Zula kemudian mengotak ngatik laptop Ryan tanpa permisi,
Zula mulai merancang sistem kerja sama dari perusahaannya yang tentunya sudah dia pelajari dengan abahnya dan juga di kampus tentunya
Ryan semakin jengkel pada Zula yang seenaknya aja tidak ada etika sama sekali
" Heh Bocil.... Jangan main main loe" kesal Ryan makin panik
Pasalnya Ryan berfikir kalau Zula justru malah mengobrak abrik kerjaannya dan menggagalkan persentasenya nanti
" Udah diem, loe bikin ini aja kelamaan, sana telfon pak Zain, biar gue kerjakan ini, dari pada tamu loe makin bete pergi malah" ucap Zula tanpa peduli Ryan dan terus mengotak ngatik kayboard laptop Ryan
Ryan semakin frustasi menghadapi bicah kecil di hadapannya ini, dan dia juga makin ngeblank pikirannya kalau dalam keadaan panik seperti ini
Dia memilih menghubungi Zain agar segera kembali ke kantor soalnya tamunya sudah menunggu
Sesaat kemudian sambungan terhubung dan Zula melirik sambil mencep, karena Ryan yang gak peduli padanya akhirnya mengikuti kata katanya juga
" Bocil gini juga loe ikutin apa kata gue" gumam Zula yang pastinya sempet terdebgar oleh Ryan
" Assalamualaikum pak Zain" ucap Ryan saat Zain sudah mengangkat
" Waalaikumsalam... Gimana Yan?" tanya Zain santai
" Gini pak, tamu dari Itali sudah sampai, dan sekarang sudah menunggu di ruang meeting" ucap Ryan menyampaikan
" Kok cepet bukannya masih nanti sore?" tanya Zain lagi
" Entah pak saya sendiri juga kurang tau" jawab Ryan lagi
" Ya udah kamu temui dulu ya, Irfan juga masih keluar katanya, dan saya masih makan siang, jadi kemu temui dulu, Assalamualaikum" ucap Zain langsung mengakhiri
Ryan makin frustasi dan gelagapan sendiri, apa lagi perutnya kosong gini jadi makin gak fokus
" Haduh.. Bocil jangan main main sama kerjaan ini, bisa gagal semua kontraknya nanti" ucap Ryan sudah mengacak rambutnya kesal
" Udah santai aja lho, gak bakalan gagal, kalau berhasil bapak harus kasih saya komisi" jawab Zula masih lanjut bekerja
Zula tentu berani walau dalam penyamarannya, untuk perusahaan abahnya yang akan jadi miliknya dia tentu mau turun tangann langsung tanpa peduli pemikiran orang lain termasuk Ryan
" Mau komisi apa?" ketus Ryan
" Kasih jabatan bapak," jawab Zula santai tanpa menatap Ryan
Seketika Ryan, melotot hampir saja keluar matanya dan coplok
" Hahaha.. Santai aja kali pak, matanya udah mulai copot tuh" jawab Zula sambil tertawa
" Takut amat tergeser sama bocil" tambahnya makin menyindiri
Ryan serasa bungkam dan sangat kesal dan jengkel pada Zula yang makin semena mena
" Ula gak gila jabatan kali pak, udah sana temui tamunya, kasian nanti pergi lagi, ajak makan siang dulu kek , biar gak gabut dan cemberut kayak muka bapak" ucap Zula makin meledek habis Ryan yang sudah hampir terbakar jenggotnya padahal gak punya jenggot
Ryan yang kesal kembali mengikuti arahan Zula sambil ngomel gak jelas
" Lagian tuh bule, cepet amat datangnya, ada apa sih" omel Ryan saat akan keluar
" Lalu lintas di udara sedang tidak macet pak" jawab Zula sambil tertawa ngakak
Seperginya Ryan Zula menggelengkan kepala melihat kekonyolan sikap gugup dan panik si wakil presiden deriktur
" Kebanyakan panik Exp loe pak" ucap Zula kembali membenahi kerjaan Ryan yang cukup amburadul
Ryan menuju ruang meeting untuk menemui koleganya dan mengajak ngbrol serta menawarkan makan siang juga
Hingga akhirnya Irfan datang setelah 10 menit Ryan ngobrol dengannya
" Yan gimana? bahan persentase sudah jadi?" tanya Irfan pada Ryan
" Haduh itu lah pak, ancur paling" ucap Ryan sembari menepuk jidatnya
" Kok bisa" ucap Irfan kaget
" Di acak acak sama bocil baru itu pak" jawab Ryan sudah pasrah
" Bocil baru siapa?" tany Irfan masih belum faham
Dan di sana satu persatu anggota meeting sudah pada datang, dan begitu juga dengan Al dan Zain yang baru datang juga
" Assalamualaikum.. " ucap Zain dan Al menyusul
" Waalaikumsalam" jawab yang ada di sana semua
" Kapok loe Yan, bakal hilang kerjaan loe" ucap Irfan menakuti Ryan
Ryan sudah pasrah apa yang akan terjadi nantinya, apa lagi ambang ambang kehilangan pekerjaan sudah di depan mata
" Assalamualaikum..." ucap Zula menyusul ke ruang meeting
Zain seketika tersenyum melihat putri kesayangannya menampakkan wajahnya
Awalnya sempat panik saat pertama masuk tidak mendapati Zula di meja resepsionis
" Waalaikumsalam..." jawab semuanya yang ada di sana
Heri dan Beni kaget dengan keberadaan Zula di sana, tapi mereka tau karena Zula lah nanti yang akan jadi pewarisnya
" Maaf pak Ryan, ini bahan persentase bapak" ucap Zula sambil memberikan flasdist berisi file bahan persentase
" Gue pusing, loe yang buat loe aja yang persetasikan" jawab Ryan lirih
Karena menurut Ryan semua kegagalan karena Zula, jadi kalau dia kehilangan pekerjaan Zula juga harus ikut terseret di hari pertamanya kerja
Bertahun tahun Ryan bekerja baru kali ini di buat jengkel sama makhluk kecil seperti Zula
" Emang bapak udah siap kegeser posisinya, apa tukar posisi?" tanya Zula gak ada takut takutnya dan membuat Ryan makin kesal dan melotot tajam
Emang siapa yang di takuti, semua yang ada di sana mengenalnya kecuali dirinya
Secara di sana hanya ada abah dan abangnya serta Irfan, Heri dan Beni yang tentu sudah mengenalnya serta beberapa kolega dati Itali
Dan mereka justru menahan tawa samar samar mendengar ucapan Zula
Ryan tidak menjawab dan sudah pasrah dengan Zula yang terlihat santai di hadapannya
" Bismillahirrohmanirrohim.... Kalau memang masih Rezekiku, mudah mudahan pak Zain memberi kesempatan untuk tetap di sini ya Allah" batin Ryan sudah sangat pasrah
Zula mulai meminjam laptop yang ada di hadapan Irfan, dan memasang serta menyambungkan pada infokus di hadapannya
Zain sudah percaya dan sudah yakin makanya dia tidak banyak kata dan tidak memedulikan kocehan Ryan dan Zula, justru memilih ngobrol dengan koleganya
Al membuka acara meeting pada siang ini, dan selanjutnya Ryan di persilahkan untuk Persentasi
" Maaf pak Al, biar ibu Zula saja yang persentasikan, karena dia yang bikin" jawab Ryan memasrahkan pada Zula
" Ibu Ibu, gue bukan ibuk loe" omel Zula terdengar Ryan saja
" Maaf Silahkan Asisten Lak Ryan, ibu Zula di persentasikan" ucap Al dan maki membuat Zula jengkel.dan Al tau itu
Zula membuka salam dulu, dan memperkenalkan diri tentu dengan bahasa asing karena tamunya orang luar juga
Ryan langsung kaget di awal saat Zula lancar dan fasih berbahasa asing
Kata perkata runtut dan mudah di fahami, persentasinya sangat luar biasa, di luar bayangan Ryan yang pikirannya sangat hancur
Hingga akhirnya meeting selesai, Zain dan Ryan mengantar tamunya sampe pintu utama, sedangkan tinggal Al dan Zula yang ada di sana
" Ciee jadi asisten Ryan" ucap Al meledek
" Maksudnya, "
" Loe kok bisa bantu dia gimana?"
" Ya dianya lelet, gitu aja gak bisa" jawab Zula kemudian menceritakan kejadian sebenarnya
" Jangan jengkel atau sebal, apa lagi benci, nanti jadi benar benar cinta lhoo" ledek Al setelah mendengar cerita Zula yang benci dan jengkel pada Ryan
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 318 Episodes
Comments
Khoiriyah Imroatul
tmnan iy, tp y tk dkung sih nk amby Ryan,❤️🤣
2022-08-17
0
Herlinatriyono 786
nah lo kagum kan syok juga pasti,makanya jangan ngeremdhin orang lain ryan malu sendiri kan.
2022-08-16
0
No Name
jadi kepikiran, ntar kalo ryan ama zula jodoh, lah si maul kan kasian juga ya
2022-08-16
0