Dela yang mencerna dengan baik semua pengumuman spontan memiliki ide yang lancar tanpa hambatan. Tangannya menarik lengan Sarah, lalu membisikkan sesuatu. Dimana bisikan itu menerbitkan senyum kepuasan yang pasti berarti hal besar akan terjadi.
Rektor Wisnu melambaikan tangannya ke arah ketua kelas. Seorang pria dengan rambut panjang yang selalu memakai sweater hitam kebesaran berjalan ke depan. Mungkin tidak ada yang pernah melirik anak itu, lagian buat apa memperhatikan orang yang sangat kampungan? Memang benar otak si ketua kelas encer.
"Bagikan selebaran pada semua mahasiswa!" Rektor Wisnu menyerahkan sebagian kecil selebaran yang diterima si ketua kelas. "Okay, Anak-anak. Silahkan kembali belajar."
"Baik, Pak." jawab para mahasiswa serempak, lalu membiarkan pria dewasa itu pergi meninggalkan kelas.
Kepergian Rektor Wisnu menjadi lampu hijau untuk geng Cantika kembali berkuasa di dalam kelasnya. Baru saja punggung dosen itu menghilang. Dela sudah menunjuk si ketua kelas dengan lambaian tangan.
"Hey, kemari!" Seru Dela.
Seperti anak ayam, si ketua kelas menghampiri geng cantika. Hanya saja terlihat jelas kedua tangannya gemetar, bahkan kaki pun diseret paksa. Dela yang tidak sabar langsung menyambar semua lembaran kertas begitu pria sweater hitam tidak jauh darinya.
"Ish, lamban. Sono pergi!" Dela mendorong tubuh ketua kelas setelah berhasil mengambil lembaran kertas, lalu sejenak matanya fokus membaca isi yang ternyata itu banner pengumuman pemilihan senat dan BEM.
"Kalian, mau apa?" tanya Prita mulai merasakan gelagat aneh dari kedua sahabatnya.
Sarah, dan Dela saling pandang. Kemudian beralih kembali menatap sasaran yang selalu memberikan mereka kesenangan. Siapa lagi jika bukan gadis yang memiliki nama panggilan cupu. Dimana gadis itu masih berdiri dengan tenang.
"Guy's, bagaimana jika kita adakan pertandingan sportif?!" Suara lantang Dela benar-benar mengalihkan perhatian semua orang yang ada di dalam kelas itu, termasuk seorang dosen yang baru saja tiba di depan pintu.
Tidak ada bisik-bisik, kecuali keheningan. Mereka terdiam menanti apa yang akan geng cantika umumkan dengan wajah tegang seraya menahan nafas. Hingga Sarah mengambil satu lembar banner pengumuman, lalu meletakkan ke atas meja Rose dengan kerasnya.
Braak!
"Mari kita tanding dalam pemilihan! Jika kamu menang, aku stop memainkan mu. Jika aku yang menang, TAMAT RIWAYATMU!" Sarah menjentikkan jari tiga kali, lalu menunjukkan jari nya ke arah Rose dengan tatapan sinis. "DEAL?!"
Tidak peduli bagaimana kelakuan Sarah beserta gengnya. Rose hanya menatap tenang. Bahkan tidak ada ekspresi apapun di wajah pemilik netra biru laut itu. Ia masih memberikan kesempatan agar ketiga makhluk menjijikkan di depannya selesai berkoar-koar tanpa kejelasan.
"Hey, kamu....,"
Rose mengangkat tangan kanannya. ✋
Kemudian menurunkan jemari lentik Sarah. "Sudah?!"
"WHAT'S? Kau benar-benar," Sarah geram dengan sikap Rose yang semakin ngelunjak, sedangkan Prita memperhatikan setiap perubahan si cupu. "Huft, kurasa kamu takut menerima tantangan ku. Guy's, bersiaplah mulai besok, kita bisa bermain lagi bersama boneka kesayangan. Cabut!"
"Sar?" Dela menahan Sarah, tapi sang ketua menepis tangannya, dan tetap berbalik untuk melangkah meninggalkan tempat itu.
Rose masih diam membiarkan geng cantika berjalan menjauhi dirinya. Setelah sepuluh langkah. Dimana ketiga gadis di depan sana mencapai meja mahasiswa terdepan. Barulah gadis bermata biru mengambil selembar banner pengumuman dari atas mejanya. Senyuman tipis terbit, "DEAL!"
Tap!
Suara persetujuan Rose, membuat langkah geng cantika terhenti. Begitu juga dengan para mahasiswa yang menghela nafas. Semua sorot mata terpusat menatap gadis yang memang tidak bisa di panggil cupu lagi. Bahkan geng cantika langsung berbalik ikut menatap musuh yang sangat ingin mereka singkirkan.
Sementara yang ditatap, berjalan meninggalkan tempatnya berdiri dengan selembar banner di tangan kanannya. "Jika kamu menang. AKU AKAN KELUAR DARI UNIVERSITAS REGAL ACADEMY, BUT. If you LOSE, then apologize to all the victims of bullying that you did?!" (Jika Anda kalah, maka minta maaf kepada semua korban bullying yang Anda lakukan?!)
Langkah semakin mendekati geng cantika. Hingga jarak menyisakan dua meter. Rose menghentikan langkahnya, lalu mengangkat tangan yang memegang banner. Senyuman tipis menghilang berganti tatapan dingin yang menghadirkan senyum devil gadis itu.
"DEAL?!" Rose menerbangkan lembaran itu, lalu mengulurkan tangannya ke arah Sarah.
Tanpa pikir panjang. Sarah menerima persetujuan Rose dengan membalas jabat tangan, tapi tiba-tiba saja tubuhnya terhuyung. Hampir saja menabrak Rose. Padahal memang gadis bermata biru itu yang sengaja menarik tangannya agar mendekat.
"Welcome to my game, Sarah Atmaja." bisik Rose mengeluarkan aura intimidasi yang ia miliki, sontak tubuh Sarah tertegun dengan hawa dingin yang tiba-tiba saja menyebarkan rasa takut.
Tak ingin terlalu cepat memberikan kesan kuat. Rose menetralkan aura nya seraya melepaskan tangannya dari tangan Sarah. "Permisi, aku harus mendaftarkan diri ke pengurus."
Sarah masih tertegun, membuat Dela dan Prita saling pandang. Kemudian menghampiri sangat sahabat, kedua gadis itu menggoyangkan tubuh Sarah.
"Ada apa?" tanya Sarah seperti orang linglung.
Prita memeriksa kening sahabatnya, tapi tidak panas. Justru dingin dan sedikit basah. "Kamu yang ada apa?"
"Apa yang cupu itu katakan?" tanya Dela penasaran.
Sebaiknya aku diam. Tidak akan aku biarkan si cupu mempermainkan ku. Yah, aku Sarah Atmaja. Apapun yang ku inginkan pasti ku dapatkan. Termasuk kursi utama senat. ~batin Sarah dengan gelengan kepala agar Dela dan Prita tidak lagi bertanya.
Rasa takut Sarah, berbanding terbalik dengan tatapan mata sendu Rose yang kini berada di perpustakaan. Tempat kenangan terindah bersama sahabatnya. Diam tanpa kata, menatap sudut rak buku yang selalu mengabadikan momen persahabatan keduanya.
"Nara, tenanglah di alammu! Aku tidak takut dengan siapapun. Maafkan, aku. Andai aku berubah sejak awal, mungkin saat ini kamu masih bersamaku, dan aku bisa melindungimu. Maafkan, aku....,"
Tanpa Rose sadari ada yang mengawasinya sejak langkah kakinya memasuki perpustakaan sepuluh menit lalu. Sorot mata tenang dengan aroma parfum yang manis segar. Ia hanya menatap dari jarak sepuluh meter tanpa berniat mendekat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 123 Episodes
Comments
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Hmmm Jadi penasaran Star, kira - kira apa yang ia bisikkan itu ya. Senyumannya sampai segitunya soalnya. Sampai terbayang ke dalam imajinasi Star.
2022-11-24
1
🫡Ran🫠off✈︎
deal apaan tuh nanti salahnya itu
2022-11-24
1
❤️⃟Wᵃfᴍ᭄ꦿⁱˢˢᴤᷭʜͧɜͤіͤιιᷠа ツ
good Rose tunjukkan kemampuan mu jangan mau di kalahkan sama geng Cantika apa lagi si Sarah
2022-11-09
1