Bab 3: Don't Touch Me!

"Aku akan kembali, hingga semua rasa sakitmu terbalaskan. Aku berjanji, hidupku hanya untuk keadilan di kampus kita. Seperti mimpimu yang mengharapkan kedamaian di regal academy."

Keesokan harinya.

Tak!

Tak!

Tak!

Suara sepatu boots, terdengar begitu jelas dan mengalihkan perhatian para mahasiswa di dalam kelas. Mata kaum hawa jelalatan dengan air liur menetes. Tak ubahnya dengan hewan buas yang tergiur makanan lezat, sedangkan kaum hawa merasa perubahan udara panas di sekeliling mereka.

Bisik-bisik para mahasiswa terdengar begitu bising memenuhi keriuhan kelas. Suara siulan dan juga godaan tertuju pada wanita bergaun peach brukat di depan kelas.

"Eh, bentar dulu. Bukankah itu si cupu? Iya, gak sih?" ucap salah satu mahasiswi.

Seperti mendapatkan lampu cahaya. Geng Cantika menatap lekat ke arah wanita di depan kelas yang masih enggan memilih kursi untuk ikut kelas.

Dela meneropong dengan dua tangannya. Seolah memasang kacamata di antara mata wanita itu. "Wuih, iya guy's. Itu si cupu."

"Ayo, kita bully. Ngapain pake sok-sokan gitu. Tetep aja nggak level ama kita." Sarah melambaikan tangan pada dua temannya.

Dela dan Prita bangun dari kursi dan mengekor di belakang Sarah. Melihat geng Cantika beraksi, membuat para mahasiswa di dalam kelas diam seperti dilakban. Mereka memilih tak ikut campur. Geng Cantika bukan geng yang sembarangan. Bukan karena ketiga cewek itu cantik, tapi orang tua ketiga mahasiswi itu termasuk donatur tetap kampus.

Di belakang hanya saling senggol menyenggol. Sementara Geng Cantika sudah berdiri di depan wanita modis dengan wajah manis tersenyum tipis. "Apa kalian butuh sesuatu?"

Sarah mendekat, dan menatap wajah wanita di depannya. "Ish, kau itu SI CUPU. Guy's, kalian semua harus inget ini. Cupu tetaplah cupu. Mau berubah secantik apapun, tetap levelnya dibawah kita-kita. Bukan begitu, Qiara Salsabila?"

"Benarkah?" tanya balik Qia dengan satu alis terangkat.

Sikap Qia, membuat Sarah kesal. Biasanya Qia hanya menunduk dan menangis, tanpa menjawab pertanyaan darinya. Dela maju dan menatap sebuah kalung di leher Qia. Seingatnya, kalung itu keluaran terbaru dari sebuah brand Royal Company. "Apa kamu sekarang jadi pencuri?"

Puk!

Prita menepuk lengan Dela. "Ngaco, kamu bicara apa sih."

"Ini, loh. Kalung Rainbow Rose, mama kemarin teriak minta di beliin ini. Kalung ini hanya ada tiga, dan itu keluaran terbaru dari Royal Asfa Company." jelas Dela sambil menunjuk kalung di leher Qia.

Mendengar itu, Sarah menarik kalung Qia dengan paksa. Sontak tubuh Qia terhuyung maju. Kalung masih di leher Qia, dan Sarah masih menarik tanpa hati. Saat mata sibuk memperhatikan keaslian kalung Qia. Sebuah tangan mencengkram tangannya.

"Kamu, beraninya...."

"Ssssttt!" cengkraman tangan semakin erat dan Sarah mulai meringis kesakitan.

"Bantuin, tahan si cupu!" seru Sarah.

Qia menarik tangan Sarah dan menabrakkan tubuh anak manja itu kedua temannya.

Bruuug....

"Auuw. S!al. Rupanya kau mau main denganku." Sarah berniat bangun, tapi sesuatu menimpa telapak tangan kanannya.

Nyeri, sakit dan ngilu. "Aaarrrggghh....." teriakan Sarah, membuat ngilu para mahasiswa lain.

Gerudukan para mahasiswa dari luar kelas pun ikut mendekat dan masuk ke dalam kelas para kaum elite. Pemandangan Qia menginjak telapak tangan Sarah, membuat banyak mulut melongo dan usapan dada. Seluruh kampus tahu, siapa geng Cantika. Jika nekad membuat masalah, maka DO pasti menjadi akhir para pembuat onar.

Dila dan Prita bangun, dan siap menampar Qia. Tapi, belum sempat tangan keduanya menyentuh pipi Qia. Nada bariton keluar dari bibir manis Qia. "Don't touch me!"

Glek....

Suara Qia jauh berbeda dari biasanya. Kemana suara gemetar dan wajah pucat yang selama ini dinikmati para mahasiswa? Bukan hanya penampilan, tapi sikap dan cara bicara Qia pun berubah drastis.

Qia melepaskan sepatu boots nya dari telapak tangan Sarah dan berjongkok. Tatapan tajam terarah pada putri pengusaha batubara itu. ''Cantik, but attitude NOL BESAR."

"WHAT'S?Das...."

Plaak!

Satu tamparan keras mendarat sempurna dan tercetak di pipi kiri Sarah. Merah dengan cap lima jari. "Balasan untuk tragedi kontes musik."

Plaak!

Satu tamparan keras mendarat di pipi kanan Sarah. Darah mengalir di sudut bibir Sarah. Banyak mata bersyukur dan juga mengumpat. Dela dan Prita berlari keluar kelas dan kini tinggal Sarah bersama Qia. Ditemani para penonton yang bisu dan buta.

Seakan tidak gentar. Sarah menatap Qia dengan tajam dan tangannya bergerak ingin membalas tamparan si cupu. Tapi, Qia menahan tangan Sarah dan meremas nya.

"Aaaarg..."

Satu tangan lagi, Qia gunakan untuk membungkam bibir Sarah. "Rasanya pasti enak bukan? Aku masih ingat, bagaimana rasanya saat di hajar kalian tanpa belas kasihan di dalam kelas ini."

Qia mengedarkan pandangan ke arah para mahasiswa yang menunduk, ada mata yang acuh masih stay menonton tanpa rasa malu. Rasa yang sama, tak satupun mata akan membela dan membantu. "Apa kamu lihat. Siapa yang mendekat dan menolongmu? Tidak ada," Qia melepaskan tangan kiri Sarah.

Pluk....

Tangan Sarah terkulai seperti tak bertulang. Banyak mata yang mengalihkan pandangan dengan kekejaman Qia membalaskan dendam.

"Minggir-minggir..." ucap seorang pria dengan suara khas berat.

Aroma parfum yang sangat dikenali Qia. Langkah itu mendekat dan berhenti didepan sang kekasih. "Sayang, siapa yang melakukan ini? Ayo bangun."

Qia melepaskan tangannya dari bibir Sarah dan berdiri.

"Salsa, kamukan ini? Bukankah...." ucap pria itu tercekat dan menutup mulutnya sendiri.

Hampir saja keceplosan. Betapa bejat dirinya atas kejahatan yang dianggap sebagai kenakalan remaja.

"Salsa? Siapa itu? Aku Rose." ucap Qia.

Rizwan mendekati Qia dan berniat menyentuh pipi wanita itu. Tanpa disadari Riswan, tangan kiri Qia sudah mengambil satu pisau lipat di samping tas selempang nya.

Sreeet....

"Auuuw.... Kau!" seru Riswan menahan lengan yang tergores dan mengeluarkan cairan merah.

"Jangan berpikir menyentuhku! Kamu dan kamu, sama. Kalian predator tak berhati." Qia mengacungkan pisau mini dengan darah menetes.

Suasana semakin tegang, berita keributan sampai ke ruangan para guru. Beberapa rektor berlarian menuju tempat kejadian, namun terlambat. Sarah sudah terluka dan shock. Riswan juga terluka dengan para mahasiswa yang diam tanpa satu penjelasan apapun.

Gadis cantik bergaun peach duduk di sudut dan menikmati bacaan buku fiksinya. Tidak peduli dengan kesibukan para rektor dan dosen yang menyidang semua mahasiswa di tempat kejadian.

Tak ada lagi hati manusia. Semua hanyalah jiwa kosong dengan pikiran dangkal. Buta, tuli dan bisu. Yah, itulah kalian. ~ batin Qia.

Terpopuler

Comments

Osie

Osie

thor jangan beberapa rektor donk..krn rektor itu cuma satu yaitu kepala sebuah Universitas..nah kalau dosen baru bisa beberapa or dekan juga bisa dibilang beberapa..krn dekan kepala setiap fakultas..jd 1 fakultas ya 1 dekan/Pray/

2024-03-15

0

Kelaaa

Kelaaa

Lawan terus Qia, tetaplah berani demi kebenaran

2022-11-24

0

𝐀⃝🥀👙𝐄𝐥𝐥𝖘𝖍𝖆𝖓 E𝆯⃟🚀

𝐀⃝🥀👙𝐄𝐥𝐥𝖘𝖍𝖆𝖓 E𝆯⃟🚀

hilih pe sgtunya

2022-11-24

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: CUPU
2 Bab 2: Janji Rose Qiara Salsabila Luxifer
3 Bab 3: Don't Touch Me!
4 Bab 4: Genk Cantika VS Dewan Kampus
5 Bab 5: HOTEL PENGADUAN
6 Bab 6: TELL! - MEMBUJUK MOMMY
7 Bab 7: AKTING - MARI BERTEMAN?
8 Bab 8: KEKESALAN- PREMAN SEWAAN
9 Bab 9: PANGGILAN- GENK MOTOR-JALAN VETERAN
10 Bab 10: PAPA - CERAMAH
11 Bab 11: INFORMASI - SEPULUH TAHUN? - ATMAJA MURKA
12 Bab 12: MEMBUJUK - NASEHAT - TAMPARAN
13 Bab 13: TENANG - TIDAK JERA?
14 Bab 14: DEAL? - DEAL!
15 Bab 15: HARI YANG BERLALU
16 Bab 16: PECUNDANG
17 Bab 17: REKTOR WISNU - RAPAT DEWAN
18 Bab 18: PRIA BULE
19 Bab 19: GENG CANTIKA VS ROSE
20 Bab 20: GENK CANTIKA VS ROSE II
21 Bab 21: MENGUPING
22 Bab 22: MOMMY
23 Bab 23: PERMINTAAN ROSE - KEMARAHAN SARAH
24 Bab 24: SISI BAIK SARAH - NYONYA ATMAJA
25 Bab 25: SURPRISE GIFT | ONTY
26 Bab 26: DIA
27 Bab 27: COKLAT - BILU
28 Bab 28: ENAM BELAS TAHUN
29 Bab 29: ROSE- ASFA - VANS
30 Bab 30: HUBUNGAN HATI
31 Bab 31: CAIRAN KIMIA
32 Bab 32: CAFE BINTANG
33 Bab 33: SARAPAN BERSAMA
34 Bab 34: AYUNAN RUSAK
35 Bab 35: MAU BALAPAN? - GADIS KELINCI?
36 Bab 36: KEPUTUSAN ASFA - PEMBICARAAN PRIA
37 Bab 37: IZIN
38 Bab 38: MENGUNTIT - RUMAH REYOT
39 Bab 39: SIARAN RADIO
40 Bab 40: KEHIDUPAN PRITA
41 Bab 41: ANCAMAN UNTUK PRITA
42 Bab 42: ISTRIMU! - BISIK-BISIK MAHASISWA
43 Bab 43: PERDEBATAN KECIL
44 Bab 44: PIDATO ROSE - CORETAN ANCAMAN
45 Bab 45: PERDEBATAN SARAH DAN DELLA - PIDATO
46 Bab 46: HASIL PEMILIHAN SENAT PERIODE I
47 Bab 47: PEKERJAAN PRITA - MENYUAPI SANG ISTRI
48 Bab 48: PERBINCANGAN SUAMI ISTRI
49 Bab 49: PENJELASAN SI BAPAK PEMILIK RUMAH
50 Bab 50: CERITA TENTANG MALIK
51 Bab 51: MEMASUKI RUMAH MALIK
52 Bab 52: SI BOS
53 Bab 53: KETEGANGAN DI MANSION
54 Bab 54: KELUARGA PHOENIX
55 Bab 55: PERBEDAAN ROSE DAN SANG MOMMY
56 Bab 56: KEDATANGAN DOMINIC - RASA KHAWATIR SEORANG AYAH
57 Bab 57: KENYATAAN DIBALIK DIAMNYA SANG PUTRI
58 Bab 58: BERITA DARI DOMINIC
59 Bab 59: GARIS TAKDIR
60 Bab 60: ANCAMAN DELA
61 Bab 61: NIAT ROSE - SUAMI ISTRI
62 Bab 62: ROSE BERTINDAK - SIARAN TV
63 Bab 63: PAPA DAN GADISNYA
64 Bab 64: PIKIRAN MASING-MASING
65 Bab 65: RISWAN - PRITA
66 Bab 66: KECEWA dengan PERTANYAAN
67 Bab 67: TELL ME!
68 Bab 68: JEBAKAN?
69 Bab 69: HILANG INGATAN? - I KNOW
70 Bab 70: LIBURAN - LEVEL BINTANG - DIAM?
71 Bab 71: ROSE MAU...
72 Bab 72: HADIAH UNTUK ROSE
73 Bab 73: HADIAH UNTUK ROSE II
74 Bab 74: SURATAN TAKDIR
75 Bab 75: AYO, KITA BALAPAN
76 Bab 76: TAK KENAL, MAKA TAK SAYANG
77 Bab 77: TAMAN
78 Bab 78: TERJADI KEHEBOHAN
79 Bab 79: ROSE TIDAK PERCAYA - KTP IDENTITAS
80 Bab 80: BABY SUGAR? ROSE
81 Bab 81: Kubus Pemicu Balapan
82 Bab 82: CINTA ITU....
83 Bab 83: HANYA SUARA
84 Bab 84: PENGADUAN DELLA
85 Bab 85: SERUM KEBENARAN
86 Bab 86: Kegagalan Vincent, Kedatangan Vans
87 Bab 87: KEPUTUSAN AKHIR
88 Bab 88: Ketika semua tentang ....
89 Bab 89: ROSE SUDAH DEWASA, JEJAK BERDARAH
90 Bab 90: Keputusan Asfa
91 Bab 91: Hukum Karma
92 Bab 92: Desa Himalaya
93 Bab 93: TERROR
94 Bab 94: BUS menuju MAKAM
95 Bab 95: KERAS KEPALA, MURKA
96 Bab 96: TEBING MOLY
97 Bab 97: Kejujuran, apa artinya?
98 Bab 98: Sang Bartender
99 Bab 99: Si Kembar A
100 Bab 100: Tercengang, Menenangkan
101 Bab 101: Suasana Ruang Aula
102 Bab 102: Queen terlibat, Kertas Tantangan
103 Bab 103: Arti Pemimpin, Demo Rose
104 Bab 104: Para Pendukung Kedua Finalis
105 Bab 105: Provokasi
106 Bab 106: Pasrah, Bangkit
107 Bab 107: KETIDAKWARASAN
108 Bab 108: Gedung Olahraga
109 Bab 109: LUKA SEORANG PEMIMPIN
110 Bab 110: Keraguan tak mengubah Kenyataan
111 Bab 111: Tiket Emas
112 Bab 112: SECRET, VALENTINE
113 Bab 113: Enam Belas Jam
114 Bab 114: Dimulai Babak Pertama
115 Bab 115: Samsul Berkuasa
116 Bab 116: Gulungan, Perdebatan
117 Bab 117: Peraturan, Bidak
118 Bab 118: First Truth, Second Dare
119 Bab 119: Identitas?
120 Bab 120: Misi yang Direbut
121 Bab 121: Amarah, Emosi
122 Bab 122: Nama yang Sama
123 Emergency ANNOUNCEMENT
Episodes

Updated 123 Episodes

1
Bab 1: CUPU
2
Bab 2: Janji Rose Qiara Salsabila Luxifer
3
Bab 3: Don't Touch Me!
4
Bab 4: Genk Cantika VS Dewan Kampus
5
Bab 5: HOTEL PENGADUAN
6
Bab 6: TELL! - MEMBUJUK MOMMY
7
Bab 7: AKTING - MARI BERTEMAN?
8
Bab 8: KEKESALAN- PREMAN SEWAAN
9
Bab 9: PANGGILAN- GENK MOTOR-JALAN VETERAN
10
Bab 10: PAPA - CERAMAH
11
Bab 11: INFORMASI - SEPULUH TAHUN? - ATMAJA MURKA
12
Bab 12: MEMBUJUK - NASEHAT - TAMPARAN
13
Bab 13: TENANG - TIDAK JERA?
14
Bab 14: DEAL? - DEAL!
15
Bab 15: HARI YANG BERLALU
16
Bab 16: PECUNDANG
17
Bab 17: REKTOR WISNU - RAPAT DEWAN
18
Bab 18: PRIA BULE
19
Bab 19: GENG CANTIKA VS ROSE
20
Bab 20: GENK CANTIKA VS ROSE II
21
Bab 21: MENGUPING
22
Bab 22: MOMMY
23
Bab 23: PERMINTAAN ROSE - KEMARAHAN SARAH
24
Bab 24: SISI BAIK SARAH - NYONYA ATMAJA
25
Bab 25: SURPRISE GIFT | ONTY
26
Bab 26: DIA
27
Bab 27: COKLAT - BILU
28
Bab 28: ENAM BELAS TAHUN
29
Bab 29: ROSE- ASFA - VANS
30
Bab 30: HUBUNGAN HATI
31
Bab 31: CAIRAN KIMIA
32
Bab 32: CAFE BINTANG
33
Bab 33: SARAPAN BERSAMA
34
Bab 34: AYUNAN RUSAK
35
Bab 35: MAU BALAPAN? - GADIS KELINCI?
36
Bab 36: KEPUTUSAN ASFA - PEMBICARAAN PRIA
37
Bab 37: IZIN
38
Bab 38: MENGUNTIT - RUMAH REYOT
39
Bab 39: SIARAN RADIO
40
Bab 40: KEHIDUPAN PRITA
41
Bab 41: ANCAMAN UNTUK PRITA
42
Bab 42: ISTRIMU! - BISIK-BISIK MAHASISWA
43
Bab 43: PERDEBATAN KECIL
44
Bab 44: PIDATO ROSE - CORETAN ANCAMAN
45
Bab 45: PERDEBATAN SARAH DAN DELLA - PIDATO
46
Bab 46: HASIL PEMILIHAN SENAT PERIODE I
47
Bab 47: PEKERJAAN PRITA - MENYUAPI SANG ISTRI
48
Bab 48: PERBINCANGAN SUAMI ISTRI
49
Bab 49: PENJELASAN SI BAPAK PEMILIK RUMAH
50
Bab 50: CERITA TENTANG MALIK
51
Bab 51: MEMASUKI RUMAH MALIK
52
Bab 52: SI BOS
53
Bab 53: KETEGANGAN DI MANSION
54
Bab 54: KELUARGA PHOENIX
55
Bab 55: PERBEDAAN ROSE DAN SANG MOMMY
56
Bab 56: KEDATANGAN DOMINIC - RASA KHAWATIR SEORANG AYAH
57
Bab 57: KENYATAAN DIBALIK DIAMNYA SANG PUTRI
58
Bab 58: BERITA DARI DOMINIC
59
Bab 59: GARIS TAKDIR
60
Bab 60: ANCAMAN DELA
61
Bab 61: NIAT ROSE - SUAMI ISTRI
62
Bab 62: ROSE BERTINDAK - SIARAN TV
63
Bab 63: PAPA DAN GADISNYA
64
Bab 64: PIKIRAN MASING-MASING
65
Bab 65: RISWAN - PRITA
66
Bab 66: KECEWA dengan PERTANYAAN
67
Bab 67: TELL ME!
68
Bab 68: JEBAKAN?
69
Bab 69: HILANG INGATAN? - I KNOW
70
Bab 70: LIBURAN - LEVEL BINTANG - DIAM?
71
Bab 71: ROSE MAU...
72
Bab 72: HADIAH UNTUK ROSE
73
Bab 73: HADIAH UNTUK ROSE II
74
Bab 74: SURATAN TAKDIR
75
Bab 75: AYO, KITA BALAPAN
76
Bab 76: TAK KENAL, MAKA TAK SAYANG
77
Bab 77: TAMAN
78
Bab 78: TERJADI KEHEBOHAN
79
Bab 79: ROSE TIDAK PERCAYA - KTP IDENTITAS
80
Bab 80: BABY SUGAR? ROSE
81
Bab 81: Kubus Pemicu Balapan
82
Bab 82: CINTA ITU....
83
Bab 83: HANYA SUARA
84
Bab 84: PENGADUAN DELLA
85
Bab 85: SERUM KEBENARAN
86
Bab 86: Kegagalan Vincent, Kedatangan Vans
87
Bab 87: KEPUTUSAN AKHIR
88
Bab 88: Ketika semua tentang ....
89
Bab 89: ROSE SUDAH DEWASA, JEJAK BERDARAH
90
Bab 90: Keputusan Asfa
91
Bab 91: Hukum Karma
92
Bab 92: Desa Himalaya
93
Bab 93: TERROR
94
Bab 94: BUS menuju MAKAM
95
Bab 95: KERAS KEPALA, MURKA
96
Bab 96: TEBING MOLY
97
Bab 97: Kejujuran, apa artinya?
98
Bab 98: Sang Bartender
99
Bab 99: Si Kembar A
100
Bab 100: Tercengang, Menenangkan
101
Bab 101: Suasana Ruang Aula
102
Bab 102: Queen terlibat, Kertas Tantangan
103
Bab 103: Arti Pemimpin, Demo Rose
104
Bab 104: Para Pendukung Kedua Finalis
105
Bab 105: Provokasi
106
Bab 106: Pasrah, Bangkit
107
Bab 107: KETIDAKWARASAN
108
Bab 108: Gedung Olahraga
109
Bab 109: LUKA SEORANG PEMIMPIN
110
Bab 110: Keraguan tak mengubah Kenyataan
111
Bab 111: Tiket Emas
112
Bab 112: SECRET, VALENTINE
113
Bab 113: Enam Belas Jam
114
Bab 114: Dimulai Babak Pertama
115
Bab 115: Samsul Berkuasa
116
Bab 116: Gulungan, Perdebatan
117
Bab 117: Peraturan, Bidak
118
Bab 118: First Truth, Second Dare
119
Bab 119: Identitas?
120
Bab 120: Misi yang Direbut
121
Bab 121: Amarah, Emosi
122
Bab 122: Nama yang Sama
123
Emergency ANNOUNCEMENT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!