Bab 19: GENG CANTIKA VS ROSE

Sekarang apa lagi? Rencanaku sekali lagi harus dirubah. Mommy, kamu tidak bisa ditandingi. Semua rencana pasti gagal di hadapanmu. Rose pikirkan sesuatu. Jangan sampai semua gagal.~batin Rose yang berjalan tanpa melihat ke depan hingga ia tak sengaja menyenggol bahu seseorang.

"Sorry....," Ucap Rose seraya mendongak melihat siapa yang ia tabrak.

Sebuah tangan menahan lengan Rose agar tidak jatuh, tapi dengan cepat langsung ditepis oleh gadis itu. Tanpa kata ia berjalan meninggalkan pria yang justru mengikuti langkahnya.

"Salsa! Ayolah, kita bicara sebentar." Ucap pria itu mencegat langkah Rose dengan merentangkan kedua tangannya.

"Minggir!" Peringatan Rose agar Riswan mau menyingkir dari jalannya, tapi pria itu justru berusaha menyentuh wajahnya.

Sontak Rose mengangkat tangannya memberikan stempel cap jari yang suaranya terdengar menggema di sepanjang lorong, membuat para mahasiswa yang hilir mudik tercengang. Lalu, berlarian berkumpul mengelilingi tempat yang kini menjadi pusat perhatian. Riswan memegangi pipi kirinya, lalu menatap gadis yang dingin dengan tatapan tak percaya.

"Siapa kamu?!" Riswan mengerutkan kedua alisnya. "Salsa tidak sekasar dirimu. Salsa....,"

"SHUT UP! SALSA? SALSA, DAN SALSA. WHO'S IS SALSA?" Rose menyilangkan kedua tangannya di dada, lalu maju satu langkah mendekati Riswan. "AKU ROSE, BUKAN SALSA."

Ketegasan dari pernyataan Rose membius mahasiswa, begitu juga dengan Riswan. Dimana pria itu harus menahan malu, dan kecewa. Hatinya masih percaya gadis itu adalah Salsa bukan seorang pemberontak. Sementara yang ia pikirkan pergi berlalu meninggalkan kerumunan dengan tatapan dingin. Tak seorangpun berani menegur, apalagi ikut campur.

"Apa lihat-lihat? BUBAR!" Seru Riswan, membuat semua mahasiswa menyingkir tanpa menunggu diusir.

Kehebohan sesaat itu tak luput dari pengamatan Vans yang memilih berdiri di sudut dengan kedua tangannya bersemayam di balik saku celana. Ia masih menjadi seorang penonton agar putrinya bisa mengambil tanggung jawab yang sudah diputuskan. Percakapan semalam bersama Asfa, sudah cukup menjadi penjelasan tanpa menyisakan pertanyaan lagi.

"Mommy mu sangat keras kepala, tapi dia tidak sekalipun mengeluh di jalan yang ia pilih. Semoga kamu menyadari apapun yang Asfa lakukan hanya untuk mengajarimu. Jika dunia ini tidak sesederhana seperti prinsip hidupmu." Vans meninggalkan tempatnya berdiri untuk kembali menuju ruangan dosen.

Kegiatan belajar mengajar masih berlangsung. Semua mahasiswa sibuk di dalam kelas. Tetapi ada tiga gadis yang justru sibuk mengendap-endap memasuki ruangan khusus. Dimana ruangan itu dipenuhi berbagai perlengkapan demo beberapa anggota kandidat senat.

"Sar, ini bukan punya si cupu. Coba yang lemari satunya samping kananmu!" Ucap Dela kembali menutup lemari pertama.

Sarah melakukan permintaan Dela. Lemari nomor dua ia buka, tapi perlengkapan di dalamnya juga bukan punya Rose. Sontak dirinya menggelengkan kepala, membuat Dela nendengus dan berjalan menuju lemari ketiga. Sementara Prita hanya berdiri memperhatikan kedua sahabatnya secara mengawasi situasi.

"Guy's, ayolah! Sebentar lagi waktunya istirahat, dan demo....,"

"Yeeeaah ketemu!" Seru Dela melebarkan pintu lemari ketiga.

Sarah berjalan cepat menghampiri Dela, lalu tersenyum nakal dengan kode mata. "Del, ambil kardus besar di pojok, dan masukkan semua itu! Cepat."

"Sar, mahasiswa banyak yang mendukung kita. Kenapa masih....,"

"Bisa diam?! Gue, cuma suruh loe jaga. Bukan komen keputusan ku. Inget, ya. Papa bisa tarik semua saham di cafe kakak loe." bentak Sarah membungkam Prita.

"Sudahlah. Kita ini sahabat, ok. Jangan cuma karena masalah sepele jadi ribut kaya anak kecil, deh." celetuk Dela yang masih memasukkan peralatan demo milik Rose.

Setelah sepuluh menit. Akhirnya seluruh isi lemari berpindah ke dalam dua kardus besar. Sarah berjalan di depan dengan tenang, sedangkan Prita dan Dela mau tidak mau harus menyeret kardus itu meninggalkan ruang penyimpanan. Waktu istirahat kurang sepuluh menit, membuat geng cantika melakukan sisa pekerjaan dengan terburu-buru.

Ketiganya menghancurkan semua perlengkapan demo Rose. Dimulai dari pamflet kertas yang disobek menjadi beberapa bagian, bendera biru langit berlogo bulan sabit yang menjadi gelap karena tinta hitam. Serta benda lainnya dirusak, dan bisa di pastikan tidak bisa digunakan lagi. Tanpa mereka sadari waktu berganti menjadi jam istirahat.

Para mahasiswa keluar dari kelas masing-masing. Meskipun begitu, geng cantika tidak takut sama sekali. Justru kali ini dijadikan sebagai pelajaran bahwa siapapun yang menentang kekuasaan mereka. Maka hanya bisa mendapatkan kebencian dan kebencian. Suara para mahasiswa mengalir seperti air hingga sampai di telinga Rose, membuat gadis itu meninggalkan kelas dan menghampiri aula utama kampus.

Sarah melihat kedatangan Rose. Lalu bertepuk tangan dengan senyuman sinis. "Welcome cupu, selamat atas hadiah istimewa mu dari ku."

"Upst." Dela menutup bibirnya dengan mata membulat berpura-pura terkejut. "Maaf sengaja, hahahaha."

Sarah berjalan mendekati selembar bendera yang masih utuh tanpa cacat. Kemudian mengulurkan tangan kiri nya, membuat Dela memberikan gunting mini. "Kampus ini kekuasaan ku. Bukan aku yang PECUNDANG, tapi KAMU CUPU."

Rose menatap semuanya tanpa berkedip. Senyuman tipis tersungging. Meskipun samar, tetap saja hawa dingin mulai menyebar. Ia membiarkan Sarah menggunting sisa usahanya selama beberapa minggu. Yah, kini semua perlengkapan untuk dirinya melakukan demo pencalonan senat hancur tanpa bisa digunakan lagi.

Sarah, dan Dela tertawa karena mereka berpikir musuh bebuyutannya telah kalah. Namun, itu hanya ada di dalam pikiran. Tanpa satu kata, Rose meninggalkan tempat terpanas itu, membuat geng cantika semakin puas atas kemenangan mereka. Hingga lima menit kemudian, gadis yang dianggap tidak akan melawan kembali ke tempat semua mahasiswa berkumpul dengan membawa sebotol bensin dan sesuatu di genggaman tangan satunya.

Para mahasiswa tidak ada yang menolong, bersuara apalagi mendekat. Semua seperti terhalang dinding kaca, sedangkan geng cantika membiarkan Rose mengumpulkan semua perlengkapan yang kini bisa disebut sampah. Hanya dalam lima menit semua benda terkumpul menjadi satu.

Botol yang berisi cairan kekuningan dibuka, lalu disiramkan ke tumpukan semua usaha yang dilakukan gadis itu. Kemudian tak lupa menyulut korek api, dan melepaskan tepat diatas tumpukan perlengkapan demo.

Wuusshhh!

Kobaran api yang langsung membesar, membuat beberapa mahasiswa mundur. Namun, geng cantika tertegun dengan apa yang dilakukan Rose. Kenapa gadis itu justru membakarnya? Kenapa bukan memohon pengampunan? Apa sudah geser otaknya?

"APA YANG KAMU PIKIRKAN? AKU AKAN JATUH. UPS!" Rose ikut menutup bibirnya mengikuti cara Dela tadi. "AKU TIDAK MEMBUTUHKAN SEMUA INI, KENAPA? SEMUA YANG KALIAN SENTUH TIDAK LAGI MEMILIKI NILAI."

"....,"

Sarah ingin menjelaskan, tapi Rose mengangkat tangannya dengan tatapan tajam menusuk. "SEORANG PEMIMPIN BUKAN MEMILIKI CAMBUK UNTUK MENGHUKUM, TETAPI MEMILIKI BELAS KASIH DI HATI UNTUK MELINDUNGI. AKU TAHU, KALIAN SEMUA BUTA, TULI, DAN BISU."

"SAMPAI KAPAN?" Rose menatap para mahasiswa satu persatu, tidak ada yang berani membalas tatapan matanya. "JANGAN SALAHKAN TAKDIR. JIKA KALIAN SAJA TIDAK BISA MEMBELA DIRI. TAKDIR BISA DIRUBAH, TAPI SEMUA DARI NIAT....,"

"Apa kamu tidak takut mereka memberi hukuman lebih dari....,"

Suara gemetar dari belakang Rose, membuat gadis itu berbalik seraya menurunkan sedikit aura intimidasi nya, dan berjalan menghampiri salah satu mahasiswa yang juga korban bully. Kemudian mengulurkan tangannya. "Semua yang melukai dibiarkan hidup tenang, dan yang dilukai semakin terluka menyimpan rasa sakit. Aku mengulurkan tanganku, sekarang pilihlah."

"Hidup bebas, atau hidup dikendalikan mereka?" Rose tersenyum manis dengan lirikan mata ke Sarah.

Terpopuler

Comments

@🔵🍁⃟𐍹 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ⬪ᷢ♛⃝꙰ ❤

@🔵🍁⃟𐍹 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ⬪ᷢ♛⃝꙰ ❤

ternyata diluar perkiraan ya Sar kirain Rose bakal kalah tapi nyatanya gak

2022-11-20

0

🍁𝕬𝖓𝖉𝖎𝖓𝖎•𖣤᭄æ⃝᷍𝖒❣️HIAT

🍁𝕬𝖓𝖉𝖎𝖓𝖎•𖣤᭄æ⃝᷍𝖒❣️HIAT

ayoo rose semangat kamu pasti bisa..

2022-11-20

0

➳️ anna🐣 ༒࿐ 🦣

➳️ anna🐣 ༒࿐ 🦣

salsa yang dimaksut riswan itu saha? wahhh keren terima aja uluran tangan rose dengan memilih kebebasan.

2022-10-23

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: CUPU
2 Bab 2: Janji Rose Qiara Salsabila Luxifer
3 Bab 3: Don't Touch Me!
4 Bab 4: Genk Cantika VS Dewan Kampus
5 Bab 5: HOTEL PENGADUAN
6 Bab 6: TELL! - MEMBUJUK MOMMY
7 Bab 7: AKTING - MARI BERTEMAN?
8 Bab 8: KEKESALAN- PREMAN SEWAAN
9 Bab 9: PANGGILAN- GENK MOTOR-JALAN VETERAN
10 Bab 10: PAPA - CERAMAH
11 Bab 11: INFORMASI - SEPULUH TAHUN? - ATMAJA MURKA
12 Bab 12: MEMBUJUK - NASEHAT - TAMPARAN
13 Bab 13: TENANG - TIDAK JERA?
14 Bab 14: DEAL? - DEAL!
15 Bab 15: HARI YANG BERLALU
16 Bab 16: PECUNDANG
17 Bab 17: REKTOR WISNU - RAPAT DEWAN
18 Bab 18: PRIA BULE
19 Bab 19: GENG CANTIKA VS ROSE
20 Bab 20: GENK CANTIKA VS ROSE II
21 Bab 21: MENGUPING
22 Bab 22: MOMMY
23 Bab 23: PERMINTAAN ROSE - KEMARAHAN SARAH
24 Bab 24: SISI BAIK SARAH - NYONYA ATMAJA
25 Bab 25: SURPRISE GIFT | ONTY
26 Bab 26: DIA
27 Bab 27: COKLAT - BILU
28 Bab 28: ENAM BELAS TAHUN
29 Bab 29: ROSE- ASFA - VANS
30 Bab 30: HUBUNGAN HATI
31 Bab 31: CAIRAN KIMIA
32 Bab 32: CAFE BINTANG
33 Bab 33: SARAPAN BERSAMA
34 Bab 34: AYUNAN RUSAK
35 Bab 35: MAU BALAPAN? - GADIS KELINCI?
36 Bab 36: KEPUTUSAN ASFA - PEMBICARAAN PRIA
37 Bab 37: IZIN
38 Bab 38: MENGUNTIT - RUMAH REYOT
39 Bab 39: SIARAN RADIO
40 Bab 40: KEHIDUPAN PRITA
41 Bab 41: ANCAMAN UNTUK PRITA
42 Bab 42: ISTRIMU! - BISIK-BISIK MAHASISWA
43 Bab 43: PERDEBATAN KECIL
44 Bab 44: PIDATO ROSE - CORETAN ANCAMAN
45 Bab 45: PERDEBATAN SARAH DAN DELLA - PIDATO
46 Bab 46: HASIL PEMILIHAN SENAT PERIODE I
47 Bab 47: PEKERJAAN PRITA - MENYUAPI SANG ISTRI
48 Bab 48: PERBINCANGAN SUAMI ISTRI
49 Bab 49: PENJELASAN SI BAPAK PEMILIK RUMAH
50 Bab 50: CERITA TENTANG MALIK
51 Bab 51: MEMASUKI RUMAH MALIK
52 Bab 52: SI BOS
53 Bab 53: KETEGANGAN DI MANSION
54 Bab 54: KELUARGA PHOENIX
55 Bab 55: PERBEDAAN ROSE DAN SANG MOMMY
56 Bab 56: KEDATANGAN DOMINIC - RASA KHAWATIR SEORANG AYAH
57 Bab 57: KENYATAAN DIBALIK DIAMNYA SANG PUTRI
58 Bab 58: BERITA DARI DOMINIC
59 Bab 59: GARIS TAKDIR
60 Bab 60: ANCAMAN DELA
61 Bab 61: NIAT ROSE - SUAMI ISTRI
62 Bab 62: ROSE BERTINDAK - SIARAN TV
63 Bab 63: PAPA DAN GADISNYA
64 Bab 64: PIKIRAN MASING-MASING
65 Bab 65: RISWAN - PRITA
66 Bab 66: KECEWA dengan PERTANYAAN
67 Bab 67: TELL ME!
68 Bab 68: JEBAKAN?
69 Bab 69: HILANG INGATAN? - I KNOW
70 Bab 70: LIBURAN - LEVEL BINTANG - DIAM?
71 Bab 71: ROSE MAU...
72 Bab 72: HADIAH UNTUK ROSE
73 Bab 73: HADIAH UNTUK ROSE II
74 Bab 74: SURATAN TAKDIR
75 Bab 75: AYO, KITA BALAPAN
76 Bab 76: TAK KENAL, MAKA TAK SAYANG
77 Bab 77: TAMAN
78 Bab 78: TERJADI KEHEBOHAN
79 Bab 79: ROSE TIDAK PERCAYA - KTP IDENTITAS
80 Bab 80: BABY SUGAR? ROSE
81 Bab 81: Kubus Pemicu Balapan
82 Bab 82: CINTA ITU....
83 Bab 83: HANYA SUARA
84 Bab 84: PENGADUAN DELLA
85 Bab 85: SERUM KEBENARAN
86 Bab 86: Kegagalan Vincent, Kedatangan Vans
87 Bab 87: KEPUTUSAN AKHIR
88 Bab 88: Ketika semua tentang ....
89 Bab 89: ROSE SUDAH DEWASA, JEJAK BERDARAH
90 Bab 90: Keputusan Asfa
91 Bab 91: Hukum Karma
92 Bab 92: Desa Himalaya
93 Bab 93: TERROR
94 Bab 94: BUS menuju MAKAM
95 Bab 95: KERAS KEPALA, MURKA
96 Bab 96: TEBING MOLY
97 Bab 97: Kejujuran, apa artinya?
98 Bab 98: Sang Bartender
99 Bab 99: Si Kembar A
100 Bab 100: Tercengang, Menenangkan
101 Bab 101: Suasana Ruang Aula
102 Bab 102: Queen terlibat, Kertas Tantangan
103 Bab 103: Arti Pemimpin, Demo Rose
104 Bab 104: Para Pendukung Kedua Finalis
105 Bab 105: Provokasi
106 Bab 106: Pasrah, Bangkit
107 Bab 107: KETIDAKWARASAN
108 Bab 108: Gedung Olahraga
109 Bab 109: LUKA SEORANG PEMIMPIN
110 Bab 110: Keraguan tak mengubah Kenyataan
111 Bab 111: Tiket Emas
112 Bab 112: SECRET, VALENTINE
113 Bab 113: Enam Belas Jam
114 Bab 114: Dimulai Babak Pertama
115 Bab 115: Samsul Berkuasa
116 Bab 116: Gulungan, Perdebatan
117 Bab 117: Peraturan, Bidak
118 Bab 118: First Truth, Second Dare
119 Bab 119: Identitas?
120 Bab 120: Misi yang Direbut
121 Bab 121: Amarah, Emosi
122 Bab 122: Nama yang Sama
123 Emergency ANNOUNCEMENT
Episodes

Updated 123 Episodes

1
Bab 1: CUPU
2
Bab 2: Janji Rose Qiara Salsabila Luxifer
3
Bab 3: Don't Touch Me!
4
Bab 4: Genk Cantika VS Dewan Kampus
5
Bab 5: HOTEL PENGADUAN
6
Bab 6: TELL! - MEMBUJUK MOMMY
7
Bab 7: AKTING - MARI BERTEMAN?
8
Bab 8: KEKESALAN- PREMAN SEWAAN
9
Bab 9: PANGGILAN- GENK MOTOR-JALAN VETERAN
10
Bab 10: PAPA - CERAMAH
11
Bab 11: INFORMASI - SEPULUH TAHUN? - ATMAJA MURKA
12
Bab 12: MEMBUJUK - NASEHAT - TAMPARAN
13
Bab 13: TENANG - TIDAK JERA?
14
Bab 14: DEAL? - DEAL!
15
Bab 15: HARI YANG BERLALU
16
Bab 16: PECUNDANG
17
Bab 17: REKTOR WISNU - RAPAT DEWAN
18
Bab 18: PRIA BULE
19
Bab 19: GENG CANTIKA VS ROSE
20
Bab 20: GENK CANTIKA VS ROSE II
21
Bab 21: MENGUPING
22
Bab 22: MOMMY
23
Bab 23: PERMINTAAN ROSE - KEMARAHAN SARAH
24
Bab 24: SISI BAIK SARAH - NYONYA ATMAJA
25
Bab 25: SURPRISE GIFT | ONTY
26
Bab 26: DIA
27
Bab 27: COKLAT - BILU
28
Bab 28: ENAM BELAS TAHUN
29
Bab 29: ROSE- ASFA - VANS
30
Bab 30: HUBUNGAN HATI
31
Bab 31: CAIRAN KIMIA
32
Bab 32: CAFE BINTANG
33
Bab 33: SARAPAN BERSAMA
34
Bab 34: AYUNAN RUSAK
35
Bab 35: MAU BALAPAN? - GADIS KELINCI?
36
Bab 36: KEPUTUSAN ASFA - PEMBICARAAN PRIA
37
Bab 37: IZIN
38
Bab 38: MENGUNTIT - RUMAH REYOT
39
Bab 39: SIARAN RADIO
40
Bab 40: KEHIDUPAN PRITA
41
Bab 41: ANCAMAN UNTUK PRITA
42
Bab 42: ISTRIMU! - BISIK-BISIK MAHASISWA
43
Bab 43: PERDEBATAN KECIL
44
Bab 44: PIDATO ROSE - CORETAN ANCAMAN
45
Bab 45: PERDEBATAN SARAH DAN DELLA - PIDATO
46
Bab 46: HASIL PEMILIHAN SENAT PERIODE I
47
Bab 47: PEKERJAAN PRITA - MENYUAPI SANG ISTRI
48
Bab 48: PERBINCANGAN SUAMI ISTRI
49
Bab 49: PENJELASAN SI BAPAK PEMILIK RUMAH
50
Bab 50: CERITA TENTANG MALIK
51
Bab 51: MEMASUKI RUMAH MALIK
52
Bab 52: SI BOS
53
Bab 53: KETEGANGAN DI MANSION
54
Bab 54: KELUARGA PHOENIX
55
Bab 55: PERBEDAAN ROSE DAN SANG MOMMY
56
Bab 56: KEDATANGAN DOMINIC - RASA KHAWATIR SEORANG AYAH
57
Bab 57: KENYATAAN DIBALIK DIAMNYA SANG PUTRI
58
Bab 58: BERITA DARI DOMINIC
59
Bab 59: GARIS TAKDIR
60
Bab 60: ANCAMAN DELA
61
Bab 61: NIAT ROSE - SUAMI ISTRI
62
Bab 62: ROSE BERTINDAK - SIARAN TV
63
Bab 63: PAPA DAN GADISNYA
64
Bab 64: PIKIRAN MASING-MASING
65
Bab 65: RISWAN - PRITA
66
Bab 66: KECEWA dengan PERTANYAAN
67
Bab 67: TELL ME!
68
Bab 68: JEBAKAN?
69
Bab 69: HILANG INGATAN? - I KNOW
70
Bab 70: LIBURAN - LEVEL BINTANG - DIAM?
71
Bab 71: ROSE MAU...
72
Bab 72: HADIAH UNTUK ROSE
73
Bab 73: HADIAH UNTUK ROSE II
74
Bab 74: SURATAN TAKDIR
75
Bab 75: AYO, KITA BALAPAN
76
Bab 76: TAK KENAL, MAKA TAK SAYANG
77
Bab 77: TAMAN
78
Bab 78: TERJADI KEHEBOHAN
79
Bab 79: ROSE TIDAK PERCAYA - KTP IDENTITAS
80
Bab 80: BABY SUGAR? ROSE
81
Bab 81: Kubus Pemicu Balapan
82
Bab 82: CINTA ITU....
83
Bab 83: HANYA SUARA
84
Bab 84: PENGADUAN DELLA
85
Bab 85: SERUM KEBENARAN
86
Bab 86: Kegagalan Vincent, Kedatangan Vans
87
Bab 87: KEPUTUSAN AKHIR
88
Bab 88: Ketika semua tentang ....
89
Bab 89: ROSE SUDAH DEWASA, JEJAK BERDARAH
90
Bab 90: Keputusan Asfa
91
Bab 91: Hukum Karma
92
Bab 92: Desa Himalaya
93
Bab 93: TERROR
94
Bab 94: BUS menuju MAKAM
95
Bab 95: KERAS KEPALA, MURKA
96
Bab 96: TEBING MOLY
97
Bab 97: Kejujuran, apa artinya?
98
Bab 98: Sang Bartender
99
Bab 99: Si Kembar A
100
Bab 100: Tercengang, Menenangkan
101
Bab 101: Suasana Ruang Aula
102
Bab 102: Queen terlibat, Kertas Tantangan
103
Bab 103: Arti Pemimpin, Demo Rose
104
Bab 104: Para Pendukung Kedua Finalis
105
Bab 105: Provokasi
106
Bab 106: Pasrah, Bangkit
107
Bab 107: KETIDAKWARASAN
108
Bab 108: Gedung Olahraga
109
Bab 109: LUKA SEORANG PEMIMPIN
110
Bab 110: Keraguan tak mengubah Kenyataan
111
Bab 111: Tiket Emas
112
Bab 112: SECRET, VALENTINE
113
Bab 113: Enam Belas Jam
114
Bab 114: Dimulai Babak Pertama
115
Bab 115: Samsul Berkuasa
116
Bab 116: Gulungan, Perdebatan
117
Bab 117: Peraturan, Bidak
118
Bab 118: First Truth, Second Dare
119
Bab 119: Identitas?
120
Bab 120: Misi yang Direbut
121
Bab 121: Amarah, Emosi
122
Bab 122: Nama yang Sama
123
Emergency ANNOUNCEMENT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!