bab 14.

Sapto menatap ke dua bawahannya yang sedang berbisik.Ia terus mendengar penjelasan orang yang ada di depannya dan sesekali menatap Aurel dan Lusi yang tengah di rundung kegelisahan.Sapto sesekali tersenyum saat rekan bisnis bawahannya sedang menjelaskan keunggulan produk yang terpampang di layar kaca di depan Mereka.

''Ada apa ?'' tanya Sapto berbisik.

Aurel terkejut saat mendengar Sapto berbisik dan tubuh Mereka berdekatan.

''Aurel,apa semua baik-baik saja ?'' tanya Sapto lagi.

''Tidak ada yang baik-baik saja pak ,'' jawab Aurel dengan berbisik.

Sapto mengerutkan keningnya dengan jawaban Aurel.

''Apa maksud Kamu Aurel ?'' tanya Sapto berbisik sesekali tersenyum saat Tuan Harris menatapnya.

''Produk yang sedang Mereka persentasikan sama persis dengan produk yang akan kita persentasikan pak .'' Jawab Aurel menatap layar yang ada di depannya.

''Apa....!'' teriak Sapto terkejut dan reflek semua yang ada di ruangan itu menatap ke arah di mana Sapto,Aurel dan Lusi duduk.

Sedangkan Tomi menghentikan penjelasannya tentang produk yang ada di layar dan tersenyum senang saat melihat wajah Sapto berubah pias.

''Ada apa Tuan Sapto ?'' tanya Harris sambil menatap Sapto.

''Tidak apa-apa Tuan ,'' jawab Sapto pura-pura tenang.

Tuan Harris pun menganggukkan kepalanya dan mempersilahkan Tomi untuk melanjutkan persentasi itu kembali.

''Bagaimana ini Aurel ?'' tanya Sapto.

''Kita tidak mungkin pulang dengan tangan kosong .'' lanjut Sapto.

Aurel dan Lusi saling menatap.Mereka bingung,tidak mungkin Mereka merubah proposal yang Mereka buat dalam waktu singkat.

Sedangkan di tempat lain di salah satu ruangan general manager.

Ema dan Hans sedang merayakan keberhasilan Mereka yang telah membuat kacau persentasi Aurel.

''Aku yakin Mereka tidak akan berhasil mendapatkan proyek ini ,'' ucap Ema sambil meminum coklat hangat yang ada di tangannya.

''Ya...Ya...Kau memang terhebat Ema .'' Puji Hans sambil mengangkat gelas berisi kopi di tangannya.

''Lain kali Kau traktir Aku dengan segelas Vodka ,'' pinta Ema sambil menatap Hans dengan tatapan nakal.

''Ya...ya...,tentu saja .'' jawab Hans tersenyum.

''Kemarilah...,'' suruh Hans sambil menepuk pahanya.

Ema beranjak dari duduknya dan melangkah mendekati Hans yang sedang duduk di kursi kebesarannya. Ema langsung duduk di pangkuan Hans dan langsung mencium bibir Hans dengan lembut.

Hans menyudahi ciumannya.Ema mengalungkan tangan nya ke leher Hans.

''Bagaimana dengan suamiMu ? apakah dia lebih liar dariKu ?'' tanya Hans sambil membelai pipi Ema.

''Radit payah ,'' jawab Ema.

''Apa maksud Kamu ?'' tanya Hans yang tak mengerti.

''Dia tidak seliar dirimu ,Aku belum puas dia sudah loyo duluan .'' Jawab Ema sambil mencibir suaminya.

''Aku yang akan memuaskanMu sayang,'' jawab Hans sambil meremas buah kenyal yang ada di depan wajahnya.

Ema buru-buru berdiri dan kembali duduk di sofa saat ruangan Hans ada yang mengetuk dari luar.

''Masuk ,'' suruh Hans mempersilahkan orang yang di luar untuk masuk.

Ema dan Hans terkejut saat tahu siapa yang masuk ke ruangan Hans.

''Hans Ak......,'' ucapan Wanita itu terputus saat melihat Ema yang ada di ruangan itu.

''Kakak ipar .'' Sapa Ema tersenyum menatap istri Hans yang bernama Mela.

Mela pun tersenyum saat melihat Ema yang duduk di sofa tanpa curiga.

''Hans,Aku bawakan makan siang untukMu .'' Ucap Ema sambil meletakkan kotak makan siang di atas meja di depan Ema.

Hans pun beranjak dari duduknya dan menghampiri Mela dan Ema yang duduk di sofa.Hans duduk di samping Mela dan menciumnya.

Mela tersenyum saat mendapat ciuman dari bibir Hans di pipinya.

Sedangkan Ema menatap tajam Hans yang tersenyum menatapnya. Sedangkan tangan kiri Hans mengusap bahu Ema tanpa sepengetahuan Mela.Semua yang ada di ruangan itu bertepuk tangan saat Tomi menyudahi presentasinya.

Tomi pun membungkukkan badannya di hadapan Tuan Harris dan yang lainnya. Setelah itu Ia tersenyum tipis saat menatap Sapto yang terlihat gusar di wajahnya.Tomi pun kembali duduk setelah melirik sekilas Aurel yang duduk di samping Sapto.

''Nona Aurel sekarang giliran Anda untuk mengenalkan produk yang ingin kalian promosikan ,'' Maya mempersilahkan Aurel untuk maju ke depan.

Aurel berdiri dari duduknya dan akan menjawab dengan jujur.

''Maaf , produk yang ingin saya tunjukkan sama persis dengan produk Tuan Tomi .'' Jawab Aurel sambil menatap produk yang masih terpampang di layar besar yang ada di sampingnya.

Tomi pura-pura terkejut dengan pernyataan Aurel yang menyatakan produknya sama.

''Apa maksud kamu Aurel ?'' tanya Tomi pura-pura terkejut.

Aurel menatap Tomi yang berdiri di dekat Tuan Harris.Ia tersenyum tipis saat melihat Tomi yang pura-pura terkejut.

''Apa kamu menuduhku,Aku yang telah mencuri produk milikmu ?'' Lanjut Tomi saat melihat Aurel terlihat santai dan tersenyum ke arahnya.

''Tidak usah marah begitu pak Tomi,saya tidak ada niatan untuk menuduh pak Tomi .'' Aurel menatap Tomi yang terlihat kesal menatapnya.

''Maaf kalau anda merasa tersinggung atas ucapan saya ,'' lanjutnya lagi sambil kembali duduk di bangku yang ada di belakangnya.

Harris memberi kode kepada Tomi untuk tenang jangan terbawa emosi.

Tomi menatap kesal Aurel yang masih terlihat santai.Dan akhirnya Ia pun duduk setelah menatap Tuan Harris.

Harris pun berbisik kepada Maya sekertarisnya.

Maya pun menganggukkan kepalanya.

''Baik Nona Aurel,karna produk yang akan di tampilkan oleh Nona Aurel sama persis seperti milik Tuan Tomi,maaf kami tidak bisa menerimanya .'' Ungkap Maya.

Aurel dan Lusi terkejut dengan apa yang di ungkapkan oleh Maya.

''Tidak bisa begitu Tuan Harris,pasti mereka yang sudah mencuri ide dari kami .'' Lusi berdiri dari duduknya sambil menunjuk Tomi dan rekan yang lainnya.

Tomi menggelengkan kepalanya saat Lusi menunjuk dirinya.Ia pun terkekeh saat Lusi menuduhnya.

''Nona Lusi,mana buktinya kalau saya telah mencuri ide anda dan Nona Aurel ?'' tanya Tomi sambil menggelengkan kepalanya.

''Saya memang tidak ada bukti,tapi saya yakin itu produk yang susah payah kami buat .'' jawab Lusi.

''Lusi sudah jangan buat keributan ,'' Aurel berusaha menenangkan Lusi.

''Maaf Nona Lusi,saya tidak tahu siapa yang telah membuat produk ini ,'' Tuan Harris menjeda ucapannya.

''Dengan terpaksa proyek kerja sama ini saya serahkan kepada perusahaan Tuan Tomi ,''lanjut Tuan Harris meneruskan ucapannya.

Tomi tersenyum senang saat proyek kerja sama itu berhasil Ia dapatkan.

Sapto,Aurel dan Lusi terkejut dengan apa yang Tuan Harris ucapkan.

Aurel mencegah Lusi untuk berdiri dan membuka suaranya.

Aurel berdiri dari duduknya dan menatap tajam pada Tomi yang sedang tersenyum tipis ke arahnya.

''Saya akan pastikan,saya pasti bisa menemukan bukti kalau anda yang sudah mencuri ide saya .'' ucap Aurel sambil berlalu pergi dari tempat orang-orang yang menurutnya munafik.

Lusi menyusul Aurel yang sudah meninggalkan ruangan di susul oleh Sapto yang juga keluar dengan rasa malu.

Sesampainya mereka di luar.

''Aurel tunggu ,'' suruh Sapto menghentikan langkah Aurel di depan pintu lift.

Aurel menghentikan langkahnya,dan meredam emosinya yang sudah membuncah sejak tadi.

Aurel pun berbalik menatap Sapto dan Lusi yang tadi ada di belakangnya.

''Apa kau yakin Tomi sudah mencuri ide dari kalian berdua ?'' tanya Sapto.

''Saya yakin Pak,pasti Tomi sudah mencuri ide dari saya .'' Jawab Lusi menatap Sapto yang ada di sebelahnya.

''Saya pastikan akan mendapatkan bukti itu ,'' janji Aurel dan tidak sengaja melihat Revan tidak jauh dari tempat mereka berada.

Terpopuler

Comments

Eric ardy Yahya

Eric ardy Yahya

ternyata si Ema tuh mau sama Hans saja , si Radit hanya jadi pelarian demi kegilaan dia menjadi nyonya si Radit . memang benar , Radit tuh Botol dan Hans dan Ema adalah Sampah

2024-10-02

0

lihat semua
Episodes
1 bab 1. penggerebekan di kamar hotel
2 bab 2. Yang pantas menjadi istriku adalah Ema.
3 bab 3.Terpaksa menerimanya.
4 bab 4. Dua Gaun pengantin pilihan Aurel.
5 bab 5. Harusnya Aku yang ada di sana.
6 bab 6. kerusuhan di dalam hotel.
7 bab 7. Lari setelah melihat Rex.
8 bab 8. pulang ke rumah istri.
9 bab 9. Ternyata ini ulah Mereka.
10 bab 10. berangkat bersama.
11 bab 11.Di interogasi Lusi dan Teri.
12 bab 12. menjadi bos dan bawahan
13 bab 13. pura pura tidak melihatnya.
14 bab 14.
15 bab 15.
16 bab 16. Hari pertama di Casino
17 bab 17.
18 bab 18.
19 bab 19.
20 bab 20.
21 bab 21.
22 bab 22.
23 bab 23.
24 bab 24.
25 bab 25.
26 bab 26.
27 bab 27.
28 bab 28.
29 bab 29.
30 bab 30.
31 bab 31.
32 bab 32.
33 bab 33.
34 bab 34.
35 bab 35.
36 bab 36. Membeli lahan tanah kosong.
37 bab 37. Ema curiga.
38 bab 38.
39 bab 39. kekecewaan Aurel.
40 bab 40. Mengamuk.
41 bab 41.
42 bab 42.
43 bab 43.
44 bab 44.
45 bab 45.
46 bab 46.
47 bab 47.
48 bab 48.
49 bab 49. Ketakutan Ema.
50 bab 50. Pengingat ulang tahun.
51 bab 51.
52 bab 52. Kekaguman Sandro.
53 bab 53, Membeli kado.
54 bab 54. kekhawatiran Sandro.
55 bab 55. Saran Geri.
56 bab 56.
57 bab 57.
58 bab 58.
59 bab 59. Kebingungan Sandro.
60 bab 60. Memberi kado.
61 bab 61.
62 bab 62. Misteri mobil baru.
63 bab 73
64 Bab 74.
65 bab 65. Kebohongan Ema.
66 bab 76.
67 bab 66. Bertemu Lila.
68 bab 67.
69 bab 69.
70 bab 68. Bertemu di salon.
71 bab 69.Bertemu detektif.
72 bab 70.
73 bab 73.
74 bab 71.
75 bab 72.
76 bab 73
77 bab 74.
78 bab 75. Mencari simpati.
79 bab 76. Apa ada yang salah.
80 bab 77.. meminta tanggung jawab
81 bab 78.
82 bab 79.. Rencana Ema gagal.
83 bab 80
84 bab 81.
85 bab 85. Pengakuan Sandro.
86 bab 86.
87 bab 87.
88 bab 88.
89 bab 89.
90 bab 90.
91 bab 91.
Episodes

Updated 91 Episodes

1
bab 1. penggerebekan di kamar hotel
2
bab 2. Yang pantas menjadi istriku adalah Ema.
3
bab 3.Terpaksa menerimanya.
4
bab 4. Dua Gaun pengantin pilihan Aurel.
5
bab 5. Harusnya Aku yang ada di sana.
6
bab 6. kerusuhan di dalam hotel.
7
bab 7. Lari setelah melihat Rex.
8
bab 8. pulang ke rumah istri.
9
bab 9. Ternyata ini ulah Mereka.
10
bab 10. berangkat bersama.
11
bab 11.Di interogasi Lusi dan Teri.
12
bab 12. menjadi bos dan bawahan
13
bab 13. pura pura tidak melihatnya.
14
bab 14.
15
bab 15.
16
bab 16. Hari pertama di Casino
17
bab 17.
18
bab 18.
19
bab 19.
20
bab 20.
21
bab 21.
22
bab 22.
23
bab 23.
24
bab 24.
25
bab 25.
26
bab 26.
27
bab 27.
28
bab 28.
29
bab 29.
30
bab 30.
31
bab 31.
32
bab 32.
33
bab 33.
34
bab 34.
35
bab 35.
36
bab 36. Membeli lahan tanah kosong.
37
bab 37. Ema curiga.
38
bab 38.
39
bab 39. kekecewaan Aurel.
40
bab 40. Mengamuk.
41
bab 41.
42
bab 42.
43
bab 43.
44
bab 44.
45
bab 45.
46
bab 46.
47
bab 47.
48
bab 48.
49
bab 49. Ketakutan Ema.
50
bab 50. Pengingat ulang tahun.
51
bab 51.
52
bab 52. Kekaguman Sandro.
53
bab 53, Membeli kado.
54
bab 54. kekhawatiran Sandro.
55
bab 55. Saran Geri.
56
bab 56.
57
bab 57.
58
bab 58.
59
bab 59. Kebingungan Sandro.
60
bab 60. Memberi kado.
61
bab 61.
62
bab 62. Misteri mobil baru.
63
bab 73
64
Bab 74.
65
bab 65. Kebohongan Ema.
66
bab 76.
67
bab 66. Bertemu Lila.
68
bab 67.
69
bab 69.
70
bab 68. Bertemu di salon.
71
bab 69.Bertemu detektif.
72
bab 70.
73
bab 73.
74
bab 71.
75
bab 72.
76
bab 73
77
bab 74.
78
bab 75. Mencari simpati.
79
bab 76. Apa ada yang salah.
80
bab 77.. meminta tanggung jawab
81
bab 78.
82
bab 79.. Rencana Ema gagal.
83
bab 80
84
bab 81.
85
bab 85. Pengakuan Sandro.
86
bab 86.
87
bab 87.
88
bab 88.
89
bab 89.
90
bab 90.
91
bab 91.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!