Bram Ayah Radit tersenyum bangga saat para tamu undangan memuji kehebatan Radit,yang telah mengusir para penjahat itu.
Radit pun pura-pura tersenyum saat semua orang memujinya.
''Wah Kau hebat Radit,sehingga membuat Mereka pergi ,'' ucap Wicaksono menatap kagum Radit.
''Cuma memberi sedikit ancaman pada bosnya, akhirnya Mereka pergi ,'' ujar Radit berbohong sambil tersenyum bangga.
''SuamiKu memang hebat ,'' puji Ema sambil menatap Aurel.
Revan tersenyum tipis sambil menggelengkan kepalanya saat mendengar para tamu memuji kehebatan Radit.
Revan tahu kenapa Luis dan para anak buahnya segera pergi dari hotel karna melihat Rex yang baru tiba menggunakan Pesawat Pribadinya dan berhenti tepat di atas gedung hotel.
''Pembual ,'' gumam Revan yang masih bisa di dengar Aurel dan Hans yang duduk di sebelahnya.
''Apa kataMu ?'' geram Hans menatap tajam Revan.
''Apa ?'' tanya Revan pura-pura tak tahu.
Hans mendengus dengan kesal yang melihat Revan tersenyum tampa, dosa.
Seorang Pria blasteran masuk ke dalam ruangan di ikuti oleh dua Pria di belakangnya.
Pria itu adalah Rex dan dua Pria yang di belakangnya adalah bawahannya yang ada di klan bayangan.
Rex berhenti di depan dan menatap sekeliling ruangan memastikan semua baik-baik saja.
Rex menyipitkan matanya saat melihat Pria yang sedang duduk santai di pojokan bersama seorang gadis cantik,Pria yang seumuran dengan dirinya dan seorang Wanita Tua.
''Sialan Dia enak-enakan duduk santai di sana sedangkan pekerjaannya di tinggalkan begitu saja dan membuatKu susah ,'' umpat Rex dalam hati dan menatap kesal Revan yang menatap tajam dirinya.
Radit dan Bram yang melihat pria dan dua orang yang tidak di kenalnya,memutuskan untuk menghampirinya.
''Maaf Anda di sini sedang mencari siapa ?'' tegur Bram sambil bertanya kepada Pria itu.
Rex tersentak dan tidak menyadari Bram dan Radit sudah berdiri di depannya.
''Maaf,Saya salah masuk ruangan ,'' jawab Rex sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
''Cepat pergi dari sini ,'' seru Hans sambil berdiri dari tempatnya duduk.
''Ya...Ya...Kami akan segera pergi ,'' ucap Rex sambil menatap Revan.
''Sana cepat pergi ,'' suruh Ema sambil bergelayut manja di lengan Radit.
Rex menatap ke dua bawahannya.Setelah itu Mereka bergegas keluar dari ruangan itu.
''Aurel Kau mau kemana ?'' tanya Nek Sita yang melihat Aurel berdiri dari duduknya.
''Aurel mau kembali ke hotel Nek,dan mau siap-siap untuk membereskan barang-barang Aurel untuk di bawa pulang ,'' jawab Aurel yang tidak mau berlama-lama lagi di ruangan yang menyesakkan baginya.
''Aurel acaranya belum selesai lo ,'' ucap Hans.
''Terserah Aku tidak peduli ,'' jawab Aurel sambil berlalu pergi keluar dari ruangan itu di ikuti oleh Revan di belakangnya.
''Pecundang ,'' gumam Hans yang masih di dengar oleh Revan.
Revan yang mendengar gumaman dari Hans tidak mempedulikannya,Ia bergegas mengejar langkah Istrinya yang mau masuk ke dalam lift.
''Hampir saja ,'' gumam Revan saat pintu lift tertutup dan Dia sudah masuk di dalamnya.
''Ngapain Kamu ngikutin Aku ?'' ketus Aurel.
''Kau kan IstriKu,jadi Aku akan mengikutiMu kemanapun Kau pergi ,'' jawab Revan tersenyum menatap Aurel.
Aurel memutar bola mata malas saat Revan tersenyum menatapnya.
Revan menyandarkan punggungnya di dinding lift,dan menatap Aurel yang memasang wajah cemberut.
Ting.
Pintu lift terbuka.
Aurel langsung keluar dari dalam lift dan membiarkan Revan mengikutinya.
Saat Revan ingin masuk ke dalam kamar hotel milik Aurel,tiba-tiba ada yang menarik tangannya.
Revan tidak terkejut saat tahu siapa yang menarik tangannya itu.
''Sedang apa Kau ada di sini ?'' tanya Revan menatap heran Rex ada di hotel ini.
''Hei,Kalau bukan karna Kau,Aku pasti tidak akan ada di sini ,'' ketus Rex menatap Revan yang terkekeh.
Sedangkan Aurel yang berada di dalam kamar hotel, sesekali melirik pintu kamarnya.
''Kemana Pria itu ,'' gumam Aurel yang tidak melihat Revan mengikutinya lagi.
Aurel sibuk dengan barang-barang yang di masukkannya ke dalam koper.Aurel menatap nanar Gaun berwarna putih yang terakhir Ia pakai untuk berfoto sebelum Ia bermalam dengan seorang Pria yang kini sudah menjadi suaminya.
Aurel menghembuskan nafas kasar dan meletakkan Gaun itu dengan kasar di atas kasur.
Sedangkan Rex dan Revan membahas masalah penting yang baru terjadi di dalam hotel saat kedatangan Luis.
''Kau tetaplah tinggal di hotel ,'' suruh Revan sambil ingin membuka pintu kamar hotel miliknya.
''Kau mau kemana ?'' tanya Rex sambil mengerutkan keningnya saat Revan membawa tas ransel yang baru saja Ia ambil di dalam lemari.
''Pulang ke rumah istriKu ,'' jawab Revan tidak mempedulikan wajah terkejut Rex.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments