Bab 20: GENK CANTIKA VS ROSE II

"Hidup bebas, atau hidup dikendalikan mereka?" Rose tersenyum manis dengan lirikan mata ke Sarah.

Sarah bergerak tetapi ditahan kedua sahabatnya, sedangkan gadis yang ditawarkan pertemanan menerima uluran tangan Rose. Para mahasiswa yang melihat itu seakan ikut menentukan pilihan sebelum pemilihan dimulai. Tindakan yang dilakukan Rose dalam demo. Sungguh benar-benar mencuri perhatian semua orang. Termasuk para dosen yang ikut menjadi saksi atas kampanye dadakan gadis itu.

"Apa-apaan gadis itu? Aku harus menegurnya, dan memberikan sanksi." Ucap Rektor Wisnu melangkahkan kakinya berniat menyibak kerumunan, tetapi tiba-tiba ada tangan yang mencengkram tangan kirinya. "Kamu....,"

"Aku tahu kamu itu serakah. Diamlah! Tidak perlu ikut campur." ancam Vans dengan wajahnya yang datar.

Prook!

Prook!

Prook!

"Hari ini, dan detik ini juga. Aku ROSE QIARA SALSABILA mengumumkan SIAPAPUN YANG MENDUKUNGKU DALAM PEMILIHAN SENAT. AKU BERJANJI AKAN MENGHANCURKAN SEMUA BENTUK BULLY YANG MENJAMUR, DAN KEADILAN UNTUK SEMUA ORANG."

"Hey, CUPU!" Sarah menghempaskan kedua tangannya, lalu mengangkat tangannya menunjuk Rose. "AKU SARAH ATMAJA MEMASTIKAN KAMU TIDAK LAYAK MENJADI MAHASISWA KAMPUS ELITE KU....,"

Rose mengangkat tangan menghentikan Sarah yang langsung terdiam. "CUPU? YAH, AKU CUPU. LALU, SIAPA KAMU? RATU KECANTIKAN KAH? TIDAK SADARKAH KAMU, HATIMU TAK SECANTIK WAJAHMU."

"KAU!" teriak Sarah menghampiri Rose, tetapi karena terburu-buru justru kakinya tersandung dan akhirnya jatuh nyungsep di bawah kaki Rose.

"Ish, s!alan!" gumam Sarah.

Bisikan para mahasiswa dan sikap Rose yang langsung berjongkok mengulurkan tangannya. Semakin menambah rasa geram di hatinya. Bagaimana bisa disaat situasi sepenting itu. Justru keberuntungan tidak berpihak?

"Ayo! Aku tidak akan melepaskan tanganku. Jika kamu mau menerima bantuanku." ucap Rose masih menggantung tangannya di depan Sarah yang terjerembab di bawah kakinya. "Baiklah, kurasa kamu gengsi."

Prita dan Dela bergegas membantu Sarah bangun. Disaat yang sama, Rose ikut berdiri dengan senyuman tipis. Api yang menjadi saksi demo pun sudah padam menjadi abu. Tanpa menunggu, Rose pergi meninggalkan tempat yang kini sudah tak lagi panas. Tentu saja kecuali hati ketua geng cantika.

"BUBAR!" titah Rektor Wisnu setelah dilepaskan oleh Vans, membuat para mahasiswanya lari berpencar dengan wajah tegang, ada pula yang masih santai seperti dipantai.

Hitungan menit, ruang utama kampus menjadi sunyi. Kini yang tertinggal hanya geng cantika bersama rektor Wisnu. Dimana pria itu berjalan menghampiri Sarah dan gengnya. Kemudian mengulurkan sapu tangan dari saku jas.

"Bersihkan abu yang mengotori wajahmu! Jika kamu ingin menjadi pemimpin. Belajarlah cara mengendalikan keadaan dan amarah!" Rektor Wisnu menasehati Sarah, lalu berlalu meninggalkan ketiga gadis yang tertegun.

Sarah menatap sapu tangan putih di tangannya. "Rektor itu benar. Aku harus bisa mengendalikan, tetapi bukan keadaan atau amarah. Aku harus mengendalikan seisi kampus, meskipun itu dengan cara licik sekalipun....,"

"Sar, please. Stop!" pinta Prita yang semakin tak mampu melihat kegilaan sahabatnya, sedangkan Dela sibuk berpikir dengan bibir terkunci rapat.

"Prita, gue tidak butuh nasehat loe, tapi yang gue mau rencana. Satu bidikan yang bisa memusnahkan hama si cupu." balas Sarah menggenggam sapu tangan dengan erat.

"Gue ada ide, tapi ini cukup beresiko." celetuk Dela mengalihkan perhatian Sarah, dan membuat Prita menggelengkan kepalanya.

Sarah langsung memegang kedua bahu Dela dengan tatapan mata serius, membuat gadis rambut sebahu itu tersenyum nakal.

"Dengarkan, rencanaku kali ini....,"

Dela menjelaskan rencana tanpa ada kata yang disaring. Sarah menikmati setiap kata serta membayangkan bagaimana semua itu akan terjadi, dan apa hasilnya. Sementara Prita mengepalkan kedua tangannya menahan rasa sesak di dada, ia tak sanggup lagi meneruskan kegilaan kedua sahabatnya.

"Stop! Apa kalian ini waras?!" Prita mengusap wajahnya kasar. "Rencanamu itu bukan lagi sekedar bermain, tapi itu kejahatan. Apa kalian tidak sadar?"

Sarah menatap tajam Prita, tangannya terangkat dan hampir saja menyentuh wajah sahabatnya. Tetapi Dela menahan, "Sar, tenang! Prita, loe itu sahabat kita. Please jangan buat sahabat loe sendiri selalu emosi, bisa 'kan?"

"Ck! Kalian benar-benar, terserah! Aku mending cabut." Jawab Prita pergi tanpa ingin lagi mendengarkan kegilaan, membuat Sarah dan Dela saling pandang.

"Loe awasi Prita! Gue tahu dia mulai menjauh. Jangan sampai rahasia kita kebongkar." Ucap Sarah memberikan peringatan.

Dela mengangguk paham apa maksud dari sahabatnya. Apapun yang mereka lakukan tidak boleh terbongkar. Semua sudah dikubur tanpa seorangpun tahu kecuali orang-orang yang terlibat. Maka rahasia akan aman sampai kapanpun. Namun, jika Prita mulai angkat suara. Sudah pasti beda cerita lagi.

"Kalian itu terlalu pemarah. Bahkan tanpa kalian sadari, setiap gerakan dan pembicaraan bisa didengarkan tanpa harus bersusah payah. Welcome to my life....,"

"Setiap tindakan harus memiliki langkah cadangan. Apa kamu lupa itu?"

Terpopuler

Comments

delete account

delete account

sarah kenapa jadi bergitu ya

2022-11-24

1

Ibuk'e Denia

Ibuk'e Denia

kelamaan balas dendam nya

2022-11-23

2

@🔵🍁⃟𐍹 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ⬪ᷢ♛⃝꙰ ❤

@🔵🍁⃟𐍹 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ⬪ᷢ♛⃝꙰ ❤

kayanya Sarah harus bener" di kasarin biar taubat

2022-11-20

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: CUPU
2 Bab 2: Janji Rose Qiara Salsabila Luxifer
3 Bab 3: Don't Touch Me!
4 Bab 4: Genk Cantika VS Dewan Kampus
5 Bab 5: HOTEL PENGADUAN
6 Bab 6: TELL! - MEMBUJUK MOMMY
7 Bab 7: AKTING - MARI BERTEMAN?
8 Bab 8: KEKESALAN- PREMAN SEWAAN
9 Bab 9: PANGGILAN- GENK MOTOR-JALAN VETERAN
10 Bab 10: PAPA - CERAMAH
11 Bab 11: INFORMASI - SEPULUH TAHUN? - ATMAJA MURKA
12 Bab 12: MEMBUJUK - NASEHAT - TAMPARAN
13 Bab 13: TENANG - TIDAK JERA?
14 Bab 14: DEAL? - DEAL!
15 Bab 15: HARI YANG BERLALU
16 Bab 16: PECUNDANG
17 Bab 17: REKTOR WISNU - RAPAT DEWAN
18 Bab 18: PRIA BULE
19 Bab 19: GENG CANTIKA VS ROSE
20 Bab 20: GENK CANTIKA VS ROSE II
21 Bab 21: MENGUPING
22 Bab 22: MOMMY
23 Bab 23: PERMINTAAN ROSE - KEMARAHAN SARAH
24 Bab 24: SISI BAIK SARAH - NYONYA ATMAJA
25 Bab 25: SURPRISE GIFT | ONTY
26 Bab 26: DIA
27 Bab 27: COKLAT - BILU
28 Bab 28: ENAM BELAS TAHUN
29 Bab 29: ROSE- ASFA - VANS
30 Bab 30: HUBUNGAN HATI
31 Bab 31: CAIRAN KIMIA
32 Bab 32: CAFE BINTANG
33 Bab 33: SARAPAN BERSAMA
34 Bab 34: AYUNAN RUSAK
35 Bab 35: MAU BALAPAN? - GADIS KELINCI?
36 Bab 36: KEPUTUSAN ASFA - PEMBICARAAN PRIA
37 Bab 37: IZIN
38 Bab 38: MENGUNTIT - RUMAH REYOT
39 Bab 39: SIARAN RADIO
40 Bab 40: KEHIDUPAN PRITA
41 Bab 41: ANCAMAN UNTUK PRITA
42 Bab 42: ISTRIMU! - BISIK-BISIK MAHASISWA
43 Bab 43: PERDEBATAN KECIL
44 Bab 44: PIDATO ROSE - CORETAN ANCAMAN
45 Bab 45: PERDEBATAN SARAH DAN DELLA - PIDATO
46 Bab 46: HASIL PEMILIHAN SENAT PERIODE I
47 Bab 47: PEKERJAAN PRITA - MENYUAPI SANG ISTRI
48 Bab 48: PERBINCANGAN SUAMI ISTRI
49 Bab 49: PENJELASAN SI BAPAK PEMILIK RUMAH
50 Bab 50: CERITA TENTANG MALIK
51 Bab 51: MEMASUKI RUMAH MALIK
52 Bab 52: SI BOS
53 Bab 53: KETEGANGAN DI MANSION
54 Bab 54: KELUARGA PHOENIX
55 Bab 55: PERBEDAAN ROSE DAN SANG MOMMY
56 Bab 56: KEDATANGAN DOMINIC - RASA KHAWATIR SEORANG AYAH
57 Bab 57: KENYATAAN DIBALIK DIAMNYA SANG PUTRI
58 Bab 58: BERITA DARI DOMINIC
59 Bab 59: GARIS TAKDIR
60 Bab 60: ANCAMAN DELA
61 Bab 61: NIAT ROSE - SUAMI ISTRI
62 Bab 62: ROSE BERTINDAK - SIARAN TV
63 Bab 63: PAPA DAN GADISNYA
64 Bab 64: PIKIRAN MASING-MASING
65 Bab 65: RISWAN - PRITA
66 Bab 66: KECEWA dengan PERTANYAAN
67 Bab 67: TELL ME!
68 Bab 68: JEBAKAN?
69 Bab 69: HILANG INGATAN? - I KNOW
70 Bab 70: LIBURAN - LEVEL BINTANG - DIAM?
71 Bab 71: ROSE MAU...
72 Bab 72: HADIAH UNTUK ROSE
73 Bab 73: HADIAH UNTUK ROSE II
74 Bab 74: SURATAN TAKDIR
75 Bab 75: AYO, KITA BALAPAN
76 Bab 76: TAK KENAL, MAKA TAK SAYANG
77 Bab 77: TAMAN
78 Bab 78: TERJADI KEHEBOHAN
79 Bab 79: ROSE TIDAK PERCAYA - KTP IDENTITAS
80 Bab 80: BABY SUGAR? ROSE
81 Bab 81: Kubus Pemicu Balapan
82 Bab 82: CINTA ITU....
83 Bab 83: HANYA SUARA
84 Bab 84: PENGADUAN DELLA
85 Bab 85: SERUM KEBENARAN
86 Bab 86: Kegagalan Vincent, Kedatangan Vans
87 Bab 87: KEPUTUSAN AKHIR
88 Bab 88: Ketika semua tentang ....
89 Bab 89: ROSE SUDAH DEWASA, JEJAK BERDARAH
90 Bab 90: Keputusan Asfa
91 Bab 91: Hukum Karma
92 Bab 92: Desa Himalaya
93 Bab 93: TERROR
94 Bab 94: BUS menuju MAKAM
95 Bab 95: KERAS KEPALA, MURKA
96 Bab 96: TEBING MOLY
97 Bab 97: Kejujuran, apa artinya?
98 Bab 98: Sang Bartender
99 Bab 99: Si Kembar A
100 Bab 100: Tercengang, Menenangkan
101 Bab 101: Suasana Ruang Aula
102 Bab 102: Queen terlibat, Kertas Tantangan
103 Bab 103: Arti Pemimpin, Demo Rose
104 Bab 104: Para Pendukung Kedua Finalis
105 Bab 105: Provokasi
106 Bab 106: Pasrah, Bangkit
107 Bab 107: KETIDAKWARASAN
108 Bab 108: Gedung Olahraga
109 Bab 109: LUKA SEORANG PEMIMPIN
110 Bab 110: Keraguan tak mengubah Kenyataan
111 Bab 111: Tiket Emas
112 Bab 112: SECRET, VALENTINE
113 Bab 113: Enam Belas Jam
114 Bab 114: Dimulai Babak Pertama
115 Bab 115: Samsul Berkuasa
116 Bab 116: Gulungan, Perdebatan
117 Bab 117: Peraturan, Bidak
118 Bab 118: First Truth, Second Dare
119 Bab 119: Identitas?
120 Bab 120: Misi yang Direbut
121 Bab 121: Amarah, Emosi
122 Bab 122: Nama yang Sama
123 Emergency ANNOUNCEMENT
Episodes

Updated 123 Episodes

1
Bab 1: CUPU
2
Bab 2: Janji Rose Qiara Salsabila Luxifer
3
Bab 3: Don't Touch Me!
4
Bab 4: Genk Cantika VS Dewan Kampus
5
Bab 5: HOTEL PENGADUAN
6
Bab 6: TELL! - MEMBUJUK MOMMY
7
Bab 7: AKTING - MARI BERTEMAN?
8
Bab 8: KEKESALAN- PREMAN SEWAAN
9
Bab 9: PANGGILAN- GENK MOTOR-JALAN VETERAN
10
Bab 10: PAPA - CERAMAH
11
Bab 11: INFORMASI - SEPULUH TAHUN? - ATMAJA MURKA
12
Bab 12: MEMBUJUK - NASEHAT - TAMPARAN
13
Bab 13: TENANG - TIDAK JERA?
14
Bab 14: DEAL? - DEAL!
15
Bab 15: HARI YANG BERLALU
16
Bab 16: PECUNDANG
17
Bab 17: REKTOR WISNU - RAPAT DEWAN
18
Bab 18: PRIA BULE
19
Bab 19: GENG CANTIKA VS ROSE
20
Bab 20: GENK CANTIKA VS ROSE II
21
Bab 21: MENGUPING
22
Bab 22: MOMMY
23
Bab 23: PERMINTAAN ROSE - KEMARAHAN SARAH
24
Bab 24: SISI BAIK SARAH - NYONYA ATMAJA
25
Bab 25: SURPRISE GIFT | ONTY
26
Bab 26: DIA
27
Bab 27: COKLAT - BILU
28
Bab 28: ENAM BELAS TAHUN
29
Bab 29: ROSE- ASFA - VANS
30
Bab 30: HUBUNGAN HATI
31
Bab 31: CAIRAN KIMIA
32
Bab 32: CAFE BINTANG
33
Bab 33: SARAPAN BERSAMA
34
Bab 34: AYUNAN RUSAK
35
Bab 35: MAU BALAPAN? - GADIS KELINCI?
36
Bab 36: KEPUTUSAN ASFA - PEMBICARAAN PRIA
37
Bab 37: IZIN
38
Bab 38: MENGUNTIT - RUMAH REYOT
39
Bab 39: SIARAN RADIO
40
Bab 40: KEHIDUPAN PRITA
41
Bab 41: ANCAMAN UNTUK PRITA
42
Bab 42: ISTRIMU! - BISIK-BISIK MAHASISWA
43
Bab 43: PERDEBATAN KECIL
44
Bab 44: PIDATO ROSE - CORETAN ANCAMAN
45
Bab 45: PERDEBATAN SARAH DAN DELLA - PIDATO
46
Bab 46: HASIL PEMILIHAN SENAT PERIODE I
47
Bab 47: PEKERJAAN PRITA - MENYUAPI SANG ISTRI
48
Bab 48: PERBINCANGAN SUAMI ISTRI
49
Bab 49: PENJELASAN SI BAPAK PEMILIK RUMAH
50
Bab 50: CERITA TENTANG MALIK
51
Bab 51: MEMASUKI RUMAH MALIK
52
Bab 52: SI BOS
53
Bab 53: KETEGANGAN DI MANSION
54
Bab 54: KELUARGA PHOENIX
55
Bab 55: PERBEDAAN ROSE DAN SANG MOMMY
56
Bab 56: KEDATANGAN DOMINIC - RASA KHAWATIR SEORANG AYAH
57
Bab 57: KENYATAAN DIBALIK DIAMNYA SANG PUTRI
58
Bab 58: BERITA DARI DOMINIC
59
Bab 59: GARIS TAKDIR
60
Bab 60: ANCAMAN DELA
61
Bab 61: NIAT ROSE - SUAMI ISTRI
62
Bab 62: ROSE BERTINDAK - SIARAN TV
63
Bab 63: PAPA DAN GADISNYA
64
Bab 64: PIKIRAN MASING-MASING
65
Bab 65: RISWAN - PRITA
66
Bab 66: KECEWA dengan PERTANYAAN
67
Bab 67: TELL ME!
68
Bab 68: JEBAKAN?
69
Bab 69: HILANG INGATAN? - I KNOW
70
Bab 70: LIBURAN - LEVEL BINTANG - DIAM?
71
Bab 71: ROSE MAU...
72
Bab 72: HADIAH UNTUK ROSE
73
Bab 73: HADIAH UNTUK ROSE II
74
Bab 74: SURATAN TAKDIR
75
Bab 75: AYO, KITA BALAPAN
76
Bab 76: TAK KENAL, MAKA TAK SAYANG
77
Bab 77: TAMAN
78
Bab 78: TERJADI KEHEBOHAN
79
Bab 79: ROSE TIDAK PERCAYA - KTP IDENTITAS
80
Bab 80: BABY SUGAR? ROSE
81
Bab 81: Kubus Pemicu Balapan
82
Bab 82: CINTA ITU....
83
Bab 83: HANYA SUARA
84
Bab 84: PENGADUAN DELLA
85
Bab 85: SERUM KEBENARAN
86
Bab 86: Kegagalan Vincent, Kedatangan Vans
87
Bab 87: KEPUTUSAN AKHIR
88
Bab 88: Ketika semua tentang ....
89
Bab 89: ROSE SUDAH DEWASA, JEJAK BERDARAH
90
Bab 90: Keputusan Asfa
91
Bab 91: Hukum Karma
92
Bab 92: Desa Himalaya
93
Bab 93: TERROR
94
Bab 94: BUS menuju MAKAM
95
Bab 95: KERAS KEPALA, MURKA
96
Bab 96: TEBING MOLY
97
Bab 97: Kejujuran, apa artinya?
98
Bab 98: Sang Bartender
99
Bab 99: Si Kembar A
100
Bab 100: Tercengang, Menenangkan
101
Bab 101: Suasana Ruang Aula
102
Bab 102: Queen terlibat, Kertas Tantangan
103
Bab 103: Arti Pemimpin, Demo Rose
104
Bab 104: Para Pendukung Kedua Finalis
105
Bab 105: Provokasi
106
Bab 106: Pasrah, Bangkit
107
Bab 107: KETIDAKWARASAN
108
Bab 108: Gedung Olahraga
109
Bab 109: LUKA SEORANG PEMIMPIN
110
Bab 110: Keraguan tak mengubah Kenyataan
111
Bab 111: Tiket Emas
112
Bab 112: SECRET, VALENTINE
113
Bab 113: Enam Belas Jam
114
Bab 114: Dimulai Babak Pertama
115
Bab 115: Samsul Berkuasa
116
Bab 116: Gulungan, Perdebatan
117
Bab 117: Peraturan, Bidak
118
Bab 118: First Truth, Second Dare
119
Bab 119: Identitas?
120
Bab 120: Misi yang Direbut
121
Bab 121: Amarah, Emosi
122
Bab 122: Nama yang Sama
123
Emergency ANNOUNCEMENT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!