bab 17.

Revan masuk ke dalam ruang bawah tanah di mana para penjudi sedang duduk di depan meja bundar.Revan melangkah dan mendekati meja yang tidak jauh dari tempatnya berdiri.Revan dengan cekatan meletakkan gelas-gelas kosong di atas meja dan mulai menuang anggur di dalam gelas.

Revan melirik para pria yang sedang bermain kartu.Dan tidak sengaja melihat salah satu dari mereka akan berbuat curang dengan mengganti kartu yang di bawa oleh anak buahnya.

Pria itu mendengus kesal saat melihat Revan menabrak anak buahnya yang akan menukarkannya kartu.

''Maaf Saya tidak sengaja ,'' ucap Revan sambil mengatupkan tangannya di depan dada,

''Pergilah ,'' suruh Pria itu sambil mengibaskan tangan nya untuk menyuruh Revan segera pergi.

Pria itu harus merelakan uangnya yang di ambil oleh lawan mainnya karna dia kalah.

Revan berlalu pergi dan menuju ke meja yang lainnya saat seseorang memanggil nya.

''Ada apa Tuan,ada yang bisa Saya bantu ?'' tanya Revan dengan sopan.

''Kau bisa memainkan kartu ini untuk Ku ?'' tanya Pria berbadan gemuk sambil menyerahkan kartu-kartu itu ke hadapan Revan.

''Tapi Tuan ,'' Revan ingin menolak,tapi Ia urungkan niatnya saat melihat Pria berambut pirang dan seorang pria yang di yakininya adalah tangan kanannya masuk ke dalam ruang bawah tanah dan duduk memunggunginya.

''Baik Tuan,akan Saya mainkan .'' Jawab Revan.

Pria berbadan gemuk tersenyum senang saat melihat pelayan itu mau bermain untuknya.

''Aku yakin kau pasti menang ,'' ujar pria berbadan gemuk sambil menggeser duduknya agar Revan bisa duduk di tempatnya.

Samar-samar Revan mendengar pria berambut pirang itu bernama Jacob.

''Ayo anak muda kau mulai permainan Mu ,'' ujar Pria yang ada di depan Revan sambil mengintip kartu miliknya.

Revan langsung melempar kartu miliknya di atas meja.

Sedangkan Beni mencari keberadaan Revan saat mendengar Revan belum kembali dari ruang bawah tanah.Beni dengan langkah lebar dan di temani oleh pengawal pribadinya melangkah masuk ke ruang bawah tanah.Beni berharap Revan tidak membuat ulah di dalam sana.

Sesampainya Beni di ruang bawah tanah,Ia menatap sekeliling ruangan untuk mencari keberadaan Revan.

''Kenapa bocah itu malah ikut bermain ,'' geram Beni saat melihat Revan duduk santai tengah bermain.

Pria berbadan gemuk itu tersenyum senang saat Revan mengalahkan Pria-pria yang menantangnya.

Revan melirik sekilas Pria yang ada di belakangnya.

''Maaf Tuan,Tugas Saya sudah selesai, Saya harus segera kembali bekerja .'' Pamit Revan sambil membungkukkan badannya di hadapan Para pria yang sudah di kalahkannya.

''Terima kasih,ini bagian Kamu .'' Pria berbadan gemuk menyerahkan beberapa lembar uang kertas ke hadapan Revan sebagai imbalannya.

Tanpa malu-malu Revan mengambil uang kertas itu dan memasukkan ke dalam dompetnya.

Revan pun berlalu pergi dari hadapan Pria berbadan gemuk itu dan akan melangkah keluar dari ruang bawah tanah.Revan tersenyum tipis saat melihat Beni berdiri di depan pintu masuk ruang bawah tanah.

''Tuan Beni,kenapa sampai repot-repot datang kemari ?'' tanya Revan sambil terkekeh.

Beni menatap tajam Revan.

''Siapa yang menyuruhMu datang kemari?'' tanya Beni .

''Maaf Tuan,Saya yang meminta Revan untuk menggantikan Saya mengantar minuman ini ke ruang bawah tanah karna tiba-tiba perut Saya sakit Tuan .'' potong cepat Dino menjelaskan sambil menundukkan kepalanya.

Dino yang melihat Beni mencari Revan sampai ke ruang bawah tanah,mengejar langkah Beni dan ke dua pengawal yang sudah tiba di ruang bawah tanah.

''Kenapa harus Dia ?'' tanya Dino sambil menatap tajam Dino.

''Karna yang tidak sibuk hanyalah Dia ,'' jawab Dino.

''Sudah lah Tuan,lagi pula hitung-hitung buat pekerjaan pertama Saya .'' Lerai Revan ketika Beni akan membuka suaranya.

Beni menatap ke seluruh ruangan yang baik-baik saja.

''Sepertinya anak ini tidak membuat keributan ,'' Batin Beni sambil melirik setiap sudut ruangan.Revan kembali melanjutkan pekerjaan nya, Bima tak ada habis-habisnya memerintah Revan untuk mengerjakan semua pekerjaan pelayan. Mulai dari membersihkan ruang VIP yang seharusnya di kerjakan oleh rekan yang lain, di limpahkan pekerjaan itu kepada Revan.

Revan dengan senang hati mengerjakan apa yang di perintahkan oleh Bima, Bima yang melihat itu pun menjadi kesal.

Revan mengerjakan pekerjaan nya dengan cepat, baru saja ia masuk ke tempat karyawan untuk mengambil minuman karna ia haus. Baru saja ia melangkahkan kakinya untuk menuju dimana dispenser berada, seseorang terlebih dahulu mencegah langkahnya.

"Revan kau di panggil pak Bima tu," beritahu Fahri yang sudah di bayar oleh Bima untuk mengerjai Revan.

"Iya sebentar aku kesana," sahut Revan dan kembali melanjutkan langkahnya yang akan mengambil minum.

"Hai Revan kau tuli apa gimana! Buruan sana sudah di tungguin sama pak Bima itu!" Bentak Fahri yang melihat Revan bukannya segera menghampiri Pak Bima pria itu malah tetap melangkahkan kakinya untuk mengambil minum.

"Fahri biarlah Rehan minum dulu, kasihan dia pasti haus. Setelah dia minum pasti dia akan menemui pak Bima." Usul Dino yang kasihan pada Revan.

"Buruan itu pak Bima sudah menunggu," ketus Fahri.

****

Sedangkan di ruang bawah tanah, dua orang pria yang tadi duduknya memunggungi Revan. Mereka berdua sedang berdebat dengan apa yang baru saja di lihat oleh salah satu temannya.

"Aku yakin sekali kalau yang aku lihat tadi itu Revan," sangkal pria berambut cepak yang menyakini kalau yang di lihatnya itu tadi memang benar Revan.

"Aku tidak percaya, pasti kau tadi salah melihat. Yang kau lihat pasti kebetulan mirip saja, tidak mungkin pria itu berada di kota ini." Kekeh pria setengah baya yang ada di depannya.

Pria itu mengambil wine yang baru saja di tuang oleh pelayan yang menemaninya, pria berambut cepak itu kembali mengedarkan pandangan nya berharap ia melihat kembali pria yang selalu menggagalkan rencananya.

"Ya, mungkin saja tadi aku cuma salah lihat. Benar katamu, tidak mungkin pria itu ada di kota ini." Gumam pria berambut cepak.

****

Aurel masuk ke dalam kamar dengan hati dan pikiran kacau, wanita itu meletakkan tas miliknya dengan asal ke tempat tidur.

Aurel duduk di atas ranjang sambil mengusap wajahnya frustasi, saat ia sedang memikirkan bagaimana desain miliknya bisa di curi tiba-tiba saja dering ponsel membuyarkan lamunannya.

Aurel meraih tas miliknya yang ada di dekat bantal, wanita itu membuka resleting tasnya dan mengambil ponsel mahal miliknya yang ada di dalam tas.

Dahi Aurel mengernyit saat nama Maya tertera di layar ponselnya, wanita cantik itu bertanya kenapa sekertaris dari pak Harris menelponnya.

Untuk menjawab rasa penasaran nya, Aurel segera menjawab telpon dari sekertaris pak Harris.

Senyum merekah di bibir seksi Aurel saat mendengar kabar bahwa pak Harris memberinya kesempatan untuk menampilkan kembali Desain yang baru, tentu saja membuat Aurel bahagia dan kembali bersemangat.

"Terima kasih Nona saya akan menggunakan kesempatan ini sebaik mungkin, ucapkan terimakasih saya kepada bapak Haris nona." Ucap Aurel mematikan panggilannya dengan sekertaris pak Harris.

****

Di dalam ruangan di kantor, Seorang pria muda mengepalkan tangannya saat mendengar kabar bahwa bapak Harris memberi kesempatan pada Aurel untuk menyelesaikan desain yang baru.

"Kurang ajar,"

Prang.

Suara pecahan gelas, vas bunga yang ada di meja kerjanya itu terjatuh di lantai. Pria itu melampiaskan kemarahannya pada benda-benda yang ada di atas meja.

Terpopuler

Comments

Glastor Roy

Glastor Roy

up tor

2023-04-29

1

Glastor Roy

Glastor Roy

up

2023-04-26

0

Arjuna Rinata

Arjuna Rinata

ceritanya bagus

2023-01-17

0

lihat semua
Episodes
1 bab 1. penggerebekan di kamar hotel
2 bab 2. Yang pantas menjadi istriku adalah Ema.
3 bab 3.Terpaksa menerimanya.
4 bab 4. Dua Gaun pengantin pilihan Aurel.
5 bab 5. Harusnya Aku yang ada di sana.
6 bab 6. kerusuhan di dalam hotel.
7 bab 7. Lari setelah melihat Rex.
8 bab 8. pulang ke rumah istri.
9 bab 9. Ternyata ini ulah Mereka.
10 bab 10. berangkat bersama.
11 bab 11.Di interogasi Lusi dan Teri.
12 bab 12. menjadi bos dan bawahan
13 bab 13. pura pura tidak melihatnya.
14 bab 14.
15 bab 15.
16 bab 16. Hari pertama di Casino
17 bab 17.
18 bab 18.
19 bab 19.
20 bab 20.
21 bab 21.
22 bab 22.
23 bab 23.
24 bab 24.
25 bab 25.
26 bab 26.
27 bab 27.
28 bab 28.
29 bab 29.
30 bab 30.
31 bab 31.
32 bab 32.
33 bab 33.
34 bab 34.
35 bab 35.
36 bab 36. Membeli lahan tanah kosong.
37 bab 37. Ema curiga.
38 bab 38.
39 bab 39. kekecewaan Aurel.
40 bab 40. Mengamuk.
41 bab 41.
42 bab 42.
43 bab 43.
44 bab 44.
45 bab 45.
46 bab 46.
47 bab 47.
48 bab 48.
49 bab 49. Ketakutan Ema.
50 bab 50. Pengingat ulang tahun.
51 bab 51.
52 bab 52. Kekaguman Sandro.
53 bab 53, Membeli kado.
54 bab 54. kekhawatiran Sandro.
55 bab 55. Saran Geri.
56 bab 56.
57 bab 57.
58 bab 58.
59 bab 59. Kebingungan Sandro.
60 bab 60. Memberi kado.
61 bab 61.
62 bab 62. Misteri mobil baru.
63 bab 73
64 Bab 74.
65 bab 65. Kebohongan Ema.
66 bab 76.
67 bab 66. Bertemu Lila.
68 bab 67.
69 bab 69.
70 bab 68. Bertemu di salon.
71 bab 69.Bertemu detektif.
72 bab 70.
73 bab 73.
74 bab 71.
75 bab 72.
76 bab 73
77 bab 74.
78 bab 75. Mencari simpati.
79 bab 76. Apa ada yang salah.
80 bab 77.. meminta tanggung jawab
81 bab 78.
82 bab 79.. Rencana Ema gagal.
83 bab 80
84 bab 81.
85 bab 85. Pengakuan Sandro.
86 bab 86.
87 bab 87.
88 bab 88.
89 bab 89.
90 bab 90.
91 bab 91.
Episodes

Updated 91 Episodes

1
bab 1. penggerebekan di kamar hotel
2
bab 2. Yang pantas menjadi istriku adalah Ema.
3
bab 3.Terpaksa menerimanya.
4
bab 4. Dua Gaun pengantin pilihan Aurel.
5
bab 5. Harusnya Aku yang ada di sana.
6
bab 6. kerusuhan di dalam hotel.
7
bab 7. Lari setelah melihat Rex.
8
bab 8. pulang ke rumah istri.
9
bab 9. Ternyata ini ulah Mereka.
10
bab 10. berangkat bersama.
11
bab 11.Di interogasi Lusi dan Teri.
12
bab 12. menjadi bos dan bawahan
13
bab 13. pura pura tidak melihatnya.
14
bab 14.
15
bab 15.
16
bab 16. Hari pertama di Casino
17
bab 17.
18
bab 18.
19
bab 19.
20
bab 20.
21
bab 21.
22
bab 22.
23
bab 23.
24
bab 24.
25
bab 25.
26
bab 26.
27
bab 27.
28
bab 28.
29
bab 29.
30
bab 30.
31
bab 31.
32
bab 32.
33
bab 33.
34
bab 34.
35
bab 35.
36
bab 36. Membeli lahan tanah kosong.
37
bab 37. Ema curiga.
38
bab 38.
39
bab 39. kekecewaan Aurel.
40
bab 40. Mengamuk.
41
bab 41.
42
bab 42.
43
bab 43.
44
bab 44.
45
bab 45.
46
bab 46.
47
bab 47.
48
bab 48.
49
bab 49. Ketakutan Ema.
50
bab 50. Pengingat ulang tahun.
51
bab 51.
52
bab 52. Kekaguman Sandro.
53
bab 53, Membeli kado.
54
bab 54. kekhawatiran Sandro.
55
bab 55. Saran Geri.
56
bab 56.
57
bab 57.
58
bab 58.
59
bab 59. Kebingungan Sandro.
60
bab 60. Memberi kado.
61
bab 61.
62
bab 62. Misteri mobil baru.
63
bab 73
64
Bab 74.
65
bab 65. Kebohongan Ema.
66
bab 76.
67
bab 66. Bertemu Lila.
68
bab 67.
69
bab 69.
70
bab 68. Bertemu di salon.
71
bab 69.Bertemu detektif.
72
bab 70.
73
bab 73.
74
bab 71.
75
bab 72.
76
bab 73
77
bab 74.
78
bab 75. Mencari simpati.
79
bab 76. Apa ada yang salah.
80
bab 77.. meminta tanggung jawab
81
bab 78.
82
bab 79.. Rencana Ema gagal.
83
bab 80
84
bab 81.
85
bab 85. Pengakuan Sandro.
86
bab 86.
87
bab 87.
88
bab 88.
89
bab 89.
90
bab 90.
91
bab 91.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!