Bab 6: TELL! - MEMBUJUK MOMMY

Mommy ini selalu saja maunya yang tegas. Sistem cerita panjang kali lebar tidak akan pernah mempan.~batin Rose seraya mengedarkan pandangan ke berbagai arah, hal itu membuat wanita anggun yang awalnya diam dan masih tenang, langsung berdiri.

Tangannya menyambar ponsel di atas meja, dan siap mendial nomor yang menjadi tujuannya. Setiap gerakan dari sang mommy, membuat Rose secepat kilat mengambil keputusan. "Mom, Rose menjadi korban bullying."

Deg!

Pluk!

Ponsel terjatuh begitu saja bersamaan detak jantung yang terhenti sesaat. Tatapan lembutnya berubah menjadi kecemasan teramat dalam, membuat Rose langsung bangun dan menghamburkan diri memeluk sang mommy. Usapan lembut di kepala gadis itu terasa hangat.

"Tell clearly!" Sang Mommy berbisik dengan suara tak terbaca.

Getar nada suara yang menyayat hati, membuat Rose melepaskan pelukannya lalu menatap netra biru yang kini memandangnya teramat dalam tanpa kedipan. Bagaimanapun wanita anggun itu adalah seorang ibu,bahkan sang mommy siap menyatukan bumi dan langit hanya untuk putri kecil yang selalu menjadi tujuan utama.

"Mom, jangan khawatir. Rose baik....,"

Sang mommy mencengkram dagu Rose dengan perasaan, membiarkan kedua netra yang sama-sama biru saling menenggelamkan diri dalam ketegasan. "Rose Qiara Salsabila Luxifer. Tell clearly! Haruskan mommy menggunakan kekuasaan hanya untuk satu kejujuranmu? Apa kamu lupa siapa keluarga kita?"

"Sorry, Mom. I know we're the Phoenix family, and the matriarch in our little family. Who doesn't know Queen Asfa Luxifer? People have even bowed to hear your name, my greatest mother." Rose menundukkan tatapan matanya berhenti melakukan perlawanan sebagai seorang putri.

(Maaf, Ibu. Aku tahu kita keluarga Phoenix, dan Ibu pemimpin di dalam keluarga kecil kita. Siapa yang tak kenal Queen Asfa Luxifer? Orang-orang bahkan sudah tunduk mendengar namamu, ibu terhebatku.)

"Rose, Mommy tidak mau pengalihan topik." Asfa melepaskan tangannya dari dagu sang putri, lalu menggenggam tangan Rose seraya membimbing gadis itu untuk duduk di ranjang king size yang tertutupi bed cover hello kitty merah muda.

"Now, can you tell to me, Rose?" tanya Asfa.

(Sekarang, bisakah Anda memberitahu saya, Rose?)

"Semua berawal dari awal Rose masuk ke dalam universitas Regal Academy. Dimana penampilan cupu menjadi picuan genk cantika melakukan diskriminasi, sebenarnya bukan hanya aku yang mengalami itu. Banyak mahasiswa....,"

Asfa mendengarkan semua cerita dari putrinya tanpa melewatkan apapun. Setiap peristiwa bully yang dialami Rose menjadi satu duri tajam yang menusuk jantungnya. Tiga jam berlalu, Rose akhirnya menyelesaikan semua tragedi yang terjadi selama sebulan menjadi mahasiswa baru di Regal Academy.

"Mom, are you okay?" Rose segera mengambil segelas air, lalu diberikan pada mommynya yang diam membeku dengan wajah dingin tanpa ekspresi. "Mom, Rose baik-baik saja. Lihatlah!"

Asfa mengambil gelas dari tangan putrinya, meneguk air tanpa menyisakan setetes pun. Kemudian beranjak meninggalkan tempat duduk nya, sontak Rose gelisah. Sikap diam sang mommy pasti karena sudah menetapkan keputusan bagi para pelaku bully. Langkah kaki tegas terdengar begitu keras memecah keheningan.

"Mom! Stop!" seru Rose, dan menghentikan Asfa yang langsung berbalik menatap putrinya dengan satu alis terangkat. "Aku ingin mengatasi semuanya sendiri....,"

"Really?" Asfa melangkahkan kaki kembali mendekati Rose yang berdiri di depannya dengan jarak tiga meter. "Rose Qiara Salsabila Luxifer seorang gadis dengan hati lembut, untuk membidik sasaran tepat pada target. Seorang perencana harus tega, apa kamu siap melewati semua batasan demi menegakkan keadilan? Apa kamu siap dikhianati semua orang dan berdiri tanpa dukungan? Kamu putriku, aku tidak bisa biarkan para pendosa bermain dengan nyawa putriku."

Tak!

Asfa mengangkat tangannya lalu memegang lengan sang putri. Senyuman manis terbit. Akan tetapi senyuman itu membangkitkan bulu kuduk Rose. Meskipun hidup selama bertahun-tahun bersama. Tetap saja aura intimidasi sang mommy jauh diatasnya.

"Give your reason!" titah Rose.

(Berikan satu alasan mu!)

"Rose ingin mewujudkan impian terakhir Nara, please mom." pinta Rose dengan puppy eyes-nya.

Alasan Rose memang baik, tapi tidak akan mengubah rasa sakit yang kini menggerogoti jiwa seorang ibu atas perundungan yang dilakukan oleh para pelakunya. "No. Mommy akan pindahkan kamu ke universitas lain, dan memberikan hukuman pada mata jahat....,"

"Ada apa? Kenapa suasana sangat dingin?"

Suara berat yang terdengar familiar, membuat Rose melarikan diri menghampiri si pemilik suara. Dimana seorang pria dengan rambut yang memutih langsung merentangkan kedua tangannya menyambut sang cucu.

Greeb!

"Apa kabarmu, Rose? Makin cantik saja cucuku ini." Tuan Luxifer mengusap kepala Rose, tapi kenapa putri dan cucunya dalam keadaan tegang. Bahkan aura di kamar princess kecilnya terasa mencekam. "Nak, ada apa?"

Rose melepaskan pelukannya, lalu menatap sang kakek dengan harapan besar. Puppy eyes semakin diperlihatkan. "Kek, bantu Rose bujuk mommy....,"

"Pa!" Asfa mencegah papanya untuk terpengaruh pada Rose, tapi sayang tidak didengarkan.

Justru papanya mengajak sang cucu untuk duduk bersama dan berbincang tanpa merasa ada pengawasan. Hal itu menjadikan Asfa seperti patung tak dianggap, meskipun seperti itu. Tetap saja ia berdiam diri di kamar putrinya, dan menjadi team penyimak. Hingga kesepakatan terjadi di antara kakek dan cucu, barulah Tuan Luxifer berjalan menghampiri putri kesayangannya.

"Tell?!" ucap Asfa.

Tuan Luxifer tersenyum. Tidak sedikitpun putrinya berubah. Sikap tegas penuh intimidasi, keras kepala dalam setiap keputusan, yah meskipun semua keputusan adalah yang terbaik. Tetap saja Asfa memang layak menjadi seorang pemimpin, bahkan jauh lebih baik darinya.

"Berikan Rose kesempatan untuk bertanggung jawab. Papa tidak akan pernah menghalangimu. Sebagai orangtua kewajiban dan hak kita melindungi Rose, tapi pernahkan papa melarangmu disetiap langkahmu, selama ini? Sekali saja berikan putrimu kebebasan seperti papa memberikan kebebasan untuk mu." jelas Tuan Luxifer menatap lembut Asfa.

Asfa meraih kedua tangan Tuan Luxifer, lalu menyatukan dengan kedua tangannya. "Papa tahu benar. Aku seperti apa, dan Rose seperti apa. Apa papa sungguh ingin aku bertindak hal sama? Seperti papa memberikan kebebasan untukku?"

"Nak, kepercayaan papa untukmu tidak akan pernah pudar. Setiap waktu akan selalu berkembang pesat. Papa tahu ini sulit, tapi bukan tidak mungkin 'kan?" jawab Tuan Luxifer, membuat Asfa mengalihkan perhatiannya pada Rose yang berdiri di belakang sana dengan menautkan kedua tangan.

"Kemarilah!" Asfa melambaikan tangan, membuat Rose tanpa ragu menghampiri mommy dan kakeknya.

"Katakan, apa keputusanmu?" tanya Asfa lembut menatap putri tunggalnya.

Rose membalas tatapan mata sang mommy, "Aku ingin membalas setiap perbuatan para pelaku bully yang merenggut nyawa sahabatku. Aku ingin menegakkan keadilan dan membuat Regal Academy menjadi tempat yang layak untuk semua anak dari seluruh lapisan masyarakat agar tidak ada ajak seperti Qia si cupu, lagi. Esok dan selamanya. Aku ingin semua melihat kebangkitan korban bully yang siap melawan para pelakunya. Tidak dengan identitasku sebagai cucu sekaligus putri Queen mafia Phoenix, melainkan sebagai Rose. Hanya Rose."

"Regal Academy dibangun atas nama Rose Qiara Salsabila Luxifer. Pusat pendidikan itu, aku bangun sebagai wujud syukur ku karena Tuhan memberikan kehidupan baru untuk putriku. Mommy akan berikan kamu satu kesempatan, tapi dengan catatan." Asfa menatap putrinya seraya mengusap pipi putih yang selalu terawat dengan penuh cinta. "Jika selama satu tahun, pilihan yang kamu buat tidak terselesaikan. Maka, mommy akan mencabut izin di saat itu juga. Rose, paham?"

Rose tersenyum manis, tanpa kata merengkuh tubuh Asfa. Pelukan hangat sebagai ucapan terimakasih sekaligus persetujuan. Beberapa saat hanya ada pelukan, bahkan Tuan Luxifer ikut mendekap kedua wanita tercintanya penuh rasa syukur.

Terpopuler

Comments

manusia(⁠ ̄⁠ヘ⁠ ̄⁠;⁠)ᴍ֟፝ᴀ💙♡⃝ 𝕬♡

manusia(⁠ ̄⁠ヘ⁠ ̄⁠;⁠)ᴍ֟፝ᴀ💙♡⃝ 𝕬♡

nh yg bully ente siap² d bantai

2022-11-24

0

manusia(⁠ ̄⁠ヘ⁠ ̄⁠;⁠)ᴍ֟፝ᴀ💙♡⃝ 𝕬♡

manusia(⁠ ̄⁠ヘ⁠ ̄⁠;⁠)ᴍ֟፝ᴀ💙♡⃝ 𝕬♡

aus gk sya bwa air hehe :v

2022-11-24

0

manusia(⁠ ̄⁠ヘ⁠ ̄⁠;⁠)ᴍ֟፝ᴀ💙♡⃝ 𝕬♡

manusia(⁠ ̄⁠ヘ⁠ ̄⁠;⁠)ᴍ֟፝ᴀ💙♡⃝ 𝕬♡

itu sebab mommy km syg dan pngn yg trbaik bt km

2022-11-24

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: CUPU
2 Bab 2: Janji Rose Qiara Salsabila Luxifer
3 Bab 3: Don't Touch Me!
4 Bab 4: Genk Cantika VS Dewan Kampus
5 Bab 5: HOTEL PENGADUAN
6 Bab 6: TELL! - MEMBUJUK MOMMY
7 Bab 7: AKTING - MARI BERTEMAN?
8 Bab 8: KEKESALAN- PREMAN SEWAAN
9 Bab 9: PANGGILAN- GENK MOTOR-JALAN VETERAN
10 Bab 10: PAPA - CERAMAH
11 Bab 11: INFORMASI - SEPULUH TAHUN? - ATMAJA MURKA
12 Bab 12: MEMBUJUK - NASEHAT - TAMPARAN
13 Bab 13: TENANG - TIDAK JERA?
14 Bab 14: DEAL? - DEAL!
15 Bab 15: HARI YANG BERLALU
16 Bab 16: PECUNDANG
17 Bab 17: REKTOR WISNU - RAPAT DEWAN
18 Bab 18: PRIA BULE
19 Bab 19: GENG CANTIKA VS ROSE
20 Bab 20: GENK CANTIKA VS ROSE II
21 Bab 21: MENGUPING
22 Bab 22: MOMMY
23 Bab 23: PERMINTAAN ROSE - KEMARAHAN SARAH
24 Bab 24: SISI BAIK SARAH - NYONYA ATMAJA
25 Bab 25: SURPRISE GIFT | ONTY
26 Bab 26: DIA
27 Bab 27: COKLAT - BILU
28 Bab 28: ENAM BELAS TAHUN
29 Bab 29: ROSE- ASFA - VANS
30 Bab 30: HUBUNGAN HATI
31 Bab 31: CAIRAN KIMIA
32 Bab 32: CAFE BINTANG
33 Bab 33: SARAPAN BERSAMA
34 Bab 34: AYUNAN RUSAK
35 Bab 35: MAU BALAPAN? - GADIS KELINCI?
36 Bab 36: KEPUTUSAN ASFA - PEMBICARAAN PRIA
37 Bab 37: IZIN
38 Bab 38: MENGUNTIT - RUMAH REYOT
39 Bab 39: SIARAN RADIO
40 Bab 40: KEHIDUPAN PRITA
41 Bab 41: ANCAMAN UNTUK PRITA
42 Bab 42: ISTRIMU! - BISIK-BISIK MAHASISWA
43 Bab 43: PERDEBATAN KECIL
44 Bab 44: PIDATO ROSE - CORETAN ANCAMAN
45 Bab 45: PERDEBATAN SARAH DAN DELLA - PIDATO
46 Bab 46: HASIL PEMILIHAN SENAT PERIODE I
47 Bab 47: PEKERJAAN PRITA - MENYUAPI SANG ISTRI
48 Bab 48: PERBINCANGAN SUAMI ISTRI
49 Bab 49: PENJELASAN SI BAPAK PEMILIK RUMAH
50 Bab 50: CERITA TENTANG MALIK
51 Bab 51: MEMASUKI RUMAH MALIK
52 Bab 52: SI BOS
53 Bab 53: KETEGANGAN DI MANSION
54 Bab 54: KELUARGA PHOENIX
55 Bab 55: PERBEDAAN ROSE DAN SANG MOMMY
56 Bab 56: KEDATANGAN DOMINIC - RASA KHAWATIR SEORANG AYAH
57 Bab 57: KENYATAAN DIBALIK DIAMNYA SANG PUTRI
58 Bab 58: BERITA DARI DOMINIC
59 Bab 59: GARIS TAKDIR
60 Bab 60: ANCAMAN DELA
61 Bab 61: NIAT ROSE - SUAMI ISTRI
62 Bab 62: ROSE BERTINDAK - SIARAN TV
63 Bab 63: PAPA DAN GADISNYA
64 Bab 64: PIKIRAN MASING-MASING
65 Bab 65: RISWAN - PRITA
66 Bab 66: KECEWA dengan PERTANYAAN
67 Bab 67: TELL ME!
68 Bab 68: JEBAKAN?
69 Bab 69: HILANG INGATAN? - I KNOW
70 Bab 70: LIBURAN - LEVEL BINTANG - DIAM?
71 Bab 71: ROSE MAU...
72 Bab 72: HADIAH UNTUK ROSE
73 Bab 73: HADIAH UNTUK ROSE II
74 Bab 74: SURATAN TAKDIR
75 Bab 75: AYO, KITA BALAPAN
76 Bab 76: TAK KENAL, MAKA TAK SAYANG
77 Bab 77: TAMAN
78 Bab 78: TERJADI KEHEBOHAN
79 Bab 79: ROSE TIDAK PERCAYA - KTP IDENTITAS
80 Bab 80: BABY SUGAR? ROSE
81 Bab 81: Kubus Pemicu Balapan
82 Bab 82: CINTA ITU....
83 Bab 83: HANYA SUARA
84 Bab 84: PENGADUAN DELLA
85 Bab 85: SERUM KEBENARAN
86 Bab 86: Kegagalan Vincent, Kedatangan Vans
87 Bab 87: KEPUTUSAN AKHIR
88 Bab 88: Ketika semua tentang ....
89 Bab 89: ROSE SUDAH DEWASA, JEJAK BERDARAH
90 Bab 90: Keputusan Asfa
91 Bab 91: Hukum Karma
92 Bab 92: Desa Himalaya
93 Bab 93: TERROR
94 Bab 94: BUS menuju MAKAM
95 Bab 95: KERAS KEPALA, MURKA
96 Bab 96: TEBING MOLY
97 Bab 97: Kejujuran, apa artinya?
98 Bab 98: Sang Bartender
99 Bab 99: Si Kembar A
100 Bab 100: Tercengang, Menenangkan
101 Bab 101: Suasana Ruang Aula
102 Bab 102: Queen terlibat, Kertas Tantangan
103 Bab 103: Arti Pemimpin, Demo Rose
104 Bab 104: Para Pendukung Kedua Finalis
105 Bab 105: Provokasi
106 Bab 106: Pasrah, Bangkit
107 Bab 107: KETIDAKWARASAN
108 Bab 108: Gedung Olahraga
109 Bab 109: LUKA SEORANG PEMIMPIN
110 Bab 110: Keraguan tak mengubah Kenyataan
111 Bab 111: Tiket Emas
112 Bab 112: SECRET, VALENTINE
113 Bab 113: Enam Belas Jam
114 Bab 114: Dimulai Babak Pertama
115 Bab 115: Samsul Berkuasa
116 Bab 116: Gulungan, Perdebatan
117 Bab 117: Peraturan, Bidak
118 Bab 118: First Truth, Second Dare
119 Bab 119: Identitas?
120 Bab 120: Misi yang Direbut
121 Bab 121: Amarah, Emosi
122 Bab 122: Nama yang Sama
123 Emergency ANNOUNCEMENT
Episodes

Updated 123 Episodes

1
Bab 1: CUPU
2
Bab 2: Janji Rose Qiara Salsabila Luxifer
3
Bab 3: Don't Touch Me!
4
Bab 4: Genk Cantika VS Dewan Kampus
5
Bab 5: HOTEL PENGADUAN
6
Bab 6: TELL! - MEMBUJUK MOMMY
7
Bab 7: AKTING - MARI BERTEMAN?
8
Bab 8: KEKESALAN- PREMAN SEWAAN
9
Bab 9: PANGGILAN- GENK MOTOR-JALAN VETERAN
10
Bab 10: PAPA - CERAMAH
11
Bab 11: INFORMASI - SEPULUH TAHUN? - ATMAJA MURKA
12
Bab 12: MEMBUJUK - NASEHAT - TAMPARAN
13
Bab 13: TENANG - TIDAK JERA?
14
Bab 14: DEAL? - DEAL!
15
Bab 15: HARI YANG BERLALU
16
Bab 16: PECUNDANG
17
Bab 17: REKTOR WISNU - RAPAT DEWAN
18
Bab 18: PRIA BULE
19
Bab 19: GENG CANTIKA VS ROSE
20
Bab 20: GENK CANTIKA VS ROSE II
21
Bab 21: MENGUPING
22
Bab 22: MOMMY
23
Bab 23: PERMINTAAN ROSE - KEMARAHAN SARAH
24
Bab 24: SISI BAIK SARAH - NYONYA ATMAJA
25
Bab 25: SURPRISE GIFT | ONTY
26
Bab 26: DIA
27
Bab 27: COKLAT - BILU
28
Bab 28: ENAM BELAS TAHUN
29
Bab 29: ROSE- ASFA - VANS
30
Bab 30: HUBUNGAN HATI
31
Bab 31: CAIRAN KIMIA
32
Bab 32: CAFE BINTANG
33
Bab 33: SARAPAN BERSAMA
34
Bab 34: AYUNAN RUSAK
35
Bab 35: MAU BALAPAN? - GADIS KELINCI?
36
Bab 36: KEPUTUSAN ASFA - PEMBICARAAN PRIA
37
Bab 37: IZIN
38
Bab 38: MENGUNTIT - RUMAH REYOT
39
Bab 39: SIARAN RADIO
40
Bab 40: KEHIDUPAN PRITA
41
Bab 41: ANCAMAN UNTUK PRITA
42
Bab 42: ISTRIMU! - BISIK-BISIK MAHASISWA
43
Bab 43: PERDEBATAN KECIL
44
Bab 44: PIDATO ROSE - CORETAN ANCAMAN
45
Bab 45: PERDEBATAN SARAH DAN DELLA - PIDATO
46
Bab 46: HASIL PEMILIHAN SENAT PERIODE I
47
Bab 47: PEKERJAAN PRITA - MENYUAPI SANG ISTRI
48
Bab 48: PERBINCANGAN SUAMI ISTRI
49
Bab 49: PENJELASAN SI BAPAK PEMILIK RUMAH
50
Bab 50: CERITA TENTANG MALIK
51
Bab 51: MEMASUKI RUMAH MALIK
52
Bab 52: SI BOS
53
Bab 53: KETEGANGAN DI MANSION
54
Bab 54: KELUARGA PHOENIX
55
Bab 55: PERBEDAAN ROSE DAN SANG MOMMY
56
Bab 56: KEDATANGAN DOMINIC - RASA KHAWATIR SEORANG AYAH
57
Bab 57: KENYATAAN DIBALIK DIAMNYA SANG PUTRI
58
Bab 58: BERITA DARI DOMINIC
59
Bab 59: GARIS TAKDIR
60
Bab 60: ANCAMAN DELA
61
Bab 61: NIAT ROSE - SUAMI ISTRI
62
Bab 62: ROSE BERTINDAK - SIARAN TV
63
Bab 63: PAPA DAN GADISNYA
64
Bab 64: PIKIRAN MASING-MASING
65
Bab 65: RISWAN - PRITA
66
Bab 66: KECEWA dengan PERTANYAAN
67
Bab 67: TELL ME!
68
Bab 68: JEBAKAN?
69
Bab 69: HILANG INGATAN? - I KNOW
70
Bab 70: LIBURAN - LEVEL BINTANG - DIAM?
71
Bab 71: ROSE MAU...
72
Bab 72: HADIAH UNTUK ROSE
73
Bab 73: HADIAH UNTUK ROSE II
74
Bab 74: SURATAN TAKDIR
75
Bab 75: AYO, KITA BALAPAN
76
Bab 76: TAK KENAL, MAKA TAK SAYANG
77
Bab 77: TAMAN
78
Bab 78: TERJADI KEHEBOHAN
79
Bab 79: ROSE TIDAK PERCAYA - KTP IDENTITAS
80
Bab 80: BABY SUGAR? ROSE
81
Bab 81: Kubus Pemicu Balapan
82
Bab 82: CINTA ITU....
83
Bab 83: HANYA SUARA
84
Bab 84: PENGADUAN DELLA
85
Bab 85: SERUM KEBENARAN
86
Bab 86: Kegagalan Vincent, Kedatangan Vans
87
Bab 87: KEPUTUSAN AKHIR
88
Bab 88: Ketika semua tentang ....
89
Bab 89: ROSE SUDAH DEWASA, JEJAK BERDARAH
90
Bab 90: Keputusan Asfa
91
Bab 91: Hukum Karma
92
Bab 92: Desa Himalaya
93
Bab 93: TERROR
94
Bab 94: BUS menuju MAKAM
95
Bab 95: KERAS KEPALA, MURKA
96
Bab 96: TEBING MOLY
97
Bab 97: Kejujuran, apa artinya?
98
Bab 98: Sang Bartender
99
Bab 99: Si Kembar A
100
Bab 100: Tercengang, Menenangkan
101
Bab 101: Suasana Ruang Aula
102
Bab 102: Queen terlibat, Kertas Tantangan
103
Bab 103: Arti Pemimpin, Demo Rose
104
Bab 104: Para Pendukung Kedua Finalis
105
Bab 105: Provokasi
106
Bab 106: Pasrah, Bangkit
107
Bab 107: KETIDAKWARASAN
108
Bab 108: Gedung Olahraga
109
Bab 109: LUKA SEORANG PEMIMPIN
110
Bab 110: Keraguan tak mengubah Kenyataan
111
Bab 111: Tiket Emas
112
Bab 112: SECRET, VALENTINE
113
Bab 113: Enam Belas Jam
114
Bab 114: Dimulai Babak Pertama
115
Bab 115: Samsul Berkuasa
116
Bab 116: Gulungan, Perdebatan
117
Bab 117: Peraturan, Bidak
118
Bab 118: First Truth, Second Dare
119
Bab 119: Identitas?
120
Bab 120: Misi yang Direbut
121
Bab 121: Amarah, Emosi
122
Bab 122: Nama yang Sama
123
Emergency ANNOUNCEMENT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!