Bab 17: REKTOR WISNU - RAPAT DEWAN

"Terserah kalian. Mau bermain api atau menyerah. Aku peringatkan sekali lagi, Qia bukan SI CUPU." Ucap Prita dan memilih meninggalkan kedua sahabatnya di dalam kamar mandi.

Kepergian Prita, membuat Sarah dan Dela semakin membeku. Keduanya saling menatap memberikan kode mata tanda persetujuan tidak akan peduli dengan apa yang dikatakan sahabat mereka. Kini hanya ada api balas dendam atas hinaan Rose. Sudah pasti rencana ke depan tidak akan main-main lagi.

Hari-hari dilewati dengan maraknya demo kandidat mahasiswa yang ingin menduduki kursi pemimpin. Termasuk Rose, gadis itu juga ikut mempersiapkan diri mengatur rencana kampanye sekali gerakan. Ia tak ingin terlalu banyak kata dan tindakan. Semua harus sinkron dengan jadwal kehidupannya yang sangat padat.

Kondisi kampus semakin panas dingin, membuat para dosen ikut sibuk memberikan arahan dan penilaian. Termasuk menata tertibkan aturan yang semakin diperketat. Banyak mahasiswa yang memihak Sarah sebagai kandidat nomor satu. Bukan karena mereka ingin, tetapi karena rasa takut. Banyak mata masih menunduk tanpa bisa melakukan perlawanan. Bukan itu, mereka memang tidak ingin melawan ketidakadilan.

Hari sibuk para mahasiswa di sela rutinitas kegiatan belajar mengajar. Kini semakin menambah waktu untuk berdiam diri menjadi penghuni kampus Regal Academy. Dari semua orang, seseorang yang selama ini hanya menjadi pengawas mulai merasakan kegelisahan. Semua berita, dan juga bukti membuat dia menyiapkan rapat darurat.

Di ruangan para dosen.

"Ibu Susi, apa Anda akan ikut rapat para dewan?" tanya seorang dosen dengan nametag Pak Ridwan.

Wanita yang tengah memeriksa beberapa data mahasiswa mengalihkan perhatiannya. "Aku harus ikut. Situasi kampus seperti kutub utara yang diatasnya matahari. Semua terlihat serba salah. Bukan begitu, Pak Ridwan?"

"Anda benar, aku hanya khawatir bagaimana nasib anak itu? Kenapa aku merasa, rektor Wisnu bersiap melakukan gerakan terakhirnya." Jelas Pak Ridwan.

"Anak itu? Apa maksud Pak Ridwan adalah mahasiswi yang diadukan geng cantika?" tanya Ibu Susi memastikan.

"Iya, Bu. Jika tidak salah namanya Qia. Kita tahu seperti apa geng cantika, tapi nasib anak itu bagaimana?" Pak Ridwan menghela nafas panjang.

Ibu Susi tersenyum tipis, dan diam melanjutkan memeriksa data mahasiswa. Pak Ridwan yang melihat sikap tenang wakil rektor tidak bisa memahami apapun, tapi satu hal pasti. Wanita itu tidak khawatir soal apapun. Hingga suara notif pesan terdengar saling bersahutan.

"Ayo, kita ditunggu di ruang rapat!" ajak Ibu Susi menutup berkas, setelah melihat pesan baru dari rektor Wisnu.

Berhubung jam pelajaran sudah berakhir. Rapat dadakan pun bisa diadakan tanpa harus membuat pengumuman para mahasiswa pulang lebih awal. Langkah kaki para dosen meninggalkan ruang dosen dan berpindah ke satu bangunan yang memang dikhususkan untuk rapat.

Jejeran kursi membentuk lingkaran dengan meja panjang tertata rapi, disertai sebotol air mineral yang sudah disediakan. Hanya dalam waktu setengah jam. Semua orang sudah berkumpul, tapi yang mengadakan rapat masih saja blum menunjukkan batang hidungnya. Setelah lima menit menunggu. Pintu ruangan rapat sekali lagi terbuka.

Langkah kaki yang terdengar cukup di hentak kan mengalihkan perhatian semua orang. Wajah tampan sedikit garang, dengan tubuh tinggi besar memakai pakaian rapi. Dialah rektor Wisnu. Seorang pria yang selalu bermain di balik layar. Sikap manis, tetapi penuh ambisi. Siapapun yang tidak mendengarkan pria itu, bisa dipastikan tersingkirkan.

"Sore, semuanya. Mari kita mulai rapatnya." Sapa Rektor Wisnu, lalu duduk di tempat yang biasa. "Bagaimana perkembangan pemilihan senat dan BEM tahun ini? Apa ada sesuatu yang baru?"

"Semua hal baru terjadi setiap tahun, Pak. Boleh saya bertanya mewakili para dosen?" Jawab Ibu Susi tanpa rasa takut, membuat Rektor Wisnu mempersilahkan dengan isyarat tangan. "Apa tujuan Anda melakukan rapat kali ini?"

"Beruntung sekali, Ibu Susi adalah wakil rektor pilihan pemilik yayasan. Jika tidak? Sudahlah." Rektor Wisnu tersenyum simpul, lalu membuka ponselnya. "Setelah aku pelajari beberapa kasus terakhir. Aku memutuskan akan memberikan dukungan pada Sarah Atmaja untuk duduk menjadi pemimpin senat....,"

"Apa Anda bercanda? Bagaimana bisa memutuskan seperti itu? Apa kandidat lain tidak memiliki kemampuan untuk menjabat sebagai ketua senat?" cecar Ibu Susi tanpa mau kalah.

Rektor Wisnu tidak menggubris ucapan Ibu Susi. Pria itu masih stay pada pendiriannya. "Apa yang akan kampus dapatkan? Jika memilih anggota senat dari kalangan mahasiswa biasa? Ayolah, sebagai seorang rektor. Bukankah tugasku memikirkan kemajuan academy?"

Para dosen hanya menyimak, bukannya tidak memiliki pendapat. Namun, ada pepatah mengatakan. Jangan ganggu singa yang mengaum. Siapa sih yang mau di terkam? Tentu tak seorangpun. Resikonya tidak sebanding dengan pemberontakan yang akan dilakukan.

"Sarah Atmaja itu putri pebisnis, kedua temannya pun juga memiliki koneksi yang luas. Bukankah dengan itu, academy kita bisa mendapatkan keuntungan? Sementara kandidat lain, hanya mahasiswa biasa. Jangankan memiliki nama, pekerjaan keluarga mereka saja tidak bisa membayar satu semester anaknya. Ayolah, realistis saja." sambung Rektor Wisnu membungkam semua dosen yang menghadiri rapat.

"Bagaimana dengan gadis yang saat ini namanya sering disandingkan bersama geng cantika? Apa gadis itu tidak masuk hitungan?" tanya seorang dosen pria.

Pertanyaan itu menarik perhatian rektor Wisnu. Tatapan matanya tertuju pada sosok yang asing di matanya. "Apa kamu dosen baru?"

"Iya, silahkan jawab pertanyaan ku!" Jawab sang dosen yang memakai jaket hitam.

"Okay, kurasa maksudmu itu mahasiswa yang mendapatkan beasiswa? Benar bukan? Dia itu hanya putri pemilik kedai resto di pinggir kota. Apa yang kita harapkan jika gadis itu menjadi ketua senat?" Jelas Rektor Wisnu.

"Aku tidak paham sistem yang kamu bicarakan. Bagiku semua mahasiswa sama. Jika kamu memilih bersikap sesuka hati dan menciptakan ketidakadilan. Maka, aku memilih jalanku sendiri." Dosen berjaket hitam bangun seraya mendorong kursi ke belakang. "Siapapun yang mengikuti pemilihan pantas mendapatkan kesempatan tanpa memandang status sosial. Jika kalian memang manusia, gunakan hati nurani kalian. Jika tidak, tanggung sendiri akibatnya."

Penjelasan yang merupakan penolakan dosen berjaket hitam benar-benar tidak terduga. Para dosen bahkan harus menelan kasar saliva agar bisa mengontrol rasa terkejut mereka, sedangkan rektor Wisnu langsung mengepalkan kedua tangan. Kemudian menggebrak meja.

"KAU....,"

Terpopuler

Comments

Nani Yunengsih

Nani Yunengsih

kok aku rasa dosen baru itu papanya rose yy atau yg berhubungan dgn keluarga queen yy

2022-12-29

1

Nani Yunengsih

Nani Yunengsih

kok aku rasa dosen baru itu papanya rose yy atau yg berhubungan dgn keluarga queen yy

2022-12-29

1

@🔵🍁⃟𐍹 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ⬪ᷢ♛⃝꙰ ❤

@🔵🍁⃟𐍹 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ⬪ᷢ♛⃝꙰ ❤

mungkin dosen yang berani ngelawan Wisnu salah satu anak buah mamanya rose

2022-11-20

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: CUPU
2 Bab 2: Janji Rose Qiara Salsabila Luxifer
3 Bab 3: Don't Touch Me!
4 Bab 4: Genk Cantika VS Dewan Kampus
5 Bab 5: HOTEL PENGADUAN
6 Bab 6: TELL! - MEMBUJUK MOMMY
7 Bab 7: AKTING - MARI BERTEMAN?
8 Bab 8: KEKESALAN- PREMAN SEWAAN
9 Bab 9: PANGGILAN- GENK MOTOR-JALAN VETERAN
10 Bab 10: PAPA - CERAMAH
11 Bab 11: INFORMASI - SEPULUH TAHUN? - ATMAJA MURKA
12 Bab 12: MEMBUJUK - NASEHAT - TAMPARAN
13 Bab 13: TENANG - TIDAK JERA?
14 Bab 14: DEAL? - DEAL!
15 Bab 15: HARI YANG BERLALU
16 Bab 16: PECUNDANG
17 Bab 17: REKTOR WISNU - RAPAT DEWAN
18 Bab 18: PRIA BULE
19 Bab 19: GENG CANTIKA VS ROSE
20 Bab 20: GENK CANTIKA VS ROSE II
21 Bab 21: MENGUPING
22 Bab 22: MOMMY
23 Bab 23: PERMINTAAN ROSE - KEMARAHAN SARAH
24 Bab 24: SISI BAIK SARAH - NYONYA ATMAJA
25 Bab 25: SURPRISE GIFT | ONTY
26 Bab 26: DIA
27 Bab 27: COKLAT - BILU
28 Bab 28: ENAM BELAS TAHUN
29 Bab 29: ROSE- ASFA - VANS
30 Bab 30: HUBUNGAN HATI
31 Bab 31: CAIRAN KIMIA
32 Bab 32: CAFE BINTANG
33 Bab 33: SARAPAN BERSAMA
34 Bab 34: AYUNAN RUSAK
35 Bab 35: MAU BALAPAN? - GADIS KELINCI?
36 Bab 36: KEPUTUSAN ASFA - PEMBICARAAN PRIA
37 Bab 37: IZIN
38 Bab 38: MENGUNTIT - RUMAH REYOT
39 Bab 39: SIARAN RADIO
40 Bab 40: KEHIDUPAN PRITA
41 Bab 41: ANCAMAN UNTUK PRITA
42 Bab 42: ISTRIMU! - BISIK-BISIK MAHASISWA
43 Bab 43: PERDEBATAN KECIL
44 Bab 44: PIDATO ROSE - CORETAN ANCAMAN
45 Bab 45: PERDEBATAN SARAH DAN DELLA - PIDATO
46 Bab 46: HASIL PEMILIHAN SENAT PERIODE I
47 Bab 47: PEKERJAAN PRITA - MENYUAPI SANG ISTRI
48 Bab 48: PERBINCANGAN SUAMI ISTRI
49 Bab 49: PENJELASAN SI BAPAK PEMILIK RUMAH
50 Bab 50: CERITA TENTANG MALIK
51 Bab 51: MEMASUKI RUMAH MALIK
52 Bab 52: SI BOS
53 Bab 53: KETEGANGAN DI MANSION
54 Bab 54: KELUARGA PHOENIX
55 Bab 55: PERBEDAAN ROSE DAN SANG MOMMY
56 Bab 56: KEDATANGAN DOMINIC - RASA KHAWATIR SEORANG AYAH
57 Bab 57: KENYATAAN DIBALIK DIAMNYA SANG PUTRI
58 Bab 58: BERITA DARI DOMINIC
59 Bab 59: GARIS TAKDIR
60 Bab 60: ANCAMAN DELA
61 Bab 61: NIAT ROSE - SUAMI ISTRI
62 Bab 62: ROSE BERTINDAK - SIARAN TV
63 Bab 63: PAPA DAN GADISNYA
64 Bab 64: PIKIRAN MASING-MASING
65 Bab 65: RISWAN - PRITA
66 Bab 66: KECEWA dengan PERTANYAAN
67 Bab 67: TELL ME!
68 Bab 68: JEBAKAN?
69 Bab 69: HILANG INGATAN? - I KNOW
70 Bab 70: LIBURAN - LEVEL BINTANG - DIAM?
71 Bab 71: ROSE MAU...
72 Bab 72: HADIAH UNTUK ROSE
73 Bab 73: HADIAH UNTUK ROSE II
74 Bab 74: SURATAN TAKDIR
75 Bab 75: AYO, KITA BALAPAN
76 Bab 76: TAK KENAL, MAKA TAK SAYANG
77 Bab 77: TAMAN
78 Bab 78: TERJADI KEHEBOHAN
79 Bab 79: ROSE TIDAK PERCAYA - KTP IDENTITAS
80 Bab 80: BABY SUGAR? ROSE
81 Bab 81: Kubus Pemicu Balapan
82 Bab 82: CINTA ITU....
83 Bab 83: HANYA SUARA
84 Bab 84: PENGADUAN DELLA
85 Bab 85: SERUM KEBENARAN
86 Bab 86: Kegagalan Vincent, Kedatangan Vans
87 Bab 87: KEPUTUSAN AKHIR
88 Bab 88: Ketika semua tentang ....
89 Bab 89: ROSE SUDAH DEWASA, JEJAK BERDARAH
90 Bab 90: Keputusan Asfa
91 Bab 91: Hukum Karma
92 Bab 92: Desa Himalaya
93 Bab 93: TERROR
94 Bab 94: BUS menuju MAKAM
95 Bab 95: KERAS KEPALA, MURKA
96 Bab 96: TEBING MOLY
97 Bab 97: Kejujuran, apa artinya?
98 Bab 98: Sang Bartender
99 Bab 99: Si Kembar A
100 Bab 100: Tercengang, Menenangkan
101 Bab 101: Suasana Ruang Aula
102 Bab 102: Queen terlibat, Kertas Tantangan
103 Bab 103: Arti Pemimpin, Demo Rose
104 Bab 104: Para Pendukung Kedua Finalis
105 Bab 105: Provokasi
106 Bab 106: Pasrah, Bangkit
107 Bab 107: KETIDAKWARASAN
108 Bab 108: Gedung Olahraga
109 Bab 109: LUKA SEORANG PEMIMPIN
110 Bab 110: Keraguan tak mengubah Kenyataan
111 Bab 111: Tiket Emas
112 Bab 112: SECRET, VALENTINE
113 Bab 113: Enam Belas Jam
114 Bab 114: Dimulai Babak Pertama
115 Bab 115: Samsul Berkuasa
116 Bab 116: Gulungan, Perdebatan
117 Bab 117: Peraturan, Bidak
118 Bab 118: First Truth, Second Dare
119 Bab 119: Identitas?
120 Bab 120: Misi yang Direbut
121 Bab 121: Amarah, Emosi
122 Bab 122: Nama yang Sama
123 Emergency ANNOUNCEMENT
Episodes

Updated 123 Episodes

1
Bab 1: CUPU
2
Bab 2: Janji Rose Qiara Salsabila Luxifer
3
Bab 3: Don't Touch Me!
4
Bab 4: Genk Cantika VS Dewan Kampus
5
Bab 5: HOTEL PENGADUAN
6
Bab 6: TELL! - MEMBUJUK MOMMY
7
Bab 7: AKTING - MARI BERTEMAN?
8
Bab 8: KEKESALAN- PREMAN SEWAAN
9
Bab 9: PANGGILAN- GENK MOTOR-JALAN VETERAN
10
Bab 10: PAPA - CERAMAH
11
Bab 11: INFORMASI - SEPULUH TAHUN? - ATMAJA MURKA
12
Bab 12: MEMBUJUK - NASEHAT - TAMPARAN
13
Bab 13: TENANG - TIDAK JERA?
14
Bab 14: DEAL? - DEAL!
15
Bab 15: HARI YANG BERLALU
16
Bab 16: PECUNDANG
17
Bab 17: REKTOR WISNU - RAPAT DEWAN
18
Bab 18: PRIA BULE
19
Bab 19: GENG CANTIKA VS ROSE
20
Bab 20: GENK CANTIKA VS ROSE II
21
Bab 21: MENGUPING
22
Bab 22: MOMMY
23
Bab 23: PERMINTAAN ROSE - KEMARAHAN SARAH
24
Bab 24: SISI BAIK SARAH - NYONYA ATMAJA
25
Bab 25: SURPRISE GIFT | ONTY
26
Bab 26: DIA
27
Bab 27: COKLAT - BILU
28
Bab 28: ENAM BELAS TAHUN
29
Bab 29: ROSE- ASFA - VANS
30
Bab 30: HUBUNGAN HATI
31
Bab 31: CAIRAN KIMIA
32
Bab 32: CAFE BINTANG
33
Bab 33: SARAPAN BERSAMA
34
Bab 34: AYUNAN RUSAK
35
Bab 35: MAU BALAPAN? - GADIS KELINCI?
36
Bab 36: KEPUTUSAN ASFA - PEMBICARAAN PRIA
37
Bab 37: IZIN
38
Bab 38: MENGUNTIT - RUMAH REYOT
39
Bab 39: SIARAN RADIO
40
Bab 40: KEHIDUPAN PRITA
41
Bab 41: ANCAMAN UNTUK PRITA
42
Bab 42: ISTRIMU! - BISIK-BISIK MAHASISWA
43
Bab 43: PERDEBATAN KECIL
44
Bab 44: PIDATO ROSE - CORETAN ANCAMAN
45
Bab 45: PERDEBATAN SARAH DAN DELLA - PIDATO
46
Bab 46: HASIL PEMILIHAN SENAT PERIODE I
47
Bab 47: PEKERJAAN PRITA - MENYUAPI SANG ISTRI
48
Bab 48: PERBINCANGAN SUAMI ISTRI
49
Bab 49: PENJELASAN SI BAPAK PEMILIK RUMAH
50
Bab 50: CERITA TENTANG MALIK
51
Bab 51: MEMASUKI RUMAH MALIK
52
Bab 52: SI BOS
53
Bab 53: KETEGANGAN DI MANSION
54
Bab 54: KELUARGA PHOENIX
55
Bab 55: PERBEDAAN ROSE DAN SANG MOMMY
56
Bab 56: KEDATANGAN DOMINIC - RASA KHAWATIR SEORANG AYAH
57
Bab 57: KENYATAAN DIBALIK DIAMNYA SANG PUTRI
58
Bab 58: BERITA DARI DOMINIC
59
Bab 59: GARIS TAKDIR
60
Bab 60: ANCAMAN DELA
61
Bab 61: NIAT ROSE - SUAMI ISTRI
62
Bab 62: ROSE BERTINDAK - SIARAN TV
63
Bab 63: PAPA DAN GADISNYA
64
Bab 64: PIKIRAN MASING-MASING
65
Bab 65: RISWAN - PRITA
66
Bab 66: KECEWA dengan PERTANYAAN
67
Bab 67: TELL ME!
68
Bab 68: JEBAKAN?
69
Bab 69: HILANG INGATAN? - I KNOW
70
Bab 70: LIBURAN - LEVEL BINTANG - DIAM?
71
Bab 71: ROSE MAU...
72
Bab 72: HADIAH UNTUK ROSE
73
Bab 73: HADIAH UNTUK ROSE II
74
Bab 74: SURATAN TAKDIR
75
Bab 75: AYO, KITA BALAPAN
76
Bab 76: TAK KENAL, MAKA TAK SAYANG
77
Bab 77: TAMAN
78
Bab 78: TERJADI KEHEBOHAN
79
Bab 79: ROSE TIDAK PERCAYA - KTP IDENTITAS
80
Bab 80: BABY SUGAR? ROSE
81
Bab 81: Kubus Pemicu Balapan
82
Bab 82: CINTA ITU....
83
Bab 83: HANYA SUARA
84
Bab 84: PENGADUAN DELLA
85
Bab 85: SERUM KEBENARAN
86
Bab 86: Kegagalan Vincent, Kedatangan Vans
87
Bab 87: KEPUTUSAN AKHIR
88
Bab 88: Ketika semua tentang ....
89
Bab 89: ROSE SUDAH DEWASA, JEJAK BERDARAH
90
Bab 90: Keputusan Asfa
91
Bab 91: Hukum Karma
92
Bab 92: Desa Himalaya
93
Bab 93: TERROR
94
Bab 94: BUS menuju MAKAM
95
Bab 95: KERAS KEPALA, MURKA
96
Bab 96: TEBING MOLY
97
Bab 97: Kejujuran, apa artinya?
98
Bab 98: Sang Bartender
99
Bab 99: Si Kembar A
100
Bab 100: Tercengang, Menenangkan
101
Bab 101: Suasana Ruang Aula
102
Bab 102: Queen terlibat, Kertas Tantangan
103
Bab 103: Arti Pemimpin, Demo Rose
104
Bab 104: Para Pendukung Kedua Finalis
105
Bab 105: Provokasi
106
Bab 106: Pasrah, Bangkit
107
Bab 107: KETIDAKWARASAN
108
Bab 108: Gedung Olahraga
109
Bab 109: LUKA SEORANG PEMIMPIN
110
Bab 110: Keraguan tak mengubah Kenyataan
111
Bab 111: Tiket Emas
112
Bab 112: SECRET, VALENTINE
113
Bab 113: Enam Belas Jam
114
Bab 114: Dimulai Babak Pertama
115
Bab 115: Samsul Berkuasa
116
Bab 116: Gulungan, Perdebatan
117
Bab 117: Peraturan, Bidak
118
Bab 118: First Truth, Second Dare
119
Bab 119: Identitas?
120
Bab 120: Misi yang Direbut
121
Bab 121: Amarah, Emosi
122
Bab 122: Nama yang Sama
123
Emergency ANNOUNCEMENT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!