Bab 18: PRIA BULE

Penjelasan yang merupakan penolakan dosen berjaket hitam benar-benar tidak terduga. Para dosen bahkan harus menelan kasar saliva agar bisa mengontrol rasa terkejut mereka, sedangkan rektor Wisnu langsung mengepalkan kedua tangan. Kemudian menggebrak meja.

"KAU....,"

"Siapapun dosen itu, saya setuju. Selama ini pihak kampus hanya bersikap pilih kasih, tapi mulai saat ini. Saya akan melakukan sesuai hati nurani, dan siapapun berhak membuat keputusan masing-masing. Permisi Rektor Wisnu." Wakil Rektor Ibu Susi berdiri seraya mendorong kursi dengan tangan kirinya.

Rapat dewan kali ini telah mengubah arah angin. Dulu yang terdiri dari satu kubu, hari ini berubah menjadi dua kubu. Satu kubu di bawah kekuasaan Rektor Wisnu dimana isinya para dosen yang memilih tenggelam dalam rasa takut akan kehilangan pekerjaan, sedangkan satu kubu lagi bersifat demokrasi yang memilih kebebasan hak asasi.

Langkah kaki pria berjaket hitam sangat tegas menapaki lorong kampus. Jejaknya seakan mengatakan tidak mudah digoyahkan niat hatinya. Namun, ada langkah kaki lain yang berjalan terburu-buru mengejar. Sontak ia berhenti dan memilih menunggu.

"Tuan....,"

Pria berjaket hitam mengangkat tangan kanannya. "Never call my name! I'm here only for my daughter. I am very disappointed with the system that you apply."

(Jangan pernah sebut namaku! Aku disini hanya untuk putriku. Aku sangat kecewa dengan sistem yang kalian terapkan.)

Langkahnya kembali menyusuri lorong kampus tanpa ingin menengok kebelakang. Dimana wakil rektor tertegun dengan wajah menunduk, rasa bersalah benar-benar merayap menggerogoti hatinya. Semua orang masih terampuni karena kebaikan pemilik yayasan, tapi sampai kapan? Sementara keegoisan, keserakahan semakin meningkat.

Sekarang apapun yang terjadi biarkan saja terjadi. Mereka yang memiliki akal pasti menjauh, tapi mereka yang tidak waras terus bertindak. Semoga kalian paham arah angin telah berganti haluan.~batin Ibu Susi menatap punggung pria berjaket hitam yang menghilang di balik tembok menuju parkiran.

"Ibu Susi disini? Saya cari dimana-mana....,"

"Pak Ridwan kenapa ikut keluar?" tanya Ibu Susi mengalihkan topik pembicaraan.

Pak Ridwan menghela nafas panjang. "Sejak awal saya memang tidak suka sistem yang memihak satu sisi. Saya tahu, Ibu Susi diam-diam sering membantu para korban bully. Mari tunjukkan bahwa semua mahasiswa sama dimata para dosen?!"

"Ide yang bagus. Akan lebih baik jika kita memberikan arahan bimbingan konseling lebih rutin, dan juga mendukung Qiara melakukan demo pemilihan tanpa harus ikut campur." Jelas Ibu Susi yang mendapatkan anggukan kepala Pak Ridwan.

Perbincangan kedua dosen itu masih berlanjut, sedangkan pria berjaket hitam mulai menyetir melajukan mobilnya meninggalkan pelataran kampus. Tangan kirinya tak lupa meraih earphones, lalu dengan satu dial di ponsel. Kini satu panggilan terhubung.

"Semua seperti yang kamu inginkan. Sebaiknya jujurlah dengan Rose. Sampai kapan permainan petak umpet menjadi hobimu? Periku, aku rela melakukan apapun demi keselamatan dan kebahagiaan kalian....,"

[Calm down! Biarkan hari ini berlalu, besok tidak ada lagi pengintaian. Tugas kakak menjadi dosen tetap. Sudah dimulai. Tidak seorangpun bisa mencegah kakak. Pulanglah, aku menunggu di villa.]

Tuut!

Tuut!

Tuut!

"Kalian adalah duniaku. Detak jantungku, bagaimana bisa aku memikirkan hal buruk tentang kalian. Apapun yang terjadi, aku selalu bersama kalian." gumamnya.

Waktu berlalu begitu cepat berganti hari baru. Dimana pintu gerbang Regal Academy terbuka lebar membiarkan berbagai jenis kendaraan memasuki pelataran kampus. Para mahasiswa sibuk hilir mudik. Hari yang terlihat penuh kesibukan. Hingga sebuah motor sport putih dengan suara yang terdengar halus begitu mengalihkan perhatian banyak mahasiswa.

"Mahasiswa baru!"

"Ngaco. Lihat aja postur tubuhnya, cuy. Pasti dosen baru."

"Dosen baru? Tamat sudah riwayat para mahasiswa."

"Loe ngomong apa, sih? Dikira perang, tamat sudah....,"

"Bukan itu ogeb! Maksudku dosen baru kalau kelakuan kaya dosen lama. Jadi apa bedanya?"

Sindiran di dalam percakapan para mahasiswa justru berbanding terbalik dengan tingkah laku geng cantika. Dimana ketiga gadis cantik itu masih terdiam di tempat parkir bersandar di depan mobil. Jangan tanya mereka menunggu siapa karena jawabannya pasti bisa kalian tebak.

Seseorang yang mengendarai motor sport putih turun dari motornya seraya melepaskan helm yang menutupi seluruh wajahnya. Hembusan angin menerbang aroma parfum mewah cool dan sangat menenangkan. Banyak gadis tertegun terpesona dengan wajah bule, rambut sedikit panjang, tubuh kekar, hidung mancung. Sayangnya kacamata hitam masih menutupi mata yang mungkin saja bisa membius semua orang.

"Wow....," gumam Sarah ikut terpesona melihat pria dewasa yang kini menjadi pusat perhatian semua orang.

"Ekhem! Inget kamu ada Riswan....,"

Sarah membungkam bibir Prita agar diam, lalu membenarkan pakaiannya yang modis. "Siapa Riswan? Aku mau dia! Dela, bagaimana menurutmu?''

Hening!

Dela yang ikut terpesona harus merasakan sakit di sikut sahabat nya sendiri.

"Dia milikku! Jangan coba-coba ambil." ancam Sarah, membuat Dela mengangkat kedua jarinya peace dengan senyuman lebar. "Aku akan dekati, kalau ada Riswan singkirkan saja!"

Sarah berjalan dengan lenggak-lenggok langkah bak model diatas catwalk. Tentu menjadi perhatian banyak orang. Tetapi gadis itu hanya fokus berjalan menghampiri pria dewasa yang masih saja berdiri di samping motor seraya mengamati keadaan kampus dari tempatnya berdiri.

"Permisi, apa kamu butuh bantuan?" Suara mendayu-dayu Sarah terdengar begitu manis, tapi tidak bagi pria bule yang langsung berbalik melihat siapa yang menyapa dirinya menawarkan bantuan.

Pria bule itu menaikan satu alis kanannya. "Apa, kamu bicara dengan ku?"

"Benar. Aku bertanya padamu....,"

"Oh. Bisa tinggalkan aku?!" Celetuk pria bule mengabaikan pesona mahasiswa yang biasanya menjadi pujaan hati banyak pria.

"....,"

Pria bule itu berjalan meninggalkan tempat parkir serta membuat begitu banyak sorot mata sekali lagi terbelalak. Bukan karena pesonanya, tetapi karena ia berani menolak ketua geng cantika. Bahkan bukan hanya sampai di situ karena dirinya justru menghampiri gadis yang baru saja memasuki kampus yaitu Rose si gadis mantan cupu.

Ntah apa yang pria bule dan Rose perbincangkan. Keduanya terlihat basa-basi hingga gadis itu mempersilahkan sang pria dewasa untuk mengikutinya memasuki gedung kampus. Semua itu membangkitkan rasa iri di hati Sarah. Kepalan tangan menyisakan urat yang menonjol dengan hentakan kaki berulang kali.

"S!al! Si cupu brengsek." umpat Sarah.

Dela dan Prita langsung menghampiri sahabat mereka. Tentu saja keduanya berusaha menenangkan dengan kata-kata mutiara. Sementara Rose langsung menarik pria bule di lorong yang sepi dan tidak ada yang mengawasi keduanya.

"Rose, calm down!" pinta pria bule merengkuh tubuh putrinya agar tenang.

Rose melepaskan pelukan, lalu menatap intens sang papa. "Apa semua ini rencana mommy?"

"Right." jawab Vans tanpa membantah.

"Why?" tanya lagi Rose.

Vans menangkup wajah cantik putrinya. Tatapan mata saling beradu, "Aku tidak akan mengganggu rencanamu, Honey. Disini, aku hanya menjadi dosen. Okay, calm down."

"Papa dan Mommy. Kalian berdua sama saja." Rose melepaskan tangan Vans, lalu pergi berlalu begitu saja, membuat Vans tersenyum tipis.

Sekarang apa lagi? Rencanaku sekali lagi harus dirubah. Mommy, kamu tidak bisa ditandingi. Semua rencana pasti gagal di hadapanmu. Rose pikirkan sesuatu. Jangan sampai semua gagal.~batin Rose yang berjalan tanpa melihat ke depan hingga ia tak sengaja menyenggol bahu seseorang.

"Sorry....," Ucap Rose seraya mendongak melihat siapa yang ia tabrak.

Terpopuler

Comments

@🔵🍁⃟𐍹 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ⬪ᷢ♛⃝꙰ ❤

@🔵🍁⃟𐍹 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ⬪ᷢ♛⃝꙰ ❤

ternyata papanya ikutan juga toh

2022-11-20

0

🍁𝕬𝖓𝖉𝖎𝖓𝖎•𖣤᭄æ⃝᷍𝖒❣️HIAT

🍁𝕬𝖓𝖉𝖎𝖓𝖎•𖣤᭄æ⃝᷍𝖒❣️HIAT

nah bener tuh pihak kampus pilih kasih..

2022-11-09

0

➳️ anna🐣 ༒࿐ 🦣

➳️ anna🐣 ༒࿐ 🦣

jadi papanya rose yang jadi dosen, wah makin menarik nih

2022-10-23

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: CUPU
2 Bab 2: Janji Rose Qiara Salsabila Luxifer
3 Bab 3: Don't Touch Me!
4 Bab 4: Genk Cantika VS Dewan Kampus
5 Bab 5: HOTEL PENGADUAN
6 Bab 6: TELL! - MEMBUJUK MOMMY
7 Bab 7: AKTING - MARI BERTEMAN?
8 Bab 8: KEKESALAN- PREMAN SEWAAN
9 Bab 9: PANGGILAN- GENK MOTOR-JALAN VETERAN
10 Bab 10: PAPA - CERAMAH
11 Bab 11: INFORMASI - SEPULUH TAHUN? - ATMAJA MURKA
12 Bab 12: MEMBUJUK - NASEHAT - TAMPARAN
13 Bab 13: TENANG - TIDAK JERA?
14 Bab 14: DEAL? - DEAL!
15 Bab 15: HARI YANG BERLALU
16 Bab 16: PECUNDANG
17 Bab 17: REKTOR WISNU - RAPAT DEWAN
18 Bab 18: PRIA BULE
19 Bab 19: GENG CANTIKA VS ROSE
20 Bab 20: GENK CANTIKA VS ROSE II
21 Bab 21: MENGUPING
22 Bab 22: MOMMY
23 Bab 23: PERMINTAAN ROSE - KEMARAHAN SARAH
24 Bab 24: SISI BAIK SARAH - NYONYA ATMAJA
25 Bab 25: SURPRISE GIFT | ONTY
26 Bab 26: DIA
27 Bab 27: COKLAT - BILU
28 Bab 28: ENAM BELAS TAHUN
29 Bab 29: ROSE- ASFA - VANS
30 Bab 30: HUBUNGAN HATI
31 Bab 31: CAIRAN KIMIA
32 Bab 32: CAFE BINTANG
33 Bab 33: SARAPAN BERSAMA
34 Bab 34: AYUNAN RUSAK
35 Bab 35: MAU BALAPAN? - GADIS KELINCI?
36 Bab 36: KEPUTUSAN ASFA - PEMBICARAAN PRIA
37 Bab 37: IZIN
38 Bab 38: MENGUNTIT - RUMAH REYOT
39 Bab 39: SIARAN RADIO
40 Bab 40: KEHIDUPAN PRITA
41 Bab 41: ANCAMAN UNTUK PRITA
42 Bab 42: ISTRIMU! - BISIK-BISIK MAHASISWA
43 Bab 43: PERDEBATAN KECIL
44 Bab 44: PIDATO ROSE - CORETAN ANCAMAN
45 Bab 45: PERDEBATAN SARAH DAN DELLA - PIDATO
46 Bab 46: HASIL PEMILIHAN SENAT PERIODE I
47 Bab 47: PEKERJAAN PRITA - MENYUAPI SANG ISTRI
48 Bab 48: PERBINCANGAN SUAMI ISTRI
49 Bab 49: PENJELASAN SI BAPAK PEMILIK RUMAH
50 Bab 50: CERITA TENTANG MALIK
51 Bab 51: MEMASUKI RUMAH MALIK
52 Bab 52: SI BOS
53 Bab 53: KETEGANGAN DI MANSION
54 Bab 54: KELUARGA PHOENIX
55 Bab 55: PERBEDAAN ROSE DAN SANG MOMMY
56 Bab 56: KEDATANGAN DOMINIC - RASA KHAWATIR SEORANG AYAH
57 Bab 57: KENYATAAN DIBALIK DIAMNYA SANG PUTRI
58 Bab 58: BERITA DARI DOMINIC
59 Bab 59: GARIS TAKDIR
60 Bab 60: ANCAMAN DELA
61 Bab 61: NIAT ROSE - SUAMI ISTRI
62 Bab 62: ROSE BERTINDAK - SIARAN TV
63 Bab 63: PAPA DAN GADISNYA
64 Bab 64: PIKIRAN MASING-MASING
65 Bab 65: RISWAN - PRITA
66 Bab 66: KECEWA dengan PERTANYAAN
67 Bab 67: TELL ME!
68 Bab 68: JEBAKAN?
69 Bab 69: HILANG INGATAN? - I KNOW
70 Bab 70: LIBURAN - LEVEL BINTANG - DIAM?
71 Bab 71: ROSE MAU...
72 Bab 72: HADIAH UNTUK ROSE
73 Bab 73: HADIAH UNTUK ROSE II
74 Bab 74: SURATAN TAKDIR
75 Bab 75: AYO, KITA BALAPAN
76 Bab 76: TAK KENAL, MAKA TAK SAYANG
77 Bab 77: TAMAN
78 Bab 78: TERJADI KEHEBOHAN
79 Bab 79: ROSE TIDAK PERCAYA - KTP IDENTITAS
80 Bab 80: BABY SUGAR? ROSE
81 Bab 81: Kubus Pemicu Balapan
82 Bab 82: CINTA ITU....
83 Bab 83: HANYA SUARA
84 Bab 84: PENGADUAN DELLA
85 Bab 85: SERUM KEBENARAN
86 Bab 86: Kegagalan Vincent, Kedatangan Vans
87 Bab 87: KEPUTUSAN AKHIR
88 Bab 88: Ketika semua tentang ....
89 Bab 89: ROSE SUDAH DEWASA, JEJAK BERDARAH
90 Bab 90: Keputusan Asfa
91 Bab 91: Hukum Karma
92 Bab 92: Desa Himalaya
93 Bab 93: TERROR
94 Bab 94: BUS menuju MAKAM
95 Bab 95: KERAS KEPALA, MURKA
96 Bab 96: TEBING MOLY
97 Bab 97: Kejujuran, apa artinya?
98 Bab 98: Sang Bartender
99 Bab 99: Si Kembar A
100 Bab 100: Tercengang, Menenangkan
101 Bab 101: Suasana Ruang Aula
102 Bab 102: Queen terlibat, Kertas Tantangan
103 Bab 103: Arti Pemimpin, Demo Rose
104 Bab 104: Para Pendukung Kedua Finalis
105 Bab 105: Provokasi
106 Bab 106: Pasrah, Bangkit
107 Bab 107: KETIDAKWARASAN
108 Bab 108: Gedung Olahraga
109 Bab 109: LUKA SEORANG PEMIMPIN
110 Bab 110: Keraguan tak mengubah Kenyataan
111 Bab 111: Tiket Emas
112 Bab 112: SECRET, VALENTINE
113 Bab 113: Enam Belas Jam
114 Bab 114: Dimulai Babak Pertama
115 Bab 115: Samsul Berkuasa
116 Bab 116: Gulungan, Perdebatan
117 Bab 117: Peraturan, Bidak
118 Bab 118: First Truth, Second Dare
119 Bab 119: Identitas?
120 Bab 120: Misi yang Direbut
121 Bab 121: Amarah, Emosi
122 Bab 122: Nama yang Sama
123 Emergency ANNOUNCEMENT
Episodes

Updated 123 Episodes

1
Bab 1: CUPU
2
Bab 2: Janji Rose Qiara Salsabila Luxifer
3
Bab 3: Don't Touch Me!
4
Bab 4: Genk Cantika VS Dewan Kampus
5
Bab 5: HOTEL PENGADUAN
6
Bab 6: TELL! - MEMBUJUK MOMMY
7
Bab 7: AKTING - MARI BERTEMAN?
8
Bab 8: KEKESALAN- PREMAN SEWAAN
9
Bab 9: PANGGILAN- GENK MOTOR-JALAN VETERAN
10
Bab 10: PAPA - CERAMAH
11
Bab 11: INFORMASI - SEPULUH TAHUN? - ATMAJA MURKA
12
Bab 12: MEMBUJUK - NASEHAT - TAMPARAN
13
Bab 13: TENANG - TIDAK JERA?
14
Bab 14: DEAL? - DEAL!
15
Bab 15: HARI YANG BERLALU
16
Bab 16: PECUNDANG
17
Bab 17: REKTOR WISNU - RAPAT DEWAN
18
Bab 18: PRIA BULE
19
Bab 19: GENG CANTIKA VS ROSE
20
Bab 20: GENK CANTIKA VS ROSE II
21
Bab 21: MENGUPING
22
Bab 22: MOMMY
23
Bab 23: PERMINTAAN ROSE - KEMARAHAN SARAH
24
Bab 24: SISI BAIK SARAH - NYONYA ATMAJA
25
Bab 25: SURPRISE GIFT | ONTY
26
Bab 26: DIA
27
Bab 27: COKLAT - BILU
28
Bab 28: ENAM BELAS TAHUN
29
Bab 29: ROSE- ASFA - VANS
30
Bab 30: HUBUNGAN HATI
31
Bab 31: CAIRAN KIMIA
32
Bab 32: CAFE BINTANG
33
Bab 33: SARAPAN BERSAMA
34
Bab 34: AYUNAN RUSAK
35
Bab 35: MAU BALAPAN? - GADIS KELINCI?
36
Bab 36: KEPUTUSAN ASFA - PEMBICARAAN PRIA
37
Bab 37: IZIN
38
Bab 38: MENGUNTIT - RUMAH REYOT
39
Bab 39: SIARAN RADIO
40
Bab 40: KEHIDUPAN PRITA
41
Bab 41: ANCAMAN UNTUK PRITA
42
Bab 42: ISTRIMU! - BISIK-BISIK MAHASISWA
43
Bab 43: PERDEBATAN KECIL
44
Bab 44: PIDATO ROSE - CORETAN ANCAMAN
45
Bab 45: PERDEBATAN SARAH DAN DELLA - PIDATO
46
Bab 46: HASIL PEMILIHAN SENAT PERIODE I
47
Bab 47: PEKERJAAN PRITA - MENYUAPI SANG ISTRI
48
Bab 48: PERBINCANGAN SUAMI ISTRI
49
Bab 49: PENJELASAN SI BAPAK PEMILIK RUMAH
50
Bab 50: CERITA TENTANG MALIK
51
Bab 51: MEMASUKI RUMAH MALIK
52
Bab 52: SI BOS
53
Bab 53: KETEGANGAN DI MANSION
54
Bab 54: KELUARGA PHOENIX
55
Bab 55: PERBEDAAN ROSE DAN SANG MOMMY
56
Bab 56: KEDATANGAN DOMINIC - RASA KHAWATIR SEORANG AYAH
57
Bab 57: KENYATAAN DIBALIK DIAMNYA SANG PUTRI
58
Bab 58: BERITA DARI DOMINIC
59
Bab 59: GARIS TAKDIR
60
Bab 60: ANCAMAN DELA
61
Bab 61: NIAT ROSE - SUAMI ISTRI
62
Bab 62: ROSE BERTINDAK - SIARAN TV
63
Bab 63: PAPA DAN GADISNYA
64
Bab 64: PIKIRAN MASING-MASING
65
Bab 65: RISWAN - PRITA
66
Bab 66: KECEWA dengan PERTANYAAN
67
Bab 67: TELL ME!
68
Bab 68: JEBAKAN?
69
Bab 69: HILANG INGATAN? - I KNOW
70
Bab 70: LIBURAN - LEVEL BINTANG - DIAM?
71
Bab 71: ROSE MAU...
72
Bab 72: HADIAH UNTUK ROSE
73
Bab 73: HADIAH UNTUK ROSE II
74
Bab 74: SURATAN TAKDIR
75
Bab 75: AYO, KITA BALAPAN
76
Bab 76: TAK KENAL, MAKA TAK SAYANG
77
Bab 77: TAMAN
78
Bab 78: TERJADI KEHEBOHAN
79
Bab 79: ROSE TIDAK PERCAYA - KTP IDENTITAS
80
Bab 80: BABY SUGAR? ROSE
81
Bab 81: Kubus Pemicu Balapan
82
Bab 82: CINTA ITU....
83
Bab 83: HANYA SUARA
84
Bab 84: PENGADUAN DELLA
85
Bab 85: SERUM KEBENARAN
86
Bab 86: Kegagalan Vincent, Kedatangan Vans
87
Bab 87: KEPUTUSAN AKHIR
88
Bab 88: Ketika semua tentang ....
89
Bab 89: ROSE SUDAH DEWASA, JEJAK BERDARAH
90
Bab 90: Keputusan Asfa
91
Bab 91: Hukum Karma
92
Bab 92: Desa Himalaya
93
Bab 93: TERROR
94
Bab 94: BUS menuju MAKAM
95
Bab 95: KERAS KEPALA, MURKA
96
Bab 96: TEBING MOLY
97
Bab 97: Kejujuran, apa artinya?
98
Bab 98: Sang Bartender
99
Bab 99: Si Kembar A
100
Bab 100: Tercengang, Menenangkan
101
Bab 101: Suasana Ruang Aula
102
Bab 102: Queen terlibat, Kertas Tantangan
103
Bab 103: Arti Pemimpin, Demo Rose
104
Bab 104: Para Pendukung Kedua Finalis
105
Bab 105: Provokasi
106
Bab 106: Pasrah, Bangkit
107
Bab 107: KETIDAKWARASAN
108
Bab 108: Gedung Olahraga
109
Bab 109: LUKA SEORANG PEMIMPIN
110
Bab 110: Keraguan tak mengubah Kenyataan
111
Bab 111: Tiket Emas
112
Bab 112: SECRET, VALENTINE
113
Bab 113: Enam Belas Jam
114
Bab 114: Dimulai Babak Pertama
115
Bab 115: Samsul Berkuasa
116
Bab 116: Gulungan, Perdebatan
117
Bab 117: Peraturan, Bidak
118
Bab 118: First Truth, Second Dare
119
Bab 119: Identitas?
120
Bab 120: Misi yang Direbut
121
Bab 121: Amarah, Emosi
122
Bab 122: Nama yang Sama
123
Emergency ANNOUNCEMENT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!