Bab 4: Genk Cantika VS Dewan Kampus

Gadis cantik bergaun peach duduk di sudut dan menikmati bacaan buku fiksinya. Tidak peduli dengan kesibukan para rektor dan dosen yang menyidang semua mahasiswa di tempat kejadian.

Tak ada lagi hati manusia. Semua hanyalah jiwa kosong dengan pikiran dangkal. Buta, tuli dan bisu. Yah, itulah kalian. ~ batin Qia.

Diamnya para penonton atas tragedi yang menimpa genk cantika, membuat anggota genk cantika bersama Rizwan di giring ke ruangan dewan untuk memberikan penjelasan. Dimana kini keempat mahasiswa itu duduk berhadapan dengan para dosen dan rektor yang menjadi humas universitas Regal Academy.

"Bisa jelaskan apa yang terjadi?" tanya wakil Rektor dengan name tag Ibu Susi yang memandang satu persatu mahasiswanya.

Sarah menahan rasa sakit diseluruh tubuhnya, "Apa ibu ini buta? Lihat semua luka di tubuhku ini! Sudah jelas kami adalah korban, dan kami ingin pihak kampus menuntut Qia atas kasus perundungan....,"

Sikap brutal Sarah benar-benar tidak tahu waktu dan tempat. Gadis itu tidak bisa menjaga bahasanya lebih halus, baginya kampus adalah tempat kekuasaannya. Sontak saja seorang dosen berdiri, lalu menunjuk ke wajah Sarah.

"Sarah jaga ucapanmu! Apa kamu tidak sadar bahasa mu itu sangat tidak sopan? Apa ini cara mahasiswa bicara dengan para dewan kampus?" Dosen dengan nama Bapak Ridwan menyela pengaduan Sarah karena satu kata yang kurang ajar, tapi anehnya kenapa bu Susi masih diam tanpa memarahi anak didiknya?

"Maafkan, teman kami. Para dewan terhormat, kami hanyalah korban perundungan. Semua ini karena ulah Qia. Gadis cupu itu tidak terima karena selalu kami panggil cupu. Jadi kami harap, para dewan mau bertindak. Aku harap kalian semua tidak lupa, siapa orang tua kami. Iya 'kan?" Dela tersenyum tipis dengan tatapan mata berani melawan para dewan kampus.

Sementara Prita yang enggan ikut berdebat memilih diam menyimak kehebohan yang dibuat dua sahabatnya. Begitu juga dengan Riswan. Ia masih dalam pengaruh shock atas perubahan penampilan dan sikap seorang Salsabila.

Apa itu benar Salsa? Tidak! Aku tahu benar Salsa tidak bisa bertindak kasar, tapi jika iya. Aku harus menyelidiki terlebih dahulu. ~batin Riswan.

"Kalian sangat suka mengancam, ya? Apa benar Qiara Salsabila yang merundung kalian, atau justru kalian yang merundung gadis itu? Kami semua bisa mendengar dengan jelas. Kalian saja memanggil Qiara dengan panggilan cupu. Bukankah itu salah satu bentuk perundungan? Saya sebagai wakil rektor memutuskan kalian harus menjalani perawatan kejiwaan." Wakil Rekor Ibu Susi menarik selembar kertas laporan, lalu memberikan cap kampus Regal Academy. "Orang bilang setiap perbuatan selalu mendapatkan balasan setimpal. Baik atau buruk, semua itu akan balik ke diri sendiri. Jangan kalian pikir, kami tidak tahu bagaimana perangai kalian selama ini,"

Ibu Susi memberikan kertas kepada Sarah, Dela, Prita dan Riswan. "Kalian diliburkan selama satu minggu! Silahkan kembali ke kampus setelah melakukan pemeriksaan ke dokter psikiater, dan satu lagi. Saya tahu siapa kalian beserta orang tua kalian, tapi kalian tidak tahu siapa....,"

Tok!

Tok!

Tok!

"Permisi, Bu. Ada yang menunggu di kantor." lapor seorang penjaga kampus dari luar, membuat ucapan Ibu Susi terpotong.

"Pak Ridwan, tolong selesaikan semua ini, saya permisi." Ibu Susi berdiri, "Sebagai dosen, aku sarankan kalian fokus belajar, dan sebagai sesama manusia. Maka aku hanya bisa memberi satu nasehat. Jangan lihat seseorang dari sampulnya saja, apa yang terlihat baik belum tentu baik, dan begitu juga sebaliknya."

Braaak!

Dela menggebrak meja, membuat para dewan yang sedari tadi hanya menjadi penonton terkejut. "Astaga, apa kamu tidak tahu sopan santun?"

"Sar, sepertinya semua dosen di kampus ini bosan mengajar. Apa kamu terima dengan keputusan gak adil dari mereka?" Dela tersenyum licik, membuat Sarah paham maksud bestie nya.

"Santai aja, Aku pastikan semua seperti keinginanku. Kita lihat, kertas ini atau pengaruh orang tua kami yang dipatuhi. Guy's, cabut!" ajak Sarah dengan ringisan di bibir menahan sakit.

Prita yang melihat Sarah terluka cukup parah, membantu gadis itu untuk berdiri, sedangkan Dela justru menyambar gelas berisi air putih, lalu menyiram Ibu Susi. Gerakan gadis rambut sebahu itu terdeteksi, membuat Pak Ridwan langsung menarik lengan wakil rektornya.

Byuur!

Air tumpah membasahi meja dan lantai, "Ups, gak kena. Next pasti tepat sasaran."

"Pak, biarkan mereka pergi!" Ibu Susi menahan Pak Ridwan yang siap melawan penghinaan geng cantika.

Ketidakberdayaan dan bungkamnya para dewan tak ada bedanya dengan para mahasiswa. Semua yang bernaung di dalam Regal Academy seakan terbelenggu rantai besi atas nama kekuasaan. Dela yang keluar di barisan terakhir tak sungkan menarik pintu tanpa perasaan.

Braak!

Para dewan hanya bisa mengelus dada masing-masing dengan helaan nafas panjang. Mau melawan, tapi mengingat orang tua genk cantika juga donatur tetap di kampus Regal Academy. Maka masih harus berpikir dua kali.

"Kalian awasi setiap tindakan genk cantika, Aku merasa anak-anak itu akan membuat ulah yang menyeret kita semua." Ibu Susi memperingati rekan kerjanya agar tetap waspada, para dewan yang memahami apa maksud wakil rektor menganggukkan kepala paham.

Sementara Sarah harus menikmati hadiah pertama dari Rose. Gadis itu kini dipapah dua sahabatnya berjalan menyusuri lorong kampus hingga beberapa menit berhenti di tempat parkiran yang luas. Riswan yang berjalan dengan pikiran kosong, tak sadar berjalan ke arah lain, membuat Dela menarik jaket pria itu.

"Lepas! Ngapain pake tarik jaket segala?" ucap Riswan ngegas.

Dela mencebikkan bibirnya, "Loe yang kenapa? Gak lihat kanan kiri, loe mikirin apa sih?"

"Bukan urusanmu. Sayang, ayo kuantar ke klinik terdekat!" ajak Riswan mengulurkan tangannya ke Sarah.

Gadis yang diajak ternyata tenggelam dalam lamunan dengan tangan mengepal, mata membulat sempurna. Tatapan sinis, bibir terkunci rapat. Sudah jelas keputusan wakil rektor mempengaruhinya. Seorang ketua genk cantika yang selalu mendapatkan semua keinginan tanpa harus mengemis. Justru hari ini mengalami perundungan, terlebih lagi mendapatkan hukuman untuk melakukan pemeriksaan ke psikiater.

Awas saja kamu, cupu! Aku tidak akan biarkan hidupmu tenang mulai hari ini, tidak Sedetikpun. Hukuman mu lebih berat dari sahabat mu yang sudah tinggal nama. Kupastikan kehancuranmu dalam genggaman tanganku.~batin Sarah semakin mengepalkan kedua tangannya, membuat kuku panjangnya memutih dengan otot menonjol.

"Ayo, Sayang!" ajak Riswan seraya mengusap pipi Sarah, membuat gadis itu bergerak dari posisinya.

Sementara Rose memulai hidup baru dengan membuat rencana pembalasan dendam demi menegakkan kesetaraan dan keadilan di dalam Regal academy. Dimana kini ia tengah duduk di atas kursi bulat setinggi satu meter ditemani segelas jus alpukat murni.

"Semua rencanaku done. Selamat datang di dunia Rose Qiara Salsabila Luxifer, aku tidak sabar melihat reaksi semua penjahat yang merenggut sahabat terbaik ku."

...----------------...

Visual Tokoh Daughter of Mafia Queen

Sementara tidak ada Visual Rose Qiara Salsabila Luxifer 😍

Mau othoor peluk dulu si Rose 🙂☺

Terpopuler

Comments

Kelaaa

Kelaaa

Mentang² bergelimang uang, sampai lupa menghormati dewan kampus

2022-11-24

2

𝐀⃝🥀👙𝐄𝐥𝐥𝖘𝖍𝖆𝖓 E𝆯⃟🚀

𝐀⃝🥀👙𝐄𝐥𝐥𝖘𝖍𝖆𝖓 E𝆯⃟🚀

kasih pelajaran mahasiswa mu itu pak

2022-11-24

1

🍁ɴᷠɪͥʟͤᴜᷝᴅͣ❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ

🍁ɴᷠɪͥʟͤᴜᷝᴅͣ❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ

wah mentang2 anak orang kaya trus bisa seenaknya gitu mahasiswi apaan ini

2022-11-24

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: CUPU
2 Bab 2: Janji Rose Qiara Salsabila Luxifer
3 Bab 3: Don't Touch Me!
4 Bab 4: Genk Cantika VS Dewan Kampus
5 Bab 5: HOTEL PENGADUAN
6 Bab 6: TELL! - MEMBUJUK MOMMY
7 Bab 7: AKTING - MARI BERTEMAN?
8 Bab 8: KEKESALAN- PREMAN SEWAAN
9 Bab 9: PANGGILAN- GENK MOTOR-JALAN VETERAN
10 Bab 10: PAPA - CERAMAH
11 Bab 11: INFORMASI - SEPULUH TAHUN? - ATMAJA MURKA
12 Bab 12: MEMBUJUK - NASEHAT - TAMPARAN
13 Bab 13: TENANG - TIDAK JERA?
14 Bab 14: DEAL? - DEAL!
15 Bab 15: HARI YANG BERLALU
16 Bab 16: PECUNDANG
17 Bab 17: REKTOR WISNU - RAPAT DEWAN
18 Bab 18: PRIA BULE
19 Bab 19: GENG CANTIKA VS ROSE
20 Bab 20: GENK CANTIKA VS ROSE II
21 Bab 21: MENGUPING
22 Bab 22: MOMMY
23 Bab 23: PERMINTAAN ROSE - KEMARAHAN SARAH
24 Bab 24: SISI BAIK SARAH - NYONYA ATMAJA
25 Bab 25: SURPRISE GIFT | ONTY
26 Bab 26: DIA
27 Bab 27: COKLAT - BILU
28 Bab 28: ENAM BELAS TAHUN
29 Bab 29: ROSE- ASFA - VANS
30 Bab 30: HUBUNGAN HATI
31 Bab 31: CAIRAN KIMIA
32 Bab 32: CAFE BINTANG
33 Bab 33: SARAPAN BERSAMA
34 Bab 34: AYUNAN RUSAK
35 Bab 35: MAU BALAPAN? - GADIS KELINCI?
36 Bab 36: KEPUTUSAN ASFA - PEMBICARAAN PRIA
37 Bab 37: IZIN
38 Bab 38: MENGUNTIT - RUMAH REYOT
39 Bab 39: SIARAN RADIO
40 Bab 40: KEHIDUPAN PRITA
41 Bab 41: ANCAMAN UNTUK PRITA
42 Bab 42: ISTRIMU! - BISIK-BISIK MAHASISWA
43 Bab 43: PERDEBATAN KECIL
44 Bab 44: PIDATO ROSE - CORETAN ANCAMAN
45 Bab 45: PERDEBATAN SARAH DAN DELLA - PIDATO
46 Bab 46: HASIL PEMILIHAN SENAT PERIODE I
47 Bab 47: PEKERJAAN PRITA - MENYUAPI SANG ISTRI
48 Bab 48: PERBINCANGAN SUAMI ISTRI
49 Bab 49: PENJELASAN SI BAPAK PEMILIK RUMAH
50 Bab 50: CERITA TENTANG MALIK
51 Bab 51: MEMASUKI RUMAH MALIK
52 Bab 52: SI BOS
53 Bab 53: KETEGANGAN DI MANSION
54 Bab 54: KELUARGA PHOENIX
55 Bab 55: PERBEDAAN ROSE DAN SANG MOMMY
56 Bab 56: KEDATANGAN DOMINIC - RASA KHAWATIR SEORANG AYAH
57 Bab 57: KENYATAAN DIBALIK DIAMNYA SANG PUTRI
58 Bab 58: BERITA DARI DOMINIC
59 Bab 59: GARIS TAKDIR
60 Bab 60: ANCAMAN DELA
61 Bab 61: NIAT ROSE - SUAMI ISTRI
62 Bab 62: ROSE BERTINDAK - SIARAN TV
63 Bab 63: PAPA DAN GADISNYA
64 Bab 64: PIKIRAN MASING-MASING
65 Bab 65: RISWAN - PRITA
66 Bab 66: KECEWA dengan PERTANYAAN
67 Bab 67: TELL ME!
68 Bab 68: JEBAKAN?
69 Bab 69: HILANG INGATAN? - I KNOW
70 Bab 70: LIBURAN - LEVEL BINTANG - DIAM?
71 Bab 71: ROSE MAU...
72 Bab 72: HADIAH UNTUK ROSE
73 Bab 73: HADIAH UNTUK ROSE II
74 Bab 74: SURATAN TAKDIR
75 Bab 75: AYO, KITA BALAPAN
76 Bab 76: TAK KENAL, MAKA TAK SAYANG
77 Bab 77: TAMAN
78 Bab 78: TERJADI KEHEBOHAN
79 Bab 79: ROSE TIDAK PERCAYA - KTP IDENTITAS
80 Bab 80: BABY SUGAR? ROSE
81 Bab 81: Kubus Pemicu Balapan
82 Bab 82: CINTA ITU....
83 Bab 83: HANYA SUARA
84 Bab 84: PENGADUAN DELLA
85 Bab 85: SERUM KEBENARAN
86 Bab 86: Kegagalan Vincent, Kedatangan Vans
87 Bab 87: KEPUTUSAN AKHIR
88 Bab 88: Ketika semua tentang ....
89 Bab 89: ROSE SUDAH DEWASA, JEJAK BERDARAH
90 Bab 90: Keputusan Asfa
91 Bab 91: Hukum Karma
92 Bab 92: Desa Himalaya
93 Bab 93: TERROR
94 Bab 94: BUS menuju MAKAM
95 Bab 95: KERAS KEPALA, MURKA
96 Bab 96: TEBING MOLY
97 Bab 97: Kejujuran, apa artinya?
98 Bab 98: Sang Bartender
99 Bab 99: Si Kembar A
100 Bab 100: Tercengang, Menenangkan
101 Bab 101: Suasana Ruang Aula
102 Bab 102: Queen terlibat, Kertas Tantangan
103 Bab 103: Arti Pemimpin, Demo Rose
104 Bab 104: Para Pendukung Kedua Finalis
105 Bab 105: Provokasi
106 Bab 106: Pasrah, Bangkit
107 Bab 107: KETIDAKWARASAN
108 Bab 108: Gedung Olahraga
109 Bab 109: LUKA SEORANG PEMIMPIN
110 Bab 110: Keraguan tak mengubah Kenyataan
111 Bab 111: Tiket Emas
112 Bab 112: SECRET, VALENTINE
113 Bab 113: Enam Belas Jam
114 Bab 114: Dimulai Babak Pertama
115 Bab 115: Samsul Berkuasa
116 Bab 116: Gulungan, Perdebatan
117 Bab 117: Peraturan, Bidak
118 Bab 118: First Truth, Second Dare
119 Bab 119: Identitas?
120 Bab 120: Misi yang Direbut
121 Bab 121: Amarah, Emosi
122 Bab 122: Nama yang Sama
123 Emergency ANNOUNCEMENT
Episodes

Updated 123 Episodes

1
Bab 1: CUPU
2
Bab 2: Janji Rose Qiara Salsabila Luxifer
3
Bab 3: Don't Touch Me!
4
Bab 4: Genk Cantika VS Dewan Kampus
5
Bab 5: HOTEL PENGADUAN
6
Bab 6: TELL! - MEMBUJUK MOMMY
7
Bab 7: AKTING - MARI BERTEMAN?
8
Bab 8: KEKESALAN- PREMAN SEWAAN
9
Bab 9: PANGGILAN- GENK MOTOR-JALAN VETERAN
10
Bab 10: PAPA - CERAMAH
11
Bab 11: INFORMASI - SEPULUH TAHUN? - ATMAJA MURKA
12
Bab 12: MEMBUJUK - NASEHAT - TAMPARAN
13
Bab 13: TENANG - TIDAK JERA?
14
Bab 14: DEAL? - DEAL!
15
Bab 15: HARI YANG BERLALU
16
Bab 16: PECUNDANG
17
Bab 17: REKTOR WISNU - RAPAT DEWAN
18
Bab 18: PRIA BULE
19
Bab 19: GENG CANTIKA VS ROSE
20
Bab 20: GENK CANTIKA VS ROSE II
21
Bab 21: MENGUPING
22
Bab 22: MOMMY
23
Bab 23: PERMINTAAN ROSE - KEMARAHAN SARAH
24
Bab 24: SISI BAIK SARAH - NYONYA ATMAJA
25
Bab 25: SURPRISE GIFT | ONTY
26
Bab 26: DIA
27
Bab 27: COKLAT - BILU
28
Bab 28: ENAM BELAS TAHUN
29
Bab 29: ROSE- ASFA - VANS
30
Bab 30: HUBUNGAN HATI
31
Bab 31: CAIRAN KIMIA
32
Bab 32: CAFE BINTANG
33
Bab 33: SARAPAN BERSAMA
34
Bab 34: AYUNAN RUSAK
35
Bab 35: MAU BALAPAN? - GADIS KELINCI?
36
Bab 36: KEPUTUSAN ASFA - PEMBICARAAN PRIA
37
Bab 37: IZIN
38
Bab 38: MENGUNTIT - RUMAH REYOT
39
Bab 39: SIARAN RADIO
40
Bab 40: KEHIDUPAN PRITA
41
Bab 41: ANCAMAN UNTUK PRITA
42
Bab 42: ISTRIMU! - BISIK-BISIK MAHASISWA
43
Bab 43: PERDEBATAN KECIL
44
Bab 44: PIDATO ROSE - CORETAN ANCAMAN
45
Bab 45: PERDEBATAN SARAH DAN DELLA - PIDATO
46
Bab 46: HASIL PEMILIHAN SENAT PERIODE I
47
Bab 47: PEKERJAAN PRITA - MENYUAPI SANG ISTRI
48
Bab 48: PERBINCANGAN SUAMI ISTRI
49
Bab 49: PENJELASAN SI BAPAK PEMILIK RUMAH
50
Bab 50: CERITA TENTANG MALIK
51
Bab 51: MEMASUKI RUMAH MALIK
52
Bab 52: SI BOS
53
Bab 53: KETEGANGAN DI MANSION
54
Bab 54: KELUARGA PHOENIX
55
Bab 55: PERBEDAAN ROSE DAN SANG MOMMY
56
Bab 56: KEDATANGAN DOMINIC - RASA KHAWATIR SEORANG AYAH
57
Bab 57: KENYATAAN DIBALIK DIAMNYA SANG PUTRI
58
Bab 58: BERITA DARI DOMINIC
59
Bab 59: GARIS TAKDIR
60
Bab 60: ANCAMAN DELA
61
Bab 61: NIAT ROSE - SUAMI ISTRI
62
Bab 62: ROSE BERTINDAK - SIARAN TV
63
Bab 63: PAPA DAN GADISNYA
64
Bab 64: PIKIRAN MASING-MASING
65
Bab 65: RISWAN - PRITA
66
Bab 66: KECEWA dengan PERTANYAAN
67
Bab 67: TELL ME!
68
Bab 68: JEBAKAN?
69
Bab 69: HILANG INGATAN? - I KNOW
70
Bab 70: LIBURAN - LEVEL BINTANG - DIAM?
71
Bab 71: ROSE MAU...
72
Bab 72: HADIAH UNTUK ROSE
73
Bab 73: HADIAH UNTUK ROSE II
74
Bab 74: SURATAN TAKDIR
75
Bab 75: AYO, KITA BALAPAN
76
Bab 76: TAK KENAL, MAKA TAK SAYANG
77
Bab 77: TAMAN
78
Bab 78: TERJADI KEHEBOHAN
79
Bab 79: ROSE TIDAK PERCAYA - KTP IDENTITAS
80
Bab 80: BABY SUGAR? ROSE
81
Bab 81: Kubus Pemicu Balapan
82
Bab 82: CINTA ITU....
83
Bab 83: HANYA SUARA
84
Bab 84: PENGADUAN DELLA
85
Bab 85: SERUM KEBENARAN
86
Bab 86: Kegagalan Vincent, Kedatangan Vans
87
Bab 87: KEPUTUSAN AKHIR
88
Bab 88: Ketika semua tentang ....
89
Bab 89: ROSE SUDAH DEWASA, JEJAK BERDARAH
90
Bab 90: Keputusan Asfa
91
Bab 91: Hukum Karma
92
Bab 92: Desa Himalaya
93
Bab 93: TERROR
94
Bab 94: BUS menuju MAKAM
95
Bab 95: KERAS KEPALA, MURKA
96
Bab 96: TEBING MOLY
97
Bab 97: Kejujuran, apa artinya?
98
Bab 98: Sang Bartender
99
Bab 99: Si Kembar A
100
Bab 100: Tercengang, Menenangkan
101
Bab 101: Suasana Ruang Aula
102
Bab 102: Queen terlibat, Kertas Tantangan
103
Bab 103: Arti Pemimpin, Demo Rose
104
Bab 104: Para Pendukung Kedua Finalis
105
Bab 105: Provokasi
106
Bab 106: Pasrah, Bangkit
107
Bab 107: KETIDAKWARASAN
108
Bab 108: Gedung Olahraga
109
Bab 109: LUKA SEORANG PEMIMPIN
110
Bab 110: Keraguan tak mengubah Kenyataan
111
Bab 111: Tiket Emas
112
Bab 112: SECRET, VALENTINE
113
Bab 113: Enam Belas Jam
114
Bab 114: Dimulai Babak Pertama
115
Bab 115: Samsul Berkuasa
116
Bab 116: Gulungan, Perdebatan
117
Bab 117: Peraturan, Bidak
118
Bab 118: First Truth, Second Dare
119
Bab 119: Identitas?
120
Bab 120: Misi yang Direbut
121
Bab 121: Amarah, Emosi
122
Bab 122: Nama yang Sama
123
Emergency ANNOUNCEMENT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!