"Regal Academy dibangun atas nama Rose Qiara Salsabila Luxifer. Pusat pendidikan itu, aku bangun sebagai wujud syukur ku karena Tuhan memberikan kehidupan baru untuk putriku. Mommy akan berikan kamu satu kesempatan, tapi dengan catatan." Asfa menatap putrinya seraya mengusap pipi putih yang selalu terawat dengan penuh cinta. "Jika selama satu tahun pilihan yang kamu buat tidak terselesaikan. Maka, mommy akan mencabut izin di saat itu juga. Rose, paham?"
Rose tersenyum manis, tanpa kata merengkuh tubuh Asfa. Pelukan hangat sebagai ucapan terimakasih sekaligus persetujuan. Beberapa saat hanya ada pelukan, bahkan Tuan Luxifer ikut mendekap kedua wanita tercintanya penuh rasa syukur.
Berkat sang kakek, akhirnya Rose memiliki waktu untuk membalaskan dendam kematian Nara sahabatnya. Kini tujuan hidup dari gadis bermata biru dengan senyuman menawan hanyalah untuk menegakkan keadilan di Regal Academy.
"Istirahatlah! Mommy harus pergi. Pa, aku titip Rose." pamit Asfa, lalu mengecup kening putrinya penuh kasih sayang.
Usapan lembut di kepala wanita anggun itu, masih terasa sama selama bertahun-tahun. "Hati-hati, Nak. Jangan lupa kabari kami."
Asfa mengangguk, dan sekali lagi memeluk tubuh kekar Tuan Luxifer bersama Rose yang selalu bahagia ketika melakukan pelukan ala teletubbies. Kini sang mommy pergi melanjutkan pekerjaan, membuat kakek dan cucunya menikmati waktu bersama dengan canda dan tawa.
Keesokan harinya.
Suasana kampus nampak sunyi, meskipun banyak mahasiswa yang lalu lalang dari berbagai arah. Tetap saja ada ketegangan karena tersebarnya berita kasus yang menimpa genk cantika. Hingga dari arah luar gerbang sebuah mobil Alphard hitam masuk ke halaman parkir utara, membuat mahasiswa yang awalnya memiliki ketenangan mendadak sibuk menjauh dari tempat umum.
Sementara di dalam mobil tiga gadis masih enggan membuka pintu. Dimana satu gadis dengan rambut sebahu sibuk memainkan gawai, satu gadis lagi hanya diam memejamkan mata, sedangkan gadis terakhir membereskan riasan wajahnya.
"Ayo, turun!" ajak gadis terakhir setelah memastikan polesan bedak menutupi luka sobek di sudut bibirnya.
"Sar, apa udah kabar dari mereka?" Gadis rambut sebahu mengalihkan perhatiannya dari gawai melirik Sarah yang duduk di kursi belakang.
Pertanyaan dari Dela sontak membuat Sarah mengambil ponsel dari dalam tas jinjingnya. Sejenak fokusnya memeriksa beberapa pesan, "Yup, mereka siap beraksi. Kita hanya perlu membawa si cupu jalan-jalan. Ingat ya, kita harus akting sebaik mungkin, kalian paham 'kan?!"
Dela mengedipkan mata kirinya, "Rebes. Prita? Kamu sakit, ya? Kok diam aja dari rumah?"
"Gak. Aku keluar dulu," jawab Prita dengan tangan langsung membuka pintu, lalu melangkahkan kaki keluar dari mobil.
Tindakan gadis blasteran itu, membuat kedua sahabatnya heran dan saling pandang. Namun berakhir ketidak pahaman dengan mengedikkan bahu. Melihat Prita yang masih berdiri di samping mobil, Dela dan Sarah ikut turun meninggalkan mobil di parkiran khusus seperti biasanya.
Langkah geng cantika menjadi sorotan para mahasiswa. Bukan tatapan yang melawan, banyak lirikan mata dengan rasa takut dan ada juga yang mengejek. Hingga dari arah tangga terlihat seorang gadis bergaun modis melangkahkan kaki menuju bangunan utama. Sarah menghentikan langkah kaki dengan tatapan mengikuti setiap gerakan Rose yang tanpa ragu menjelajahi kampus tanpa rasa takut sedikitpun.
Dela dan Prita ikut berhenti, kedua gadis itu tahu benar jika ketua mereka tengah menjadikan target utama sebagai fokus utama. Bukan hanya itu, reaksi para mahasiswa lain pun ikut diamati. Jelas saja ada beberapa mahasiswa yang terang-terangan mengulurkan tangan untuk berteman dengan si cupu. Pemandangan langka itu mendidihkan darah di dalam diri Sarah.
Tangan yang mengepal, membuat Prita memegang bahu Sarah. "Emosimu terlalu berlebihan. Bagaimana kamu akan akting? Relax!"
"Prita bener, Sar. Ayolah pasang wajah termanis, dan kita hampiri si cupu. Ups, Qia maksudku. Ayo!" Dela menggandeng lengan Sarah, ketiganya berjalan menaiki anak tangga satu persatu.
Para mahasiswa yang sibuk menyenangkan hati Rose, bergegas membubarkan diri ketika melihat genk cantika berjalan mendekat, "Rose, kami ke kelas duluan. Hati-hati ada ular berbisa."
"Hmm." jawab Rose santai, aroma yang tak asing menyatu bersama hembusan angin. "Bagaimana keadaan kalian? Ku harap lebih baik."
Pertanyaan itu menghentikan langkah geng cantika, disaat bersamaan Rose berbalik dan tatapan matanya tenang dengan senyuman tipis menghiasi bibir menawan semerah cherry tetapi natural. "Seharusnya istirahat saja, pasti sakit. Aku minta maaf, sungguh tidak bermaksud....,"
"Aku baik, lupakan itu semua. Mari berteman?" Sarah mengulurkan tangan kanannya, begitu juga dengan Dela. "Lihat, sahabat ku juga mau berteman denganmu."
"Prita, apa kamu tidak mau berteman denganku?" tanya Rose mengalihkan tatapan matanya pada gadis yang diam membisu, ekspresi wajah dingin itu justru mengingatkan dirinya bagaimana saat mommynya tak ingin diusik.
Perbedaannya hanyalah, emosi dalam diri Prita bukan sebuah intimidasi tetapi sebuah tekanan batin. Disaat bersamaan bel berbunyi, membuat Rose melirik jam di pergelangan tangannya. "Pelajaran pertama guru killer, bye."
"Hey! Mau jalan bareng?" tanya Sarah sedikit keras, sontak menghentikan langkah Rose.
Gadis itu mengacungkan jempol tanda setuju, lalu kembali melanjutkan perjalanannya memasuki bangunan utama kampus. Senyum nakal Sarah ditemani seringaian bibir Dela, tapi tidak dengan Prita dimana gadis blasteran itu hanya mengikuti semua permainan sahabatnya tanpa mau berkomentar.
Begitu banyak tatapan mata tertegun melihat bagaimana genk cantika berusaha mendekati Rose dengan sikap manis. Bukan hanya di kelas saja, bahkan di kantin pun ketiga gadis pembuat onar itu duduk satu meja dengan satu korban yang selama ini menjadi bahan utama bully. Tidak ada yang menyangka dan menduga. Meskipun seperti itu, banyak hati yang merasakan genk cantika hanya bermain sandiwara.
Empat jam berlalu, setelah dua kelas berakhir. Rose membereskan semua bukunya dari atas meja, lalu memasukkan ke dalam tas hitam sedang dengan bandul bulan sabit. Disaat sibuk, suara langkah kaki mendekat tak mengalihkan perhatian gadis itu, hingga suara ajakan barulah ia mendongak menatap siapa yang mengajak bicara.
"Ayo, kita ke mall. Aku yang traktir sebagai awal pertemanan. Please jangan tolak, ya?" ajak Sarah dengan suara manisnya.
Rose memeriksa benda pipih yang tergeletak di atas meja. Setelah memastikan waktunya tidak terlambat barulah kembali menatap ketiga gadis yang berdiri di depan mejanya. "Boleh, bukankah ada mall baru di jalan Kenangan? Kenapa tidak kesana saja?"
Ck. Gayanya sok banget, mall baru aja tahu. Gak mungkin juga kuat beli barang di mall sebesar itu, haduh si cupu harus diberi pelajaran.~ batin Sarah dengan menahan rasa muaknya karena berdekatan dengan gadis yang dianggap tak selevel itu, membuat Dela menyikut lengannya dengan lirikan tajam.
"Yuk!"
Keempat gadis yang berjalan bersama menjadi pusat perhatian. Para mahasiswa tertegun dengan mata siap berlari, ada pula yang membuka mulut lebar. Bisikan tidak percaya akan pemandangan yang terjadi menyusup ke telinga genk cantika dan Rose. Meskipun begitu tidak ada yang menghentikan langkah mereka hingga menghampiri tempat parkiran dan masuk ke dalam mobil.
"Sar, semua sudah siap?" bisik Dela yang mendapat anggukan kepala sang sahabat sebagai jawaban.
Bukannya tak mendengar, Rose membiarkan semua sandiwara geng cantika berjalan mulus tanpa ada keraguan. Dela yang menjadi sopir, mulai menyalakan mesin. Kemudian mobil bergerak meninggalkan parkiran kampus.
"Boleh, aku tanya sesuatu?" tanya Rose polos.
"Tanyakan saja." Jawab Prita yang kali ini angkat suara dengan lirikan ke spion tengah, padahal yang bertanya ada disebelahnya.
"Kenapa kalian mau berteman denganku?" tanya Rose menghadirkan senyuman tipis.
Sarah mengepalkan tangannya, meskipun disembunyikan dibalik pakaian atasnya yang longgar. Tetap saja aura perubahan dapat Rose rasakan. "Aku tidak mau kita musuhan lagi, pelajaran darimu kemarin. Aku sadar, tidak seharusnya berbuat semena-mena....,"
"Sar, sepertinya aku salah jalan. Bagaimana ini?" sela Dela mengalihkan pembicaraan, agar emosi sahabatnya bisa terkendali.
"Lewat saja jalan Veteran, lalu belok kanan masuk jalan Sriwijaya." jawab Rose tanpa peduli dengan kode mata dari Dela dan Sarah.
"Bagaimana kamu hafal jalan semua itu?" tanya Prita penasaran, tapi tidak digubris oleh Rose.
Hingga saat mobil mulai memasuki jalan Veteran justru tiba-tiba saja berhenti, membuat Dela mengumpat dengan makian kasar. "Etdah, s!al, ngapain pake mogok segala? Guy's, astaga bensinnya abis. Gimana nih?"
Wajah polos Rose masih jelas, membuat genk cantika berpikir gadis satu itu tidak memahami apapun tentang mobil. "Setahuku di depan sana ada pom bensin mini. Bagaimana kalau kita kesana saja? Tidak mungkin kan, kita minta teman baru yang jalan kaki?"
"Ya ampun, mana tega aku. Gak donk, hati ku dalam keadaan bahagia. Sebaiknya kita saja yang beli bensin, lumayan olahraga." sambung Dela menyetujui semua perkataan Sarah.
"Emm, kamu tunggu saja di dalam mobil. Daripada ikut panas-panasan, mending ngadem, okay. Yuk, guy's, buruan beli bensin." ajak Sarah seraya membuka pintu mobil.
"Apa tidak apa? Aku disini?" tanya Rose lirih, membuat Prita melirik ke arah gadis itu dengan tatapan mata tak terbaca.
"Aku gak enak kalau kamu harus ikut panas-panasan, jadi diam aja di sini." Dela meyakinkan Rose agar menurut seraya mencabut kunci mobil.
Braak!
Pintu mobil tertutup, kini Rose hanya sendirian. Bukannya takut, tapi senyumannya hilang sempurna. Tatapan matanya tajam mengikuti setiap langkah genk cantika yang menjauhkan diri dari tempat mobil terparkir.
"Ck. Ck. Ck. Kenapa kalian sangat bodoh? Dunia bisa runtuh, tapi sifat dan sikap kalian tidak. Untung saja, aku membuat rencana sepuluh langkah di depan kalian. See you, my enemy." Rose mengambil sebuah kunci mobil dari dalam tasnya, lalu membuka pintu dan mengendap-endap keluar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 123 Episodes
Comments
𝐀⃝🥀👙𝐄𝐥𝐥𝖘𝖍𝖆𝖓 E𝆯⃟🚀
semangat rose beri keadilan buat sahabat mu
2022-11-24
1
⏤͟͟͞R🍌 ᷢ ͩɢᴇɴɢᵐᵒˡᵒʳʳʳ𝐙⃝🦜
regal academy tu punya keluarganya Rose kah🤔
2022-11-24
0
🍁ɴᷠɪͥʟͤᴜᷝᴅͣ❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
wah rose kau cerdik ayo jangan kalah sm akal licik mereka
2022-11-24
0