 Bab 160
161 Bab 161
162 Bab 162
163 Bab 163
164 Bab 164
165 Bab 165
166 Bab 166
167 Bab 167
168 Bab 168
169 Bab 169
170 Promo Novel Baru
171 Promo Sang Pelacur
Episodes

Updated 171 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155
156
Bab 156
157
Bab 157
158
Bab 158
159
Bab 159
160
Bab 160
161
Bab 161
162
Bab 162
163
Bab 163
164
Bab 164
165
Bab 165
166
Bab 166
167
Bab 167
168
Bab 168
169
Bab 169
170
Promo Novel Baru
171
Promo Sang Pelacur

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!