Bab 11: INFORMASI - SEPULUH TAHUN? - ATMAJA MURKA

"Pa, itu Sarah. Kenapa bisa masuk ke CCTV?" tanya Rose dengan nada tak suka.

Vans mengambil ponselnya, lalu mendial sebuah nomor. Setelah panggilan terhubung dan ada sapaan dari seberang, "Jangan sentuh gadis itu! Cukup sekap hingga Queen memberikan perintah selanjutnya!"

"Papa?!" panggil Rose dengan serius.

"Biarkan mommy mu memberi sedikit pelajaran. Semua ada di tangan Queen. Sekarang kita pulang ke Villa." Jawab Vans menutup laptop berniat mengembalikan ke belakang, tetapi benda mati itu langsung dirampas sang putri. "Apa princess papa sudah makan siang?"

"Fokus saja menyetir! Rose masih ngambek sama papa." Celetuk gadis itu memilih mengambil earphones lalu memasangkan ke telinga seraya mengaktifkan pemasangan bluetooth untuk mendengarkan musik dari laptop.

Vans tidak pernah mengambil hati setiap kali putri rajanya merajuk dan bersikap sesuka hati. Justru tangannya selalu siap memberikan perhatian dengan mengusap kepala gadis itu, sembari menyetir menggunakan satu tangan kanan. Perjalanan begitu tenang, tapi tidak dengan wajah yang menerbitkan smirk.

Jari telunjuk menggeser hasil kamera HD yang selalu memberi hasil maksimal. Deretan foto berubah menjadi video klip singkat. Sudah pasti sang pembuat dalam mode niat. Video itu sengaja dikirim tepat sasaran, meskipun melalui pesan singkat. Tetap saja si penerima dapat dipastikan mengalami serangan jantung. Semoga saja tidak langsung kehilangan nyawanya.

Tok!

Tok!

Tok!

"Queen, boleh masuk?" tanya seseorang dari luar pintu kaca.

Satu jentikan jari Asfa mengaktifkan mode buka pintu otomatis, membuat orang yang berdiri di depan pintu melangkahkan kakinya masuk ke ruangan dengan sistem keamanan yang super canggih. Begitu besar perubahan di dalam ruangan Presdir RA Company setelah dua puluh tahun berlalu. Orang-orang semakin kagum dengan tingkat pencapaian yang diraih perusahaan multitalenta itu, termasuk para karyawan dari berbagai divisi ikut merasakan keuntungan yang luar biasa.

"Queen, ini beberapa data yang Anda inginkan. Semua lengkap tanpa ada yang tertinggal." lapor sekretaris wanita yang berpenampilan seperti bodyguard.

Asfa memutar kursi kerjanya beralih menghadap jendela kaca besar di depannya. "Really? So, Tell me everything!"

"Tuan Atmaja papa dari Sarah. Usia 55 tahun. Seorang pebisnis tekstil. Istrinya bernama Nilam Atmaja. Usia 50 tahun. Miss Amara kakak dari Prita. Usia 25 tahun. Usaha wanita itu cafe yang saat ini menjadi cafe hits. Tuan Vincent papa dari Dela. Usia 45 tahun. Seorang dokter di rumah sakit swasta Nugraha. Semua itu informasi yang saya dapatkan."

"Gaby, berapa lama kamu bekerja denganku?" tanya Asfa masih enggan berbalik, membuat sekretarisnya tertegun.

"Sepuluh tahun, Queen." Gaby berusaha menetralkan degup jantungnya.

"Sepuluh tahun? Ku pikir baru sehari." Asfa memutar kursinya seraya menyilangkan kedua tangannya di dada. "Informasi mu sama sekali tidak berguna."

"Atmaja seorang pebisnis yang culas, licik, orang-orang memberi julukan si biang kerok. Istri yang selalu tersenyum di layar televisi, menjadi bahan pelampiasan emosi pria itu, yah dia mengalami KDRT. Kemudian, Amara Khan, dia bukan sembarang wanita. Permainan dramanya sangatlah patut diberikan tepuk tangan. Cantik, manis tapi berbisa. Satu lagi Vincent, apa yang bisa ku katakan? Dia dokter, tapi otak dangkal. Siapapun yang menghalangi, bisa dipastikan berakhir di ranjang bedah." Sambung Asfa benar-benar membuat mulut Gaby menganga lebar.

Asfa berdiri seraya mengambil file yang tadi dibawa sekretarisnya. Ia berjalan memutari meja kerjanya, bahkan tangan yang bebas masih sempat menyambar pemantik api. Tujuannya hanyalah tempat sampah yang teronggok di pojokan. "Sekarang dengarkan tugasmu."

File dilemparkan ke tong sampah. Pemantik di buka, lalu ditekan menghasilkan api kecil. Asfa membiarkan api menyala, "Bakar gudang penyimpanan obat ilegal di jalan Lima sisi barat. Pastikan semua terbakar tanpa sisa!"

"Baik, Queen. Maafkan atas....,"

Asfa melemparkan pemantik ke tong sampah yang langsung menyambar kertas file. Satu tangannya terangkat menandakan agar asistennya diam. Langkah kakinya berjalan menghampiri Gaby. Lihatlah peluh yang membasahi kening wanita berumur tiga puluh tahun itu.

Tap!

"Shut up!" Asfa menaruh jarinya di depan bibir. "Berhenti menjelaskan. Pergilah!"

"Permisi, Queen." pamit wanita itu mengangguk paham, tidak peduli dengan aura yang menekan emosinya. Ia berusaha bersikap normal dan meninggalkan ruangan terindah yang menjadi tempat pembekuan emosi.

Kepergian Gaby, membuat Asfa menatap kursi kerjanya. "Kalian sangat bangga dengan tahta yang hanya sekecil semut. Lihat saja hadiah dari ku. Atmaja hadiahmu sudah selesai. Sekarang giliranmu Vincent."

Dunia masih terlihat tenang tanpa ada berita yang mampu menyita perhatian. Tetapi tidak dengan dunia seseorang yang terguncang. Siapa lagi jika bukan dunia milik Atmaja. Pria yang baru saja selesai mengamuk mengubah ruangan kerjanya menjadi kapal pecah.

"Arrrggghhh, s!al! Siapa yang bermain denganku?" Seru Atmaja membungkam managernya yang harus menyaksikan murkanya sang atasan.

"Cepat cari tahu! Kenapa saham perusahaan ku bisa anjlok." Titah Atmaja dengan nafas tersenggal-senggal.

"Tuaan....,"

"APA KAMU TULI? PERGI!" Seru lantang Atmaja menggetarkan keberanian sang manajer.

Tanpa menjawab. Wanita malang itu terbirit-birit meninggalkan ruang kerja sang atasan, sedangkan yang ditakuti menyambar ponselnya. Satu berita membakar emosi, tiba-tiba saja netra menyipit melihat foto video yang terbuka begitu saja. Disaat ia baru membuka kunci layar.

"Saaraaaah!" panggil Atmaja tercekat.

Mendadak rasa takut menyergap. Video yang berdurasi tiga menit kurang berisikan kumpulan foto putrinya yang disekap di sebuah tiang besi. Area penyekapan terbilang gelap. Hanya ada secercah cahaya yang memperjelas wujud sang putri. Video berhenti dan tiba-tiba saja langsung lenyap tanpa jejak.

"Saraah? Nak, dimana kamu?" Atmaja berusaha mencari video yang baru saja ia tonton, tapi di galeri atau di aplikasi manapun tetap tidak ada. Disaat melakukan pencarian tak sengaja melihat banyaknya panggilan dari sahabat putrinya. "Prita? Menelpon sebanyak ini? Artinya....,"

Atmaja bergegas mendial nomor Prita. Panggilan terhubung dan langsung dijawab.

"Katakan dimana Sarah?" tanya Atmaja dengan raut wajah cemas.

[Sarah diculik, om. Aku hubungi om berulang kali....]

"Cepat ke rumah, Om!"

Bukan hanya rasa takut, tapi panik luar biasa. Perusahaan mengalami saham anjlok, dan kini putri tunggalnya di culik. Video yang memperlihatkan Sarah dalam keadaan tak sadarkan diri memperjelas situasi tidak bisa dianggap remeh. Tangannya mengepal hingga urat terlihat menonjol.

"Siapapun dalang yang berani mengusik hidupku. Akan kupastikan hidupnya hancur tanpa nama. Lihat saja nanti." ucap Atmaja dengan urat di leher yang menegang.

Meninggalkan kegeraman dan amarah di ruang kerja Atmaja. Sebuah langkah kaki berlarian menghampiri dapur utama mansion. Aroma masakan yang begitu menggoda benar-benar membuat perut siapapun meronta. Dentingan pelan alat masak menghilangkan kesunyian.

"Stop! Bersihkan dirimu, lalu turun ke ruang makan." Titah orang yang masih mengaduk sesuatu di dalam panci tanpa menoleh ke pintu masuk dapur.

"Tuan Raja ku, hamba ingin meminta bantuan Yang Mulia. Janganlah usir hamba....,"

Terpopuler

Comments

✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨

✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨

Ya kalau suasana hati hati lagi gak enak dari pada banyak bicara lebih baik dengarin musik aja itu lebih baik kan.

2022-11-24

1

⏤͟͟͞R🍌 ᷢ ͩɢᴇɴɢᵐᵒˡᵒʳʳʳ𝐙⃝🦜

⏤͟͟͞R🍌 ᷢ ͩɢᴇɴɢᵐᵒˡᵒʳʳʳ𝐙⃝🦜

waw sadis ya semua bisa berakhir di ranjang bedah

2022-11-24

0

༄༅⃟𝐐🦂⃟ᴘᷤɪᷤᴋᷫᴀᴄʜᴜ💙

༄༅⃟𝐐🦂⃟ᴘᷤɪᷤᴋᷫᴀᴄʜᴜ💙

video apa tuh? penasaran pengen liat

2022-11-24

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: CUPU
2 Bab 2: Janji Rose Qiara Salsabila Luxifer
3 Bab 3: Don't Touch Me!
4 Bab 4: Genk Cantika VS Dewan Kampus
5 Bab 5: HOTEL PENGADUAN
6 Bab 6: TELL! - MEMBUJUK MOMMY
7 Bab 7: AKTING - MARI BERTEMAN?
8 Bab 8: KEKESALAN- PREMAN SEWAAN
9 Bab 9: PANGGILAN- GENK MOTOR-JALAN VETERAN
10 Bab 10: PAPA - CERAMAH
11 Bab 11: INFORMASI - SEPULUH TAHUN? - ATMAJA MURKA
12 Bab 12: MEMBUJUK - NASEHAT - TAMPARAN
13 Bab 13: TENANG - TIDAK JERA?
14 Bab 14: DEAL? - DEAL!
15 Bab 15: HARI YANG BERLALU
16 Bab 16: PECUNDANG
17 Bab 17: REKTOR WISNU - RAPAT DEWAN
18 Bab 18: PRIA BULE
19 Bab 19: GENG CANTIKA VS ROSE
20 Bab 20: GENK CANTIKA VS ROSE II
21 Bab 21: MENGUPING
22 Bab 22: MOMMY
23 Bab 23: PERMINTAAN ROSE - KEMARAHAN SARAH
24 Bab 24: SISI BAIK SARAH - NYONYA ATMAJA
25 Bab 25: SURPRISE GIFT | ONTY
26 Bab 26: DIA
27 Bab 27: COKLAT - BILU
28 Bab 28: ENAM BELAS TAHUN
29 Bab 29: ROSE- ASFA - VANS
30 Bab 30: HUBUNGAN HATI
31 Bab 31: CAIRAN KIMIA
32 Bab 32: CAFE BINTANG
33 Bab 33: SARAPAN BERSAMA
34 Bab 34: AYUNAN RUSAK
35 Bab 35: MAU BALAPAN? - GADIS KELINCI?
36 Bab 36: KEPUTUSAN ASFA - PEMBICARAAN PRIA
37 Bab 37: IZIN
38 Bab 38: MENGUNTIT - RUMAH REYOT
39 Bab 39: SIARAN RADIO
40 Bab 40: KEHIDUPAN PRITA
41 Bab 41: ANCAMAN UNTUK PRITA
42 Bab 42: ISTRIMU! - BISIK-BISIK MAHASISWA
43 Bab 43: PERDEBATAN KECIL
44 Bab 44: PIDATO ROSE - CORETAN ANCAMAN
45 Bab 45: PERDEBATAN SARAH DAN DELLA - PIDATO
46 Bab 46: HASIL PEMILIHAN SENAT PERIODE I
47 Bab 47: PEKERJAAN PRITA - MENYUAPI SANG ISTRI
48 Bab 48: PERBINCANGAN SUAMI ISTRI
49 Bab 49: PENJELASAN SI BAPAK PEMILIK RUMAH
50 Bab 50: CERITA TENTANG MALIK
51 Bab 51: MEMASUKI RUMAH MALIK
52 Bab 52: SI BOS
53 Bab 53: KETEGANGAN DI MANSION
54 Bab 54: KELUARGA PHOENIX
55 Bab 55: PERBEDAAN ROSE DAN SANG MOMMY
56 Bab 56: KEDATANGAN DOMINIC - RASA KHAWATIR SEORANG AYAH
57 Bab 57: KENYATAAN DIBALIK DIAMNYA SANG PUTRI
58 Bab 58: BERITA DARI DOMINIC
59 Bab 59: GARIS TAKDIR
60 Bab 60: ANCAMAN DELA
61 Bab 61: NIAT ROSE - SUAMI ISTRI
62 Bab 62: ROSE BERTINDAK - SIARAN TV
63 Bab 63: PAPA DAN GADISNYA
64 Bab 64: PIKIRAN MASING-MASING
65 Bab 65: RISWAN - PRITA
66 Bab 66: KECEWA dengan PERTANYAAN
67 Bab 67: TELL ME!
68 Bab 68: JEBAKAN?
69 Bab 69: HILANG INGATAN? - I KNOW
70 Bab 70: LIBURAN - LEVEL BINTANG - DIAM?
71 Bab 71: ROSE MAU...
72 Bab 72: HADIAH UNTUK ROSE
73 Bab 73: HADIAH UNTUK ROSE II
74 Bab 74: SURATAN TAKDIR
75 Bab 75: AYO, KITA BALAPAN
76 Bab 76: TAK KENAL, MAKA TAK SAYANG
77 Bab 77: TAMAN
78 Bab 78: TERJADI KEHEBOHAN
79 Bab 79: ROSE TIDAK PERCAYA - KTP IDENTITAS
80 Bab 80: BABY SUGAR? ROSE
81 Bab 81: Kubus Pemicu Balapan
82 Bab 82: CINTA ITU....
83 Bab 83: HANYA SUARA
84 Bab 84: PENGADUAN DELLA
85 Bab 85: SERUM KEBENARAN
86 Bab 86: Kegagalan Vincent, Kedatangan Vans
87 Bab 87: KEPUTUSAN AKHIR
88 Bab 88: Ketika semua tentang ....
89 Bab 89: ROSE SUDAH DEWASA, JEJAK BERDARAH
90 Bab 90: Keputusan Asfa
91 Bab 91: Hukum Karma
92 Bab 92: Desa Himalaya
93 Bab 93: TERROR
94 Bab 94: BUS menuju MAKAM
95 Bab 95: KERAS KEPALA, MURKA
96 Bab 96: TEBING MOLY
97 Bab 97: Kejujuran, apa artinya?
98 Bab 98: Sang Bartender
99 Bab 99: Si Kembar A
100 Bab 100: Tercengang, Menenangkan
101 Bab 101: Suasana Ruang Aula
102 Bab 102: Queen terlibat, Kertas Tantangan
103 Bab 103: Arti Pemimpin, Demo Rose
104 Bab 104: Para Pendukung Kedua Finalis
105 Bab 105: Provokasi
106 Bab 106: Pasrah, Bangkit
107 Bab 107: KETIDAKWARASAN
108 Bab 108: Gedung Olahraga
109 Bab 109: LUKA SEORANG PEMIMPIN
110 Bab 110: Keraguan tak mengubah Kenyataan
111 Bab 111: Tiket Emas
112 Bab 112: SECRET, VALENTINE
113 Bab 113: Enam Belas Jam
114 Bab 114: Dimulai Babak Pertama
115 Bab 115: Samsul Berkuasa
116 Bab 116: Gulungan, Perdebatan
117 Bab 117: Peraturan, Bidak
118 Bab 118: First Truth, Second Dare
119 Bab 119: Identitas?
120 Bab 120: Misi yang Direbut
121 Bab 121: Amarah, Emosi
122 Bab 122: Nama yang Sama
123 Emergency ANNOUNCEMENT
Episodes

Updated 123 Episodes

1
Bab 1: CUPU
2
Bab 2: Janji Rose Qiara Salsabila Luxifer
3
Bab 3: Don't Touch Me!
4
Bab 4: Genk Cantika VS Dewan Kampus
5
Bab 5: HOTEL PENGADUAN
6
Bab 6: TELL! - MEMBUJUK MOMMY
7
Bab 7: AKTING - MARI BERTEMAN?
8
Bab 8: KEKESALAN- PREMAN SEWAAN
9
Bab 9: PANGGILAN- GENK MOTOR-JALAN VETERAN
10
Bab 10: PAPA - CERAMAH
11
Bab 11: INFORMASI - SEPULUH TAHUN? - ATMAJA MURKA
12
Bab 12: MEMBUJUK - NASEHAT - TAMPARAN
13
Bab 13: TENANG - TIDAK JERA?
14
Bab 14: DEAL? - DEAL!
15
Bab 15: HARI YANG BERLALU
16
Bab 16: PECUNDANG
17
Bab 17: REKTOR WISNU - RAPAT DEWAN
18
Bab 18: PRIA BULE
19
Bab 19: GENG CANTIKA VS ROSE
20
Bab 20: GENK CANTIKA VS ROSE II
21
Bab 21: MENGUPING
22
Bab 22: MOMMY
23
Bab 23: PERMINTAAN ROSE - KEMARAHAN SARAH
24
Bab 24: SISI BAIK SARAH - NYONYA ATMAJA
25
Bab 25: SURPRISE GIFT | ONTY
26
Bab 26: DIA
27
Bab 27: COKLAT - BILU
28
Bab 28: ENAM BELAS TAHUN
29
Bab 29: ROSE- ASFA - VANS
30
Bab 30: HUBUNGAN HATI
31
Bab 31: CAIRAN KIMIA
32
Bab 32: CAFE BINTANG
33
Bab 33: SARAPAN BERSAMA
34
Bab 34: AYUNAN RUSAK
35
Bab 35: MAU BALAPAN? - GADIS KELINCI?
36
Bab 36: KEPUTUSAN ASFA - PEMBICARAAN PRIA
37
Bab 37: IZIN
38
Bab 38: MENGUNTIT - RUMAH REYOT
39
Bab 39: SIARAN RADIO
40
Bab 40: KEHIDUPAN PRITA
41
Bab 41: ANCAMAN UNTUK PRITA
42
Bab 42: ISTRIMU! - BISIK-BISIK MAHASISWA
43
Bab 43: PERDEBATAN KECIL
44
Bab 44: PIDATO ROSE - CORETAN ANCAMAN
45
Bab 45: PERDEBATAN SARAH DAN DELLA - PIDATO
46
Bab 46: HASIL PEMILIHAN SENAT PERIODE I
47
Bab 47: PEKERJAAN PRITA - MENYUAPI SANG ISTRI
48
Bab 48: PERBINCANGAN SUAMI ISTRI
49
Bab 49: PENJELASAN SI BAPAK PEMILIK RUMAH
50
Bab 50: CERITA TENTANG MALIK
51
Bab 51: MEMASUKI RUMAH MALIK
52
Bab 52: SI BOS
53
Bab 53: KETEGANGAN DI MANSION
54
Bab 54: KELUARGA PHOENIX
55
Bab 55: PERBEDAAN ROSE DAN SANG MOMMY
56
Bab 56: KEDATANGAN DOMINIC - RASA KHAWATIR SEORANG AYAH
57
Bab 57: KENYATAAN DIBALIK DIAMNYA SANG PUTRI
58
Bab 58: BERITA DARI DOMINIC
59
Bab 59: GARIS TAKDIR
60
Bab 60: ANCAMAN DELA
61
Bab 61: NIAT ROSE - SUAMI ISTRI
62
Bab 62: ROSE BERTINDAK - SIARAN TV
63
Bab 63: PAPA DAN GADISNYA
64
Bab 64: PIKIRAN MASING-MASING
65
Bab 65: RISWAN - PRITA
66
Bab 66: KECEWA dengan PERTANYAAN
67
Bab 67: TELL ME!
68
Bab 68: JEBAKAN?
69
Bab 69: HILANG INGATAN? - I KNOW
70
Bab 70: LIBURAN - LEVEL BINTANG - DIAM?
71
Bab 71: ROSE MAU...
72
Bab 72: HADIAH UNTUK ROSE
73
Bab 73: HADIAH UNTUK ROSE II
74
Bab 74: SURATAN TAKDIR
75
Bab 75: AYO, KITA BALAPAN
76
Bab 76: TAK KENAL, MAKA TAK SAYANG
77
Bab 77: TAMAN
78
Bab 78: TERJADI KEHEBOHAN
79
Bab 79: ROSE TIDAK PERCAYA - KTP IDENTITAS
80
Bab 80: BABY SUGAR? ROSE
81
Bab 81: Kubus Pemicu Balapan
82
Bab 82: CINTA ITU....
83
Bab 83: HANYA SUARA
84
Bab 84: PENGADUAN DELLA
85
Bab 85: SERUM KEBENARAN
86
Bab 86: Kegagalan Vincent, Kedatangan Vans
87
Bab 87: KEPUTUSAN AKHIR
88
Bab 88: Ketika semua tentang ....
89
Bab 89: ROSE SUDAH DEWASA, JEJAK BERDARAH
90
Bab 90: Keputusan Asfa
91
Bab 91: Hukum Karma
92
Bab 92: Desa Himalaya
93
Bab 93: TERROR
94
Bab 94: BUS menuju MAKAM
95
Bab 95: KERAS KEPALA, MURKA
96
Bab 96: TEBING MOLY
97
Bab 97: Kejujuran, apa artinya?
98
Bab 98: Sang Bartender
99
Bab 99: Si Kembar A
100
Bab 100: Tercengang, Menenangkan
101
Bab 101: Suasana Ruang Aula
102
Bab 102: Queen terlibat, Kertas Tantangan
103
Bab 103: Arti Pemimpin, Demo Rose
104
Bab 104: Para Pendukung Kedua Finalis
105
Bab 105: Provokasi
106
Bab 106: Pasrah, Bangkit
107
Bab 107: KETIDAKWARASAN
108
Bab 108: Gedung Olahraga
109
Bab 109: LUKA SEORANG PEMIMPIN
110
Bab 110: Keraguan tak mengubah Kenyataan
111
Bab 111: Tiket Emas
112
Bab 112: SECRET, VALENTINE
113
Bab 113: Enam Belas Jam
114
Bab 114: Dimulai Babak Pertama
115
Bab 115: Samsul Berkuasa
116
Bab 116: Gulungan, Perdebatan
117
Bab 117: Peraturan, Bidak
118
Bab 118: First Truth, Second Dare
119
Bab 119: Identitas?
120
Bab 120: Misi yang Direbut
121
Bab 121: Amarah, Emosi
122
Bab 122: Nama yang Sama
123
Emergency ANNOUNCEMENT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!