Pagi itu semua keluarga Aurel sedang menyantap sarapan pagi.
Tap..tap..tap...
Suara sepatu beradu dengan lantai keramik yang mengkilat.Aurel menoleh dan menatap arah tangga,Aurel terkejut melihat penampilan Suaminya yang tidak seperti biasanya.
''Mau kemana dia berpakaian rapi seperti itu,tidak seperti biasanya .'' Batin Aurel sambil menatap suaminya penasaran.
Revan menarik kursi dan duduk di sebelah Aurel.
''Papa lupa memberitahu Kamu Rel ,'' ucap Sandro sambil menatap Aurel.
Aurel menoleh dan menatap Papanya, ingin tahu apa yang akan di beritahukannya.
''Mulai sekarang Suami Kamu akan bekerja di Casino milik Papa ,'' lanjut Sandro menatap Aurel ingin tahu reaksi nya.
''Apa Aurel tidak salah dengar Pa ?'' tanya Aurel.
''Tidak Rel,dari pada Dia kerja menjadi OB,lebih baik Dia kerja di Casino lebih berguna di sana .'' Timpal Sandra.
''Kalau itu sudah menjadi keputusan Papa, Aurel setuju-setuju saja .'' Jawab Aurel yang setuju dengan keputusan Papanya.
Aurel dan anggota lainnya pun melanjutkan sarapan mereka.
Sandro mengelap mulutnya dengan tisu yang ada di atas meja.
Sandro menatap Istrinya yang juga sudah selesai sarapannya.
''Dimana Ema dan Radit ?'' tanya Sandro saat menyadari tidak melihat keberadaan mereka.
''Mereka sudah pergi ke kantor,setelah tadi di telpon oleh Hans .'' Jawab Sandra.
Sandro menganggukkan kepalanya dan tidak lagi bertanya.Lalu Ia melihat Revan yang sudah menyelesaikan sarapannya juga.
Sedangkan Aurel bernafas lega saat ke dua parasit itu sudah pergi,Ia tidak perlu repot-repot harus berpura-pura mencintai Revan.
''Revan,ayo kita berangkat sekarang .'' Ajak Sandro sambil beranjak dari duduknya.
Revan mengangguk,lalu Ia menoleh ke arah Aurel.
''Mau apa ?'' tanya Aurel yang melihat Revan menatapnya.
''Tidak ada Ema dan Radit di sini tidak usah berpura-pura kita pasangan baik ,'' lanjut Aurel lagi.
Revan menghembuskan nafas kasar saat mendapati Istrinya yang masih bersikap dingin padanya.Revan beranjak dari duduknya dan menyusul ayah mertuanya yang sudah duluan keluar dari Mansion.
''Pa,Aku naik motor saja ke Casino milik Papa ,'' ujar Revan.
Sandro tidak menjawab,Ia langsung masuk ke dalam mobil.
Sedangkan Revan Menuju di mana motornya berada.
Mobil milik Sandro meninggalkan Mansion dan di ikuti motor Revan di belakangnya.
Perjalanan tidak membutuhkan waktu lama,kurang lebih 30 menit mobil Sandro dan motor Revan tiba di depan Casino milik Sandro.
Setelah Sandro dan Revan memarkirkan kendaraan mereka masing-masing. Sandro keluar dari dalam mobil dan Revan yang turun dari atas motor miliknya.
Sandro dan Revan menuju ke depan pintu Casino,ke dua pengawal menunduk hormat saat Sandro melangkah masuk ke dalam Casino miliknya.Revan mengikuti Sandro dari belakang.Sandro menghentikan langkahnya saat tiba tepat di depan asisten pribadinya.
''Beni kenalkan ini Revan,dia pegawai baru di sini .'' Ucap Sandro.
''Dan perlakukan Dia layaknya pegawai pada umumnya,jangan perlakukan Dia istimewa .'' Lanjutnya lagi.
''Baik Tuan .'' sahut Beni sambil menganggukan kepalanya.
Sandro meninggalkan Revan bersama asisten pribadinya,Ia melangkah masuk ke dalam ruangannya.
''Mari Tuan,ikut Saya .'' Ajak Beni sambil melangkah ke belakang di mana para pekerja berada.
Revan mengekor di belakang Beni,Beni berhenti di depan loker kosong no 41. Beni membuka pintu loker dan mengambil satu set pakaian pelayan. Lalu Beni menyodorkan pakaian pelayan itu ke arah Revan.
Revan menerima pakaian pelayan yang di berikan oleh Beni dengan penasaran. Buat apa dirinya di kasih pakaian pelayan itu,bukan kah dirinya akan menggantikan papa Sandro,pikirnya.''Cepat sana ganti bajumu dengan baju itu ,'' suruh Beni.
Revan dengan terpaksa mengganti baju nya dengan pakaian khusus pelayan. Setelah itu Revan kembali menghampiri Beni yang sedang menunggunya.
Beni menatap Revan yang memakai baju pelayan.
''Ayo ikut Saya ,'' ajak Beni menuju ke belakang.
Revan mengekor Beni yang menuju ke belakang di mana para pekerja berada.
Beni menunjukkan apa saja yang ada di ruangan itu kepada Revan.Dia juga memberitahu letak ruangan VVIP dan ruangan tempat perjudian yang ada di ruang bawah tanah.Revan pun di ajak untuk melihat ruang bawah tanah itu berada.
''Di sini terdapat CCTV jadi kau jangan macam-macam di sini ,'' jelas Bima sambil menunjuk kamera CCTV yang ada di setiap sudut Casino itu.
Revan melihat arah tunjuk Bima,benar saja di setiap sudut ruangan terdapat CCTV yang terpasang di sana.
''Apa kau mengerti ?'' tanya Beni.
''Ya Saya mengerti ,'' Sahut Revan.
Beni dan Revan kembali melanjutkan langkahnya untuk melihat ruang bawah tanah.Revan menatap kagum pada ruangan bawah tanah yang di sulap menjadi tempat perjudian dan tempat hiburan.
Beni dan Revan lalu keluar dari ruang bawah tanah untuk melihat ruangan lain.
Beni berhenti di ruangan yang Revan yakini tempat berkumpulnya para pekerja.
''Perhatian semua ,'' Beni berucap sambil bertepuk tangan untuk memanggil para pekerjanya yang sedang sibuk dengan pekerjaan mereka.
Para pekerja itu menghentikan pekerjaan nya dan menatap Beni yang berdiri di tengah-tengah ruangan.
''Perkenalkan ini Revan,dan dia salah satu pelayan seperti kalian .'' Ucap Beni sambil memperkenalkan Revan kepada pekerja yang lain.
''Ingat jangan pernah kau bilang kalau kau menantu dari Tuan Sandro,apa kau paham ?'' Bisik Bima sambil mengingatkan Revan.
Revan cuma menganggukkan kepalanya.
''Tuan Beni ,'' panggil Revan.
Beni menghentikan langkahnya,Ia pun berbalik dan menatap Revan yang telah memanggilnya.Beni ingin tahu kenapa Revan memanggilnya.
''Apa posisi saya di sini seperti mereka ?'' tanya Revan sambil melirik para pelayan yang kembali mengerjakan tugasnya.
''Kau pikir,kau bekerja di sini ingin mendapat posisi yang bagus? jangan bermimpi ! jangan mentang-mentang kau menantu Tuan Sandro,kami akan memperlakukanmu istimewa .'' Sahut Bima sambil menatap penuh ejekan terhadap Revan.
''Saya mengerti,maaf Saya telah lancang bertanya seperti itu .'' Ucap Revan sambil meminta maaf.
Bima tersenyum sinis menatap Revan. Bima menepuk bahu Revan dan menatap penuh ejekan Revan yang akan menjadi pelayan.
Bima sebenarnya sudah lama naksir sama Aurel,saat Bima menyatakan cintanya kepada Aurel,Aurel dengan terang-terangan menolak cintanya dan menghinanya.Dan lebih sakit hati lagi saat tau Aurel menikah dengan Pria yang tidak tahu asal-usulnya.Tapi sekarang Bima senang karna akan membalas rasa sakit hatinya pada suami Aurel.Bima menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap Revan dan tersenyum penuh misterius.
Revan langsung berbaur dengan para pekerja di casino milik ayah mertuanya.
Setelah mereka saling berkenalan dan mengetahui pekerjaan mereka apa saja, mereka pun berbincang-bincang menanyakan status Revan.
''Kau anak baru,siapa nama kamu ?'' tanya Pria berbadan agak gempal sambil menunjuk Revan.
''Saya Revan ,'' sahut Revan sambil menatap pria berbadan agak gempal.
''Kau bisa bantu Aku,mengantarkan minuman ini ?'' tanya Pria berbadan agak gembal.
''Tiba-tiba perutku sakit ,'' lanjutnya saat tidak mendapat jawaban dari Revan.
''Bisa,bisa ,'' sahut Revan.
''Terima kasih ,'' ucap Pria berbadan agak gempal sambil tersenyum.
''Sama-sama ,'' sahut Revan bingung harus memanggil apa.
Pria berbadan agak gempal tersenyum dan mengerti Revan yang bingung harus memanggilnya apa,Ia pun akhirnya memberitahu namanya.
''Panggil saja dino ,'' ucap Dino yang mengerti Revan bingung memanggil namanya.
''Baik Dino,serahkan saja tugas mu kepada Ku,Aku harus mengantar minuman itu kemana ?'' tanya Revan.
''Di tempat ruang bawah tanah , tempat perjudian .'' Jawab Dino.
Revan pun menganggukkan kepalanya, Ia pun mengambil minuman yang ada di atas meja dan membawanya keluar untuk menuju ruang bawah tanah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
Eric ardy Yahya
Bima , Tomi dan lainnya akan menangis darah ketika tau si Revan adalah pria kaya selama ini . lihat saja apa yang akan Revan lakukan ketika kalian dihadapkan ke Revan kali ini .
2024-10-02
0