Zula seketika menatap Ryan sinis, dia gak peduli di cibir Ryan seperti apa, toh posisi ini juga dia yang mi ta dan bodo amat ngadepin pemimpin songong kayak Ryan
" Gak apa apa dong, lagi pemula, nanti posisi loe yang akan gue geser" jawab Zula tak kalah sinis pada tatapannya
" Coba aja kalau bisa " jawab Ryan santai dan pergi
Nadia di sebelahnya sudah kalang kabut soal Penanggapan Zula pada Ryan yang terkihat tidak sopan,
Apa lagi Ryan kan termasuk atasan juga di sana, sebagai wakil presiden direktur, yang menghandel semua pekerjaan selain Zain
" Aduh dek.. lain kali jangan gitu ya sama pak Ryan, dia tuh atasan kita" ucap Nadia menegur Zula
" Emang jabatannya apa dia di sini kak?" tanya Zula polos
" Dia itu wakil presiden direktur di sini, dulu kerjanya di Pusat, cuman sama pak Zain di pindah ke sini, " jawab Nadia lagi
" Oh.. Iya lah, gue sebenernya gedek banget sama tuh orang lho kak, suka ngece aja, masak iya gue di panggil anak kecil" jawab Zula tanpa rasa bersalah
" Ah Masak? di tuh paling bijak lho di sini tuh, paling di segani sama semuanya, kalau pak Irfan iya bijak, tapi masih ada nyelenehnya, tapi kalau pak Ryan baru tau gue" jawab Nadia yang ternyata Ryan bersikap aneh hanya pada Zula
" Oh... Gitu, awas aja ya pak Tua, ganteng ganteng songong " kesal Zula
" Iya ya, memang ganteng pak Ryan, tapi sayang semua karayawan di sini kayaknya gak ada yang nyantol di hatinya," jawab Nadia yang memang Ryan yang sama sekali gak pernah kecantol sama cewek
" Orangnya aja ngeselin gitu gimana mau nyantol, kalau gue mah ogah kak, percuma ganteng kalau ngeselin" jawab Zula sangat kesal dengan Ryan dan Nadia terkekeh mendengar ucapan Zula yang cukup lucu menurutnya
" Kakak gak istirahat dulu, nanti kita gantian di sini" ujar Zula pada Nadia
" Kamu gak apa apa kalau kakak yang Istirahat duluan?" tanya Nadia merasa gak enak
" Gak apa apa kak, kakak istirahat dulu nanti gantian sama Ula" jawab Zula ramah dan Nadia menyetujuinya
" Ya udah kakak tinggal dulu ya" ucap Nadia dan Zula mengangguk
Sesaat kemudian Al datang dia barusan dari sekolah BNT, dan dia tidak ke kampus untuk hari ini, dan gagal berjumpa dengan Yasmin yang sebagai dosen di sana
Begitu juga sebaliknya Yasmin juga belum tau kalau Al sang pemilik kampus tempat dia bekerja
" Lho lho lho,.... Udah nongkrong cantik aja di sini" ucap Al melihat adek bingsuhnya sudah duduk di bangku resepsionis
Zula tidak langsung menjawab dan masih celingak celinguk melihat kanan kiri depan belakang mana tau ada karyawan lain kan bisa bahaya pikirnya
" Kenapa celingak celinguk takut ketahuan" ucap Al sambil menahan tawa
" Ck... Abang ih" kesal Zula
" Ini jam istirahat Ula, mereka semua pada keluar cari makan, sholat, kamu ngapain masih di sini" ucap Al kasian melihat adeknya sendirian
" Ya jagain ini, kan gantian bang, mana tau ada yang tamu datang, kayak abang tuh, tiba tiba aja datang" jawab Zula santai
" Hahaha... Iya juga ya, ya udah udah makan siang belum?" tanya Al lagi dan Zula menggeleng
" Abah mana? yuk makan siang bareng Abah sama Abang sekalian" tambah Al lagi
" Tadinya Ula juga di ajak sama Abah, ke Rs, makan siang bareng Umi sama Bang El, gak enak lah, di lihat banyak orang, jadi pusat perhatian nanti, pegawai baru ngintel presedir" jawab Zula dan Al ngakak
" Haduh.. Gitu banget dramamu, Ya udah Abang nyusul mereka ya, kamu baik baik di sini, jangan lupa makan, apa mau abang orderkan makanan?" tanya Al menawarkan
" Enggak lah, nanti Ula ke kantin aja" jawab Zula santai
" Okey, jangan lupa makan lho" ucap Ak dan Ula mengacungkan jempolnya
Saat Al hendak keluar kantor tak sengaja berpapasan dengan Ryan di pintu utama
" Hallo Bro, apa kabar nih? lama gak jumpa kita" ucap Ryan bersalaman dan berpelukan dengan Al
" Sehat sehat, udah makan belum yuk makan bareng" ucap Al menawarkan pada Ryan
" Duluan aja, tadi gue hampir saja mau makan siang, tapi pak Irfan datang katanya akan ada tamu dari Itali nanti sore, jadi gue siapkan dulu nanti baru istirahat" jawab Ryan gagal istirahat karena ada tugas lagi
" Oh iya, makanya gue kesini mau tanya soal itu dulu, tapi loe kerjakan aja dulu lah, selesai makan siang nanti gue ke sini" ucap Al dan di setujui oleh Ryan
Zula yang melihat sok cuek aja, kalau ternyata musuh pertama yang menurutnya menyebalkan itu adalah kawan karipnya abangnya
Seperginya Al, Ryan kembali melewati Zula dan kembali menampakkan wajah menyebalkan pada Zula, dengan Ryan yang menjulurkan lidahnya
" Gila ya tuh orang" kesal Zula sambil ingin melemparkan buku ke arah Ryan
Ryan justru cengar cengir sambil berjalan menuju ke Lift
Waktu Istirahat telah selesai, Zula sudah isoma, istirahat sholat dan juga makan, sedangkan Ryan masih belum apa apa dan masih banyak pekerjaan yang harus di selesaikan
Hingga tanpa mereka sadari Tamu dari Itali sudah hadir lebih awal bahkan 150 menit dari jadwal perjanjian,
Zain dan Al serta Irfan juga belum ada di sana, dan tamu tersebut di sambut oleh Zula yang mana untung dia sudah dengar pembocaraan abangnya dengan Ryan tadi
Zula dan Nadia menyambut dengan ramah tamu luar tersebut, Zula sudah fasih berbahasa inggris membuat Nadia sendiri heran dengan Zula
" Kamu yang antar ke ruang meeting ya, gue masih kurang fasih berbahasa asing" ucap Nadia minder dan Zula menyetujui
Zula mengajak dan mengantar tamu tersebut menuju ruang meeting bahkan dia juga tadi tanya dulu pada Nadia di mana ruang meeting karena dia juga batu di sana
Setelah mengantarkan Zula kemudian mempersikahkan untuk menunggu sejenak, dan meminta untuk petugas OB memberi suguhan,
Setelah itu Zula juga mengajak ngobrol sebentar sambil menunggu Ryan sebagai wakil direktur , yang mana sudah di hubungi juga oleh Nadia pastinya
Karena Ryan tak kunjung Zula pamit sebentar sambil untuk memanggil Ryan,
Sesampainya di ruangan Ryan, Zula melihat Ryan sudah sangat panik, kerjaan belum selesai tamu sudah datang, mana perut pamar belum terisi juga , bahkan salam Zula saja di abaikan olehnya
" Pak... tamunya sudah datang" ucap Zula formal
" Iya tau, pak Zain udah datang belum?" jawab Ryan dengan muka panik
" Mana gue tau, telfon lah" jawab Zula santai dan mendekat pada Ryan
" Panik bos, haduh kasiannya, pasti belum selesai" cibir Zula santai sambil melihat pekerjaan Ryan di laptopnya
Ryan melongo bahkan kaget dengan ucapan Zula barusan yang mengejeknya
" Sini kalau gak bisa gue bantu" ucap Zula lagi songong
" Eh bocil loe ngeremehin gue" ucap Ryan kesal
" Kalau gak mau di remehin jangan ngeremehin orang dong, gini aja gak bisa, gitu jadi wakil direktur" ucap Zula santai tapi pedas
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 318 Episodes
Comments
Khoiriyah Imroatul
ngkok ndg kyk ng FTV" ngniku?, asale bkin kesel ujung"nya jatuh cinta😌
2022-08-17
0
Mursiana
ya allah di prtmukn dgn mntn smua ..😅😅😅
2022-08-17
0
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi ya ditunggu thor aku suka banget seru rasain riyan jgn bilang zula anak kecil 😂😂😂😂
2022-08-16
0