bab 15.

Revan tidak sengaja mendengar percakapan antara istrinya dan temannya.Revan bergegas masuk ke dalam ruangan Rex.

Rex terkejut saat melihat Revan yang buru-buru masuk ke dalam ruangannya.

''Ada apa ? apa ada masalah ?'' tanya Rex menatap bingung pada Revan.

''Aku perlu bantuanmu ,'' ujar Revan tanpa menjawab kebingungan dari Rex.

''Bantuan apa ?'' tanya Rex bertambah bingung menatap Revan.

''Kau cari tahu Tomi ,'' perintah Revan.

Walaupun Rex bingung kenapa dirinya harus mencari tahu tentang Tomi,dia pun melakukan perintah Revan.

Rex mengambil ponselnya yang ada di atas meja,dan menelpon anak buahnya untuk mengikuti Tomi dan mencari identitas Tomi.

Sedangkan Revan menatap bangunan yang ada di sebrang lewat jendela yang ada di dalam ruangan kerja milik Rex.

Aurel,Lusi dan Sapto berjalan menuju parkiran hotel.Saat Aurel akan masuk ke dalam mobil.

''Aurel tunggu ,'' suruh Tomi menghentikan langkah Aurel yang akan masuk ke dalam mobil.

Aurel menoleh dan tersenyum sinis menatap Tomi yang sedang tersenyum ke arahnya.

''Kau tidak ingin mengucapkan selamat Aurel ?'' tanya Tomi yang ingin Aurel mengucapkan selamat.

''Hasil dari mencurinya saja bangga ,'' sindir Lusi menatap sinis Tomi.

Aurel tidak mempedulikan ucapan Tomi lagi.Aurel lalu langsung masuk ke dalam mobil di ikuti oleh Lusi.

Mobil yang di tumpangi Aurel,Lusi dan Sapto meninggalkan parkiran Hotel menuju ke kantor kembali.

perjalanan menuju ke kantor tidak membutuhkan waktu lama,kurang lebih 20 menit mobil sudah memasuki parkiran kantor.

Aurel dan Lusi langsung keluar dari dalam mobil,dan langsung masuk ke dalam kantor meninggalkan Sapto di parkiran.

Saat Aurel dan Lusi tiba di lobi.

''Aurel,bagaimana hasilnya ?'' tanya Teri yang baru keluar dari dalam lift.

''Mereka mencuri ide kita ,'' jawab Lusi.

''Maksudnya ?'' tanya Teri yang tak mengerti.

''Tomi yang memenangkan proyek ini ,'' sahut Aurel sambil melangkah masuk ke dalam lift.

Lusi menyusul Aurel yang masuk ke dalam lift,begitu pula dengan Teri.Teri mengurungkan niatnya yang akan membuat kopi dan mengikuti Aurel.

Pintu lift tertutup.

Aurel memencet tombol lift,dan lift pun membawa mereka ke lantai 55 di mana ruangan Aurel berada.

''Maksud kalian,Tomi yang dulu suka sama kamu Rel ?'' tanya Teri memastikan dugaannya.

''Hmm ,'' sahut Aurel.

''Iya dia ,'' timpal Lusi membenarkan dugaan dari Teri.

Ting.

Pintu lift terbuka.

Aurel keluar dari dalam lift dan di ikuti oleh Lusi dan Teri.

Aurel memutar bola mata malas saat melihat Ema yang berjalan ke arahnya.

''Aurel bagaimana dengan metingnya, apa berhasil ?'' tanya Ema pura-pura tidak tahu kejadian di hotel.

''Tidak usah pura-pura tidak tahu Ema, Aku tahu ini rencana kamu ,'' kesal Aurel menatap jengah Ema yang pura-pura tidak tahu.

''Aku beneran tidak mengerti apa maksud kamu ?'' Ema memasang wajah sendu.

''Munafik ,'' gumam Aurel sambil melangkah melewati Ema.

Lusi dan Teri menatap malas pada Ema yang pura-pura polos dan tertindas,Lusi dan Teri pun mengejar langkah Aurel yang akan masuk ke dalam ruangannya.

Sedangkan seorang pria sedang duduk di kursi kebesarannya sedang menatap map berisikan data-data orang yang sudah mengusik orang terdekatnya.

''Apa kau yakin data ini benar milik pria itu ?'' tanya Pria yang duduk di kursi kebesarannya menatap asisten pribadinya.

''Iya,itu laporan yang di berikan anak buahku dan IT terhandal yang kita miliki .'' Lapor Asisten pribadinya.

Pria tampan itu langsung membuka map dan mulai membacanya.Pria tampan itu menyunggingkan senyum misteriusnya.

Asisten pribadinya menatap ngeri pada atasannya saat pria tampan itu tersenyum misterius.Aurel masuk ke dalam mansion tepat dengan kedatangan Ema dan Radit yang datang berkunjung ke rumah Aurel.

Aurel menatap heran Radit yang masuk ke dalam mansion dengan menyeret koper.

''Malam Tante .'' Sapa Ema saat melihat Sandra yang baru menuruni anak tangga.

Sandra menganggukkan kepalanya saat Ema menyapanya.

''Kamu baru pulang Aurel ?'' tanya Sandra tanpa mempedulikan Ema dan Radit.

Sandra sebenarnya kesal dengan kedatangan Ema dan Radit.Tapi apa boleh buat kasino milik suaminya masih dalam krisis keuangan,kalau tidak dengan bantuan keluarga Radit dan Ema.Kasino itu bisa gulung tikar.Ia pun terpaksa menerima kehadiran Ema dan Radit yang akan tinggal di kediamannya.

''Iya ma ,'' sahut Aurel. ''Ma dia mau apa datang ke rumah Kita,dan kenapa bawa koper segala ?'' tanya Aurel penasaran.

''Mereka mau tinggal di rumah Kita ,'' jawab Sandra.

''Apa Aurel tidak salah dengar Ma ? Mereka akan tinggal di rumah kita ?'' tanya Aurel memastikan dirinya tidak salah dengar.

Sandra menganggukkan kepalanya membenarkan perkataannya.

''Aurel tidak setuju Ma,kalau mereka tinggal di rumah Kita .'' Tolak Aurel cepat.

''Kamu setuju atau tidak setuju yang jelas mereka akan tinggal di rumah Kita .'' Jelas Sandra.

Aurel yang kesal akhirnya memutuskan untuk menaiki anak tangga menuju di mana kamarnya berada.

Sedangkan Ema tersenyum penuh kemenangan melihat Aurel yang kesal. Dengan begini Ia bisa memamerkan kemesraannya dengan Radit di depan Aurel.Ia yakin pernikahan Aurel dan Revan pasti tidaklah harmonis seperti dirinya.Dan pasti nantinya dia akan cemburu melihat betapa Radit sangat mencintai dan memanjakannya.

Sedangkan di hotel.

''Rex ,'' panggil Revan.

Rex yang sedang fokus dengan laptop yang ada di pangkuannya menoleh dan menatap Revan yang sedang menatap jalanan lewat jendela yang ada di dalam kamar hotel miliknya.

''Ada apa Van ?'' tanya Rex sambil meletakkan laptop di atas kasur.

''Besok bawa Tomi ke hadapanKu ,'' perintah Revan berdiri di depan jendela dengan ke dua tangannya Ia masukkan ke dalam saku celana.

''Baik,besok aku akan membawanya .'' Sahut Rex berdiri di samping Revan dengan ke dua tangannya Ia masukkan ke dalam saku celana.

''Aku ingin tahu siapa yang menyuruh Tomi itu ,'' ucap Revan dalam hati.

''Kau tidak pulang Van ?'' tanya Rex membuyarkan lamunan Revan.

Revan diam saja,Ia lalu berbalik dan menepuk bahu Rex.Setelah itu Ia mengambil jaket yang ada di atas sofa. Dan segera memakai jaket itu.Lalu Ia pun melangkah keluar dari dalam kamar hotel yang di tempati Rex.

''Bos-bos sampai kapan Kamu akan menyembunyikan identitas mu ,'' gumam Revan sambil menatap pintu yang baru di tutup oleh Revan.

Revan keluar dari dalam hotel menuju parkiran di mana motornya berada.

Revan memakai helm di kepalanya, dan setelah naik di atas motor Revan pun langsung melarikan kuda besi andalannya.

Revan menyusuri jalanan untuk menuju di kediaman Istrinya.Revan menghentikan laju motornya saat Ia tidak sengaja melihat Ayah mertuanya yang berdiri di dekat mobilnya.

''Mobilnya kenapa Pa ?'' tanya Revan sambil turun dari motor kesayangannya.

''Kamu tidak lihat mobil Saya mogok ,'' jawab Sandro ketus.

Revan tersenyum kecut saat Sandro menjawabnya dengan ketus.

''Boleh Saya cek Pa ?'' izin Revan.

''Memangnya Kamu tahu mesin ?'' tanya Sandro ragu-ragu.

''Sedikit-sedikit Saya tahu mesin Pa ,'' jawab Revan yang mengerti keraguan di wajah Ayah mertuanya.

Sandro pun akhirnya mengizinkan Revan untuk mengecek mobilnya.

''Revan Kau kerja di mana ?'' tanya Sandro sambil memperhatikan Revan yang sedang mengotak-atik mobilnya.

''Kerja di hotel Pa ,'' jawab Revan yang masih fokus dengan mesin mobil yang ada di depannya.

''Di bagian apa ?'' tanya Sandro.

''OB Pa ,'' jawab Revan lagi.

Sandro menggelengkan kepalanya tidak setuju suami Aurel bekerja menjadi OB. Kalau rekan bisnisnya tahu,bisa-bisa Ia malu memiliki menantu seorang OB.

''Revan kerja lah di kasino milik Papi ,'' tawar Sandro.

''Tidak Pa terima kasih,Aku lebih nyaman bekerja menjadi OB .'' Tolak Revan dengan secara halus.

Dengan bujukan dan ancaman yang di berikan oleh Sandro,akhirnya Revan setuju untuk bekerja di kasino milik Sandro.

Episodes
1 bab 1. penggerebekan di kamar hotel
2 bab 2. Yang pantas menjadi istriku adalah Ema.
3 bab 3.Terpaksa menerimanya.
4 bab 4. Dua Gaun pengantin pilihan Aurel.
5 bab 5. Harusnya Aku yang ada di sana.
6 bab 6. kerusuhan di dalam hotel.
7 bab 7. Lari setelah melihat Rex.
8 bab 8. pulang ke rumah istri.
9 bab 9. Ternyata ini ulah Mereka.
10 bab 10. berangkat bersama.
11 bab 11.Di interogasi Lusi dan Teri.
12 bab 12. menjadi bos dan bawahan
13 bab 13. pura pura tidak melihatnya.
14 bab 14.
15 bab 15.
16 bab 16. Hari pertama di Casino
17 bab 17.
18 bab 18.
19 bab 19.
20 bab 20.
21 bab 21.
22 bab 22.
23 bab 23.
24 bab 24.
25 bab 25.
26 bab 26.
27 bab 27.
28 bab 28.
29 bab 29.
30 bab 30.
31 bab 31.
32 bab 32.
33 bab 33.
34 bab 34.
35 bab 35.
36 bab 36. Membeli lahan tanah kosong.
37 bab 37. Ema curiga.
38 bab 38.
39 bab 39. kekecewaan Aurel.
40 bab 40. Mengamuk.
41 bab 41.
42 bab 42.
43 bab 43.
44 bab 44.
45 bab 45.
46 bab 46.
47 bab 47.
48 bab 48.
49 bab 49. Ketakutan Ema.
50 bab 50. Pengingat ulang tahun.
51 bab 51.
52 bab 52. Kekaguman Sandro.
53 bab 53, Membeli kado.
54 bab 54. kekhawatiran Sandro.
55 bab 55. Saran Geri.
56 bab 56.
57 bab 57.
58 bab 58.
59 bab 59. Kebingungan Sandro.
60 bab 60. Memberi kado.
61 bab 61.
62 bab 62. Misteri mobil baru.
63 bab 73
64 Bab 74.
65 bab 65. Kebohongan Ema.
66 bab 76.
67 bab 66. Bertemu Lila.
68 bab 67.
69 bab 69.
70 bab 68. Bertemu di salon.
71 bab 69.Bertemu detektif.
72 bab 70.
73 bab 73.
74 bab 71.
75 bab 72.
76 bab 73
77 bab 74.
78 bab 75. Mencari simpati.
79 bab 76. Apa ada yang salah.
80 bab 77.. meminta tanggung jawab
81 bab 78.
82 bab 79.. Rencana Ema gagal.
83 bab 80
84 bab 81.
85 bab 85. Pengakuan Sandro.
86 bab 86.
87 bab 87.
88 bab 88.
89 bab 89.
90 bab 90.
91 bab 91.
Episodes

Updated 91 Episodes

1
bab 1. penggerebekan di kamar hotel
2
bab 2. Yang pantas menjadi istriku adalah Ema.
3
bab 3.Terpaksa menerimanya.
4
bab 4. Dua Gaun pengantin pilihan Aurel.
5
bab 5. Harusnya Aku yang ada di sana.
6
bab 6. kerusuhan di dalam hotel.
7
bab 7. Lari setelah melihat Rex.
8
bab 8. pulang ke rumah istri.
9
bab 9. Ternyata ini ulah Mereka.
10
bab 10. berangkat bersama.
11
bab 11.Di interogasi Lusi dan Teri.
12
bab 12. menjadi bos dan bawahan
13
bab 13. pura pura tidak melihatnya.
14
bab 14.
15
bab 15.
16
bab 16. Hari pertama di Casino
17
bab 17.
18
bab 18.
19
bab 19.
20
bab 20.
21
bab 21.
22
bab 22.
23
bab 23.
24
bab 24.
25
bab 25.
26
bab 26.
27
bab 27.
28
bab 28.
29
bab 29.
30
bab 30.
31
bab 31.
32
bab 32.
33
bab 33.
34
bab 34.
35
bab 35.
36
bab 36. Membeli lahan tanah kosong.
37
bab 37. Ema curiga.
38
bab 38.
39
bab 39. kekecewaan Aurel.
40
bab 40. Mengamuk.
41
bab 41.
42
bab 42.
43
bab 43.
44
bab 44.
45
bab 45.
46
bab 46.
47
bab 47.
48
bab 48.
49
bab 49. Ketakutan Ema.
50
bab 50. Pengingat ulang tahun.
51
bab 51.
52
bab 52. Kekaguman Sandro.
53
bab 53, Membeli kado.
54
bab 54. kekhawatiran Sandro.
55
bab 55. Saran Geri.
56
bab 56.
57
bab 57.
58
bab 58.
59
bab 59. Kebingungan Sandro.
60
bab 60. Memberi kado.
61
bab 61.
62
bab 62. Misteri mobil baru.
63
bab 73
64
Bab 74.
65
bab 65. Kebohongan Ema.
66
bab 76.
67
bab 66. Bertemu Lila.
68
bab 67.
69
bab 69.
70
bab 68. Bertemu di salon.
71
bab 69.Bertemu detektif.
72
bab 70.
73
bab 73.
74
bab 71.
75
bab 72.
76
bab 73
77
bab 74.
78
bab 75. Mencari simpati.
79
bab 76. Apa ada yang salah.
80
bab 77.. meminta tanggung jawab
81
bab 78.
82
bab 79.. Rencana Ema gagal.
83
bab 80
84
bab 81.
85
bab 85. Pengakuan Sandro.
86
bab 86.
87
bab 87.
88
bab 88.
89
bab 89.
90
bab 90.
91
bab 91.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!