Bab 7: AKTING - MARI BERTEMAN?

"Regal Academy dibangun atas nama Rose Qiara Salsabila Luxifer. Pusat pendidikan itu, aku bangun sebagai wujud syukur ku karena Tuhan memberikan kehidupan baru untuk putriku. Mommy akan berikan kamu satu kesempatan, tapi dengan catatan." Asfa menatap putrinya seraya mengusap pipi putih yang selalu terawat dengan penuh cinta. "Jika selama satu tahun pilihan yang kamu buat tidak terselesaikan. Maka, mommy akan mencabut izin di saat itu juga. Rose, paham?"

Rose tersenyum manis, tanpa kata merengkuh tubuh Asfa. Pelukan hangat sebagai ucapan terimakasih sekaligus persetujuan. Beberapa saat hanya ada pelukan, bahkan Tuan Luxifer ikut mendekap kedua wanita tercintanya penuh rasa syukur.

Berkat sang kakek, akhirnya Rose memiliki waktu untuk membalaskan dendam kematian Nara sahabatnya. Kini tujuan hidup dari gadis bermata biru dengan senyuman menawan hanyalah untuk menegakkan keadilan di Regal Academy.

"Istirahatlah! Mommy harus pergi. Pa, aku titip Rose." pamit Asfa, lalu mengecup kening putrinya penuh kasih sayang.

Usapan lembut di kepala wanita anggun itu, masih terasa sama selama bertahun-tahun. "Hati-hati, Nak. Jangan lupa kabari kami."

Asfa mengangguk, dan sekali lagi memeluk tubuh kekar Tuan Luxifer bersama Rose yang selalu bahagia ketika melakukan pelukan ala teletubbies. Kini sang mommy pergi melanjutkan pekerjaan, membuat kakek dan cucunya menikmati waktu bersama dengan canda dan tawa.

Keesokan harinya.

Suasana kampus nampak sunyi, meskipun banyak mahasiswa yang lalu lalang dari berbagai arah. Tetap saja ada ketegangan karena tersebarnya berita kasus yang menimpa genk cantika. Hingga dari arah luar gerbang sebuah mobil Alphard hitam masuk ke halaman parkir utara, membuat mahasiswa yang awalnya memiliki ketenangan mendadak sibuk menjauh dari tempat umum.

Sementara di dalam mobil tiga gadis masih enggan membuka pintu. Dimana satu gadis dengan rambut sebahu sibuk memainkan gawai, satu gadis lagi hanya diam memejamkan mata, sedangkan gadis terakhir membereskan riasan wajahnya.

"Ayo, turun!" ajak gadis terakhir setelah memastikan polesan bedak menutupi luka sobek di sudut bibirnya.

"Sar, apa udah kabar dari mereka?" Gadis rambut sebahu mengalihkan perhatiannya dari gawai melirik Sarah yang duduk di kursi belakang.

Pertanyaan dari Dela sontak membuat Sarah mengambil ponsel dari dalam tas jinjingnya. Sejenak fokusnya memeriksa beberapa pesan, "Yup, mereka siap beraksi. Kita hanya perlu membawa si cupu jalan-jalan. Ingat ya, kita harus akting sebaik mungkin, kalian paham 'kan?!"

Dela mengedipkan mata kirinya, "Rebes. Prita? Kamu sakit, ya? Kok diam aja dari rumah?"

"Gak. Aku keluar dulu," jawab Prita dengan tangan langsung membuka pintu, lalu melangkahkan kaki keluar dari mobil.

Tindakan gadis blasteran itu, membuat kedua sahabatnya heran dan saling pandang. Namun berakhir ketidak pahaman dengan mengedikkan bahu. Melihat Prita yang masih berdiri di samping mobil, Dela dan Sarah ikut turun meninggalkan mobil di parkiran khusus seperti biasanya.

Langkah geng cantika menjadi sorotan para mahasiswa. Bukan tatapan yang melawan, banyak lirikan mata dengan rasa takut dan ada juga yang mengejek. Hingga dari arah tangga terlihat seorang gadis bergaun modis melangkahkan kaki menuju bangunan utama. Sarah menghentikan langkah kaki dengan tatapan mengikuti setiap gerakan Rose yang tanpa ragu menjelajahi kampus tanpa rasa takut sedikitpun.

Dela dan Prita ikut berhenti, kedua gadis itu tahu benar jika ketua mereka tengah menjadikan target utama sebagai fokus utama. Bukan hanya itu, reaksi para mahasiswa lain pun ikut diamati. Jelas saja ada beberapa mahasiswa yang terang-terangan mengulurkan tangan untuk berteman dengan si cupu. Pemandangan langka itu mendidihkan darah di dalam diri Sarah.

Tangan yang mengepal, membuat Prita memegang bahu Sarah. "Emosimu terlalu berlebihan. Bagaimana kamu akan akting? Relax!"

"Prita bener, Sar. Ayolah pasang wajah termanis, dan kita hampiri si cupu. Ups, Qia maksudku. Ayo!" Dela menggandeng lengan Sarah, ketiganya berjalan menaiki anak tangga satu persatu.

Para mahasiswa yang sibuk menyenangkan hati Rose, bergegas membubarkan diri ketika melihat genk cantika berjalan mendekat, "Rose, kami ke kelas duluan. Hati-hati ada ular berbisa."

"Hmm." jawab Rose santai, aroma yang tak asing menyatu bersama hembusan angin. "Bagaimana keadaan kalian? Ku harap lebih baik."

Pertanyaan itu menghentikan langkah geng cantika, disaat bersamaan Rose berbalik dan tatapan matanya tenang dengan senyuman tipis menghiasi bibir menawan semerah cherry tetapi natural. "Seharusnya istirahat saja, pasti sakit. Aku minta maaf, sungguh tidak bermaksud....,"

"Aku baik, lupakan itu semua. Mari berteman?" Sarah mengulurkan tangan kanannya, begitu juga dengan Dela. "Lihat, sahabat ku juga mau berteman denganmu."

"Prita, apa kamu tidak mau berteman denganku?" tanya Rose mengalihkan tatapan matanya pada gadis yang diam membisu, ekspresi wajah dingin itu justru mengingatkan dirinya bagaimana saat mommynya tak ingin diusik.

Perbedaannya hanyalah, emosi dalam diri Prita bukan sebuah intimidasi tetapi sebuah tekanan batin. Disaat bersamaan bel berbunyi, membuat Rose melirik jam di pergelangan tangannya. "Pelajaran pertama guru killer, bye."

"Hey! Mau jalan bareng?" tanya Sarah sedikit keras, sontak menghentikan langkah Rose.

Gadis itu mengacungkan jempol tanda setuju, lalu kembali melanjutkan perjalanannya memasuki bangunan utama kampus. Senyum nakal Sarah ditemani seringaian bibir Dela, tapi tidak dengan Prita dimana gadis blasteran itu hanya mengikuti semua permainan sahabatnya tanpa mau berkomentar.

Begitu banyak tatapan mata tertegun melihat bagaimana genk cantika berusaha mendekati Rose dengan sikap manis. Bukan hanya di kelas saja, bahkan di kantin pun ketiga gadis pembuat onar itu duduk satu meja dengan satu korban yang selama ini menjadi bahan utama bully. Tidak ada yang menyangka dan menduga. Meskipun seperti itu, banyak hati yang merasakan genk cantika hanya bermain sandiwara.

Empat jam berlalu, setelah dua kelas berakhir. Rose membereskan semua bukunya dari atas meja, lalu memasukkan ke dalam tas hitam sedang dengan bandul bulan sabit. Disaat sibuk, suara langkah kaki mendekat tak mengalihkan perhatian gadis itu, hingga suara ajakan barulah ia mendongak menatap siapa yang mengajak bicara.

"Ayo, kita ke mall. Aku yang traktir sebagai awal pertemanan. Please jangan tolak, ya?" ajak Sarah dengan suara manisnya.

Rose memeriksa benda pipih yang tergeletak di atas meja. Setelah memastikan waktunya tidak terlambat barulah kembali menatap ketiga gadis yang berdiri di depan mejanya. "Boleh, bukankah ada mall baru di jalan Kenangan? Kenapa tidak kesana saja?"

Ck. Gayanya sok banget, mall baru aja tahu. Gak mungkin juga kuat beli barang di mall sebesar itu, haduh si cupu harus diberi pelajaran.~ batin Sarah dengan menahan rasa muaknya karena berdekatan dengan gadis yang dianggap tak selevel itu, membuat Dela menyikut lengannya dengan lirikan tajam.

"Yuk!"

Keempat gadis yang berjalan bersama menjadi pusat perhatian. Para mahasiswa tertegun dengan mata siap berlari, ada pula yang membuka mulut lebar. Bisikan tidak percaya akan pemandangan yang terjadi menyusup ke telinga genk cantika dan Rose. Meskipun begitu tidak ada yang menghentikan langkah mereka hingga menghampiri tempat parkiran dan masuk ke dalam mobil.

"Sar, semua sudah siap?" bisik Dela yang mendapat anggukan kepala sang sahabat sebagai jawaban.

Bukannya tak mendengar, Rose membiarkan semua sandiwara geng cantika berjalan mulus tanpa ada keraguan. Dela yang menjadi sopir, mulai menyalakan mesin. Kemudian mobil bergerak meninggalkan parkiran kampus.

"Boleh, aku tanya sesuatu?" tanya Rose polos.

"Tanyakan saja." Jawab Prita yang kali ini angkat suara dengan lirikan ke spion tengah, padahal yang bertanya ada disebelahnya.

"Kenapa kalian mau berteman denganku?" tanya Rose menghadirkan senyuman tipis.

Sarah mengepalkan tangannya, meskipun disembunyikan dibalik pakaian atasnya yang longgar. Tetap saja aura perubahan dapat Rose rasakan. "Aku tidak mau kita musuhan lagi, pelajaran darimu kemarin. Aku sadar, tidak seharusnya berbuat semena-mena....,"

"Sar, sepertinya aku salah jalan. Bagaimana ini?" sela Dela mengalihkan pembicaraan, agar emosi sahabatnya bisa terkendali.

"Lewat saja jalan Veteran, lalu belok kanan masuk jalan Sriwijaya." jawab Rose tanpa peduli dengan kode mata dari Dela dan Sarah.

"Bagaimana kamu hafal jalan semua itu?" tanya Prita penasaran, tapi tidak digubris oleh Rose.

Hingga saat mobil mulai memasuki jalan Veteran justru tiba-tiba saja berhenti, membuat Dela mengumpat dengan makian kasar. "Etdah, s!al, ngapain pake mogok segala? Guy's, astaga bensinnya abis. Gimana nih?"

Wajah polos Rose masih jelas, membuat genk cantika berpikir gadis satu itu tidak memahami apapun tentang mobil. "Setahuku di depan sana ada pom bensin mini. Bagaimana kalau kita kesana saja? Tidak mungkin kan, kita minta teman baru yang jalan kaki?"

"Ya ampun, mana tega aku. Gak donk, hati ku dalam keadaan bahagia. Sebaiknya kita saja yang beli bensin, lumayan olahraga." sambung Dela menyetujui semua perkataan Sarah.

"Emm, kamu tunggu saja di dalam mobil. Daripada ikut panas-panasan, mending ngadem, okay. Yuk, guy's, buruan beli bensin." ajak Sarah seraya membuka pintu mobil.

"Apa tidak apa? Aku disini?" tanya Rose lirih, membuat Prita melirik ke arah gadis itu dengan tatapan mata tak terbaca.

"Aku gak enak kalau kamu harus ikut panas-panasan, jadi diam aja di sini." Dela meyakinkan Rose agar menurut seraya mencabut kunci mobil.

Braak!

Pintu mobil tertutup, kini Rose hanya sendirian. Bukannya takut, tapi senyumannya hilang sempurna. Tatapan matanya tajam mengikuti setiap langkah genk cantika yang menjauhkan diri dari tempat mobil terparkir.

"Ck. Ck. Ck. Kenapa kalian sangat bodoh? Dunia bisa runtuh, tapi sifat dan sikap kalian tidak. Untung saja, aku membuat rencana sepuluh langkah di depan kalian. See you, my enemy." Rose mengambil sebuah kunci mobil dari dalam tasnya, lalu membuka pintu dan mengendap-endap keluar.

Terpopuler

Comments

𝐀⃝🥀👙𝐄𝐥𝐥𝖘𝖍𝖆𝖓 E𝆯⃟🚀

𝐀⃝🥀👙𝐄𝐥𝐥𝖘𝖍𝖆𝖓 E𝆯⃟🚀

semangat rose beri keadilan buat sahabat mu

2022-11-24

1

⏤͟͟͞R🍌 ᷢ ͩɢᴇɴɢᵐᵒˡᵒʳʳʳ𝐙⃝🦜

⏤͟͟͞R🍌 ᷢ ͩɢᴇɴɢᵐᵒˡᵒʳʳʳ𝐙⃝🦜

regal academy tu punya keluarganya Rose kah🤔

2022-11-24

0

🍁ɴᷠɪͥʟͤᴜᷝᴅͣ❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ

🍁ɴᷠɪͥʟͤᴜᷝᴅͣ❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ

wah rose kau cerdik ayo jangan kalah sm akal licik mereka

2022-11-24

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: CUPU
2 Bab 2: Janji Rose Qiara Salsabila Luxifer
3 Bab 3: Don't Touch Me!
4 Bab 4: Genk Cantika VS Dewan Kampus
5 Bab 5: HOTEL PENGADUAN
6 Bab 6: TELL! - MEMBUJUK MOMMY
7 Bab 7: AKTING - MARI BERTEMAN?
8 Bab 8: KEKESALAN- PREMAN SEWAAN
9 Bab 9: PANGGILAN- GENK MOTOR-JALAN VETERAN
10 Bab 10: PAPA - CERAMAH
11 Bab 11: INFORMASI - SEPULUH TAHUN? - ATMAJA MURKA
12 Bab 12: MEMBUJUK - NASEHAT - TAMPARAN
13 Bab 13: TENANG - TIDAK JERA?
14 Bab 14: DEAL? - DEAL!
15 Bab 15: HARI YANG BERLALU
16 Bab 16: PECUNDANG
17 Bab 17: REKTOR WISNU - RAPAT DEWAN
18 Bab 18: PRIA BULE
19 Bab 19: GENG CANTIKA VS ROSE
20 Bab 20: GENK CANTIKA VS ROSE II
21 Bab 21: MENGUPING
22 Bab 22: MOMMY
23 Bab 23: PERMINTAAN ROSE - KEMARAHAN SARAH
24 Bab 24: SISI BAIK SARAH - NYONYA ATMAJA
25 Bab 25: SURPRISE GIFT | ONTY
26 Bab 26: DIA
27 Bab 27: COKLAT - BILU
28 Bab 28: ENAM BELAS TAHUN
29 Bab 29: ROSE- ASFA - VANS
30 Bab 30: HUBUNGAN HATI
31 Bab 31: CAIRAN KIMIA
32 Bab 32: CAFE BINTANG
33 Bab 33: SARAPAN BERSAMA
34 Bab 34: AYUNAN RUSAK
35 Bab 35: MAU BALAPAN? - GADIS KELINCI?
36 Bab 36: KEPUTUSAN ASFA - PEMBICARAAN PRIA
37 Bab 37: IZIN
38 Bab 38: MENGUNTIT - RUMAH REYOT
39 Bab 39: SIARAN RADIO
40 Bab 40: KEHIDUPAN PRITA
41 Bab 41: ANCAMAN UNTUK PRITA
42 Bab 42: ISTRIMU! - BISIK-BISIK MAHASISWA
43 Bab 43: PERDEBATAN KECIL
44 Bab 44: PIDATO ROSE - CORETAN ANCAMAN
45 Bab 45: PERDEBATAN SARAH DAN DELLA - PIDATO
46 Bab 46: HASIL PEMILIHAN SENAT PERIODE I
47 Bab 47: PEKERJAAN PRITA - MENYUAPI SANG ISTRI
48 Bab 48: PERBINCANGAN SUAMI ISTRI
49 Bab 49: PENJELASAN SI BAPAK PEMILIK RUMAH
50 Bab 50: CERITA TENTANG MALIK
51 Bab 51: MEMASUKI RUMAH MALIK
52 Bab 52: SI BOS
53 Bab 53: KETEGANGAN DI MANSION
54 Bab 54: KELUARGA PHOENIX
55 Bab 55: PERBEDAAN ROSE DAN SANG MOMMY
56 Bab 56: KEDATANGAN DOMINIC - RASA KHAWATIR SEORANG AYAH
57 Bab 57: KENYATAAN DIBALIK DIAMNYA SANG PUTRI
58 Bab 58: BERITA DARI DOMINIC
59 Bab 59: GARIS TAKDIR
60 Bab 60: ANCAMAN DELA
61 Bab 61: NIAT ROSE - SUAMI ISTRI
62 Bab 62: ROSE BERTINDAK - SIARAN TV
63 Bab 63: PAPA DAN GADISNYA
64 Bab 64: PIKIRAN MASING-MASING
65 Bab 65: RISWAN - PRITA
66 Bab 66: KECEWA dengan PERTANYAAN
67 Bab 67: TELL ME!
68 Bab 68: JEBAKAN?
69 Bab 69: HILANG INGATAN? - I KNOW
70 Bab 70: LIBURAN - LEVEL BINTANG - DIAM?
71 Bab 71: ROSE MAU...
72 Bab 72: HADIAH UNTUK ROSE
73 Bab 73: HADIAH UNTUK ROSE II
74 Bab 74: SURATAN TAKDIR
75 Bab 75: AYO, KITA BALAPAN
76 Bab 76: TAK KENAL, MAKA TAK SAYANG
77 Bab 77: TAMAN
78 Bab 78: TERJADI KEHEBOHAN
79 Bab 79: ROSE TIDAK PERCAYA - KTP IDENTITAS
80 Bab 80: BABY SUGAR? ROSE
81 Bab 81: Kubus Pemicu Balapan
82 Bab 82: CINTA ITU....
83 Bab 83: HANYA SUARA
84 Bab 84: PENGADUAN DELLA
85 Bab 85: SERUM KEBENARAN
86 Bab 86: Kegagalan Vincent, Kedatangan Vans
87 Bab 87: KEPUTUSAN AKHIR
88 Bab 88: Ketika semua tentang ....
89 Bab 89: ROSE SUDAH DEWASA, JEJAK BERDARAH
90 Bab 90: Keputusan Asfa
91 Bab 91: Hukum Karma
92 Bab 92: Desa Himalaya
93 Bab 93: TERROR
94 Bab 94: BUS menuju MAKAM
95 Bab 95: KERAS KEPALA, MURKA
96 Bab 96: TEBING MOLY
97 Bab 97: Kejujuran, apa artinya?
98 Bab 98: Sang Bartender
99 Bab 99: Si Kembar A
100 Bab 100: Tercengang, Menenangkan
101 Bab 101: Suasana Ruang Aula
102 Bab 102: Queen terlibat, Kertas Tantangan
103 Bab 103: Arti Pemimpin, Demo Rose
104 Bab 104: Para Pendukung Kedua Finalis
105 Bab 105: Provokasi
106 Bab 106: Pasrah, Bangkit
107 Bab 107: KETIDAKWARASAN
108 Bab 108: Gedung Olahraga
109 Bab 109: LUKA SEORANG PEMIMPIN
110 Bab 110: Keraguan tak mengubah Kenyataan
111 Bab 111: Tiket Emas
112 Bab 112: SECRET, VALENTINE
113 Bab 113: Enam Belas Jam
114 Bab 114: Dimulai Babak Pertama
115 Bab 115: Samsul Berkuasa
116 Bab 116: Gulungan, Perdebatan
117 Bab 117: Peraturan, Bidak
118 Bab 118: First Truth, Second Dare
119 Bab 119: Identitas?
120 Bab 120: Misi yang Direbut
121 Bab 121: Amarah, Emosi
122 Bab 122: Nama yang Sama
123 Emergency ANNOUNCEMENT
Episodes

Updated 123 Episodes

1
Bab 1: CUPU
2
Bab 2: Janji Rose Qiara Salsabila Luxifer
3
Bab 3: Don't Touch Me!
4
Bab 4: Genk Cantika VS Dewan Kampus
5
Bab 5: HOTEL PENGADUAN
6
Bab 6: TELL! - MEMBUJUK MOMMY
7
Bab 7: AKTING - MARI BERTEMAN?
8
Bab 8: KEKESALAN- PREMAN SEWAAN
9
Bab 9: PANGGILAN- GENK MOTOR-JALAN VETERAN
10
Bab 10: PAPA - CERAMAH
11
Bab 11: INFORMASI - SEPULUH TAHUN? - ATMAJA MURKA
12
Bab 12: MEMBUJUK - NASEHAT - TAMPARAN
13
Bab 13: TENANG - TIDAK JERA?
14
Bab 14: DEAL? - DEAL!
15
Bab 15: HARI YANG BERLALU
16
Bab 16: PECUNDANG
17
Bab 17: REKTOR WISNU - RAPAT DEWAN
18
Bab 18: PRIA BULE
19
Bab 19: GENG CANTIKA VS ROSE
20
Bab 20: GENK CANTIKA VS ROSE II
21
Bab 21: MENGUPING
22
Bab 22: MOMMY
23
Bab 23: PERMINTAAN ROSE - KEMARAHAN SARAH
24
Bab 24: SISI BAIK SARAH - NYONYA ATMAJA
25
Bab 25: SURPRISE GIFT | ONTY
26
Bab 26: DIA
27
Bab 27: COKLAT - BILU
28
Bab 28: ENAM BELAS TAHUN
29
Bab 29: ROSE- ASFA - VANS
30
Bab 30: HUBUNGAN HATI
31
Bab 31: CAIRAN KIMIA
32
Bab 32: CAFE BINTANG
33
Bab 33: SARAPAN BERSAMA
34
Bab 34: AYUNAN RUSAK
35
Bab 35: MAU BALAPAN? - GADIS KELINCI?
36
Bab 36: KEPUTUSAN ASFA - PEMBICARAAN PRIA
37
Bab 37: IZIN
38
Bab 38: MENGUNTIT - RUMAH REYOT
39
Bab 39: SIARAN RADIO
40
Bab 40: KEHIDUPAN PRITA
41
Bab 41: ANCAMAN UNTUK PRITA
42
Bab 42: ISTRIMU! - BISIK-BISIK MAHASISWA
43
Bab 43: PERDEBATAN KECIL
44
Bab 44: PIDATO ROSE - CORETAN ANCAMAN
45
Bab 45: PERDEBATAN SARAH DAN DELLA - PIDATO
46
Bab 46: HASIL PEMILIHAN SENAT PERIODE I
47
Bab 47: PEKERJAAN PRITA - MENYUAPI SANG ISTRI
48
Bab 48: PERBINCANGAN SUAMI ISTRI
49
Bab 49: PENJELASAN SI BAPAK PEMILIK RUMAH
50
Bab 50: CERITA TENTANG MALIK
51
Bab 51: MEMASUKI RUMAH MALIK
52
Bab 52: SI BOS
53
Bab 53: KETEGANGAN DI MANSION
54
Bab 54: KELUARGA PHOENIX
55
Bab 55: PERBEDAAN ROSE DAN SANG MOMMY
56
Bab 56: KEDATANGAN DOMINIC - RASA KHAWATIR SEORANG AYAH
57
Bab 57: KENYATAAN DIBALIK DIAMNYA SANG PUTRI
58
Bab 58: BERITA DARI DOMINIC
59
Bab 59: GARIS TAKDIR
60
Bab 60: ANCAMAN DELA
61
Bab 61: NIAT ROSE - SUAMI ISTRI
62
Bab 62: ROSE BERTINDAK - SIARAN TV
63
Bab 63: PAPA DAN GADISNYA
64
Bab 64: PIKIRAN MASING-MASING
65
Bab 65: RISWAN - PRITA
66
Bab 66: KECEWA dengan PERTANYAAN
67
Bab 67: TELL ME!
68
Bab 68: JEBAKAN?
69
Bab 69: HILANG INGATAN? - I KNOW
70
Bab 70: LIBURAN - LEVEL BINTANG - DIAM?
71
Bab 71: ROSE MAU...
72
Bab 72: HADIAH UNTUK ROSE
73
Bab 73: HADIAH UNTUK ROSE II
74
Bab 74: SURATAN TAKDIR
75
Bab 75: AYO, KITA BALAPAN
76
Bab 76: TAK KENAL, MAKA TAK SAYANG
77
Bab 77: TAMAN
78
Bab 78: TERJADI KEHEBOHAN
79
Bab 79: ROSE TIDAK PERCAYA - KTP IDENTITAS
80
Bab 80: BABY SUGAR? ROSE
81
Bab 81: Kubus Pemicu Balapan
82
Bab 82: CINTA ITU....
83
Bab 83: HANYA SUARA
84
Bab 84: PENGADUAN DELLA
85
Bab 85: SERUM KEBENARAN
86
Bab 86: Kegagalan Vincent, Kedatangan Vans
87
Bab 87: KEPUTUSAN AKHIR
88
Bab 88: Ketika semua tentang ....
89
Bab 89: ROSE SUDAH DEWASA, JEJAK BERDARAH
90
Bab 90: Keputusan Asfa
91
Bab 91: Hukum Karma
92
Bab 92: Desa Himalaya
93
Bab 93: TERROR
94
Bab 94: BUS menuju MAKAM
95
Bab 95: KERAS KEPALA, MURKA
96
Bab 96: TEBING MOLY
97
Bab 97: Kejujuran, apa artinya?
98
Bab 98: Sang Bartender
99
Bab 99: Si Kembar A
100
Bab 100: Tercengang, Menenangkan
101
Bab 101: Suasana Ruang Aula
102
Bab 102: Queen terlibat, Kertas Tantangan
103
Bab 103: Arti Pemimpin, Demo Rose
104
Bab 104: Para Pendukung Kedua Finalis
105
Bab 105: Provokasi
106
Bab 106: Pasrah, Bangkit
107
Bab 107: KETIDAKWARASAN
108
Bab 108: Gedung Olahraga
109
Bab 109: LUKA SEORANG PEMIMPIN
110
Bab 110: Keraguan tak mengubah Kenyataan
111
Bab 111: Tiket Emas
112
Bab 112: SECRET, VALENTINE
113
Bab 113: Enam Belas Jam
114
Bab 114: Dimulai Babak Pertama
115
Bab 115: Samsul Berkuasa
116
Bab 116: Gulungan, Perdebatan
117
Bab 117: Peraturan, Bidak
118
Bab 118: First Truth, Second Dare
119
Bab 119: Identitas?
120
Bab 120: Misi yang Direbut
121
Bab 121: Amarah, Emosi
122
Bab 122: Nama yang Sama
123
Emergency ANNOUNCEMENT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!