Al dan El membawa Tari ke salah satu perkampungan di tengah hutan,
Ya di tempat transmigrasi baru, bukan baru sih sudah lama, yapi baru kali ini Al dan El membawanya kesana,
Kenapa ke sana? agar Tari gak bisa pergi dan ganggu kehidupan om dan Tantenya lagi
" Al El, loe bawa kami kemana?" tanya Tari bingung
" Katanya mau kebun sawit 10 Hk Tan, ya udah gue bawa kesini semua, tenang aja, udah ada rumah, sawit udah sedia dan mulai saat ini Tante sama Nada tinggal ongkang ongkang kaki terima gaji" jawab El menjelaskan
" Loe gila bawa gue ke kampung seperti ini? ini hutan El" ketus Tari saat masuk keperkampungan
" Gak apa apa Tan, gitu VIP lho tante sampe sini tuh, udah naik pesawat sampe sini di anter helly, kebayang gak semua orang di sini dulu pertama masuk sini naik apa? jalan kaki, kempor gak tuh kakinya" jelas Al yang sudah merencanakan sejak di perjalanan menuju bandara itu
El dan Al tentu punya kenalan banyak, dan masalah perkebunan aman, dia punya aset juga di daerah sana, cuman bukan yang di tempati Tari saat ini
Awalnya ada teman mereka yang menawarkan, dengan harga murah, dia belum ACC karena tempatnya di pelosok, dan kebetulan ada nyai robeng juga yang meminta hak, gono gini, dia kasihkan aja siapa tau di sana dia bisa berfikir dan bisa berubah
" Udah ayo masuk Tan, udah malem, gak enak sama tetangga ganggu aja, besok kan harus keladang juga tante" ucap El sambil membuka pintu rumah yang sudah di sediakan
" Enggak gue mau pulang aja" ucap Tari menolak keras
" Mau kebun sawit gak ? 10 HK lho" ucap Al lagi mengiming ngimingi Tari
" Tapi gak di sini juga kali Al, Enggak lah, gue dapat 6 HK di Riau aja gak apa apa" jawab Tari masih menegosiasi
" Ya Enggak lah, enak aja, udah sehauh ini lho, males kali bawa kalian balik lagi, habisin ongkos tau gak" elak El gak mau
" Udah ayo masuk, kalau gak mau masuk gue kunci lho Tan, di sana banyak binatang buas, Hooaaaa" ucap El menakuti Tari dan Juga Nada
Mereka justru menjerit keras dan berteriak mendengar naungan stigala jafi jadian dari El
Hingga akhirnya mereka ikut masuk, ke dalam dan berkumpul di lantai rumah yang cukup bersoh dan terawat
" Ini rumah siapa Al" ucap Tari masih melihat sekeliling isi rumah tersebut
" Nyai ngombeng aloas tante" jawab Al singkat
Mereka berdua masih terdiam dan matanya masih mengelilingi isi rumah tersebut
" Tan, Nad," panggil El pada mereka dan mereka langsung menoleh pada El
" Rumah ini, kami berikan pada Tante dan juga nada, " ucap El terpotong
" Gue gak minta rumah" jawab Tari ketus
" Dengerkan dulu, " kesal Al pada merek
" Kalian mau tinggal gelandangan di jalanan? hidup di tengah hutan?" tambah Al kesal karena mereka gak ada syukur syukurnya sama sekali
Mereka berdua terdiam dan tidak menjawab,
" Kami tuh udah ada niat baik lho tan, masih mau menghidupi kalian, apa kalian mau masuk penjara lagi?" ucap Al mengancam dan lagi lagi mereka terdiam
" Kami tau gimana karakter kalian berdua, seumpama kami kasih apa yang rante minra sore tadi, okey bisa kami kasih, tapi watak dan karakter kalian tidak menjamin akan sampai situ saja, setelah harta kalian yang kalian minta dari kami habis, sudah bisa di pastikan kalian akan datang lagi dan minta lagi" tegas El membuat mereka terdiam
" Makanya kami bawa kalian kesini, biar kalian intropeksi diri aja di sini, membenahi apa kesalahan yang pernah kalian lakukan, biar kalian itu mikir, kalau kesuksesan itu tidak lah instan, dan seenak yang kalian bayangkan, " sambung Al yang sefrekuensi dengan El
" Jadi ini adalah modal untuk kalian hidup, rumah ini rumah kalian, tempat tinggal kalian yang sekarang, kami beri modal usaha, ada 10 HK perkebunan sawit, gunakan sebaik baiknya, walaupun kalian hidup di tengah hutan, tapi semua berkecukupan, tidak kekurangan dan kelaperan, insyaallah nikmat kok, asal di syukuri, " ucap El mulai membuka hati untuk tante dan sepupu tirinya itu
" Dari pada kaliab hidup di kota, montang manting cari kerja, makan kesulitan hidup harus mewah karena gengsi, saat ini lupakan gengsi, hidup apa adanya, kalau bisa kumpulkan uangnya, di tabung, gak ada lho tan mantau sepupu dan ipar yang masih bisa menolong setelah di hianati" sambung Al gantian
" Udah nikmati hidup kalian di sini, kebun sudah ada, tinggal menerima gaji tiap bulannya, perawatan dan tukang panen sudah aman, tinggal nunggu jagi aja, gak usah repot cari masalah dan meninggikan gengsi, stop sampe sini, jangan di ulang lagi" tambah Al lagi
" Di sini tante sama Nada, tidak ada yang kenal, kalian memulai lembaran baru, hidup sederhanya apa adanya, bukan ada apanya, benahi dan perbaiki sikap buruk kalian, jadikan semua itu sebagai pengalaman dan masa lalu buruk kalian, kalian semua gak selamanya kekal, kalian setiap hari usia selalu berkurang, tapi kalau kalian masih sama dengan kemaren, di mana usia kalian berkurang tapi dosa kalian bertambah, " ucap El makin bijak pada mereka berdua
Hati mereka berdua terasa di ketuk dan ada benarnya juga dari ucapan Al dan El, mereka ingin rasanya menangis, meratapi kesalahan mereka, tapi mereka masih gengsi dengan Al dan El
" Kira kira mau gak kalian membenahi diri kalian?" tanya Al memastikan dan tidaj ada jawaban
" Langka lho orang seperti keluarga kami tuh tan, Nad, kalian menghianati keluarga kami habis habisan, menikah dengan penih kebohongan, dan kalian juga membully adek kami sendiri, sampe hilang kepercayaan dan kena mental, pelajaran hidup 3 tahun di penjara, tanpa menghirup udara bebas sudah kalian rasakan juga, di sini kami memberi fasilitas pada kali, rumah ada tinggal nunggu jagi dan memperbaiki diri, tanpa bikin masalah lagi, itu untuk kebaikan kalian sendiri lho" ucap El panjang dengan menekankan tujuan mereka
" Iya kami mau, udah kalau kalian mau pergi sana pergi" ucap Tari kesal merasa di ceramahi
" Ini udah jadi milik kami kan,? ya udah apa lagi, sana pergi, kami sedia tinggal di sini" tambahnya penuh rasa gengsi
" Ya udah, seetifikat tanah dan rumah tidak bisa di ambil apa lagi di sekolahkan, mereka sudah pintar dan gak bisa di gadaikan, " ucap Al sudah merancang semuanya
" Lha jadi, ? jangan gitu dong, kalian gak sepenuhnya ngasih ke kami" bantah Nada belum mengerti
" Kalian tenang saja, yang penting gaji tetap kalian terima, sengaja biar gak bisa kalian jual, makanya kami sita dulu, biar kalian berubah dulu, nanti kalian jual kabur lagi dari sini" jawab El santai dan membuat mereka bungkam
" Ya udah kami balik Tan Nad, jaga diri baik baik, ini uang saku kalian selama belum dapat gaji dari perkebunan, ingat jangan coba coba keluar dari hutan ini, kalau gak mau di terkam harimau" tambah Al santai
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 318 Episodes
Comments
Herlinatriyono 786
biarin aja di terkam harimau biar mampos sekalian.
2022-08-13
0
Mursiana
gak pp el dia mh dimkn hewan buas mlhan untung...😅😅😅😅
2022-08-10
0
Putri Rahmahani
lanjut
2022-08-09
0