Sudah beberapa hari Anton tinggal di rumahnya. Disatu sisi terkadang Anya merasa rikuh harus berbagi ruang dengan orang lain. Apalagi orang itu laki-laki dan tak punya hubungan apapun dengannya. Tapi disisi lain Anya juga merasa hidupnya lebih berisi dan berwarna, sebab sekarang dia tak lagi sendirian. Setidaknya ada teman yang bisa diajak untuk bicara dan berbagi banyak hal. Dan tiba-tiba dunianya tak lagi terlalu sepi.
Anya masih melakukan ritual sehari-hari seperti biasa. Meski penghuni di dalam rumah bertambah tapi Anya tak merasa pekerjaan rumah tangga yang yang dilakukannya semakin berat. Sebab memasak untuk dimakan satu orang dan dua orang, ternyata sama saja capeknya. Begitupun dengan pekerjaan lainnya seperti membersihkan rumah dan mencuci baju. Sama saja sebab Anya mencuci dengan menggunakan mesin cuci. Sesekali Anton mencoba untuk membantu. Tapi bukannya membuat pekerjaan Anya semakin ringan melainkan malah membuat Anya harus mengulangi pekerjaannya yang gagal.
"Maafkan aku..", Ucap Anton dengan wajah frustasi.
"Tidak apa-apa, cobalah sedikit demi sedikit, jangan memaksakan diri dulu..."
Kalau sudah begitu Anton akan masuk ke kamarnya dan mengurung diri disana beberapa saat agar tingkahnya tidak lagi merepotkan Anya.
Anya sudah melaporkan keberadaan Anton dirumahnya kepada RT ditempat tinggalnya dan untunglah semua orang percaya tanpa bertanya macam-macam. Mungkin melihat kondisi Anton yang masih duduk di kursi roda membuat warga sekitar mudah percaya bahkan menaruh simpatik pada pria tampan yang harus duduk dikursi roda itu.
Jika jadwalnya tiba sebanyak dua kali seminggu Anya akan mengantarkan Anton untuk melakukan fisioteraphy di rumah sakit. Anya memilih pergi dan pulang dengan menggunakan taksi online agar lebih mudah. Untuk biaya, untunglah Heru masih bersedia menanggung biaya sampai perawatan Anton tuntas. Mungkin itu dilakukannya karena dirinya tak bisa membantu Anya lebih jauh untuk merawat Anton. Uang. Hanya uang yang bisa diberikannya untuk membantu Anya. Dan Anya tidak keberatan dengan hal itu.
"Maafkan aku, aku pasti sangat merepotkanmu...", kata Anton saat mereka dalam perjalanan pulang setelah melakukan fisioteraphy.
Bukan hanya sekali dua kali Anton meminta maaf, mungkin sehari bisa lebih dari tujuh kali. Bagaimana tidak, Anton benar-benar merasa hidupnya bergantung pada Anya dan pastilah Anya merasa terbebani dengan kehadirannya.
"Jangan minta maaf lagi, ini bukan salahmu...tidak ada orang yang ingin sakit dan jadi tidak berdaya, tapi ini takdir yang harus kita terima dengan lapang dada. Aku yakin suatu saat kamu pasti akan sembuh dan bisa berkumpul dengan keluargamu lagi...."
Kata-kata Anya berhasil menenangkannya dan membuat Anton jadi lebih bersemangat untuk sembuh.
"Terimakasih banyak, kalau bukan kau yang menabrakku mungkin mereka hanya akan meninggalkanku begitu saja..."
Menjelang malam, Anya pergi ke dapur untuk memasak makan malam untuk dirinya dan Anton. Hanya menu sederhana, nasi putih dan dua buah telor dadar. Tapi di meja makan Anton duduk sambil menunggunya seperti anak kecil. Ya, bagi Anya, Anton lebih seperti anak kecil yang harus dirawatnya. Hingga terkadang Anya lupa bahwa sesungguhnya Anton adalah pria dewasa yang cukup tampan.
Selesai memasak, Anya membawa makanan mereka ke ruang tengah agar mereka bisa makan sambil menonton televisi. Setelah mengganti-ganti chanel televisi dan merasa tidak ada yang menarik, Anya akhirnya menjatuhkan pilihannya pada chanel yang sedang menayangkan berita tentang sebuah kecelakaan misterius yang cukup viral belakangan ini. Sebuah kecelakaan tunggal mobil mewah yang jatuh ke dalam jurang. Tapi bahkan setelah lebih dari satu minggu dilakukan pencarian, korban yang merupakan seorang pengusaha muda yang cukup terkenal belum juga ditemukan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 171 Episodes
Comments
Lesly Manurung
jangan2 Anton itu
2022-11-27
0