" Enak aja bawa bawa, emangnya apaan?" protes Rizqy dan Zula nyengir
" Biar gak sepi aja om, kan seru kalau ada baby baby lucu kayak mereka" ucap Zula santai tanpa mikir
" Kalian semua dinas ke kanto terus anak gue dong yang kesepian" jawab Ruzqy Zula makin nyengir
" Iya juga ya" jawab Zula menggaruk kepalanya yang tidak gatal
" Gini gini susah lahirinnya La, tinggal bawa mah enak" ucap Rizqy yang menggendong anak pertamanya
" Kalau bikinnya enak gak om?" tanya El dan membuat hening seketika
Plak.... satu lemparan mengenai pundaknya dari Al, membuat El tertawa ngakak dan langsung pergi menghindar sebelum dapat tatapan sengit dari Uminya
Setelah berpamitan, di sore harinya mereka semua menuju kebandara di mana masih membawa mobil kantor dari cabang di PKU
karena nanti juga bakal ada orang kantor yang anak menjemputnya di bandara
Setibanya di bandara, mereka langsung di persilahkan menaiki pesawqt pribadi mereka, dan ke tiga anak Jihan dan Zain mereka bertiga kumpul di belakang bak geng mak rempong yang suka gosip
Mereka mempunyai geng sendiri, dan bahkan punya grub wa sendiri juga, untuk ngobrol dan ghibah
Tapi saat ini mereka sedang menghubungi pasangan masing masing, dengan menggunakan jaring Wifi yang ada di pesawat mereka
Di dalam pesawat memang tidak bisa menggunakan ponsel, dan jaringan karena bisa mengganggu sistem komunikasi seorang pilot dengan anggota komunikasi di darat,
Dan makanya di pesawat kalau bisa ponsel di matikan atau menggunakan mode penerbangan, dan di sana sudah di sediakan wifi juga bagi pesawat yang berafilitas khusus
Seperti saat ini, mereka bertiga sibuk chat dengan pasangan masing masing soalnya kalau telfon atau video call gak enak suaranya
Dan setelah chatan dengan pasangan masing masing, dan pasangan mereka juga sudah selesai jam istirahat siang kini mereka lanjut ngobrol
Jangan tanya Jihan sama Zain yang sudah berjumpa di alam mimpi masing masing
" Jadi gimana bang? ceritanya pagi tadi? kalian denger apa?" tanya Zula sangat penasaran
" Ha.... Gimana?" tanya El menghentikan tangannya dari layar ponselnya
" Kalian katanya tadi pagi denger suara aneh, apa sih? kepo gue" ucap Zula mengulanginya lagi
" Bukan aneh sih... tapi syahdu" jawab El cengengesan
" Senengnya" sindir Al
" Gue sebenarnya penasaran lho bang, mau gue intip tapi gak ada celah sama sekali, jadi gagal tau" jawab El santai masih senyum cengengesan
" Gue malah risih mrinding lagi, mana loe tadi nyeplos kalau tau kan mereka malu" kesal Al pada El yang sempat keceplosan sama Rizqy tadi
" Jadi apaan sih?" kesal Zula gak dapat jawaban
" Loe masih bocil baby" ucap Al mencubit hidung Zula
" Abanga..." kesal Zula lagi dan mereka tertawa
Zula lama lama kesal karena merasa di buat penasaran sama kedua abangnya
" Kasian bang kasian, dia udah 19 tahun udah boleh" jawab El merasa kasian hingga akhirnya mereka menceritakan semuanya pada Zula
Bahkan El menirukan suara Uminya yang di dengar semalam
" Terus suara abah gini... Heerr..... Masyaallah nikmatnya" ucap El kembali menirukan dan Zula terbengong
Gantian Al juga ikut cerita tentang yang dia dengar semalam dan membuat Zula makin terbengong mendengarnya
Antara risih dan pengen tau, tapi wajar namanya manusia dia munya syahwat masing masing, apa lagi normal tentu rasanya makin nikmat
" Hiiih..... enaknya seperti apa sih, sampai segitunya gak sadar apa ya" ucap Zula polos tanpa sensor
" Hust... anak kecil stop " ucap Al dan El malah tertawa
" Loe jangan sok jaim bang, loe udah waktunya, jangan di tunda kalau mau merasakan" jawab El sambil terus tertawa
" Kan elo duluan yang mau nikah besok bagi pengalaman sama kita iya gak La" ucap Al santai gak terpancing
" Betul tuh, nanti kita intip ya Bang" ucap Zula membela Al
" Itu prifasi gak ada yang namanya intip intipan apa lagi cerita" jawab El sok sokan
" Kita denger dong, " bantah zula
" Loe lupa rumah kita kan kedap suara, gak bakalan denger" jawab El membuat mereka tertawa
Tak terasa pesawat sudah mendarat dan mereka sudah di papak oleh anggota kantor mereka yang menyanbut kedatangannya
Sebenarnya mereka risih dan sungkan mendapat perlakuan seperti itu, tapi ini diluar dugaan intruksi dari Zain pada Irfan
" Bah... Kok ada ginian segala sih, kayak biasanya aja lho" ucap Jihan ilfil
" Ini kerjaan Irfan paling, salah faham" jawab Zain kesal
" Loe udah mau istirahat ya Fan" ucap Zain seketika
Karena di sana juga di pasang red karpet untuk menyanbut mereka, bahkan muka muka mereka gak ada yang glowing dan glow up karena tadi gak mandi soalnya dingin banget pas berangkat hujan lebat
Sedangkan penerbangannya sudah di jadwalkan, walau memakai pesawat pribadi kalau sudah di jadwalkan Zain dan Jihan gak enak kalau harus dengan semena mena membatalkan
" Iya pak, sedari pagi saya belum istirahat, dan belum pulang" jawab Irfan polos makin membuat Zain kesal
" Selamat datang pak Zain buk Jihan, " ucap karyawan yang menyambut
Zain dan Jihan tersenyum terpaksa membalas mereka
Ketiga anak mereka juga sama sama sungkan dan ilfil aja di sanbut seperti ini, karena kebiasaan hidup sederhana mereka, apa lagi Zula yang cukup kaget, karena sampai saat ini dia sebagai anak Zain dan Jihan masih belum di publikasi, apa lagi di lingkungan kantor
Dengan sigap Zula meraih tangan dan melendot mesra salah satu dari abang mereka biar di kira pasangannya
Dan tak lupa dia memakai topi dan juga kaca mata serta masker terlebih dahulu sebelum keluar dari pesawat sebagai bentuk penyamaran
Karena Zula ada misi di masa awal memimpin perusahaan abahnya nanti , karen saat pertama Zula ke kantor mereka sama sekali belum mengenal Zula sama sekali, mungkin lupa juga wajah Zula
Hingga mereka sampai di mobil yang akan di setir sendiri oleh Irfan karena Zain yang meminta
Setelah semua masuk Irfan kemudian masuk dan duduk di bagian pengemudi
" Masyaallah pak Irfan...." Teriak Zula setelah Irfan masuk dan menutup senua pintu
" Eh... Iya gimana Ula..." jawab Irfan sempat kaget
" Pak Irfan kenapa pake penyambutan seperti itu sih, misi Zula hampir gagal tau gak" omel Zula yang paling kesal
" Iya tuh, gak biasanya aja pak Irfan, kami malah jadi Ilfil lho pak" jawab Jihan lagi
" Sederhana, gak perlu menyiapkan semuanya, seperti biasanya" tambahnya ingin mengomeli Irfan juga
" Jadi capek kan, dan gak pulang seharian, di gruduk lagi sama wanita wanita ini" tambah Zain menyindir kedua cewek cantiknya
" Hem... Salah lagi" keluh Irfan sambil menepuk jidat
" Yang nyuruh bukan Saya pak,..." ucap Irfan akhirnya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 318 Episodes
Comments
Indrijati Saptarita
hadeeeeuuuuuhhhh.... pak irfan yaa....
2022-08-13
0
Herlinatriyono 786
lah terus yg nyuruh siapa pak irfan?tiati lho kena semprot
2022-08-13
0
Sri Kusniati
ini kok blm up
2022-08-12
1