Malam itu, setelah perdebatan sengit yang terjadi diantara mereka, Heru meninggalkan sejumlah uang di meja untuk Anya. Dan meskipun kesal, Anya menerima uang pemberian Heru dengan senang hati. Itu adalah bonus atau mungkin Heru merasa sedikit bersalah karena tak bisa membantunya. Padahal seharusnya malam itu Heru tidak perlu membayarnya lagi, karena malam itu adalah malam ketiga Anya harus membayar hutangnya. Hutang biaya rumah sakit Anton yang akan ditanggung Heru sampai pria itu keluar dari rumah sakit.
Karena suasana hatinya yang sedang tidak baik, malam itu Anya memilih untuk pergi menghibur dirinya sendiri. Tidak, Anya tidak mau pergi ke club atau semacamnya yang akan membuat dirinya mabuk. Anya lebih memilih memacu sepeda motornya ke sebuah pasar malam. Tempat yang sering dikunjungi rakyat jelata untuk mencari hiburan ala kadarnya. Malam sudah larut saat Anya pergi kesana seorang diri. Pengunjung yang biasanya ramai berdesakan sudah tak lagi ada. Bahkan beberapa penjual mulai mengemasi kembali dagangannya, bersiap untuk pulang ke rumah.
Anya memilih mampir ke sebuah kios bakso yang masih buka dan memesan satu mangkok bakso. Lalu manyantapnya sendiri sambil menikmati malam yang sepi. Anya mengamati orang-orang yang berlalu-lalang di depan matanya. Wajah-wajah yang nampak lelah usai seharian mencari nafkah. Lalu pandangan Anya terpaku pada sepasang suami istri yang sedang bahu membahu mendorong gerobak dan sisa dagangan. Disekitarnya anak-anak remaja tanggung saling berkejaran. Wajah mereka berkeringat, lusuh, dan nampak lelah. Tapi mereka masih bisa saling melempar tawa dan canda. Tanpa terasa bibir Anya melengkungkan senyuman. Anya bisa merasakan kehangatan diantara keluarga kecil itu meski hidup dalam keterbatasan. Kehangatan keluarga yang mustahil di miliki Anya karena dirinya adalah anak yang dibuang. Tiba-tiba Anya merasa hidupnya amat sepi dan menyedihkan.
Anya menyantap baksonya dan menyesap minumannya hingga tandas, lalu membayarnya tanpa meminta kembalian. Pedagang itupun amat senang dan berterimakasih pada Anya. Melihat senyuman di wajah pedagang bakso entah mengapa membuat suasana hati Anya menjadi lebih baik. Dan tiba-tiba di benak Anya terlintas ide yang menarik. Anya tak lagi merasa kalau masalahnya adalah beban. Anya sudah bosan merasa kesepian sendiri. Mungkin menampung seseorang di rumah kontrakannya akan membuat hidupnya lebih menarik dan Anya tak perlu terlalu takut akan hal itu. Bukankah Tuhan yang menjamin rezeki setiap makhluk? Pastilah Anton juga punya rezeki sendiri yang akan Tuhan titipkan lewat dirinya. Dan Anya tak merasa takut lagi.
Anya melajukan sepeda motornya dengan hati ringan menuju kontrakannya. Sampai di rumah, Anya segera mencuci muka dan tidur dengan nyenyaknya. Mungkin esok hari, Anya ingin mengunjungi Anton dengan membawa sesuatu yang lezat.
Keesokan harinya Anya bangun pagi-pagi. Entah mengapa setelah memikirkan rencananya Anya jadi lebih bersemangat. Kali ini Anya tidak memasak dan tidak sarapan di rumah. Anya hanya mandi hingga badannya terasa segar, lalu segera berangkat. Dalam perjalanan Anya mampir ke sebuah gorobak bubur ayam di tepi jalan yang ramai dengan pembeli. Anya memesan dua untuk dibungkus, lalu membawanya ke rumah sakit.
Sampai di rumah sakit, Anya melihat Anton baru selesai mandi dan belum menyantap sarapan dari rumah sakit. Kebetulan sekali, begitu pikirnya.
"Selamat pagi, bagaimana kabarmu?", sapa Anya dengan riang.
Anton pun tersenyum melihat kedatangan Anya.
"Baik, kau tak perlu datang setiap pagi kesini...pasti kau punya kesibukan lain bukan?"
"Tidak apa, aku hanya ingin datang, ayo kita sarapan bersama, aku membeli bubur ayam di jalan. Kamu pasti bosan kan menyantap makanan dari rumah sakit terus?"
Anya menyodorkan bubur ayam yang telah dituangkan dalam mangkok plastik tahan panas.
"Terimakasih banyak, aku pasti sangat merepotkan..."
Anya hanya tersenyum, lalu mereka mulai menyantap makanan masing-masing dalam diam.
Setelah selesai makan, barulah Anya mulai menyatakan rencananya.
"Anton, bagaimana jika setelah sembuh kamu tinggal di kontrakanku dulu?"
Anton terlihat terkejut mendengar tawaran Anya. Dan kemudian Anton terlihat berfikir keras.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 171 Episodes
Comments
Lesly Manurung
kasian anton
2022-11-26
0