Ema memandang kagum pada ke dua Gaun pengantin yang di perlihatkan oleh pelayan hotel.
''Sial,Gaun ini bagus sekali tapi sayang ini pilihan dari Aurel ,'' ucap Ema dalam hati sambil memegang Gaun pengantin yang ada di hadapannya.
''Nona ,Ayo silahkan di coba Gaun pengantinnya ,'' ucap Pelayan Wanita sambil memegang bahu Ema.
''Eh ,''
Ema tersentak kaget saat seorang pelayan memegang bahunya.
''Apa ada Gaun pengantin yang lain selain ke dua Gaun itu ?'' tanya Ema sambil menunjuk ke dua Gaun yang ada di hadapannya.
''Kenapa Nona,bukankah Gaun ini bagus ?'' tanya balik pelayan hotel.
''Tidak usah banyak Tanya,yang penting ada tidak Gaun yang lain ?'' tanya Ema lagi.
''Maaf Nona tidak ada Gaun yang lain di hotel ini ,'' jawab Pelayan Wanita itu.
''Ema sudah belum mencoba Gaun pengantinnya ?'' tanya Murni dari balik pintu ruang ganti.
Dengan terpaksa Ema pun memakai Gaun pengantin pilihan dari Aurel.
Sedangkan di tempat lain di dalam sebuah Bar.
''Bagaimana ?'' tanya Pria yang memakai kaca mata saat kaki tangannya masuk ke dalam bar.
''Benar Bos,Radit dan keluarganya ada di hotel untuk melangsungkan pernikahan besok pagi ,'' jawab Kaki tangan Pria itu sambil melaporkan apa saja yang baru saja Ia dapat dari bawahannya.
Pria itu melepas kaca mata hitamnya dan memandang kaki tangannya yang sedang berdiri di depannya.
''Di hotel mana ?'' tanya Pria itu.
''Di hotel Anderson Bos ,'' jawab Kaki tangannya sambil menatap bosnya.
''Hotel Anderson ,'' gumam Pria itu sambil menggigit gagang kaca mata di mulutnya.
''Ada apa Bos ?'' tanya Kaki tangan pria itu saat melihat Bosnya bergumam.
''Bukankah itu hotel milik William Anderson ?'' tanya Pria itu.
''Benar Bos ,'' jawab Kaki tangannya.
Pria itu menghembuskan nafas panjang saat menyadari hotel yang di kunjungi Radit dan keluarganya ada di hotel milik William Anderson.
Pria itu tahu siapa William Anderson itu, Pria dingin yang tak tersentuh dan akan membunuh siapa saja musuhnya yang sudah mengusik kehidupannya.
''Bagaimana Bos,apa kita akan tetap menyerang hotel itu ?'' tanya Kaki tangan Pria itu.
''Ya dan Kita harus siap dengan apa yang terjadi setelah Kita membuat onar di hotel itu ,'' jawab Pria itu yang sudah siap kalau harus berhadapan dengan William Anderson.
''Bos tenang saja William Anderson tidak ada di negara ini ,'' lapor Kaki tangan Pria itu.
''Kerja yang bagus luis ,'' puji Pria itu sambil menepuk bahu Luis.
Luis tersenyum senang menatap bosnya yang memujinya.
Luis mengikuti langkah Pria itu yang keluar dari dalam ruangan VIP yang ada dalam bar itu.Luis menghentikan langkahnya saat melihat Bosnya berhenti.
''Ada apa Bos ?'' tanya Luis yang melihat Bosnya berhenti di depan pintu.
''Luis sudah Kau pastikan hotel itu tidak ada pengawalan ketat oleh para bayangan Klan milik William Anderson ?'' tanya Pria yang memakai jas hitam dan kaca mata yang bertengger di hidung mancungnya.
Luis terdiam,Ia lupa dengan para anak buah Para bayangan Anak buah Klan milik William Anderson yang sudah tidak di ragukan lagi kemampuannya.
Pria itu membalikkan badannya saat tidak mendapat jawaban dari Luis.
''Bagaimana Luis ?'' tanya Pria itu sambil melepas kaca mata hitamnya yang bertengger di hidung mancungnya.
''Soal itu akan Saya selidiki secepatnya ,'' jawab Luis cepat tidak mau bosnya marah.
Pria itu tanpa mengatakan apa-apa memakai kaca matanya kembali, berbalik dan melangkah keluar dari dalam ruangan VIP.
Luis menghembuskan nafas lega dan cepat menyusul Bosnya yang sudah terlebih dulu keluar dari dalam Lift.
Sedangkan kembali di dalam hotel
Keesokan paginya semua sudah bersiap di dalam ruangan yang sudah di dekor sedemikian rupa oleh pegawai hotel menjadi tempat pernikahan Radit dan Ema.
Para tamu yang datang berbisik-bisik saat melihat Aurel duduk di ruangan itu dengan seorang Pria lain.
''eh bukankah itu Aurel ,'' tunjuk tamu Wanita kepada tamu lainnya saat melihat Aurel duduk di tempat itu bersama seorang Pria dan Nek Sita.
Wanita berpakaian glamor yang di ajak bicara melihat arah tunjuk Wanita itu dan tersenyum saat melihat Nek Sita memandang ke arahnya.
''Iya benar,bukankah Dia harusnya yang menjadi pengantin ,'' ucap Wanita berpakaian glamor itu sambil menatap heran Aurel yang duduk di situ.
Pintu ruangan hotel terbuka,sepasang pengantin yang baru saja sah menjadi pasangan pengantin berjalan masuk dan melewati semua tamu menuju ke pelaminan dan Mereka duduk di sana.
Aurel tidak mempedulikan para bisikan para tamu yang menatapnya heran. Aurel menatap nanar pada pasangan pengantin yang duduk di pelaminan itu.
''Harusnya Aku yang duduk di sana,dan memakai Gaun pengantin itu ,'' gumam Aurel meneteskan air matanya.
Revan tersenyum tipis saat mendengar gumaman dari Aurel.Dan tersenyum sinis saat mendengar bisikan para tamu yang membicarakan Istrinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments