bab 5. Harusnya Aku yang ada di sana.

Ema memandang kagum pada ke dua Gaun pengantin yang di perlihatkan oleh pelayan hotel.

''Sial,Gaun ini bagus sekali tapi sayang ini pilihan dari Aurel ,'' ucap Ema dalam hati sambil memegang Gaun pengantin yang ada di hadapannya.

''Nona ,Ayo silahkan di coba Gaun pengantinnya ,'' ucap Pelayan Wanita sambil memegang bahu Ema.

''Eh ,''

Ema tersentak kaget saat seorang pelayan memegang bahunya.

''Apa ada Gaun pengantin yang lain selain ke dua Gaun itu ?'' tanya Ema sambil menunjuk ke dua Gaun yang ada di hadapannya.

''Kenapa Nona,bukankah Gaun ini bagus ?'' tanya balik pelayan hotel.

''Tidak usah banyak Tanya,yang penting ada tidak Gaun yang lain ?'' tanya Ema lagi.

''Maaf Nona tidak ada Gaun yang lain di hotel ini ,'' jawab Pelayan Wanita itu.

''Ema sudah belum mencoba Gaun pengantinnya ?'' tanya Murni dari balik pintu ruang ganti.

Dengan terpaksa Ema pun memakai Gaun pengantin pilihan dari Aurel.

Sedangkan di tempat lain di dalam sebuah Bar.

''Bagaimana ?'' tanya Pria yang memakai kaca mata saat kaki tangannya masuk ke dalam bar.

''Benar Bos,Radit dan keluarganya ada di hotel untuk melangsungkan pernikahan besok pagi ,'' jawab Kaki tangan Pria itu sambil melaporkan apa saja yang baru saja Ia dapat dari bawahannya.

Pria itu melepas kaca mata hitamnya dan memandang kaki tangannya yang sedang berdiri di depannya.

''Di hotel mana ?'' tanya Pria itu.

''Di hotel Anderson Bos ,'' jawab Kaki tangannya sambil menatap bosnya.

''Hotel Anderson ,'' gumam Pria itu sambil menggigit gagang kaca mata di mulutnya.

''Ada apa Bos ?'' tanya Kaki tangan pria itu saat melihat Bosnya bergumam.

''Bukankah itu hotel milik William Anderson ?'' tanya Pria itu.

''Benar Bos ,'' jawab Kaki tangannya.

Pria itu menghembuskan nafas panjang saat menyadari hotel yang di kunjungi Radit dan keluarganya ada di hotel milik William Anderson.

Pria itu tahu siapa William Anderson itu, Pria dingin yang tak tersentuh dan akan membunuh siapa saja musuhnya yang sudah mengusik kehidupannya.

''Bagaimana Bos,apa kita akan tetap menyerang hotel itu ?'' tanya Kaki tangan Pria itu.

''Ya dan Kita harus siap dengan apa yang terjadi setelah Kita membuat onar di hotel itu ,'' jawab Pria itu yang sudah siap kalau harus berhadapan dengan William Anderson.

''Bos tenang saja William Anderson tidak ada di negara ini ,'' lapor Kaki tangan Pria itu.

''Kerja yang bagus luis ,'' puji Pria itu sambil menepuk bahu Luis.

Luis tersenyum senang menatap bosnya yang memujinya.

Luis mengikuti langkah Pria itu yang keluar dari dalam ruangan VIP yang ada dalam bar itu.Luis menghentikan langkahnya saat melihat Bosnya berhenti.

''Ada apa Bos ?'' tanya Luis yang melihat Bosnya berhenti di depan pintu.

''Luis sudah Kau pastikan hotel itu tidak ada pengawalan ketat oleh para bayangan Klan milik William Anderson ?'' tanya Pria yang memakai jas hitam dan kaca mata yang bertengger di hidung mancungnya.

Luis terdiam,Ia lupa dengan para anak buah Para bayangan Anak buah Klan milik William Anderson yang sudah tidak di ragukan lagi kemampuannya.

Pria itu membalikkan badannya saat tidak mendapat jawaban dari Luis.

''Bagaimana Luis ?'' tanya Pria itu sambil melepas kaca mata hitamnya yang bertengger di hidung mancungnya.

''Soal itu akan Saya selidiki secepatnya ,'' jawab Luis cepat tidak mau bosnya marah.

Pria itu tanpa mengatakan apa-apa memakai kaca matanya kembali, berbalik dan melangkah keluar dari dalam ruangan VIP.

Luis menghembuskan nafas lega dan cepat menyusul Bosnya yang sudah terlebih dulu keluar dari dalam Lift.

Sedangkan kembali di dalam hotel

Keesokan paginya semua sudah bersiap di dalam ruangan yang sudah di dekor sedemikian rupa oleh pegawai hotel menjadi tempat pernikahan Radit dan Ema.

Para tamu yang datang berbisik-bisik saat melihat Aurel duduk di ruangan itu dengan seorang Pria lain.

''eh bukankah itu Aurel ,'' tunjuk tamu Wanita kepada tamu lainnya saat melihat Aurel duduk di tempat itu bersama seorang Pria dan Nek Sita.

Wanita berpakaian glamor yang di ajak bicara melihat arah tunjuk Wanita itu dan tersenyum saat melihat Nek Sita memandang ke arahnya.

''Iya benar,bukankah Dia harusnya yang menjadi pengantin ,'' ucap Wanita berpakaian glamor itu sambil menatap heran Aurel yang duduk di situ.

Pintu ruangan hotel terbuka,sepasang pengantin yang baru saja sah menjadi pasangan pengantin berjalan masuk dan melewati semua tamu menuju ke pelaminan dan Mereka duduk di sana.

Aurel tidak mempedulikan para bisikan para tamu yang menatapnya heran. Aurel menatap nanar pada pasangan pengantin yang duduk di pelaminan itu.

''Harusnya Aku yang duduk di sana,dan memakai Gaun pengantin itu ,'' gumam Aurel meneteskan air matanya.

Revan tersenyum tipis saat mendengar gumaman dari Aurel.Dan tersenyum sinis saat mendengar bisikan para tamu yang membicarakan Istrinya.

Episodes
1 bab 1. penggerebekan di kamar hotel
2 bab 2. Yang pantas menjadi istriku adalah Ema.
3 bab 3.Terpaksa menerimanya.
4 bab 4. Dua Gaun pengantin pilihan Aurel.
5 bab 5. Harusnya Aku yang ada di sana.
6 bab 6. kerusuhan di dalam hotel.
7 bab 7. Lari setelah melihat Rex.
8 bab 8. pulang ke rumah istri.
9 bab 9. Ternyata ini ulah Mereka.
10 bab 10. berangkat bersama.
11 bab 11.Di interogasi Lusi dan Teri.
12 bab 12. menjadi bos dan bawahan
13 bab 13. pura pura tidak melihatnya.
14 bab 14.
15 bab 15.
16 bab 16. Hari pertama di Casino
17 bab 17.
18 bab 18.
19 bab 19.
20 bab 20.
21 bab 21.
22 bab 22.
23 bab 23.
24 bab 24.
25 bab 25.
26 bab 26.
27 bab 27.
28 bab 28.
29 bab 29.
30 bab 30.
31 bab 31.
32 bab 32.
33 bab 33.
34 bab 34.
35 bab 35.
36 bab 36. Membeli lahan tanah kosong.
37 bab 37. Ema curiga.
38 bab 38.
39 bab 39. kekecewaan Aurel.
40 bab 40. Mengamuk.
41 bab 41.
42 bab 42.
43 bab 43.
44 bab 44.
45 bab 45.
46 bab 46.
47 bab 47.
48 bab 48.
49 bab 49. Ketakutan Ema.
50 bab 50. Pengingat ulang tahun.
51 bab 51.
52 bab 52. Kekaguman Sandro.
53 bab 53, Membeli kado.
54 bab 54. kekhawatiran Sandro.
55 bab 55. Saran Geri.
56 bab 56.
57 bab 57.
58 bab 58.
59 bab 59. Kebingungan Sandro.
60 bab 60. Memberi kado.
61 bab 61.
62 bab 62. Misteri mobil baru.
63 bab 73
64 Bab 74.
65 bab 65. Kebohongan Ema.
66 bab 76.
67 bab 66. Bertemu Lila.
68 bab 67.
69 bab 69.
70 bab 68. Bertemu di salon.
71 bab 69.Bertemu detektif.
72 bab 70.
73 bab 73.
74 bab 71.
75 bab 72.
76 bab 73
77 bab 74.
78 bab 75. Mencari simpati.
79 bab 76. Apa ada yang salah.
80 bab 77.. meminta tanggung jawab
81 bab 78.
82 bab 79.. Rencana Ema gagal.
83 bab 80
84 bab 81.
85 bab 85. Pengakuan Sandro.
86 bab 86.
87 bab 87.
88 bab 88.
89 bab 89.
90 bab 90.
91 bab 91.
Episodes

Updated 91 Episodes

1
bab 1. penggerebekan di kamar hotel
2
bab 2. Yang pantas menjadi istriku adalah Ema.
3
bab 3.Terpaksa menerimanya.
4
bab 4. Dua Gaun pengantin pilihan Aurel.
5
bab 5. Harusnya Aku yang ada di sana.
6
bab 6. kerusuhan di dalam hotel.
7
bab 7. Lari setelah melihat Rex.
8
bab 8. pulang ke rumah istri.
9
bab 9. Ternyata ini ulah Mereka.
10
bab 10. berangkat bersama.
11
bab 11.Di interogasi Lusi dan Teri.
12
bab 12. menjadi bos dan bawahan
13
bab 13. pura pura tidak melihatnya.
14
bab 14.
15
bab 15.
16
bab 16. Hari pertama di Casino
17
bab 17.
18
bab 18.
19
bab 19.
20
bab 20.
21
bab 21.
22
bab 22.
23
bab 23.
24
bab 24.
25
bab 25.
26
bab 26.
27
bab 27.
28
bab 28.
29
bab 29.
30
bab 30.
31
bab 31.
32
bab 32.
33
bab 33.
34
bab 34.
35
bab 35.
36
bab 36. Membeli lahan tanah kosong.
37
bab 37. Ema curiga.
38
bab 38.
39
bab 39. kekecewaan Aurel.
40
bab 40. Mengamuk.
41
bab 41.
42
bab 42.
43
bab 43.
44
bab 44.
45
bab 45.
46
bab 46.
47
bab 47.
48
bab 48.
49
bab 49. Ketakutan Ema.
50
bab 50. Pengingat ulang tahun.
51
bab 51.
52
bab 52. Kekaguman Sandro.
53
bab 53, Membeli kado.
54
bab 54. kekhawatiran Sandro.
55
bab 55. Saran Geri.
56
bab 56.
57
bab 57.
58
bab 58.
59
bab 59. Kebingungan Sandro.
60
bab 60. Memberi kado.
61
bab 61.
62
bab 62. Misteri mobil baru.
63
bab 73
64
Bab 74.
65
bab 65. Kebohongan Ema.
66
bab 76.
67
bab 66. Bertemu Lila.
68
bab 67.
69
bab 69.
70
bab 68. Bertemu di salon.
71
bab 69.Bertemu detektif.
72
bab 70.
73
bab 73.
74
bab 71.
75
bab 72.
76
bab 73
77
bab 74.
78
bab 75. Mencari simpati.
79
bab 76. Apa ada yang salah.
80
bab 77.. meminta tanggung jawab
81
bab 78.
82
bab 79.. Rencana Ema gagal.
83
bab 80
84
bab 81.
85
bab 85. Pengakuan Sandro.
86
bab 86.
87
bab 87.
88
bab 88.
89
bab 89.
90
bab 90.
91
bab 91.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!